Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
90. Kesan Bahagia


__ADS_3

Setelah itu, Dini pergi menuju kamar Arya yang sangat luas dan juga nyaman.



Dia masuk ke dalam kamar mandi yang terdapat di kamar Arya, mengisi bathtub dengan air hangat setengah penuh. Sekiranya sudah cukup, Dini langsung pergi keluar kamar Arya dan dapur memulai memasak makan malam untuk Arya.



Dini sudah berkecimpung di dapur dengan bahan-bahan masakan, Kompor, dan bumbu masakan.


Dari pertama memulai mengiris bawang putih, merah, Bombay dan memotong daging serta bahan-bahan lainnya.


Sejak menikah, Dini banyak sekali belajar tentang berbagai macam olahan memasak makanan melalui buku resep dan video. Sehingga tidak dipungkiri lagi saat ini dia sangat mahir dalam memasak dibandingkan sebelumnya saat masih single.


15 Menit Berlalu~


Saat Dua menu masakannya semua sudah selesai di masak dan hanya tinggal satu menu lagi menunggu matang dalam wajan di atas kompor. Dini teringat akan sesuatu, ia belum menyiapkan handuk dan bathrobe Arya.


"Aku lupa menyiapkan handuk dan bathrobe, Tuan. Bisa saja Tuan selalu menyimpannya di lemari luar kamar mandi, dan lupa membawanya ke dalam. Apa jadinya jika tuan selesai mandi lalu, Keluar tidak memakai sehelai apapun.mungkin tuan masih di luar sedang memasukkan mobilnya, dan dari tadi aku belum melihat tuan kembali.sebaiknya aku menyiapkan bathrobe sebelum tuan datang." Ucap Dini mengecilkan api kompor agar tidak gosong untuk kembali ke kamar Arya, menyiapkan sesuatu yang terlupa


Sudah Di Kamar Arya~


"Di mana biasanya tuan menyimpan bathrobe dan handuknya?" Ucap Dini mencari di lemari pakaian, Lalu masuk ke ruang mandi yang luas dengan terdapat beberapa ruang. mencarinya di lemari yang terdapat di sana


"Ini dia! Aku akan menggantungnya di samping dekat kamar mandi shower." Perlahan Dini masuk ke dalam kamar mandi


Ceklekk...


Suara pintu terbuka.


Brukk...


Suara bathrobe dan handuk yang terjatuh.


Aaaaaaaaa.....Kyaa!!


Teriakan yang sangat keras dan histeris.


Suara gemercik air orang mandi yang terdengar, seketika terhenti karena di matikan.


Dini memutar balikkan badannya dan menutup mata, setelah melihat pemandangan yang kurang pantas untuk dilihat. Yakni saat Dini masuk, Dia sudah disuguhkan dengan Tubuh telanjang bulat Arya yang sedang mandi di guyuran air shower.


Tentu saja hal itu mencuat keterkejutan antar keduanya, Dini yang terkejut melihat semua tubuh Arya tanpa sehelai benang apapun. Dan Arya yang sedang beraktivitas mandi menikmati guyuran air hangat yang menyentuh setiap inchi tubuhnya, harus terhenti karena teriakan.


Kyaaa....!!


Dengan berteriak dan menutup mata, Dini langsung keluar dari kamar mandi dan saat ini berada di kamar Arya.


Arya keluar dari kamar mandi shower dalam transparan kaca itu. Lalu, meraih bathrobe nya yang tergeletak di bawah dan memakainya dengan segera.


"Apa yang sudah ku lihat tadi? tidak,,,tidak,,,itu bukan salah ku, itu karena Tuan, Tuan tiba-tiba saja sudah ada di sana." Ujar Dini tidak bisa menerima kesalahan dan menganggap untuk menyalahkan Arya


"APA YANG MEMBUATMU BERANI MEMASUKI KAMAR MANDI KU SEMBARANGAN, SAAT AKU SEDANG MANDI?!!" Teriak Arya yang marah ketika melihat Dini masuk sembarangan ke kamar mandi dan membuat kegaduhan dengan berteriak kencang


Arya melangkah cepat menuju kamarnya yang terdapat Dini yang sedang berdiri di dekat ranjang.dengan berkata marah seperti tadi pada Dini.


"Tadi Saya ingin menyiapkan bathrobe dan handuk yang akan Tuan kenakan.saya pikir tuan masih berada di luar sedang memasukkan mobil, Tuan.tapi ternyata anda sudah ada di dalam yang sedang mandi!" Jelas Dini gemetar, masih mengingat kejadian tadi yang memalukan. Dan pipinya yang sudah memblush seperti tomat merah merona


"Saya benar-benar tidak sengaja mengenai hal ini, tidak tahu jika tuan sudah ada di dalam. saya berkata jujur tidak melihat apapun, Tuan." Lanjut penjelasan Dini


Arya dengan bathrobe putih dan rambut dengan keadaan yang masih basah, melangkah mendekati istrinya dengan tatapan tajamnya.


Dini terus mundur ketakutan saat Arya berjalan terus untuk mendekatinya.


"Apa kau berkata jujur dengan tidak melihat apapun tadi?" Tanya Arya dengan mata elangnya menatap mangsa


"I-iya, Tuan. Saya tidak melihat apapun." Jawab Dini bergemetar


"Lalu, kenapa kau berteriak?" Tanya Arya yang semakin dekat dengan Dini


Dan Dini semakin mundur untuk menjauh.


"Ka-karena Saya syok melihat ternyata ada orang di dalam." ujarnya


Arya mengernyitkan satu alisnya.

__ADS_1


"Benarkah? Aku rasa kau sedang berbohong." Ujar Arya yang terus berjalan mendekati Dini


"Sa-saya berkata jujur, Tu-tuan." Kata Dini semakin tercekat ketakutan


"Aku tidak percaya itu.karena kau-" Terhenti


Aakkhh...


Dini terlalu terus mundur hingga pada akhirnya dia terlalu terantuk dan kehilangan keseimbangan karena mengenai sisi ranjang. Hingga pada akhirnya tak sengaja Dini memegang tali bathrobe Arya dan menariknya, dan mereka terjatuh bersama ke atas ranjang dengan Arya yang ikut tertarik akibat tali bathrobe nya yang di tarik oleh Dini. tarikan itu membuka bathrobe sehingga dada bidang dan perut roti sobeknya terekspos.


Brukk...!!


Suara jatuhan mereka di atas ranjang dengan Arya yang berada di atas Dini. Dan Dini yang mengenakan tangannya berada di dada bidang Arya yang terbuka akibat ikatan yang tertarik sampai terbuka itu. Rambut Arya yang masih basah pun menciprat wajah Dini saat terjerembab bersama.


Mereka saling berpandangan satu sama lain dengan intens.



(Anggap saja seperti itu)


Mereka cukup berpandangan lama, terikat satu sama lain. menampakkan begitu dekat wajah tampan Arya yang rupawan dari bola mata Dini. Sampai entah apa yang mendorong Arya semakin dekat pada wajah Dini. lahan perlahan Arya mendekatkan wajahnya, sampai deru napasnya terdengar oleh Dini.


Dini yang sedang dalam keadaan tersadar, bergemetar hebat seluruh tubuhnya kala Arya semakin mendekatkan wajahnya.


Rupanya Arya sudah menutup mata, begitu pula dengan Dini yang tanpa sadar sudah menutup matanya juga.



Siasatnya Arya akan mencium bibir Dini. Tapi sebelum sampai pada puncak penyatuan bibir mereka, Dini tersadarkan dengan teringat akan masakan yang ia tinggalkan. Dengan sekuat tenaga, Dini mendorong tubuh kuat Arya. Dan setelah pertahanan Arya runtuh, Dini bergegas berlari menuju dapur.


Sayang sekali, penyatuan bibir yang sudah lama Arya tunggu. Harus musnah terhenti di tengah jalan.


"Aneh! Kenapa dia lari dan malah mendorongku.dia tidak tahu padahal aku sudah merasakan bagaimana bibirnya saat dia pingsan dan aku memberinya napas buatan kala itu." ujar Arya menatap kepergian Dini dengan tersenyum kaku


"Dia tidak tahu bahwa ciuman pertama miliknya itu sudah hilang. Untuk apa dia mempertahankan sesuatu yang sudah tidak ada." Senyum sungging Arya dari sisi bibirnya


Di luar~


"Aaa...apa yang tuan ingin lakukan tadi?sepertinya dia ingin mencium bibirku. Tidak-tidak itu tidak boleh sampai terjadi, aku tidak ingin ciuman pertama ku ini dilakukan oleh pria yang sama sekali tidak mencintai ku.untung saja aku tersadar, jika tidak dalam waktu 3 detik saja, Tuan pasti berhasil menerobos pertahanan ku." Gerutu Dini dengan berjalannya menuju dapur


Dapur~


"Oh, syukurlah. untung saja kompor ini kompor otomatis, dia bisa tahu masakan yang di masak sudah matang atau belum.jika sudah kompor ini mati dengan sendirinya.ini benar-benar canggih, sebuah kompor bisa mendeteksi masakan yang sudah matang.aku harus berterima kasih kepada penemu dan pembuat ide kompor seperti ini." Ujar Dini kagum dengan kompor canggih itu


Dini segera menyajikannya di piring.setelah itu, dia meletakkan di meja makan.


Semangkuk sedang Nasi



Telur Dadar



Sayur Bayam



Bistik Daging Sapi



"Tuan, sepertinya belum selesai.lebih baik aku membersihkan diri terlebih dahulu." Ucap Dini menaiki anak tangga kembali menuju kamarnya dan membersihkan diri


Walaupun menu makanan yang di masak sederhana, rasa dan tampilan tidak sederhana.


...***...


Dengan memakai kaos polos berwarna putih dan celana kain stretch hitam.memberikan kesan sangat tampan, rupawan dan juga sederhana.


Arya yang sudah selesai memakai pakaiannya, segera turun menuruni anak tangga menuju ruang makan.


Di sana sudah terdapat 3 menu makanan untuk hari ini Arya makan malam.


Dengan hanya baru melihatnya saja, Arya sudah menelan salivanya tergiur akan aroma dan bentuk masakan tersebut.

__ADS_1


"Sepertinya aku akan makan banyak hari ini. Di mana wanita itu? apa dia jadi malu lalu bersembunyi atas peristiwa tadi." bertanya Arya pada diri sendiri menanyakan Dini yang tidak ada di tempat


"Diniii...!" Teriak panggil Arya


"Seperti ada yang memanggilku?!" Ucap Dini di kamarnya yang samar-samar ia dengar menyebut namanya yang sedang menyisir rambut setelah selesai mandi dan berganti pakaian


"Diniii...!" Teriak Arya memanggil sekali lagi


"Hah,,,itu suara Tuan. Dia menyebut namaku?" Heran Dini dan syok


"Ke mana wanita itu?" Linglung Arya


"I-iya, Tuan. Saya di sini. ada yang ingin tuan perintahkan pada saya?" Ujar Dini dengan tergesa-gesa menuruni setiap anak tangga menuju ruang makan


"Ke mana saja kau?" Tanya Arya yang sudah duduk di kursi utama milik posisinya di meja makan


"Saya selesai membersihkan diri, Tuan." Jawab Dini yang langsung menyajikan makanan di piring Arya


"Kenapa kau tidak melakukannya bersama ku tadi? Kau juga sudah masuk, Bukan? Kita bisa melakukan itu berdua di sana." Ujar Arya terlalu berteka-teki membuat Dini belum sampai menangkap maksud perkataan Arya


"Maksud, Tuan?" Tanya Dini tidak mengerti


Arya malah tertawa kecil.


Pemandangan yang langka dan indah untuk di lihat oleh Dini, yang baru pertama kalinya setelah menikah ia bisa melihat Arya tertawa. Padahal setiap harinya, wajah Arya kaku, dingin, masam, dan tanpa ekspresi.


"Si-silahkan di makan, Tuan." Ujarnya gugup


Arya mulai menyantap makanan yang sudah disajikan Dini dalam piringnya.


Suapan pertama sudah masuk ditelan menuju perutnya.


"Seperti biasa, makanan yang selalu kau masak.itu selalu en--" Terhenti diakhir kata karena tersadar akan perkataannya


"Tuan, mengatakan sesuatu?" Tanya Dini tidak begitu jelas mendengar Arya berbicara


"Tidak. memangnya apa yang aku katakan tadi?" Ujar Arya tidak mengaku


"Oh, baiklah.mungkin saya salah dengar." Kata Dini tidak begitu yakin


"Sudah jelas tadi tuan berbicara.namun, perkataannya diakhir terhenti." Gumam Dini bingung


"Apa kau sudah makan?" Tanya Arya di sela Dini sedang bergelut dengan pikirannya


"I-iya, Tuan?" Tanya Dini tidak mendengar


"Hah,,,apa kau sudah tuli di usia muda.tadi aku bertanya, apa kau sudah makan?" Tanya kembali Arya mengulang


"Be-belum, Tuan."


"Orang di sana sama sekali tidak menyajikan makan untuk tamunya?!" Tegun Arya


Dini hanya menggeleng sebagai jawaban.


"Tck,,,ini lah alasan aku malas mengunjungi rumah itu.kau baru tahu jika mereka tidak pernah memberi makan untuk para tamunya.sehingga jika tamu berkunjung, mereka kembali pulang dengan perut kosong.berbeda dengan orang lain, tamu pasti akan banyak disajikan camilan lalu ditawari makan dan pulang dalam keadaan perut kenyang. Tapi berbeda dengan mereka, lain kali kau tidak perlu pergi bersama orang tua ku ke sana." Gerutu Arya


"I-iya, Tuan." Jawab Dini singkat


"Makanlah sekarang juga!" Kata Arya memerintah


"A-apa, Tuan?" Dini mendengar dengan jelas. hanya saja terlalu terkejut saat Arya menawarinya untuk makan sehingga kata itu terlontar Keluar begitu saja


"Lagi-lagi kau tuli!" Bosan Arya


"Kau belum makan, Bukan?! Lalu, makanlah bersamaku sekarang juga." lanjut bicara Arya


"Tidak perlu, Tuan. Saya tidak lapar."


"Jangan menyiksa perutmu itu untuk tidak mendapatkan asupan makanan. jika kau menahan lapar, kau bisa maag dan sakit.sekarang kau duduk dan ambil makananmu. lalu, setelah itu kau makan." kata Arya yang perhatian. Namun, terkesan terdengar membentak


"Ba-baiklah." Dengan gugup Dini duduk di kursi meja makan yang baru pertama kali ia rasakan duduk di kursi itu


Dia benar-benar bahagia saat ini. Perlakuan Arya yang pertama kalinya bersikap begitu hangat dan perhatian, membuat senyum kecil mengembang dari bibirnya.


Arya melanjutkan makannya kembali. Mereka makan bersama-sama kala waktu itu, menjadi kesan yang menyenangkan bagi Dini.

__ADS_1


Karena terlanjur sama-sama lapar, Arya menghabiskan semua menu makanan yang tersedia tanpa jejak dan tersisa sedikit pun. semua piring kosong melompong hanya noda dari makanan yang ada.


__ADS_2