Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 92 - Orang Kota Mesum


__ADS_3

Hujan belum reda. Waktu sudah malam hingga pukul 19.00 dan hampir 2 jam desa itu diguyur hujan lebat dan baru terhenti di waktu itu. Luna dan Zayn sendiri sampai bosan dan pegal harus menunggu lama hujan terhenti. Apalagi mereka berteduh di gubuk tanpa pencahayaan sehingga ketika hari mulai gelap, mereka kegelapan.


Membuat Luna ragu untuk pulang cepat hari ini. Walaupun setelahnya mereka tidak akan kehujanan karena dalam mobil, namun jalan yang akan mereka lintasi licin dan tidak ada penerangan setiap jalannya. Kilatan petir pun terus menyambar-nyambar, membuatnya takut.


Namun, menunggu hujan reda ingin sampai kapan? Sudah lewat dua jam, intensitasnya malah semakin besar, awet pula. Tidak mungkin, kan? Jika harus menginap seharian di gubuk itu.


Gubuk itu sangat sempit, juga tidak ada alas tidur. Lebih-lebih soal kenyamanan. Siapa yang menjamin, Dia akan tidur dengan tenang? Sementara pintu kayu itu sendiri sudah rapuh, Dan dalamnya sudah berdebu, bukan lantai dari keramik dan mengandalkan tanah kosong saja.


Setelah tiga jam berlalu. Akhirnya hujan reda dan langit tidak menangis lagi.


"Panas sekali lagi. Tadi kedinginan, sekarang aku kepanasan. Tempatnya sangat gelap lagi. Tapi syukurlah hujannya sudah reda." Gumam Luna, mengelap keringatnya.


"Tuan Zayn sedang apa, Ya? Kenapa dari tadi dia tidak bersuara? Apa dia ketiduran?" Gumam Luna bertanya-tanya karena keadaannya sangat gelap dan ia sendiri tidak bisa melihat Zayn


Di sisi lain, Pria itu tiba-tiba pipinya bersemu merah. Dia tidak sedang ketiduran seperti yang dikira Luna.


"Hujannya sudah reda. Seharusnya aku mengajak Dokter Luna untuk segera pulang. Tapi aku malah seperti ini..." Kesal Zayn dalam hati, Entah apa yang dialami Zayn sampai membuatnya khawatir sendiri


Belum sempat Zayn mengatakan sesuatu. Dalam seketika hujan malah turun kembali sangat deras.


"Sial!! Hujan ternyata membohongi kami!" Kesal Zayn


Cklaaak...


Suara pintu kayu di buka yang terdengar kerapuhannya.


Sebelum itu, riuh-riuh banyak orang terdengar menghampiri gubuk itu. Mereka baru pulang bekerja dari kebun dan kehujanan, berlarian mencari tempat berteduh. Dan di tempat Luna dan Zayn mereka memutuskan berteduh sebelum pulang ke rumah masing-masing.


"Ayo cepat-cepat semuanya masuk!! Hujannya malah datang lagi." Ajak warga itu pada yang lainnya


Semua berhamburan masuk ke dalam tempat kosong yang sempit itu.


Pria tersebut melangkahkan kakinya sembari meraba-raba jalan karena gelap. la pun menabrak beberapa kursi rapuh membuat Luna terkesiap merasakan seperti banyak warga datang untuk berteduh juga setelah setengah perjalanan pulang dan mereka terhalang hujan.


"Pelan-pelan Pak!" Teriaki satu warga mengingatkan


"Gelap sekali ini. Saya memiliki masalah rabun dekat soalnya. Jadi saya benar-benar tidak bisa melihat apapun saat ini." Pria itu terus melangkah hingga menabrak tubuh Luna


Bruuuuukkkk...


"Kyaaaaaaaa..." Luna yang tidak bisa menahan dorongan bapak-bapak yang keras itu. Hingga Luna terdorong ke depan Daan terjatuh bersama mengenai seorang pria yang ia rasakan seperti telanjang bisa merasakan sentuhan kulit itu.


"Heh, Di sini ada suara wanita, Ya. Kalian dengar suara wanita di sini? Padahal istri kita semua ada di rumah." Tuturnya. Baru saja dia hendak berdiri karena ikut tersandung hingga jatuh.


Beberapa orang heran sembari membawa senter di tangannya dan menyoroti setiap sudut.

__ADS_1


Senter itu menyoroti sesuatu, menampilkan Zayn yang hanya menggunakan celana pendek. Dengan telanjang dada. Dan di atasnya seorang wanita yang menatap ke arah mereka.


"KALIANN!!" Tercekat para warga


"Woy!!! Kalian sedang apa?! Mesum ya?" Seru seorang bapak-bapak.


Luna masih bingung, lantas menggeleng cepat.


"Eh, ada apa?" Tanya Luna bingung.


"Kalian berdua mesum, Ya?! Itu kalian ada di posisi itu. Tidak tahu malu bertelanjang depan wanita." Tegas warga itu, membuat Luna terkejut.


"Hah, kok bisa?" Pekik Luna yang belum melihat Zayn


Sekumpulan warga desa sana datang memergoki Luna dan Zayn di sebuah gubuk yang mereka teduhi. Mayoritas warga datang adalah pria, mereka datang dengan semua senter menyoroti Luna dan Zayn yang berada di posisi kurang tepat. Mereka sampai berprasangka buruk pada Zayn dan Luna yang menyebabkan kesalahpahaman pun terjadi.


"Coba lihat pria mu itu. Dia bertelanjang dada dan sudah dipastikan kalian sudah mesum di gubuk ini!" Sarkas warga itu


Luna pun melirik.


"Kyaaa! Za-Zayn Kenapa kau tidak memakai baju!" Pekik Luna sembari berteriak dan menutup mata menggunakan tangannya.


Luna mendorong dada bidang Zayn di bawahnya untuk menjauh dari tubuhnya.


Zayn terdiam gugup. Jantungnya berdebar cepat. Ingin segera memakai pakaiannya kembali malah tertegun melihat tatapan warga yang mengintimidasi.


"A-a-aku... ba-bak-baik saja. Kalian jangan salah paham dulu." Jawab Zayn. Sukses membuat Luna tambah bingung, kenapa Zayn bisa tidak mengenakan celana panjang dan bajunya? Kapan dan untuk apa ia melakukan itu?


Bukannya bingung, Zayn sukses membuat warga semakin marah.


Bruk!


Tiba-tiba layangan pukulan tepat di pipi Zayn. Satu warga memukul Zayn tanpa aba-aba.


"Wah gila! Apa yang kalian lakukan di tempat kosong ini benar-benar sudah gila!" Teriak seorang warga memancing warga lainnya.


"Aku memang menganggap sudah wajar saat orang kota datang ke desa ini dan masuk ke dalam gubuk ini pasti selalu saja ada kejadian seperti yang dilakukan mereka. Mereka benar-benar anak muda kurang ajar!"


"Apa yang kalian katakan? Kalian sudah salah paham." Ketus Zayn


"Jelaskan pada kami agar kami bisa percaya. Apakah kalian pasangan suami istri??" Tanya satu warga


Luna dan Zayn sendiri hanya bisa menjawab jujur dengan menggelengkan kepala bersamaan.


"Wah benarkan mereka sudah mesum. Sayangnya kalian tidak bisa lolos lagi, si pria sudah terpergok bertelanjang dada!" Ucap warga lagi memancing keributan

__ADS_1


"Benar!! Kalian sudah membawa pengaruh buruk pada desa kami. Orang kota memang tidak bisa dipercaya, pergaulan mereka terlalu bebas hingga berhubungan intim di mana saja terlepas dari tempat kosong tanpa ada status suami istri." Cerca warga lagi saling menyahut


"Setuju! Apalagi tempat ini gelap. Mereka berpikir tidak ada yang akan menyadari walaupun tempat ini kosong dan gelap sampai bermain gelap-gelapan!" Cerca satu warga lagi


Zayn dengan cepat langsung memakai baju dan celananya kembali, Ia sangat bingung saat ini. Bodohnya dia, hingga dibohongi seperti ini, dan membuatnya bersama Luna dalam masalah. Zayn sangat bingung bagaimana caranya menjelaskan kesalahpahaman ini semua pada warga, dan lagi gara-gara dirinya Luna juga terlibat.


"Kenapa aku sangat bodoh? Jika saja aku tidak bodoh ini semua tidak akan terjadi...!" Cela Zayn pada diri sendiri


Zayn bisa terpergok warga bertelanjang dada seperti itu hanya memakai celana pendek, Karena saat suasana gelap walaupun ada Luna bersamanya di sana, suasana sangat gelap dan tidak bisa melihat, Zayn memanfaatkan keadaan berinisiatif melepaskan kemeja dan celana untuk melakukan seperti pada jasnya untuk Luna agar kadar air yang membuat bajunya basah itu bisa kering dengan cepat dan mengurangi kedinginan memakai pakaian basah.


Bertepatan dengan hujan reda, pakaian Zayn pun mulai kering walaupun masih ada rasa sedikit basah. Itulah mengapa Zayn tidak menimbulkan suara sama sekali agar Luna tidak merasa keheranan apa yang sedang dilakukan Zayn. Namun, saat hendak segera ingin memakai bajunya, dan hujan malah membohongi sampai warga itu lebih cepat masuk. Dari sanalah warga sendiri mencuat berburuk sangka!


"Bawa mereka, Pak! Kita bawa ke Pak Kades, dan buat mereka menikah!" Teriak Seorang Warga.


Para warga berbondong-bondong menarik Zayn dan Luna.


"Lepaskan, Saya. Saya tidak bersalah, Pak! Jelas-jelas tadi kami saling menjauh dan ada yang mendorong saya!" Teriak Luna, mencoba menjelaskan. Namun, tidak ada satupun yang mempercayainya.


"Sudahlah, Tidak kau tidak perlu mencari alasan." Ucap Warga yang menyeret Luna


"Tolong dengarkan saya, Bapak-bapak! Kalian semua sudah salah paham pada kami. Apa yang kalian lihat itu tidak benar. Saya benar bertelanjang dada, tapi saya bukan bertindak mesum. Pakaian saya basah dan saya melepaskannya untuk memeras airnya agar cepat kering!" Jelas Zayn sambil terombang-ambing akibat warga yang menyeretnya


"Arrghh... Orang kota tidak bisa dipercaya! Mereka pandai bersilat lidah!" Jawab warga masih tidak percaya


Zayn sendiri kelimpungan ingin bagaimana lagi agar bisa membuat mereka percaya.


"Lelah kami mendengarkan omong kosong kalian." Ketus salah satu warga


"Tuan Zayn...??" Luna melirik Zayn yang nampak tenang dan memanggilnya untuk mempertahankan argumen


Apa sebenarnya yang ada dipikiran lelaki itu, di saat dirinya panik dan bingung, Zayn malah terlihat biasa saja.


"Dokter Luna, Aku sendiri sangat bingung. Janganlah melihat ku seperti tenang-tenang saja. Penjelasan kita tidak membuat warga desa percaya. Ini akan sia-sia saja!" Sedih Zayn pasrah


"Lepas!" Zayn memberontak


Semua warga termasuk Luna menatap Zayn.


Zayn menghempaskan tangan orang-orang yang memegangnya.


"Kita bisa jalan sendiri!" Lalu mendorong orang-orang yang memegangi Luna membuat lengan gadis itu memerah


Luna hanya dapat memerhatikan gerak-gerik Zayn tanpa tahu harus apa, ia juga sudah lelah. Apapun yang terjadi, Luna terima semuanya.


"Tenang! Kita akan baik-baik saja." Jelas Zayn. Membuat Luna sedikit merasa tenang.

__ADS_1


__ADS_2