
Setelah sekian panjang mereka tidak bertemu, Arya dan Valerie memutuskan untuk duduk berbincang empat mata di ruangan Arya.
"Akhirnya Arya masih ingin aku menjadi kekasihnya.syukur saja dia mempercayaiku, dia benar-benar mencintaiku, dan aku tidak perlu khawatir dengan kehidupan di masa depan jika Arya bersamaku." Gumam Valerie
"Bagaimana dengan karier mu di sana jika kau memutuskan untuk kembali ke sini. Apalagi di sana kau pasti seorang Aktris dan model yang diidolakan dan naik daun." Tanya Arya memulai pembicaraan
"Ah, I-iya, Entah kenapa aku sudah bosan saja dan tidak ingin bekerja lagi."
"Jadi, kau memutuskan untuk hiatus dari dunia hiburan dan model?!"
"Lebih tepatnya bukan Hiatus.aku memutuskan untuk tidak akan terjun pada dunia hiburan dan permodelan lagi untuk selamanya. Setelah kita menikah, aku ingin fokus merawat dirimu saja nanti."
"Itu tandanya kau harus menjadi ibu rumah tangga." Tegas Arya
"Tidak apa, aku siap dengan status baruku menjadi ibu rumah tangga dan nyonya Arya Razvan Pratama." Kekeh Valerie diakhir
Refleks mata Valerie saat tertawa membidik jari manis tangan kanan Arya yang mengenakan cincin berwarna biru.
"Kau memakai cincin?" Pungkas Valerie bertanya
Spontan Arya terkejut dan menatap jarinya dengan gemetar menarik tangannya dari atas meja dan menyembunyikan di bawah meja.
"A-aku memakainya." Gugup jawab Arya
"Dan di jari manis tangan kananmu!" tegun Valerie
"Memangnya kenapa jika aku memakainya di jari manis tangan kanan?"
"Orang mengatakan jika seorang laki-laki atau wanita memakai cincin di jari manis kanan, itu menandakan dia sudah menikah. Aku pikir kau tahu akan hal itu."
"A-aku tidak tahu akan hal itu.itu hanya pernyataan seseorang yang menjadi kebiasaan turun temurun, mungkin pada dasarnya tidak ada yang menegaskan secara pasti jari tersebut menandakan seseorang sudah menikah.kau tidak perlu khawatir itu hanya sebuah pernyataan, kita tidak tahu bagaimana kenyataannya. kau juga tahu jika aku tidak menyukai hal yang terpaku atau menyangkut adat istiadat orang zaman dulu, menurutku itu pemikiran kuno. seseorang bisa memakai cincin di jari mana saja." Ujar Arya dengan jelas dan tegas
"Kau benar, Seseorang bisa memakai cincin di jari mana saja. Maaf, Aku sudah berprasangka buruk padamu.aku pikir kau sudah menikah." Jawab Valerie
"Tidak apa." Jawab Arya dengan sudah berkeringat dingin sambil menghindari kontak tatapan mata Valerie
"Ini sudah pukul 12.30 waktunya untuk makan siang. Kau pasti belum makan setelah penerbangan menuju ke sini, alangkah baiknya kita makan di kantin."
"Bukankah kantin hanya menyediakan camilan dan roti saja?!" Ujar Valerie
"Untuk sekarang tidak. Aku membuat kebijakan baru dengan membuat kantin menyediakan makan siang untuk para karyawan agar aku tidak perlu memesan makan siang untuk semua orang pada Restaurant." Ucap Arya
__ADS_1
"Oh begitu, itu sangat bagus sekali.kau dan yang lain tidak perlu jauh-jauh memikirkan makan siang jika driver makanan datang terlambat karena ada kendala. jika lapar, kalian hanya tinggal datang ke kantin yang sudah menyiapkan makan siang kalian." Pungkas Valerie
"Iya, Jika begitu kita pergi sekarang." Ujar Arya mendahului Valerie karena takut jika Valerie menggandeng dirinya
...***...
Belum saja hampir dari jam makan siang, kursi dan meja kantin itu sudah dipenuhi dengan para karyawan yang makan siang. Suasana prasmanan pun sangat ramai berebut antrian untuk mendapat makanan yang disediakan.
Dan saat Arya datang, suasananya lebih menjadi tertib. Dini dan Bu Shani kewalahan harus menyajikan makanan tersebut pada piring antrian karyawan yang ricuh tidak sabar.
Selain suasana ribut, semua orang yang ada di sana memperhatikan wanita yang berada di samping Arya. Valerie menjadi pusat perhatian semua orang karena paras kecantikan, tubuh ramping dan tinggi badannya.
"Siapa wanita yang berada di samping Presdir Arya?" Bicara Karyawan 1
"Sesuai rumor yang sedang beredar, Dia adalah wanita yang baru kembali dari Amerika dan merupakan kekasih Presdir." Jawab Karyawan 2
"Apaa?? Kekasihnya?!" tersontak, terkejut, dan terjungkal
"Katanya seperti itu. Bagian resepsionis sendiri yang mengatakan seperti itu tadi yang melayaninya." Karyawan 2
"Ini benar-benar kabar yang mengejutkan, diam-diam Presdir kita sudah memiliki kekasih." Ujar Karyawan 3
"Wanita itu pantas bersanding dengan Presdir. selain cantik, dia pasti pintar, orang yang berpengaruh dan juga berkelas." Ujar Karyawan 2
Arya dan Valerie sudah duduk di kursi yang berbeda dari yang lainnya, meja dan kursi itu didesain dan disiapkan khusus untuk orang penting.
"Silahkan Presdir." Ucap Bu Shani memberikan piring khusus yang sudah diisi menu makan siang hari ini
Mata Arya tidak begitu fokus menatap Bu Shani, matanya menelisik ke sana ke mari mencari kehadiran Dini yang tidak ada di kantin dan entah berada di mana.
"Ini, Nona. Silahkan dinikmati!" Ucap Bu Shani memberikan piring khusus yang sudah disajikan makanan juga
"Terima Kasih." Jawab Valerie sambil tersenyum
Dan setelah memberikan makan siang pada mereka, Bu Shani kembali ke posisinya.
"Arya, Kau mencari apa? Makanan sudah datang, Apa kau tidak ingin memakannya?" Ujar Valerie
"Ah, Iya. Aku akan makan sekarang." Ujar Arya mengambil sendok dan garpu yang sudah tersedia lalu menyantapnya
"Ke mana wanita itu? aku belum melihatnya dari tadi." Gumam Arya sambil mengunyah
__ADS_1
"Emm...ini lezat sekali.baru pertama kalinya aku merasakan makanan se-lezat ini." Ujar Valerie yang sudah menikmati makan siang
"I-iya." Jawab singkat Arya dengan gugup
"Seharusnya kau memberi penghargaan pada orang yang sudah memasak ini. Dia pasti pintar dalam memasak." Ujar Valerie
Arya masih tetap tidak fokus, matanya masih menelusuri ke mana Dini pergi.
Dan pada akhirnya Dini keluar dari dapur kantin membawa nampan minuman. Ada perasaan lega saat Arya melihat Dini, sehingga dia bisa tenang menyantap makanan itu.
"Semuanya sudah mendapatkan makan siang kan, Bu." Tanya Dini pada Bu Shani
"Sudah, Din. Termasuk Presdir dan wanita yang ada bersama dengannya."
Dini beralih melirik ke meja Arya yang benar terdapat Arya dan Wanita tadi yang ia temui sedang menyantap makan dan duduk berhadapan.
"Oh, Baiklah. Aku akan memberikan minuman ini pada mereka.mungkin ibu bisa memberikan minuman pada yang lain."
"Iya, Din. Ibu akan berikan sekarang." Ujar Bu Shani masuk ke dapur dan mengambil nampan berisi minuman untuk diberikan pada karyawan
Dengan bergetar dan penuh persiapan, Dini berjalan dengan membawa nampan berisi 2 gelas minuman untuk Arya dan Valerie.
Dengan hati-hati dan perlahan saat menyajikan di meja, tidak sengaja Dini membuat kesalahan dengan gelas berisi minuman itu tumpah sampai basah mengenai baju Valerie.
"Akhh..." Valerie berdiri agar mengurangi basah akibat tumpahan minuman itu
Seketika terjadi kekacauan besar di sana.
"Maafkan saya, Nona. Saya tidak sengaja, tolong maafkan saya." Ujar Dini begitu bergemetar merasa bersalah
Saatnya Arya mengambil tindakan dengan memaki Dini.
"Apa kau tidak bisa bekerja dengan benar, Hah. kau terus membuat kekacauan. Dan sekarang kau menumpahkan minuman itu sampai mengenai Valerie.bisakah sehari saja untuk bekerja dengan benar!" Marah Arya yang sudah mendarah daging
"Maafkan saya, Tuan. Saya tidak sengaja." Jawab Dini menunduk
"Arya, Sudahlah jangan memarahi dia.kesalahan ini bukan terletak pada dirinya, dia sendiri sudah mengatakan bahwa dia tidak sengaja. Tidak apa, ada pakaian ganti di mobil ku.aku akan mengganti pakaian nanti." Ujar Valerie
"Sekarang juga kau bersihkan meja ini!" Hardik Arya memerintah
"Baik, Presdir." Jawab Dini gemetar
__ADS_1
Setelah terjadi kekacauan itu, Arya menjadi malas untuk melanjutkan makan siangnya lagi. Diikuti Valerie, Mereka pergi meninggalkan kantin.