TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 53. SURPRISE


__ADS_3

Verrel mengendong Deandra keluar dari lift memasuki ballroom yang akan dipakai untuk acara pernikahan. Ia sengaja membawa gadis itu kesana untuk memberikan kejutan padanya. Deandra berulang kali bertanya pada Verrel kemana dia membawanya, namun tidak direspon sama sekali.


Kini mereka berdiri didepan pintu besar, Frans membukanya dan mereka melangkah masuk. Seluruh ballroom sudah dihiasi dan Verrel terkesima melihat dekorasi mewah, sangat diluar ekspektasinya.


“Verrel, bisakah turunkan aku?”


Ia pun menurunkan Deandra dan memutar tubuh Deandra agar menghadap padanya, kemudian dia melepaskan penutup mata. Tiba-tiba dia mencium bibir ranum gadis itu, membuat Frans terkejut dan langsung memalingkan wajahnya. ‘Sial! Kenapa tuan besar suka sekali membuat jiwa jombloku meronta-ronta?


Deandra membalas ciuman pria itu, ia melingkarkan tangannya dileher Verrel membuat pria itu semakin beringas ******* dan menikmati setiap rasa yang ditawarkan gadis itu.  Cukup lama mereka berciuman tanpa mempedulikan Frans yang mengelus dadanya. ‘Ampun….ampun….aku harus sabar, tuan besar sekarang suka mencumbu nyonya dimanapun.’


Verrel melepaskan ciumannya, keduanya terengah-engah mencoba menghirup udara. Verrel membalikkan tubuh Deandra yang seketika terkesima dengan pemandangan ballroom yang super mewah. “Bagaimana menurutmu, sayang? Apa masih ada yang kurang?”


“Verrel...” deandra tak bisa berkata-kata. Takjub sambil mengedarkan pandangannya sekeliling ballroom. Dia tidak menyangka Verrel benar-benar mempersiapkan pernikahan mewah.  Verrel memeluk Deandra dari belakang.  “Apa kau suka?”


“Ehemm….suka sekali.” jawab Deandra dengan wajah berbinar.


“Apa sudah sesuai dengan pernikahan impianmu? Atau ada yang mau kau tambahkan?”


Dia diam terpaku tak menjawab. Deandra tersenyum sambil membayangkan jika pernikahan ini adalah dia dan kekasihnya. Sikap diam itu justru diartikan Verrel sebagai pertanda bahwa Deandra menyukainya.


Tanpa sadar dia menyebut nama pria itu “Ini indah sekali Rico.” Tangan kekar itu langsung menariknya “Apa kau bilang?” Emosi Verrel memuncak mendengar gadis itu tanpa sengaja menyebutkan nama seorang pria.


Deandra terdiam, menelan ludahnya. Ketakutan terpancar diwajahnya, aduh bagaiman bisa aku malah menyebut namanya? Pasti Verrel akan menghukumku.


“Sudah kuperingatkan kau jangan menyebut nama pria brengsek itu!” wajahnya memerah, kedua tangannya mengepal.


“Berani sekali kau!” teriaknya sambil menarik tangan Deandra dengan penuh kemarahan. Deandra merintih kesakitan karena genggaman tangan Verrel dilengannya.


Kaget dengan hentakan kasar ditangannya, Deandra langsung memeluk Verrel dan menangis. “Maafkan aku. Aku tak sengaja, aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Aku mohon, sayang.”


Verrel terdiam mendengar ucapan Deandra.


"Frans, bawa dia pulang!" perintahnya pada sang asisten. Hatinya merasa sakit mendengar Deandra malah menyebut nama pria brengsek itu.


Frans membawa Deandra masuk kemobil dan membawanya pulang. Gadis itu kini ketakutan melihat wajah marah Verrel.


Verrel yang emosinya memuncak dan sakit hati memilih pergi ke hotel. Dia menyewa seorang wanita sebagai tempat pelampiasannya.

__ADS_1


...*...


Seorang wanita bertubuh seksi tengah berada diatas ranjang bersama seorang pria tampan bertubuh kekar. Wanita cantik bertubuh seksi itu sedang memohon pada tuannya untuk bisa merasakan kenikmatan tubuh pria itu yang dia dengar dari teman-temannya.


"Kau puaskan dulu dia baru kau kuijinkan menikmati yang lain." ucap pria yang tak lain adalah Verrel.


Wanita itu dari tadi berusaha membuat Verrel bergairah, namun sungguh aneh bagi Verrel yang tak merasakan kenikmatan apapun.


Plak!


Dengan beringas dia menampar wanita itu yang tak bisa membuat hasratnya terpuaskan. Justru wajah Deandra yang muncul didepannya, wajah sayu Deandra yang menangis bermain-main didepannya membuatnya mendorong wanita sewaannya jatuh dari ranjang.


Sial!


Verrel masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya. Setelah mengenakan pakaiannya, ia pun pergi meninggalkan wanita sewaannya.


...*...


'Kenapa kau masih saja membuatku marah. Beraninya kau menyebut pria brengsek itu. Emosinya makin memuncak akibat sikap Deandra tadi dan gairah liarnya yang tak terpuaskan karena wajah Deandra terus muncul.


Sesampainya dirumah, tak ada yang berani menyapa saat melihat wajah sang tuan besar yang marah. Dia langsung menaiki tangga menuju kamarnya.


Mendengar derap langkah memasuki kamar, Deandra berdiri dan berlari kearah Verrel dan langsung memeluknya.


"Ma--maafkan aku. Tadi aku tidak sengaja. Aku mohon maafkan aku. Aku janji tidak akan mengulanginya," ucap Deandra sambil meneteskan airmata.


Emosi Verrel yang meledak-ledak mendadak hilang, lenyap begitu saja. Ia membalas pelukan deandra dan mencium puncak kepalanya.


“Maaf, sayang. Aku kasar padamu.” ucapnya. Dia menyesali perbuatannya. Verrel menggendong Deandra dan membaringkannya diatas ranjang, dia merasa kacau atas apa yang diperbuatnya tadi. 


“Apa ada yang sakit?” tanyanya pada Deandra yang hanya menjawab dengan gelengan kepala. Dia masih syok atas kejadian tadi, hampir saja sesuatu yang buruk terjadi.


‘Aku harus lebih hati-hati lain kali. Ada calon anakku yang harus kujaga, atau Verrel akan menghukumku jika aku tidak bisa menjaganya.’ ucap deandra dalam hatinya.


...*...


Selesai meeting, Rico berjalan-jalan di Tsim Sha Tsui, salah satu lokasi shopping untuk barang-barang branded di Hongkong. Ia berniat membeli hadiah untuk gadisnya.  Setelah mendapatkan barang yang dicarinya, tiba-tiba dia teringat seseorang yang mungkin tahu keberadaan gadis itu.  Dia memandang sebuah nama di ponselnya, nama seorang tetangga.  Dia langsung menekan nomor itu, tak menunggu lama, panggilan tersambung.

__ADS_1


“Halo.” terdengar suara seorang wanita diseberang.


“Maaf bu. Ini saya Rico, pacarnya Deandra. Ibu masih ingat, bukan?” tak langsung menjawab karena wanita itu sedang berusaha mengingat.


“Ah iya. Saya ingat.  Ada apa ya nak Rico menelepon.”


“Begini bu. Saya ingin menanyakan soal Deandra.”


“Lho memangnya nak Rico tidak bersama deandra ya?” tanya wanita itu heran.


“Tidak, Bu. Saya sedang diluar negeri dan sudah sekian lama tidak bisa menghubunginya.”


“Yaelah. Saya pikir pria tampan tempo hari itu adalah nak Rico.” kata ibu itu.


“Maksud ibu?”


“Tempo hari ada mobil mewah yang masuk kerumah Deandra, kalau tak salah waktu itu ada dua mobil mewah. Tak lama mereka pergi dari rumah itu. Sampai sekarang rumah itu kosong, Deandra belum pernah kelihatan lagi pulang kerumahnya,” ucap ibu itu menjelaskan.


Rico tercekat mendengar ucapan ibu yang rumahnya bersebelahan dengan rumah deandra. Rico pernah singgah kerumah ibu bernama Ningsih itu saat menunggu Deandra pulang.


"Apa ibu pernah menghubunginya?"


"Pernah. Tapi ponselnya tidak bisa dihubungi," ucap ibu ningsih yang pernah dua kali mencoba menghubungi Deandra, karena dia melihat rumah tetangganya itu selalu tertutup.


“Apa ibu tahu keluarganya dimana sekarang?”


“Paman dan bibinya juga sudah tidak pernah kelihatan datang berkunjung setelah itu.”


Deg!


Jantung Rico berdebar kencang, benaknya dipenuhi pikiran buruk. Bahkan ponselnya tidak bisa dihubungi sampai sekarang.


“Terimakasih ya bu. Saya akan mencoba mencarinya setelah saya kembali.” kata Rico mengakhiri pembicaraan.


Pikirannya kacau, ia menghentikan taksi dan kembali ke hotel. ‘Kemana kau deandra? Apa kau baik-baik saja? Kenapa kau tidak pernah menghubungiku Deandra?


...*...

__ADS_1


__ADS_2