Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 75 - Ayo Menikah!


__ADS_3

Akhirnya Dini dan Arya berdiri berhadapan sambil memandangi satu sama lain. Arya melihat Dini menangis dan menghapus air matanya, Arya sendiri tak dapat menahan air mata miliknya sendiri. Akhirnya mereka berpelukaaaaaann...


"Jangan pergi! Kau tega meninggalkan aku sendiri di sini. Aku mencintaimu Arya, Aku ingin hidup bersamamu..." Ungkap Dini dalam pelukan di dadanya


Pelukan mereka sangat dalam menghirup aroma tubuh satu sama lain yang terhantar.


Arya menghembuskan napas panjang. Ia tidak percaya Dini ada dihadapannya saat ini. Ia memegang wajah Dini dan membelainya.


Mereka saling tersenyum dan menatap berkaca-kaca.


"Kenapa kau ingin mengambil risiko ini? Bukan hanya kau yang mengambil hukuman, Tapi aku akan merasakan hukuman atas kepergian mu. Kau bertindak tanpa berpikir ke depannya akan menjadi seperti apa." Kata Dini dan memukul lembut dada Arya


"Tak ada lagi yang bisa ku lakukan setelah melihatmu akan menikah dengan adikku. Aku hanya ingin menghentikan ingatanku yang mengingat dirimu." Jawab Arya


"Hambatan tidak bisa menghentikan mu. Masalah tidak bisa menghentikan mu. Orang lain tidak bisa menghentikan mu. Hanya kau sendirilah yang bisa menghentikannya. Tapi apa kau sendiri bisa menghentikannya? Kau tidak harus menghukum dirimu sendiri." Kata Dini


Lalu, berkata


"Masih ada banyak perjalanan bersama yang harus kita lalui. Akhir dari sebuah hubungan itu bukanlah akhir dari segalanya, namun adalah awal dari coretan tinta perjalanan hubungan baru yang lebih indah. Dari beberapa bekas luka yang menyakitkan, yang paling menyakitkan adalah yang tidak bisa dilihat. Bagaimana bisa aku hidup tanpa melihat mu?" Tanya Dini


"Bagaimana bisa aku kembali denganmu. Saat ini kau sudah resmi menjadi istri adikku. Kau adalah adik ipar ku yang tidak pantas berdekatan dengan kakak iparnya." Bicara Arya


Ssstt...


Dini menutup mulut Arya dengan jari telunjuknya.


"Jangan mengatakan itu lagi. Kau bukan kakak ipar ku dan aku bukan adik ipar mu. Mana ada seorang ayah dari anak-anak ku memanggil istrinya dengan adik ipar, Kau harus pergi ke psikiater." Ujar Dini mengejek


"Apa yang terjadi dengan Pernikahan mu?" Tanya Arya


"Aku meninggalkan Pernikahannya. Aku membatalkan pernikahan yang tidak ku inginkan ini. Aku hanya ingin mengejar cinta sejati ku." Jawab Dini

__ADS_1


Pernyataan Dini membuat Arya tersentuh, Ia kembali memeluk Dini dengan erat dan mengecup pucuk rambutnya.


"Kau tidak akan pergi dan tetap di sini, Kan? Kau harus bertanggung jawab padaku untuk memberikan kasih sayang pada anak-anak ku yang lain." Ujar Dini


"Sebagai ayah aku selalu menyayangi mereka melebihi diri ku sendiri. Aku akan bekerja keras untuk mereka yang bangga memiliki ayah sepertiku..."


"Kau sudah sempurna dimata mereka. Tak perlu bekerja lebih keras, karena mereka sudah lebih dulu bangga padamu. Tapi saat ini hanya tinggal kau menjadi cinta pertama anakmu yang lain yang bisa mendapatkan kasih sayang yang sama seperti kakak-kakaknya." Ujar Dini membuat Arya mengerutkan dahinya


Saat Dini meraih tangannya dan meletakkan di atas perutnya. Arya membuat dugaan yang baru setelah merasakan detakan yang terhantar. Seolah ada sebuah kehidupan dan jantungnya berdetak.


Ia menatap lekat sangat dalam wajah istrinya yang tengah tersenyum dan mengangguk. Jantungnya berdebar sangat kencang, Hatinya bergemuruh dipenuhi rasa senang dan keharuan.


"K-K-kau,,, Sedang Hamil?!" Lirih Arya terbata


Dini mengangguk sebagai jawaban.


Hatinya meningkat bergemuruh. Ia menggebu-gebu. Perasaan senang, haru, atau mungkin takut, mungkin menghinggapi di awal kehamilan. Namun, tak seharusnya larut dengan perasaan itu secara terus-menerus.


Bayi yang sedang berkembang dalam perut seorang perempuan merupakan titipan, sebuah kehidupan baru bagi Tuhan.


"Kau adalah perempuan hebat dan tangguh yang mampu menaklukkan segala rintangan di masa kehamilan mu. Aku tak percaya akan menjadi seorang ayah lagi." Ujar Arya memeluk wanita yang tengah mengandung anaknya lagi


"Apa kau bahagia dengan kehamilan ku ini?" Tanya Dini


"Iya, Tentu saja aku sangat bahagia. Kehamilan dirimu akan menghapus segala derita yang berbulan-bulan ditanggung. Terima kasih akan menghadirkan anggota baru di keluarga kita." Jawab Arya


"Anak merupakan titipan. Berterima kasihlah pada Tuhan..." Balas Dini


"Itu sudah pasti. Berapa usia kandungan mu saat ini?" Tanya Arya


"Untuk kedua kalinya kesalahan besar aku alami yang terlambat mengetahui kehamilan ku. Mungkin saat Tuan Darwin datang ke rumah kita, Aku sedang mengandung anakmu selama dua minggu. Karena saat ini usia kehamilan ku 2 bulan 2 Minggu..." Ucap Dini

__ADS_1


Lalu, berkata


"Jika aku tidak lalai, Aku tidak mungkin pernah bercerai denganmu." Ujar Dini lagi


"Tidak masalah. Semua orang akan senang mendengar kabar bahagia ini. Kehamilan mu kali ini membuatku melupakan kesedihan yang dialami semua orang..."


Dini tersenyum bahagia kala Arya sendiri senang mendengar kabar kehamilannya lagi.


Hadiah tak selalu di bungkus dengan indah. Kadang Tuhan membungkusnya dengan masalah dan penantian. Meski begitu, di dalam hadiah itu tetaplah indah.


Arya bertekuk memegang perut Dini yang terlihat sedikit membuncit. Ia mengelus kehamilan Dini kali ini dan mencium perutnya.


"Apakah ini satu alasan kenapa kau membatalkan pernikahan dengan Darwin?" Tanya Arya


"Tidak. Saat aku hamil dan akan melahirkan nanti, Status Tuan Darwin sebagai suamiku, Aku yakin dia bisa menjadi Ayah yang baik untuk anakku. Tapi hanya aku yang sangat mencintaimu, Aku tidak ingin berpisah denganmu apalagi mendengar kau nekat pergi ke luar negeri selamanya. 2 bulan saja menunggu perceraian, Itu membuatku tersiksa, Apalagi harus kehilanganmu sangat jauh." Kata Dini


"Aku juga sangat mencintaimu. Tapi selain diriku, banyak pria lain yang menyukaimu terutama adikku. Aku pikir mereka pria yang baik di dunia ini, Tak seperti aku yang tidak pantas memiliki mu seutuhnya." Jawab Arya merendah


"Kenapa kau merendah diri. Arya yang ku kenal tidak seperti ini, Dia selalu percaya diri dan angkuh. Siapa yang mengatakan kau bukan pria baik, kau adalah pria pertama yang sangat baik pernah ku temukan."


"Tapi masa lalu sudah banyak membuatmu terluka hanya karena ulah ku." Jawab Arya murung


Dini pun memegang kedua tangan Arya.


"Arya, pemerintahan 5 tahun saja bisa berubah. Apakah 5 tahun ke depan manusia tidak akan berubah? Seseorang akan berubah menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya, jangan pernah melihat masa lalu mereka. Aku sudah melupakan semua kejadian itu, maka dari itu aku bisa mencintai dirimu."


"Aku juga sangat mencintaimu! Sangat mencintai wanita yang akan kembali menjadi seorang ibu ini..."


"Ayo menikah!!..."


"Ayo kita menikah....!!!"

__ADS_1


Kata Arya yang mengajak untuk menikah kembali setelah perceraian baru saja terjadi 1 minggu kemarin dan ingin mendapatkan wanitanya kembali setelah tahu ia sendiri tengah mengandung!


__ADS_2