
Hari ini acara pernikahan Ayu dan Peter yang digelar di San’z Hotel milik keluarga Sanjaya. Pernikahan mereka hanya akan dihadiri keluarga, teman dekat dan rekan bisnis saja. Seluruh tamu dan keluarga sudah berada didalam ballroom untuk merayakan pernikahan sekaligus bersatunya dua perusahaan besar. Tampak kedua mempelai yang baru saja selesai mengucapkan ikrar janji pernikahan.
Para tamu menikmati acara dan makanan mewah yang dihidangkan. Nathan dan Naomi yang tampil menggemaskan dengan pajaian seragam mereka membuat semua yang hadir tersenyum menatap tingkah lucu kedua yang menyapa para tamu.
“Sayang, kakiku sakit.” Keluh Deandra pada suaminya. Beban dari kehamilannya membuatnya cepat lelah. Verrel berjongkok dan memijit kaki istrinya perlahan. Bisik-bisik para tamu melihat sikap Verrel yang memperlakukan istrinya dengan baik dan romantis mengundang iri banyak orang. Sikapnya sangat berbeda dari yang biasa orang lain lihat selama ini.
“Wah…..ternyata Tuan Verrel sangat menyayangi istrinya.”
“Aku hampir tidak percaya, dia bisa bersikap begitu manis.” Ujar seorang wanita dengan tatapan iri.
“Beruntung sekali istrinya, ya.”
Verrel tak mengindahkan bisik-bisik yang didengarnya, dengan telaten dia memijit kaki istrinya.
“Sudah….sudah…..hentikan! Aku tidak mau kau kehilangan muka dihadapan orang lain.” Ujar Deandra mendengus mendengar ucapan para wanita yang memuji dan mengagumi suaminya.
“Apa kakimu sudah baikan?” tanya Verrel mengusap bahu istrinya.
“Kakiku sudah baikan tapi hatiku yang sakit sekarang.”
“Mau diapakan hatimu agar tak sakit lagi, sayang.” Goda Verrel melihat Deandra mengerucutkan bibirnya.
“Cukup Verrel!” ketus Deandra melirik kearah kedua anaknya yang dipangku oleh Tuan Yahya dan Tuan Viktor. Kedua kakek buyut itu sangat menyayangi kedua cicitnya.
Disalah satu sudut ruangan terlihat Amran bersama seorang wanita duduk menikmati makanan yang disuguhkan sambil matanya tak lepas menatap kearah pelaminan. “Kemana si bangsat itu, kenapa belum kelihatan batang hidungnya?”
“Ada apa Tuan? Dari tadi saya lihat sepertinya tuan gelisah.” Tanya wanita yang duduk disebelahnya. Tak ada seorangpun anggota keluarga Ceyhan yang menyadari kehadiran pria paruh baya itu karena mereka memang tidak mengharapkan kehadirannya.
“Aku sedang mencari keberadaan temanku. Lanjutkan saja makanmu!” ketus Amran.
__ADS_1
Sejak awal acara dimulai, Amran tidak melihat orang yang dicarinya dan semuanya terlihat tidak sesuai dengan harapannya. Kilat amarah terlihat dimatanya dan wajahnya menegang menahan emosi yang siap meledak.
Sementara orang yang sedang dicari oleh Amran ternyata sudah ditangkap oleh pengawal Verrel yang curiga saat melihat seorang pria berada di pintu belakang dekat tangga darurat. Orang itu yang membawa kotak-kotak kecil didalam tasnya tak berkutik saat seorang pengawal menangkapnya lalu dibawa kesebuah ruangan. Setelah melaporkan pada Frans, pengawal itu membawa si pria ke markas besar Verrel untuk di interogasi.
“Apa semuanya berada dalam kendali?” tanya Verrel berbisik pada Frans.
“Semua aman, Tuan. Pengawal sudah mengamankan seorang pengacau itu,” jawab Frans.
“Bagus. Aku ingin lihat wajah si brengsek itu saat dia tahu kalau orang bayarannya gagal.” ujar Verrel mengedarkan pandangan mencari keberadaan ayahnya namun dia tidak melihat sosok pria paruh baya itu.
“Tuan Amran duduk di pojok paling belakang bersama teman wanitanya.” kata Frans seolah tahu apa yang dicari oleh atasannya itu.
“Berani juga dia datang ke pesta pernikahan mama! Ayo kita temui pria itu,” ujar Verrel. “Sayang, kau tunggu disini sebentar ya. Aku dan Frans ingin menyapa tamu.” kata Verrel pada Deandra lalu mengecup keningnya. Wajah Deandra berbinar mendapat perlakuan manis suaminya. “Anita, tolong temani istriku ya.”
“Baiklah kak.” balas dokter Anita yang kini resmi menjadi adik tiri Verrel. Dua keluarga kini menjadi satu, memperkuat kekuasaan dan kekuatan dibidang bisnis.
“Ya, opa.”
“Kau mau kemana? Apa kau sudah menyapa semua tamu-tamu kita?” tanya Yahya yang sedang menggendong Nathan.
“Ada seseorang yang harus aku temui, Opa!” jawab Verrel.
“Apa kau mau menemui Amran? Jangan sampai dia membuat keributan dan mengacaukan pesta mamamu.” ujar Yahya.
“Tenang saja Opa. Semua sudah aku atasi, aku hanya ingin menyapanya.” ujar Verrel menyeringai dan melirik kearah pojok dimana terlihat Amran sedang menelepon.
Yahya menepuk bahu cucunya lalu membawa Nathan pergi menemui sepasang penganti di pelaminan. Verrel sudah berdiri didepan Amran yang tak sadar jika putranya menatapnya tajam. Tampak wanita pendamping Amran terlihat ketakutan dan keringat dingin mengalir di keningnya.
“Ehem! Apakah kau datang kesini hanya untuk makan gratis?” tanya Verrel dengan sarkas.
__ADS_1
“Kau benar-benar anak tidak tahu diri! Begitukah caramu menyapaku?” ujar Amran ketus. “Aku ini papamu, bersikap sopanlah.”
“Hahahaha…...sejak kapan kau tahu nilai kesopanan Tuan Amran? Kenapa kau datang kepesta pernikahan mama?”
“Apakah salah aku datang untuk melihat kebahagiaan mantan istriku?” sarkas Amran sinis. "Aku juga diundang untuk datang ke pesta ini."(
“Oh begitukah?” Verrel mendekat kearah ayahnya lalu berbisik “Aku rasa kedatanganmu kesini bukan untuk melihat mama bahagia. Tapi jangan khawatir! Aku pastikan mama akan selalu bahagia. Oh iya…..cepatlah pergi dari sini sebelum pengawalku menyeretmu paksa.”
“Kurang ajar! Berani sekali kau mengusirku, aku ini papamu! Aku punya hak berada disini karena aku juga keluarga Ceyhan!”
“Apa kau lupa jika Opa sudah mencoretmu dari daftar keluarga, hu? Dan satu lagi, orang bayaranmu sudah ditangkap!”
Sontak Amran terkejut mendengar ucapan putranya tapi dia berusaha bersikap tenang. “Apa maksudmu Verrel? Jangan menuduhku!”
“Oh….aku tidak menuduhmu tapi aku punya buktinya. Kau datang kesini ingin mengacaukan pesta pernikahan mama! Kau sungguh bodoh! Masuk ke kandang singa tanpa persiapan matang.” kata Verrel dengan nada suara sinis.nk
“Bicaramu melantur. Aku sama sekali tidak berniat mengacau disini! Kalian semua semakin sombong!”
“Papa…..papa….semakin tua bukannya berubah tapi kau semakin gila! Ingat ya, jika kau tidak pergi sekarang maka aku pastikan kau akan mendekam dipenjara. Jangan coba-coba mencabarku.” ancam Verrel yamg sudah tak tahan melihat tampang ayahnya.
Verrel memandang tajam kearah para pengawalnya seakan memberi kode. Melihat itu wajah Amran memerah menahan amarah, lalu dia menarik tangan wanita disebelahnya dan pergi. “Ingat ya anak brengsek! Kau akan menyesal telah memperlakukan aku seperti ini!” teriak Amran setelah berada dipintu masuk ballroom. Beberapa tamu memandang sini kearah Amran.
Setelah kepergian Amran, bisik-bisik para tamu pun berhenti saat tatapan Verrel yang mengintimidasi membuat mereka ketakutan. "Suruh anak buahmu untuk tetap memgawasi papa. Cari tahu juga tentang wanita yang tadi bersamanya."
"Baiklah." ucap Frans.
Acara pernikahan pun usai, setelah para tamu pergi kini semua anggota keluarga dan kedua keluarga pun beristirahat dikamar masing-masing.
Kedua keluarga kembali berkumpul saat makan malam.Tampak kebahagiaan dan canda tawa dari dua keluarga itu. Sejak hari ini Ayu resmi menjadi nyonya sandjaya. Tuan Peter Sandjaya bukan hanya seorang pebisnis sukses tapi dia juga seorang politikus terkenal.
__ADS_1