
Sampai di rumah Pak Malik~
"Terima Kasih, Tuan. Anda sudah repot-repot mengantarkan kami sampai rumah." Ujar Dini
"Tidak perlu berterima kasih. Saya ikhlas menawarkan bantuan." Jawab Darwin
"Ayo Masuk dulu, Nak! Mungkin bisa makan dulu di dalam." Ujar Bu Lia
"Tidak, Bu. Terima kasih atas tawarannya. Mungkin lain kali saja saya akan singgah. Saya masih memiliki urusan lain di luar sana."
"Oh, Baiklah." Jawab Bu Lia
Darwin pun kembali menyalakan mobilnya dan segera melajukan untuk pulang ke mansion semua orang yang sudah menunggu untuk menyambutnya.
*
*
*
"Ibu? Ayah? Kakak sudah datang." Teriak Luna dari luar yang mendapati mobil kakaknya melaju masuk menuju mansion
"Ayo semuanya! Darwin sudah sampai." Ajak Bu Amira pada semua orang di mansion nya
Belum saja sampai terparkir di depan pintu utama, Semua orang sudah berjejer menyambut nya bak seorang raja yang dihormati rakyatnya.
Dari dalam mobil, Darwin sudah tertawa-tawa kecil melihat antusias keluarganya yang menyiapkan penyambutan untuk.
Dengan memegang bolu ucapan selamat datang, Bu Amira menghampiri Darwin yang tengah berdiri di depan mobil berhadapan dengan ibunya memasang senyum pipi kempot nya.
"Selamat datang, Darwin!" Ucap Bu Amira tersenyum bahagia
"Ibu! Ibu membuatku terharu saja." Darwin memotong bolu tersebut dengan kecil. Lalu, memberikan bolu tersebut dengan menyuapi ibunya. begitu pun dengan Pak Barma
"Kakak!! Akhirnya kakak pulang juga." Lari Luna langsung memeluk erat kakaknya
Dengan penuh sifat penyayang, Darwin membalas pelukan adiknya dengan erat dan mencium lembut pucuk rambut adiknya.
"Ayo kak. Kita masuk! Aku tidak akan membiarkan ibu bisa menghabiskan waktu bersama kakakku!" Ujar Luna menarik tangan Darwin
Darwin tertarik oleh Luna yang membawanya ke dalam. Bu Amira hanya menggelengkan kepalanya tidak habis pikir.
Saat sampai di dalam, terdapat dekorasi Welcome back home. Congratulations on your graduation, Darwin!
"Kalian menyiapkan semua ini?" Kagum Darwin
__ADS_1
"Siapa lagi jika bukan kami. Ayo pakai ini!" Luna memasangkan selendang yang bertulis nama Darwin dan gelar pendidikannya, sekaligus mahkota palsu, dan karangan bunga bouqet
"Selamat untukmu, Kakak!" Ucap Luna sekali lagi memeluk Darwin sekilas
Darwin hanya tersenyum-senyum bahagia dengan penyambutan yang dipersiapkan Keluarganya seperti ini. Keluarga begitu menyambut dia dengan sangat sederhana namun, penuh makna.
"Terima kasih untuk penyambutan kalian. Ini membuatku sangat terharu." Ujar Darwin pada semua orang
Orang tua dan pelayan serta pekerja yang lain di sana yang berkumpul hanya menatap Darwin dengan senyuman.
"Seperti biasa, Luna. di bagasi mobil ada barang yang ku bawa dari Amerika khusus untukmu."
"Seperti biasa juga aku sudah menduga kakak pasti selalu membawa oleh-oleh untukku." Ujar Luna langsung pergi ke luar dengan berlari untuk mengambil hadiah yang dibelikan kakaknya dari Amerika
"Ayo, Ayo semuanya! sebaiknya kita makan sekarang. Jangan hanya karena menunggu Darwin sampai, kita rela tidak sarapan pagi. Ayo Darwin! pasti kau juga belum sempat makan. Ada makanan kesukaan mu yang ibu masak."
"Baiklah. momen ini yang aku tunggu setiap datang ke mansion, aku ingin segera menyantap masakan ibu." Ujar Darwin melepas dan menyimpan ornamen yang melekat di tubuhnya oleh Luna tadi
Kebahagiaan yang besar dan tidak tergantikan dengan kehadiran Darwin yang selama 6 tahun tidak ada bersama ditengah-tengah mereka. Saat kembali, dia membawa kebahagiaan dan kebanggaan yang melekat pada dirinya.
"Ibu, Aku sudah besar tidak perlu disuapi." Ujar Darwin
"Bagi ibu kau masih anak usia 8 tahun."
"Oh, Ya! Ibu ingat saat kau pergi ke Amerika usiamu saat itu masih 8 tahun."
"Ibu ini mengkhayal. Aku berangkat ke Amerika di usia ku menginjak 19 tahun."
"Tidak bisa. Kau masih ibu anggap usia 8 tahun!" Goda Bu Amira membual
"Ayah. Apa ayah beranggapan yang sama seperti ibu?" Tanya Darwin
"Mungkin saja seperti itu!" Kekeh Pak Barma
"Kalian sangat menyebalkan!" Kecewa Darwin
Semua orang otomatis tertawa melihat ekspresi Darwin yang terlihat kecewa dan murung.
...***...
"Valerie?" Panggil Arya yang sedang menghabiskan waktu berdua disebuah Restaurant mewah
"Ya. Ada apa, Arya?" Jawab Valerie
"Aku memiliki sesuatu yang ingin ku berikan padamu." Ujar Arya
__ADS_1
"Apa itu?" Tanya Valerie semakin penasaran
Arya segera meraba kantung jas miliknya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.
Arya mengeluarkan kotak cincin yang di dalamnya terdapat cincin berlian yang indah.
"Ini untukmu!" Ujar Arya
"Waw,,,indah sekali! Kau benar-benar memberikannya padaku?" Tanya Valerie dengan mata berbinar menatap cincin itu
"Iya, Tentu saja ini untukmu. Jika bukan, mana mungkin aku menunjukkannya padamu." Jawab Arya
Mendengar pernyataan Arya, Valerie tidak ragu untuk mengambil dengan sarkas dari tangan Arya, Dan segera memasangnya sendiri di jari tengah tangan kirinya.
Saat cincin tersebut terpasang dengan pas di jarinya, Valerie terus memandangi cincin itu seperti orang yang baru melihat uang berwarna merah.
"Indah sekali! Cincin nya pas di jari ku." Ujar Valerie
"Itu adalah Cincin yang diberikan perusahaan klien ku kemarin. mereka memberikan itu padaku sebagai cenderamata bentuk kerjasama yang baru terjalin. Daripada aku menyimpannya, entah ingin dipakai untuk apa, aku pikir sebaiknya aku memberikannya padamu." Jelas Arya
"Aku sangat menyukai cincin ini. Walaupun cincin ini tidak semenarik dan sebagus cincin yang melekat di jari wanita itu. apalagi kau juga memakai cincin yang rupanya sepasang dengannya." Ujar Valerie dengan raut wajah berubah menjadi masam
"Jadi, kau ingin cincin itu?" Tanya Arya
"Iya. Cincin itu kau jadikan sebagai cincin pernikahan, toh aku akan menjadi istrimu dan seharusnya aku yang memakainya. Sama seperti cincin yang kau kenakan ini." Ujar Valerie sambil meraih tangan Arya dan mengusap-usap cincin Blue safir yang melekat di jari manis kirinya
"Setelah kita menikah nanti, Aku berjanji akan mengambil cincin itu darinya. Lalu, akan melekatkan cincin itu di jari manis tangan kiri mu yang akan seutuhnya terus menjadi milikmu." Kata Arya berjanji
"Kau berjanji?" Tanya Valerie antusias
"Ya. Aku berjanji!" Ucap Arya memberi harapan
Pada akhirnya Valerie tersenyum kembali dengan bahagia bersama Arya yang senang melihat kekasihnya terus mengukir senyum.
Akan ia pastikan bahwa Valerie tidak akan meneteskan air mata! sekalipun mereka berbahagia, tertawa di atas tangisan dan penderitaan orang lain.
Bersambung...
Hallo, Readers!
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya kembali dengan ketidak update episode baru selama 4 hari ini. Sebagai gantinya author ingin update crazy up untuk mengganti hari-hari kemarin dan berikutnya.
Selamat Membaca~~
__ADS_1