
Changi International Airpot. Pagi ini tepat pukul 9.00 waktu setempat Rico dan Elias sudah mendarat. Gara-gara drama pagi yang diciptakan Andini yang ingin mencegah Rico pergi, akhirnya jadwal keberangkatan pun diundur. Untung saja ia naik jet pribadi milik sahabat Elias.
Setelah mendapat semua informasi yang dibutuhkannya untuk mencari keberadaan Surya dinegeri singa itu, ia pun bertekad mencari Deandra. Dengan bantuan Yoga dan temannya yang bekerja di salah satu kasino di singapura yang menelusuri keberadaan Surya.
“Ini pesan singkat dari yoga pagi tadi, pak surya masih berada disana. Temannya lagi melacak di hotel mana di menginap.” kata Rico menunjukkan pesan yang diterimanya.
Ting!
Ada pesan masuk di ponsel Rico. Pak Surya pindah hotel tadi malam. Dia menginap di MBS Hotel. Wah sepertinya pria itu benar-benar menikmati uangnya, gumam Rico.
“Oh...jadi dia sudah tidak di hotel capella lagi,” kata Elias yang dijawab Rico dengan anggukan.
“Semoga kita bisa menemukan gadis itu.” apapun yang terjadi nanti, Rico akan kuat menerima kenyataan. Sejak dia kembali ke tanah air dan mendengar berita mengejutkan tentang Deandra, dia tidak bisa tidur.
“Kita makan dulu ya. Biar ada tenaga buat mencari Pak Surya,” ucap Elias mencairkan suasana.
Tak ada jawaban dari Rico yang diam, dia hanya memikirkan deandra bahkan dia lebih memilih untuk tidak menyiakan waktu untuk makan demi mencari sang kekasih. Tapi suasana hatinya memang sudah kacau sejak hilangnya cincin berlian.
“Kita makan dihotel saja nanti. Lebih baik kita langsung mencari pak surya. Biar urusan cepat kelar,” kata Rico.
Sesampainya di hotel MB, mereka masuk ke restoran Le'Decor dan memesan makanan. Keduanya makan dalam diam tanpa ada yang berusaha mencairkan suasana. Bahkan mereka menghabiskan makanannya dengan cepat.
Baru saja mereka selesai makan, terlihat seorang pria memasuki restoran itu dengan menggandeng mesra seorang gadis berpenampilan seksi. Pria itu menenteng sebuah tas, tadi malam Surya menang judi. Suasana restoran pagi ini ramai oleh pengunjung. Sebagian besar adalah turis dari bebragai negara.
“Lihat!”
“Surya. Itu pak surya.” kata rico namun dia langsung ditahan oleh Elias.
“Kita tunggu saja disini. Biarkan dia makan dulu setelah itu kita ikuti dia.”
“Kenapa harus menunggu? Lebih baik kita temui dia sekarang.”
“Tenang Rico. Berikan dia waktu untuk makan dulu.”
Saat ini mereka sedang berada di restoran Le'Decor yang terletak di Level 2, MB hotel di Singapura. Restoran mewah yang menyajikan makanan western food oleh chef terkenal asal Perancis. Ternyata tidak susah mencari Surya, pilihan tepat bagi Rico makan di restoran ini.
“Hei, Rico. Santai bro. Nikmati aja. Jangan gara-gara cinta kau jadi gila.”
__ADS_1
“Bagaimana aku bisa santai kalau belum tahu keberadaan deandra?”
Setelah 45 menit duduk menunggu, akhirnya mereka melihat Surya berjalan keluar restoran sembari memeluk pinggang gadis itu.
“Ayo, kita ikuti.” kata elias
“Hei, lihat pria itu didepan lift.” bisik elias lirih agar tak memancing perhatian, mengingat ramai orang disekitar mereka. Mata Rico menyipit dan benar saja ia melihat Surya berdiri didepan lift. Amarahnya memuncak, tak sabar dia ingin memukul pria itu yang terlihat bersenang-senang meraba bokong gadis yang bersamanya.
Setelah Surya memasuki lift, dengan cepat Rico dan Elias bergerak mendekati lift dab menunggu didepan lift yang pintunya sudah tertutup. “Lihat dia berhenti dilantai 20.” kata Elias menunjuk kearah running text. Saat lift satunya lagi terbuka, keduanya langsung masuk dan menekan tombol lantai dua puluh.
Mereka sudah mengantongi nomor kamar yang disewa Surya sehingga tidak sulit bagi mereka mencari dimana keberadaan Surya. Rico mengeram marah dan mengepalkan kedua tangannya. Setelah sampai dilantai duapuluh, mereka langsung mencari kamar surya.
“Ini kamarnya,” kata Rico melihat nomor kamar yang cocok dengan yang diberikan Yoga.
Elias menekan tombol bel, tak menunggu lama pintu terbuka dan keduanya langsung menerobos masuk dan menutup pintu dibelakangnya.
Surya yang terkejut melihat dua orang pria didepannya pun jadi emosi.
“Siapa kalian?” tanya Surya yang bertelanjang dada, sementara seorang gadis berwajah oriental keluar dari kamar mandi hanya mengenakan pakaian dalam. Gadis itu terkejut dan langsung sembunyi dibelakang tubuh Surya.
Rico yang sudah emosi langsung melayangkan pukulan. Buk! Buk! Buk! Buk!
“Siapa kalian!” teriak surya.
“Dimana Deandra? Katakan dimana kau sembunyikan Deandra?”
“Siapa? Deandra?” tangannya memegang dagunya seolah sedang mengingat-ingat.
“Deandra Ailsie! Jangan pura-pura tidak tahu!” kata Rico.
“Ha...ha….ha….ha….Ohhh jadi kau juga mau menyewanya?” kata Surya terbahak-bahak. “Ah….ternyata gadis bodoh itu laku keras ya.”
Kalimat itu membuat Rico semakin terpancing emosinya.
“Dimana dia!”
“Cuihhh….” ejek Surya. “Memangnya kau siapa? Kalau tidak punya uang, tidak usah kau cari Deandra.” kata surya memandang Rico dengan sinis.
__ADS_1
“Katakan dimana dia bajingan!” tangan Elias menahan lengan Rico yang ingin menghajar Surya.
Rico menghentakkan tangan Elias dan berlari ke arah Surya.
Buk!
Buk!
Buk!
Berkali-kali tangannya menghajar Surya hingga darah keluar dari hidung dan sudut bibir pria itu.
“Katakan dimana Deandra! Kemana kau menjualnya!” kata Rico mencengkeram leher Surya.
“Di---di---a…..be….rada….di….ru...mah…..Verrreelll,” jawab Surya yang merasa sesak.
Rico melepaskan cengkeramannya di leher Surya. ‘Verrel? Siapa maksudnya?
Surya membuka mulutnya lebar-lebar berusaha mencari udara lewat mulut dan hidung. Sekarang dia merasa ketakutan, jangan sampai aku mati,aku belum puas bersenang-senang disini gumamnya dalam hati.
“Katakan siapa Verrel? Dimana dia?” matanya berkabut ingin menangis, hatinya meragu saat mendengar nama itu tapi bukankah yang bernama Verrel banyak?
“Tu—an besar Verrel.” ucap surya terbata karena masih merasa sesak napas. “Apa kau tidak kenal Tua Verrel?” balas bertanya pada pria didepannya seolah mengejek.
Rico mendadak membeku, lidahnya kelu. Ingin ia mengucapkan satu nama namun dia ragu.
“Ck. Baiklah. Akan aku perjelas padamu.” kata Surya yang sudah bisa bernapas normal lagi.
Setelah helaan napas panjang Surya memandang Rico dengan tatapan tajam “Dengar baik-baik. Pria yang membeli Deandra adalah CEO dari Ceyhan Group.”
Bagai tersambar petir dan tersayat sembilu saat Rico mendengar nama keramat dari kakak tirinya itu. Benar dugaannya, seketika tubuhnya lemas dan terduduk dikursi didekatnya. Kenangan pertikaian antara Verrel dan Rico itu muncul dibenaknya. Pertengkaran yang diakibatkan oleh seorang wanita.
“Coba katakan sekali lagi,” kata Rico ingin menyakinkan dirinya.
“Verrel Aditya Ceyhan sang CEO dari Ceyhan Group.” Dan mendadak tubuhnya lunglai dan terduduk dilantai. Dadanya sesak sulit bernapas, seakan nyawanya melayang saat itu. Sakit! Sangat menyakitkan itu yang dirasakannya kini.
Elias yang merasa iba melihat sahabatnya itu langsung membawa Rico meninggalkan tempat itu. Rico dengan pandangan kosong dan wajah pucat tak menanggapi pertanyaan Elias. Tanpa pikir panjang Elias menyuruh supir membawa mereka langsung ke bandara. Lebih baik pulang ke Jakarta sekarang juga, pikirnya. “Kita pulang ke Jakarta sekarang ya bro. Aku akan temani kau ketemu dengan kakakmu biar semua jelas.” kata Elias yang merasa kasihan melihat Rico yang masih tidak meresponnya.
__ADS_1
Wajar saja dia syok, kejadian beberapa tahun lalu kini terulang lagi. Verrel dan Rico bertengkar karena seorang wanita. Jika dulu Rico yang merebut wanita yang dicintai Verrel atas perintah Andini, kini malah Verrel yang merebut wanita yang dicintai Rico. Apakah ini yang namanya karma?