TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 125. KONFERENSI PERS


__ADS_3

“Aku berangkat sama Opa Viktor dan Opa Yahya ya, sayang.”


“Apakah kamu yakin? Nanti langsung pulang ya.” kata Verrel yang merasa tak rela ditinggal istrinya.  Hari ini sesuai rencana yang sudah disusun oleh Viktor dan Yahya, mereka akan melakukan konferensi pers yang akan diadakan disalah satu hotel milik keluarga Ceyhan.


“Kenapa? Aku tidak akan lama, Verrel. Lagipula, kau akan terapi jadi tidak akan bosan.”


“Tapi tetap saja, sayang.  Aku mau kau selalu disini.”


“Ingat ya. Kau harus cepat sembuh dan tepati janjimu padaku,”


“Pasti! Jangan lama pulang ya.” kata Verrel lagi yang membuat Deandra cemberut. Jika boleh jujur, sebenarnya dia masih trauma atas kejadian tempo hari tapi dia harus membalaskan perbuatan Rico.  Kebencian dihatinya semakin besar, dia merasa menyesal pernah mengenal pria brengsek itu. Apalagi setelah Yahya menceritakan masa lalu, perseteruan Verrel dan Rico.  Kejadian yang sama terulang kembali, dulu Rico merebut kekasih Verrel tapi kini Rico berusaha merebut istri Verrel. Ibunya Pelakor sedangkan anaknya Pebinor…..sungguh menyedihkan. Entah karma apa yang akan mereka terima kelak atas perbuatannya.


“Ayo, nak. Kita berangkat sekarang,” terdengar suara Opa Yahya yang berdiri didepan pintu kamar. “Tak usah kau dengarkan anak nakal itu,”


“Opa….suamiku tidak nakal lagi.” balas Deandra mengerucutkan bibirnya.  Verrel tertawa melihat tingkah istrinya yang selalu menggemaskan.


“Sayang, jangan merajuk…...nanti anak kita suka merajuk juga, bagaimana?”


“Makanya kau jangan nakal, itu salahmu jadi Opa selalu mengejekmu,”


“Sudah! Sudah….kita berangkat sekarang,”


Drama merajuk dan membujuk Deandra pun berakhir dengan perjanjian dia minta dibawa ke mall setelah selesai konferensi pers. Mengingat situasi yang belum memungkinnya kembali ke kantor dan suaminya yang masih sakit, hari-harinya terkukung dirumah.  Kadang ia melukis saat Verrel sedang tidur. Perjalanan yang ditempuh sekitar satu setengah jam itupun lancar, sampai ke hotel.  Tampak sudah ramai yang menunggu kedatangan mereka. Untuk pertama kalinya Viktor Benazar Hutama melakukan konferensi pers.  Meskipun dia adalah pengusaha Indonesia yang terkenal di Eropa namun jarang sekali wajahnya muncul, banyak orang yang mengenal namanya namun belum pernah melihat wajahnya.

__ADS_1


Deandra yang terlihat cantik hari ini dengan riasan yang natural, perutnya yang buncit tidak jadi penghalang baginya untuk tetap tampil mempesona dengan dress yang dipakainya. Mereka duduk berjejer ditempat yang sudah disediakan, ada Frans dan William juga disana.  Sesuai anjuran Yahya, tampak Deandra yang bermuka sedih dan terus menunduk. Sepuluh menit kemudian konferensi pers pun dimulai, yang dibuka oleh Frans.  Setelah ucapan sambutan singkat dari Frans, Viktor pun memberikan pernyataannya setelah memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.  Semua yang hadir terkejut, ternyata pria itu adalah pengusaha yang dikenal misterius selama ini karena tak pernah mau wajahnya terpampang di media.


Pernyataan Viktor yang didukung oleh pernyataan pengacaranya mengumumkan mewariskan semua kekayaan Hutama Group kepada cucuny Deandra Ailsie yang juga adalah istri dari sang CEO Ceyhan Group.  Yang lebih mengejutkan lagi, saat diumumkannya penggabungan kedua perusahaan besar itu atau merger.  Dengan bergabungnya kedua perusahaan besar itu semakin memperkuat posisi Verrel dan Deandra sebagai pemilik saham terbesaar. Semua sudah direncanakan oleh Yahya dan Viktor dengan sempurna. Konferensi pers yang disiarkan secara live itu sontak menggegerkan dunia bisnis tanah air.  Efeknya sampai ke pasar saham, sontak harga saham perusahaan milik Ceyhan Group naik draktis. Berlomba-lomba para investor ingin menanamkan modalnya diperusahaan itu. Sesi berikutnya adalah tanya jawab.


“Maaf, saya ingin mengajukan pertanyaan pada Nyonya.” ucap reporter sebuah stasiun tv.


“Silahkan,”


“Mengenai Tuan Verrel, apakah sudah ada kabar terbaru tentang beliau? Mengapa sampai hari ini belum ada konfirmasi dari pihak keluarga? Apakah Nyonya akan mengambil alih kepemimpinan di Ceyhan Group?


Berbagai pertanyaan yang diajukan oleh wartawan.  Deandra hanya menjawab singkat sambil meneteskan airmata apalagi saat wartawan menanyakan tentang Verrel.  Dengan akting yang sangat sempurna dia terlihat seperti seorang istri yang sedang dirundung malang.  Untungnya tak ada seorangpun yang menanyakan tentang Rico. 


Simpati dari banyak pihak mengalir, saat Yahya menjawab pertanyaan tentang kejadian dirumah sakit.  Deandra menangis tersedu-sedu membuat para wanita dan emak-emak diluar sana meradang penuh amarah pada Rico.  Cacian dan hinaan keji pun terlontar dari masyarakat, seorang Rico yang mencoba memperkosa kakak iparnya yang sedang mengandung.  Bayangkan saja berita itu memicu kemarahan banyak orang.  Amran dan Andini yang melihat berita itupun semakin tertekan.


“Ya, aku sudah lihat.” jawab Amran singkat. Baginya ini adalah pukulan paling berat dalam hidupnya. Apalagi saat kasus putranya diperkuat dengan rekaman cctv, semakin terpuruklah Amran dan Andini.  Baratha dan istrinya mengamuk merasa dipermalukan punya menantu seperti Rico.


“Iva! Papa tidak mau tahu ya, kamu harus cerai dari rico! Suami macam apa itu?”


“Tidak, Pa. Iva gak mungkin meninggalkan kak rico disaat seperti ini. Dia butuh dukunganku sebagai istrinya.” balas Iva Adhisti.


“Lantas, apakah dia pernah mendukungmu sebagai istrinya? Jangan pikir papa dan mama tidak tahu bagaimana rumah tangga kalian.”


“Amran. Kami akan membawa Iva pulang! Segera akan kuurus perceraian mereka. Aku tak sudi punya menantu bejat!” tangan Baratha menarik lengan Iva dan memaksanya meninggalkan tempat itu diikuti oleh istrinya di belakang.  Iva menangis, dia masih mau berjuang untuk mendapatkan cinta suaminya. Tapi Baratha yang sudah marah tak mau mendengar alasan apapun dari putri semata wayangnya itu.

__ADS_1


...*...


“Sungguh-sungguh gila.  Dea punya kakek? Kakeknya seorang milyuner? Aiiiihhhh…..seperti cerita dongeng atau author yang halu tingkat tinggi nih?”


Rosa merasa senang saat melihat berita tentang Deandra. “Dea….Dea…..dulu hidupmu sangat menderita. Lihat loe sekarang jadi milyuner. Takdir oh takdir.”


Sambil membaca berita itu, sebenarnya matanya hanya fokus pada pria tampan yang juga hadir disana.  Om mesum sang idola yang selalu menarik perhatian Rosa meskipun dia sangat menjengkelkan. 


“Kenapa sih loe suka banget curi-curi ciuman. Untung aja loe cakep, coba kalau enggak huuuu…..udah gue siram loe pake air keras.”


“Siapa yang mau kamu siram pake air keras?” tanya ibunya yang tiba-tiba muncul.


“Ah….bukan siapa-siapa bu.  Ini lagi baca berita.” jawab Rosa cengegesan.


“Oh, ibu kirain kamu beneran.” kata ibunya langsung pergi.


Ting!


Notifikasi pesan masuk.


*Hai manis manja. Sudah makan belum? Makan yang banyak ya, tubuhmu terlalu kurus tak berisi, wajahmu pun terlalu tirus seperti orang kena penyakit Cyprus. Aku kirimin makanan bergizi, pergi kedepan rumahmu sekarang! Bye sayang.


"Hiiii.....kenapa sih ini orang? Sakit jiwa kali ya? Eh...asisten Frans yang terhormat! kalau suka sama perempuan tidak usah terlalu formal

__ADS_1


 


__ADS_2