Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 28 - Tolong Lepaskan Aku!


__ADS_3

"Tu-tuan Arya... Sedang apa Tuan berada di sini?" Tanya Dini sedikit gugup sekaligus bingung. Karena baru saja ia pergi ke toilet dan keluar, namun saat keluar sekarang pria itu sudah berada di depannya.


"Kenapa kau berbicara formal seperti itu. Apakah kau sudah melupakan jika kita adalah mantan sepasang suami istri dulunya? Agh, bahkan mungkin masih sepasang suami istri karena belum ada kata perpisahan diantara kita. Benar begitu bukan, Dini?" Ucap Arya yang membuat Dini begitu terkejut


"Apa yang anda bicarakan, Tuan? Saya sungguh tidak mengerti." Ucap Dini berusaha menutupi kegugupannya saat ini


Daniel menarik tipis bibirnya ke samping. "Apa kau yakin benar-benar tidak mengerti, hem?" Arya mendekatkan tubuhnya. Hingga jaraknya dan Dini kini hanya beberapa jengkal saja.


Dini sontak memundurkan langkahnya. Namun sayang, langkahnya itu terhenti karena tubuhnya sudah menyentuh pintu toilet yang di sana tak ada seorang pun selain ia dan juga Arya.


"Kenapa kau terlihat gugup begitu, hem?" Apa kau sudah melupakan sosok pria yang berada dihadapan mu saat ini. Kau selalu pergi setiap melihat ku, aku pikir kau Amnesia sampai tidak mengenaliku dan itulah sebabnya kau selalu pergi. Tapi ternyata tidak, kau masih mengenaliku dan berpura-pura akan hal itu. Karena kau sendiri seorang tupai yang kurang pandai melompat yang bahkan menyebut namaku." Arya menyeringai. Menatap senang wajah ketakutan Dini saat ini.


"Saya benar-benar tidak mengenal anda, Tuan."


"Tidak,,, Tidak, Telingaku masih berfungsi untuk mendengar jelas bahkan saat kau menyebut namaku sendiri. Kau pikir telingaku saja yang salah. Aku bukanlah orang yang bodoh, Dini."


"Maaf, Saya tidak mengenal anda. Saya harus pergi." Ucap Dini beranjak pergi


Namun, tangan kekar menariknya dan menyudutkan dia dalam keadaan terhimpit di dinding.


Arya tak lagi melanjutkan ucapannya karena pria itu lebih memilih membenamkan bibirnya di bibir tipis Dini.


Dini terbelalak. Merasakan hangatnya sapuan bibir Arya di bibirnya. Ini ciuman antara dia dengan Arya yang sering mereka lakukan dulu. Dan sekarang Arya dengan memaksa mengambilnya begitu saja.


"Apa yang kau lakukan, Tuan? Anda sudah bersikap tidak sopan pada seorang wanita. Anda akan saya tuntut atas pelecehan." Dini memberontak dan mendorong Arya

__ADS_1


"Kau masih ingat dengan ciuman itu. Itu adalah ciuman pertama mu, bukan? Aku adalah pria pertama yang merenggut ciuman pertamamu. Kata orang, seseorang akan teringat pada ciuman pertama mereka yang tidak akan pernah dilupakan seumur hidupnya. Dan aku harap kau adalah salah satu orang yang dimaksud seperti itu." Ujar Arya menyeringai


"Kau ingin apa sebenarnya, Arya..." Ucap Dini sambil menutup wajahnya karena ia sudah tidak sanggup berlama-lama menatap wajah tampan Arya yang membuat dirinya selalu lemah


"Apa yang dikatakan orang terbukti benar adanya. Akhirnya kau menyebut namaku dengan benar, Dini." Ucap Arya sedikit menggeram


Dini meringis. Saat tangan Arya mencengkram erat rahangnya saat ini.


"Tu-tuan..." Dini semakin meringis sebab cengkraman Arya semakin kuat hingga membuatnya kesulitan bernafas.


"Kau pikir kau itu siapa dengan berani-beraninya mengabaikan ku begitu saja waktu itu, hem?" Wajah Arya nampak memerah. Sepertinya pria itu tengah menahan amarah saat ini yang mendapatkan penolakan dari Dini.


"Juga... Apa kau pikir dengan merubah penampilanmu saat ini akan merubah wajah cupu dan bodoh mu itu?" Arya tersenyum sinis.


"Kau adalah seorang Dokter. Tugasmu adalah memberi pengobatan, bukan memberikan rasa sakit pada orang lain. kau pergi tanpa alasan sekuat apapun aku mencoba menghentikan mu untuk anak kita. dan apa? Kau egois meninggalkan putramu sendiri. Saat aku ingin mempertemukan mu dengannya, kau malah pergi menghindari ku." Sentak Arya lagi


Dini berkaca-kaca. Merasakan sakit yang teramat di dalam dadanya mendengar perkataan menyakitkan dari bibir Arya.


"Le-paskan a-aku..." Dini memberontak. Berusaha melepas cengkraman tangan Arya.


Arya menulikan telinganya. "Aku baru mengetahui jika kau bukanlah wanita seburuk itu. Ternyata kau sudah tahu jika Valerie saat itu adalah sebagai wanita yang bersalah, bukan? Dan kenapa kau tidak pernah meyakinkan ku." Arya tertawa hambar


Dini tak dapat membendung air matanya. Mengingat kembali perkataan Arya selama hidup beberapa tahun yang lalu begitu menyakiti hatinya sampai saat ini. Perkataan sekaligus hinaan dan juga kekejaman padanya.


Tiba-tiba saja Arya melepas cengkramannya di leher Dini saat melihat air mata jatuh di kedua pipi wanita masa lalunya itu. Dini terdiam beberapa saat. Pandangannya kini terisi penuh dengan wajah Dini yang basah.

__ADS_1


"Apa kau sudah puas berbicara omong kosong dari tadi?" Tanya Dini dengan nanar


"Apa salahku sehingga kau memperlakukan ku dengan buruk? Apa aku memiliki kesalahan padamu sehingga kau mempermainkan hidup dan hatiku selama berhubungan dengan mu selama itu." Dini semakin menangis kencang


Arya hanya diam. Dadanya tiba-tiba saja terasa sakit saat melihat wanita yang sudah lama ia tunggu menangis seperti itu.


"Sudah berjalan tujuh tahun waktu yang sudah dilewati. Kenapa kau masih seperti sosok Arya yang ku kenal? Aku pikir selama tujuh tahun banyak sekali perubahan dalam dirimu menjadi pribadi yang baik. Tapi ternyata kepergian ku tidak berefek apapun padamu, kau masih angkuh, kejam, dan sifat mu semakin parah lebih dari dulu." Ucap Dini mengeluarkan keluh kesahnya


"Juga... Masalah kenapa aku pergi. Aku pikir kau berkaca pada dirimu sendiri jika semua ini terjadi karena mu. Aku pikir kau adalah manusia yang tahu diri. Dulu aku sudah mencoba memberitahumu jika Valerie bukanlah wanita yang baik, dia berselingkuh dibelakang mu, dan apa respon mu? Aku masih merekam memori itu yang masih membenak dalam benakku. Kau malah menganggap aku yang berselingkuh dan tidak mengakui anakmu sendiri. Dan sekarang kau malah mengatakan aku yang bersalah di sini."


"Tolong biarkan aku pergi... Bukankah kau sudah menyelesaikan misimu untuk menjadikan aku wanita taruhan mu sebagai pembalasan dendam? Aku sungguh tidak apa akan perlakuan buruk mu selama itu yang membuat ku menderita. Dan saat ini ku mohon lepaskan aku..." Ucap Dini sambil mengatupkan kedua tangannya pada Arya


"Kau bohong. Jika kau ingin pergi, Lalu untuk apa saat itu kau datang ke perusahaan ku dengan mencari seorang anak?"


"Aku benar-benar tidak tahu jika perusahaan itu adalah perusahaan milik mu. Jika aku tahu sejak awal, aku juga tidak ingin masuk ke sana mencari putraku." Balas Dini dengan jujur


"Kau jangan berbohong." Ucap Arya dengan keras di depan wajah Dini. Merasa tidak puas dengan jawabannya. Karena memang perusahaan itu merupakan perusahaan utama yang baru, sedangkan perusahaan milik Arya yang merupakan milik Pak Barma dulu dijadikan sebagai cabang.


"Aku benar-benar tidak berbohong. Ku mohon biarkan aku pergi... Aku berjanji tidak akan pernah mengganggu kehidupan mu lagi bersama Nona Valerie." Dini mengatupkan tangannya di depan wajahnya. Berharap Arya dapat mempercayainya.


Dada Arya kembali dibuat begitu sesak melihat air mata Dini mengalir semakin deras. Arya terdiam beberapa saat. Memahami arti sesak di dadanya saat ini.


"Aku sudah bercerai dengannya dan dia dipenjara. Aku sudah mengetahui kebusukannya tidak lama beberapa bulan setelah kau pergi." Lirihnya


Dini menatap tidak percaya. Suatu hal yang tidak terduga antara sepasang suami istri yang saling mencintai itu ternyata sudah kandas. Apakah Dini harus senang? Tandanya peluang untuk kembali pada Arya sangatlah besar. Arya pun sudah menunjukkan rasa cinta yang besar padanya!

__ADS_1


__ADS_2