TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 166. PENANGKAPAN ANDINI


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


Pelayan membuka pintu depan rumah Amran. Terlihat empat orang polisi berdiri disana begitu pintu terbuka mereka langsung masuk.  “Selamat siang Tuan Amran.  Kami membawa surat perintah penangkapan atas Nyonya Andini. Mohon kerjasamanya.” Amran terkejut dan membeku ditempatnya.  Belum lagi hilang rasa syok sepulang dari rumah keluarga Ceyhan, kini polisi datang untuk menangkap istri kesayangannya.


“Anda tidak bisa seenaknya menangkap istri saya! Dia tidak bersalah. Kalian salah orang.” akhirnya Amran membuka suara.


“Maaf, Tuan Amran. Ini surat perintah penangkapannya. Untuk lebih jelas silahkan Anda datang ke kantor polisi. Sekarang katakan dimana istri anda.”


“Dia tidak ada dirumah! Silahkan kalian pergi dari sini.” ucap Amran mengusir polisi.


“Jika Anda menghalangi kami, terpaksa Anda juga harus kami tangkap. Periksa seluruh rumah!”


“Hei...jangan seenaknya kalian mau periksa rumah saya. Kalian tidak ada hak melakukan itu.”


“Apa Tuan tahu jika menghalangi tugas seorang polisi maka anda bisa mendekam di penjara?”


Seketika tubuh Amran membeku, dia tak tahu apa yang sedang menimpanya, seburuk apa situasi keluarganya saat ini.  Tangannya mengusar rambutnya dengan kasar dan mengeram marah,


Saat dua orang polisi sedang memeriksa rumah, Andini berusaha lari melalui pintu kamarnya yang terhubung ke taman kecil disamping rumah. Dia sudah berhasil masuk kedalam mobilnya saat seorang petugas polisi menghentikannya. Andini nekat karena takut masuk penjara dia melajukan mobilnya dan tak mengindahkan tembakan peringatan polisi.  Ketiga polisi yang masih berada didalam rumah pun keluar dan mengejar mobil Andini.  Mereka menghubungi petugas patroli agar menghentikan mobil Andini.  Wanita itu seperti orang kesetanan mengendarai mobilnya dengan kencang dan tak mempedulikan bunyi klakson dan makian pengendara lainnya.


Saat hendak memasuki sebuah jalan yang berada dikawasan padat penduduk, sebuah mobil polisi sudah menghadang didepannya dan memberikan tembakan peringatan. Sontak penduduk yang ada disana yang ingin tahu ada kejadian apa, berbondong-bondong keluar dan mengepung mobil Andini.  Akhirnya wanita itu berhasil diamankan.


“Karena anda mencoba melarikan diri, bisa dipastikan anda akan menerima hukuman tambahan atas tindakan anda, nyonya.” kata petugas yang memborgol Andini. Airmata wanita itu mengalir deras. Mobilnya diamankan dan dia dibawa ke kantor polisi untuk segera diproses. Darman sudah mengirimkan semua bukti kejahatan Andini ke polisi yang dilakukannya di masa lalu. Mungkin selama ini Andini pikir dia bisa hidup enak dan tenang tanpa siapapun yang tahu kejahatan apa yang sudah dilakukannya, namun kini keadaan berbeda.  Darma berhasil mengumpulkan semua bukti-bukti kejahatan Andini.  Kini wanita itu akan mendekam di penjara untuk waktu yang lama seperti anaknya.

__ADS_1


...*...


Setelah kepergian Amran dan Andini, seluruh keluarga yang sedang berkumpul pun sarapan bersama setelah drama pagi yang menguras tenaga dan pikiran berakhir.  Kini semua orang berkumpul di ruang keluarga, Darma yang duduk disamping Deandra, menceritakan semua yang terjadi pada dirinya.  Kini Deandra mengerti kalau Surya sudah membohonginya dengan mengatakan bahwa kedua orang tuanya mati dalam kecelakaan, saat itu Deandra masih muda dan tak mengerti apapun. Sementara Surya mengatakan kebohongan yang berbeda pada Darma, bahwa istri dan anaknya meninggal dalam kecelakaan. Memang istri Darma meninggal dalam kecelakaan yang dalangnya adalah Andini, dia membayar Surya untuk merusak rem mobil Berliana waktu itu. Deandra tak pernah tahu jika ayahnya berada di penjara selama lima belas tahun. Tiba-tiba ponsel Verrel berdering, ada panggilan masuk.


“Halo.”


“Apa benar ini dengan Tuan Verrel?”


“Iya. Ada apa?”


“Maaf mengganggu waktunya,Tuan. Saya dari kepolisian ingin menyampaikan informasi bahwa kami sudah menangkap Ibu Andini dan sekarang dia sudah kami tetapkan sebagai tersangka.


“Baiklah pak. Terimakasih atas informasinya.”


“Sama-sama Tuan. Pihak kami akan memberi kabar tentang perkembangan kasusnya.”


“Apa? Ya, Tuhan. Syukurlah akhirnya masalah ini akan selesai secepatnya.” kata Ayu.


“Ha! Aku ingin lihat bagaimana anak bodoh itu sekarang. Istri dan anaknya mendekam di penjara.” kata Yahya penuh kebencian melihat tingkah anaknya pagi tadi.


“Sekarang, tinggal mencari keberadaan Surya. Semua orang yang terlibat dengan kejadian masa lalu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. Berani-beraninya dia menjual putriku, untung Verrel yang membelinya. Aku tak bisa bayangkan bagaimana nasib Deandra jika dia sampai jatuh ke tangan pria lain.” ucap Darma dengan mata berkabut.


“Yang penting sekarang, keluarga kita utuh kembali. Kita bisa berkumpul lagi dan melalui semua masa sulit.” kata Viktor menepuk bahu Yahya. “Kau beruntung punya cucuk seperti Verrel. Kau mendidiknya dengan baik.”

__ADS_1


“Tak usah memujinya, Viktor! Dia itu anak nakal. Kau saja yang tidak tahu bagaimana dia dulu dengan cucumu. Dia menjebak cucumu agar menikah dengannya, kau tahu itu?”


“Ya, meskipun dia menjebaknya mungkin karena dia suka, bukan? Tapi liat dia sekarang sudah jadi seorang ayah, punya anak kembar yang lucu-lucu. Ah…..kemana cicit kita? Gara-gara kejadian tadi kita belum bermain-main dengan mereka hari ini Viktor!”


“Sebentar ya opa. Aku suruh pengasuh membawa mereka kesini.” kata Deandra.


Tak lama pengasuh datang membawa kedua bayi kembar yang lucu.  Semua orang berebut mau menggendong. “Sabar….sabar…..gantian ya. Atau kita letak disini saja biar semua bisa pegang.” ucap Ayu meminta pelayan menyiapkan kasur kecil untuk Nathan dan Naomi supaya bisa dibaringkan di ruangan itu jadi semua orang bisa memegang si kembar.


“Halo sayang. Kenalkan ini kakek Darma.” kata Darma dengan sudut matanya berair, tak mampu ia menahan airmatanya menetes karena bahagia, kini dia bisa melihat anak dan cucunya.


“Papa, jangan nangis, Kita sudah kumpul lagi sekarang, tahun-tahun yang papa lalui sendirian kini tergantikan dengan berkumpul bersama kami.” kata Deandra memeluk Darma.


“Iya, sayang. Papa menangis bukan sedih tapi bahagia karena papa masih diberi kesempatan untuk berkumpul kembali denganmu dan papa sudah jadi seorang kakek.”


“Sudah….sudah…..jangan ada yang menangis. Harusnya kita gembira karena keluarga kita sudah lengkap. Bagaimana kalau kita bikin pesta meriah untuk Nathan dan Naomi. Aku dan Viktor mau seluruh dunia tahu kabar kelahiran cicit-cicit kami.”


“Ide bagus itu pa. Sekalian acara syukuran berkumpulnya keluarga kita lagi. Kita buat acara berbagi rejeki dengan anak yatim dan fakir miskin ya.” kata Ayu menimpali yang langsung disetujui anggota keluarga lainnya.


“Betul sekali. Kapan acaranya kita buat?” tanya Verrel.


“Tunggu seminggu lagi ya. Istrimu kan baru beberapa hari dirumah, tunggu sampai dia pulih baru kita buat pesta meriah.” kata Ayu lagi.


“Sekarang tinggal mencari Surya. Aku akan suruh Rian dan ornag-oranngnya untuk mencari dan menangkap Surya.” kata Darma.

__ADS_1


“Tidak usah, pa. Aku tahu dimana si brengsek itu berada.” jawab Verrel. “Biar anak buahku yang menangkapnya.”


... ...


__ADS_2