TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 100. AKAN KUAMBIL PAKSA KAU


__ADS_3

Rico mengarahkan mobilnya ke sebuah toko ponsel.  Ia membeli satu buah ponsel baru beserta simcard baru.  Dia memasukkan beberapa nomor kontak ke ponsel tersebut. ‘Mulai hari ini aku akan menjalankan aksiku.  Aku butuh bantuan seseorang untuk melakukannya.’ gumamnya dalam hati. Aku tidak bisa menunda-nunda lagi, lebih cepat lebih baik.


Ia menekan nomor telepon seseorang, setelah beberapa nada sambung akhirnya terdengar suara seorang pria.


“Halo,”


“Halo Zaki. Apakah kau sedang sibuk?”


“Tidak. Tumben kau menghubungiku? Apa ada pekerjaan untukku?”


Rico tersenyum, ya temanku ini ahlinya. Hanya dengan uang dia akan melakukan apapun juga. “Kau tahu saja kalau aku mau memberi pekerjaan padamu,” ucap Rico.


“Ya, pasti aku tahu bro.  Kau dan lainnya hanya menghubungiku kalau membutuhkanku.” ucap pria bernama Zaki.


“Baiklah. Aku tak mau basa basi terlalu lama. Aku tunggu kau di restoran Kenanga sekitar satu jam lagi. Aku punya pekerjaan untukmu. Bayarannya juga fantastis.” kata Rico bersemangat. Dia sudah tak sabar memulai aksinya dan Zaki adalah orang ysng tepat untuk menjalankannya. Dari seberang telepon terdengar suara ******* seorang wanita.


“Aku akan datang, ku selesaikan ini dulu bro, tanggung. Tapi kau harus kirimkan dulu uang untukku.” kata Zaki terkekeh.


“Tenang bro, aku kirimkan sekarang. Cepatlah, aku tunggu kau.” Sambungan telepon terputus dan Rico tersenyum menyeringai. Ia pun melajukan mobilnya menuju restoran kenanga, dia berpikir lebih baik menunggu disana sambil ngopi.

__ADS_1


Saat diperempatan jalan, dia melihat mobil yang ia kenali berada tepat didepannya. ‘Pasti deandra ada didalam mobil itu. Lebih baik kuikuti.’ pikirnya. Mobil mewah berwarna hitam itu menuju sebuah toko bunga. Tampak seorang wanita cantik dengan perut yang membuncit keluar dari mobil dengan digandeng seorang pria tampan.  Hati Rico panas dan emosinya memuncak. "Sial! Kenapa akhir-akhir ini aku seringkali melihat mereka? Ya, Tuhan siksaan apa ini?


Wanita itu yang tak lain adalah Deandra sedang bersama suaminya. Dia melingkarkan tangan di pinggang suaminya dan tertawa bahagia.  Perasaan Rico perih seperti tersayat sembilu, semakin sakit diatas luka lama yang belum hilang. Apalagi saat melihat wanita itu bergerak berdiri didepan suaminya dan berjinjit mencium bibir pria itu.  Rico mendadak membeku, melihat betapa manja dan mesranya sikap Deandra pada Verrel yang hanya tersenyum. Terlebih saat Verrel membungkuk dan mencium perut buncit istrinya dan tangan Deandra mengelus rambut suaminya.  Rico sudah tidak tahan melihat kemesraan sepasang suami istri itu. Dadanya terasa sesak dan dia butuh udara segar.


Tekadnya semakin kuat untuk bergerak cepat melaksanakan semua rencananya. Dilain sisi ia juga harus menyelesaikan permasalahannya dengan ibunya dan mertuanya. “Aku pasti akan merebutmu dan membawamu kembali ke pelukanku.” Seperti orang yang sudah kehilangan akal, ia tak terima melihat kebahagiaan Deandra dan Verrel. Dia siap menerima semua konsekuensinya, jika Verrel memaksa Deandra untuk menikah, maka akupun akan memaksa Deandra untuk berada disisiku, gumamnya.


Rico kini berada di restoran kenanga, dia memilih meja paling sudut dibelakang agar tidak ada orang yang melihatnya.  Rico mengeluarkan sebuah foto dan memberikannya pada Zaki.  Pria yang berpakaian serba hitam itupun mengambil foto dan memperhatikan gambar seorang wanita cantik.  Ia mengeryitkan dahi dan menyerahkan foto itu kembali pada Rico.


“Sorry bro. Jujur pekerjaan ini sangat sulit sekali. Aku tidak yakin untuk melakukannya.” Ujarnya seraya memijat pelipisnya seakan sedang berpikir keras.


“Jangan takut. Aku akan membayarmu mahal, jika kau bisa melakukannya dengan baik dan cepat maka akan kuberikan bonus tambahan,” ucap Rico dengan menggeserkan kembali foto itu pada Zaki. “Bagaimana? Kau akan dapat uang yang banyak, bro.” Rico semakin tak sabar, hatinya sangat panas dan penuh kebencian setelah melihat kejadian tadi.


“Kenapa kau berminat pada wanita ini? Apa yang kau inginkan darinya?” tanya Zaki untuk bisa menyusun strategi dan bergerak secepatnya, bayangan uang yang dijanjikan Rico membuatnya tergiur untuk menerima tawaran Rico.


Rico menyeringai, ia mencondongkan tubuhnya ke depan lalu membisikkan kalimat yang membuat Zaki tercengang. “Wah, itu sangat berbahaya.” kata Zakii seraya menggelengkan kepala.


“Ingat, bro. Pembayarannya! Aku tidak mau tahu ada masalah apa diantara kalian, yang penting adalah bayaranku.”


Rico menggangguk senang akhirnya Zaki mau menjalankan rencananya “ Aku akan memberikan DP dan aku akan mengirim sisa pembayaran setelah tugasmu selesai.”

__ADS_1


“Baiklah, serahkan padaku,” ucap Zaki dengan percaya diri. Ia mendengus dan berkata “Kau akan melihat pertunjukannya secepatnya.”


“Jangan kecewakan aku.” ujar Rico seraya beranjak meninggalkan Zaki.  Pria itu mengambil foto dan memasukkan kedalam saku jaketnya.


“Tunggu saja! Aku akan membalaskan sakit hatiku,” gumam Rico. Dia melajukan mobilnya menuju ke perusahaan mertuanya. Saat tiba didepan gedung kantornya, ponselnya berbunyi.  Ada panggilan masuk dari mamanya.


“Ya. Ada apa ma?”


“Mama mengundang mertuamu untuk makan malam dirumah. Kau harus cepat pulang Rico.” kata wanita itu bersemangat.  Rico hanya menghela napas kasar lalu meghembuskannya.  Rico masih tak menjawab, selang beberapa saat diapun berkata “Aku tidak janji karena hari ini banyak pekerjaan dikantor.”


“Baiklah, sayang. Tapi usahakan pulang kerumah mama ya.” pinta Andini dengan suara lembut. “Mama mau kalian pindah kesini, mama mau semua baik-baik saja. Kau jangan kecewakan mama lagi Rico,” ujar Andini. Demi menyelamatkan pernikahan anaknya, Andini pun sudah menyusun rencana.


“Terserah,” panggilan pun terputus. Rico mendengus kesal 'Kalian selalu saja mengatur hidupku. Tak lama lagi kaluan akan merasakan pembalasanku.'


Rico mengeratkan cengkeraman dikemudi dan mendengus. Melajukan kembali mobilnya meninggalkan kantor, rasa kesal membuatnya enggan untuk kembali ke kantor.  Ia menjalankan mobilnya tanpa tujuan.  Entah sebuah keberuntungan saat berhenti di persimpangan lampu merah kembali ia melihat Deandra bersama Verrel baru keluar dari toko roti yang berada disebelah kanan. Keduanya berjalan bergandengan tangan dan Deandra tertawa lepas, terlihat dia mencubit pipi suaminya. Seringai aneh terbit diwajah Rico, ia memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan debaran jantungnya.  Seketika terlintas diotaknya sebuah skenario jahat.  Rasa kesal, amarah, cemburu seketika lenyap digantikan dengan ekspresi aneh dan licik.


Rico tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi kedepannya. Dia sangat yakin semua rencananya akan berjalan mulus dan tanpa jejak. Zaki bukan orang sembarangan, dia selalu bisa mengerjakan apapun dengan mulus tak berjejak.


Sementara Deandra dan Verrel yang berada didalam mobil terlihat sangat bahagia. Tawa Deandra tak lepas karena merasa lucu dengan tingkah suaminya yang semakin posesif. Verrel hanya melirik kearah istrinya yang kembali menertawakannya saat berada ditoko roti tadi. Hanya gara-gara seorang pria menatap Deandra tak ayal Verrel langsung mencium Deandra tanpa memikirkan dimana mereka berada. Hal itu selalu terjadi, sikap itu yang selalu membuat Deandra tertawa.

__ADS_1


 


__ADS_2