
"Ap-apaa?!"
Arya mendekati Dini. Kembali meraih tubuh wanita yang masih polos itu dengan kedua tangannya. Kemudian dia mendekatkan kepalanya dan kembali berbisik.
"Ansel adalah putraku! Kau melahirkan bayi kembar!" Bisik Arya
Membuat bulu kuduk Dini merinding ketakutan. Dini menatap Arya dengan terkejut. Mulutnya sedikit ternganga. Tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Ya. Ansel adalah putraku, bukan?" Ucap Arya sekali lagi
Dini tetap mengelak.
"Ti-tidak... Apa yang kau ketahui di dunia ini? Ansel buk..." Perkataan terpotong
"Ssttt... Jangan mengelak lagi. Kau pasti ingin mengatakan jika Ansel bukanlah anakku, dia adalah anakmu bersama Darwin seperti yang kau katakan padaku kemarin lalu. Tapi kau tidak bisa mencap anak kandung ku pada pria lain yang mengakuinya sebagai anak di saat ayah biologis nya masih ada di dunia ini." Ujar Arya
Lalu, berkata kembali
"Aku tidak peduli seberapa kuat kau mengelak. Terserah padamu sudah menikah dengan Darwin dan kau adalah istrinya atau tidak, tapi satu hal yang pasti Ansel adalah putraku, dia pantas mendapatkan kasih sayang dari ayah kandungnya. Dia adik Arsen! Mereka kakak beradik kembar!"
"Lalu, Apa keinginan mu? Kau ingin mengambil Ansel dariku? Kau ingin merebutnya?" Gertak Dini
"Jika aku sampai merebutnya darimu, itu adalah konsekuensi yang kau dapatkan. Jika kau masih mengatakan pernikahan kita adalah sebuah kontrak. Perjanjian yang masih kau ingat, kalimat yang tertulis dan tertera kau harus memberikan bayi yang kau lahirkan ingin itu kembar atau tidak. Namun, kau hanya memberikan satu bayi pada kami dan membawa bayi lain denganmu. Itu artinya kau melanggar kontrak yang sudah disetujui dan kau tidak berhak memiliki Ansel! Jika kau bersikeras masih mengatakan pernikahan kita adalah sebuah kontrak yang telah usai, maka kontrak itu masih berlaku!" Kecam Arya
"Tolong jangan pisahkan aku dengan putraku. Dia adalah satu-satunya harta berharga yang ku miliki."
__ADS_1
"Lalu, bagairriaria dengan Arsen? Dia juga anakmu, bukan. Kau meninggalkan dia sendiri di dunia ini hidup tanpa kasih sayang dari ibunya. Saat dia tidak mengakuimu sebagai ibunya, Apa kau pernah mencoba untuk berbicara dengan dia sekali lagi? Kau tahu jika kau tidak bersalah, Lalu kenapa kau selalu diam di saat orang lain memfitnah mu dengan bertubi-tubi." Kata Arya memaki, namun perkataannya penuh dengan motivasi agar Dini bangkit menjadi wanita kuat
Lalu, Menambahkan
"Jika kau tidak ingin berpisah dari Ansel, Maka akui dirimu masih sebagai istriku, kita menikah melupakan kontrak yang disepakati dan anggap saja masa lalu kelam itu tidak terjadi pada kita dan memulai semuanya dari awal!" Lanjut Arya
"Aku hanya ingin pulang menemui Ansel!" Perkataan Dini membuat Arya frustasi
"Ansel,, Ansel,, dan Ansel... Hanya ada Ansel yang menjadi anakmu. Aku pikir kau benar-benar tidak menyayangi putramu yang lain, kau tidak mempedulikan, kau menelantarkan putraku, dan pilih kasih..." Ketus Arya
Lalu, Menambahkan
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu dan itu artinya kau akan di sini untuk selamanya. Ini adalah rumahku yang sempat kita tinggali bersama dulu yang akan ditinggali bersama lagi dengan anak-anak kita." Lanjut Arya
"Kau tidak bisa mengurungku di sini. Aku memiliki keluarga dan juga anak yang harus ku rawat..." Keras kepala Dini
Dini ingin beranjak dari kasurnya untuk berdiri. Namun, ia teringat jika saat ini sedang tidak memakai apapun di tubuhnya. la pun segera mengurungkan niatnya dan menunggu Arya pergi dari hadapannya.
"Segera mandi dan pakai pakaian mu! Aku masih menyimpan barang-barang yang kau tinggalkan tertata rapi di rumah ini. Semoga saja pakaian mu itu masih muat di badanmu, karena kau mengalami banyak perubahan di setiap inci tubuhmu. Kau tidak mungkin menggoda suamimu di pagi hari buta, Kan? Jangan salahkan aku jika harus pergi ke perusahaan dan tidak bisa membantu mu seperti malam hari tadi." Ujar Arya meledek
Setelahnya ia pergi keluar meninggalkan Dini sendiri untuk pergi ke perusahaan. Dengan rumah yang ditinggali diberikan penjagaan yang sangat ketat agar Dini tidak bisa melarikan diri.
Dini terus memberontak, ia ingin segera dilepaskan. Karena walau bagaimanapun keluarganya saat ini pasti sedang mencari dirinya.
Rumah Arya seperti tempat persembunyian harta karun yang dijaga oleh banyak bodyguard di sekeliling rumahnya. Tidak terhitung berapa jumlah bodyguard yang menempatkan mereka untuk menjalankan tugas dari Arya. Tidak ada celah untuk berpeluang keluar melarikan diri. Pada intinya rumah itu akan aman dari maling, seekor semut pun tidak akan bisa masuk.
__ADS_1
...***...
Di sekolah.
Gino dan Ansel sedang duduk di kursi taman sekolah sambil menyantap bekal makanan mereka. Namun, disela itu Ansel sama sekali tidak bergairah untuk makan dan hanya menatap bekalnya dengan sendu.
Bekal makanannya kali ini sangat berbeda tak seperti tampilan yang sering ibunya buatkan. Hanya bekal makanan biasa tanpa ada bentuk karakter yang dia sukai.
"Ansel, Ada apa? Biasanya kau sangat aktif dan juga ceria. Tapi hari ini kau terlihat murung sekali." Bicara Gino
"Ibuku hilang! Dia semalam berjanji akan berada disampingku saat pagi setelah ia pergi malam-malam untuk pekerjaannya. Tapi ibuku sampai saat ini belum pulang, semua orang di rumah sangat mengkhawatirkannya, dan handphonenya tidak bisa dihubungi. Aku sangat rindu pada ibu..." Ujar Ansel
"Mungkin ibumu masih di rumah sakit. Dia belum sempat bisa pulang karena masih harus bersama pasiennya."
Tak lama berbincang, Arsen datang menghampiri Gino dan mengajaknya pergi. Arsen tidak suka melihat Gino temannya sangat dekat dengan Ansel yang menjadi pendatang baru dalam lingkup pertemanan mereka.
"Gino, antarkan aku ke ruangan Bu guru. Dia memanggilku ke ruangannya." Ajak Arsen pada Gino
"Sebaiknya kau ikut kami. Jangan bersedih lagi." Ajak Gino pada Ansel
"Jangan mengajak dia! Aku hanya mengajakmu untuk pergi ke sana, dan tidak perlu mengajak yang lain. Dia akan merepotkan kita nanti." Ketus Arsen
"Arsen, Kenapa kau menjadi seperti ini? Dulu kita adalah teman baik, dan sekarang kau sangat kasar pada Ansel. Saat ini Ansel sedang bersedih karena ibunya hilang tidak pulang sejak malam." Ucap Gino
"Aku doakan semoga dia benar-benar hilang dan tidak ditemukan sampai kapanpun. Wanita sepertinya memang pantas untuk menghilang dari dunia ini." Cela Arsen pada wanita yang merupakan ibunya
__ADS_1
Mendengar perkataan Arsen yang kasar membuat Ansel menahan tangisnya dan histeris menangis saat Gino dan Arsen pergi dari jangkauannya.
"Arsen sekarang sangat jahat padaku. Dia sudah tidak ingin berteman denganku lagi. Ibu juga hilang dan aku akan berteman dengan siapa... Arsen jadi benci padaku karena aku cengeng!" Ungkap Ansel menduga yang tidak tahu alasan sebenarnya Arsen membenci dia