
“Apa yang harus kita lakukan pada mereka? Wanita itu cantik sekali! Kalau anaknya bisa kita jual ke luar negeri, harganya pasti mahal! Ha ha ha ha…..”
“Huss…..kita tunggu perintah bos! Tapi---wanita itu boleh juga! Sebelum dijual kita pakai dulu senang-senang! Wanita kaya pasti beda ha ha ha….”
“Dimana si bos? Tadi katanya mau minta uang tebusan!”
“Sepertinya tadi dia masih bicara di telepon dengan Nona Bos itu!”
******
“Halo! Ada perkembangan apa?”
“Tuan! Informasi yang dikirimkan orang misterius itu ternyata benar. Kami sudah menemukan siapa penculiknya dan dimana Nyonya dan Nona muda Naomi berada!” ujar Jack yang baru saja mendapat informasi dari anak buahnya.
Verrel mengepalkan tangannya menahan emosi, ia berusaha tampak tenang. “Pastikan lokasi mereka dan terus awasi tempat itu. Jangan bertindak gegabah. Tunggu intruksi dariku.”
“Frans! Kau selesaikan semua pekerjaanku! Aku mau ke luar kota, ada urusan mendadak!”
“Hah? Urusan apa Tuan? Apa tentang Nyonya dan Naomi?”
“Ya! Aku harus segera berangkat sekarang! Jangan beritahu siapapun tentang kepergiaanku ini!”
“Baik, Tuan! Hati-hati…..” ujar Frans mengangguk.
Verrel segera bergegas meninggalkan kantornya setelah menghubungi Bara yang akan pergi bersamanya. Jarak yang harus ditempuh untuk sampai dilokasi itu sekitar hampir empat jam perjalanan.
Verrel dan anak buahnya tiba dilokasi dengan membawa uang tebusan, sesuai dengan pesan yang diterimanya untuk membawa uang tebusan. Verrel duduk berhadapan dengan pria bertubuh besar. Sebuah cerutu mengepulkan asap tebal disela-sela jarinya. Mereka saling tatap dengan aura dingin yang mencekam.
“Wah...wah….wah….sungguh tidak kusangka. Ini sungguh sebuah kehormatan melihat seorang Verrel Ceyhan datang menemuiku ditempat yang tak layak ini.” kata pria suruhan Olivia yang bernama Saguna.
Dia bicara dengan ekspresi mengejek.
“Tidak perlu banyak basa basi Pak Saguna. Saya tahu kalau anda mendapatkan istri dan anakku atas perintah seseorang. Bagaimana kalau anda jual saja mereka padaku, semua uangnya bisa anda dapatkan dan nikmati sendiri tanpa perlu berbagi dengan orang lain? Bukankah istri anda sedang membutuhkan perawatan intensif?”
__ADS_1
“Hahahaha…...benar juga yang orang-orang katakan bahwa seorang Verrel Ceyhan memiliki seribu mata dan telinga disekujur tubuhnya!”
“Anda terlalu berlebihan Pak Saguna. Saya hanyalah seorang pebisnis biasa yang sebisa mungkin mendapatkan keuntungan. Bukankah dalam hal ini kita sama?” ujar Verrel.
“Yah memang benar. Tentu saja kita mencari keuntungan!” Saguna menganggukkan kepala.
“Jadi bagaimana menurut Pak Saguna? Apakah anda setuju dengan permintaanku? Apakah anda akan menjual istri dan anakku padaku lalu semua uang menjadi milik anda semuany? Saya rasa uang ini akan cukup untuk biaya berobat istri anda dan juga biaya hidup di masa tua.”
“Berapa harga yang anda tawarkan?” tanya Saguna tertarik. ‘Ngapain aku berbagi uang ini dengan Olivia? Dia hanya memerintah dan aku yang bekerja! Lebih baik kalau aku saja yang mendapatkan uang itu dan menikmatinya sendiri. Verrel Ceyhan benar-benar pebisnis handal.’ bisik hatinya.
“Berapa yang anda inginkan?” Verrel mencoba membuka penawaran pada pria itu.
“Wah….wah…..sepertinya aku benar-benar mendapatkan keberuntungan langka kali ini. Anda yakin ingin mendengar angka yang saya inginkan?”
“Silahkan saja Pak!”
“Tiga puluh milyar, tunai!”
“Hahahaha….” Verrel tertawa lalu menatap tajam pada pria itu.
“Alaaa…..nominal segitu bukan apa-apa bagimu! Omzet Ceyhan Group saja sebulannya berlipat ganda dari jumlah yang saya minta, iyakan?”
“Sepuluh milyar tidak lebih!” ucap Verrel.
“Maaf Tuan. Saya sudah berkorban cukup banyak untuk mendapatkannya. Jika anda tidak bersedia, tidak apa-apa karena saya bisa melempar istri dan anakmu ke pembeli lain dengan harga lebih tinggi.”
“Ckckck! Sayang sekali ya, sepertinya sulit bagi kita untuk mencapai kesepakatan. Kalau begitu bolehkah saya menempuh cara lain?” tanya Verrel dengan senyum tipis.
“Apa maksud anda?”
Verrel langsung memberi isyarat pada Jack yang berdiri disampingnya. Lalu pria itu mengangguk lalu memerintahkan anak buahnya. Tidak lama kemudian seorang anak buah Jack kembali bersama dengan seorang gadis berusia lima belas tahun.
“Ishaya!” pekik Saguna kaget. Ia tidak bisa mengendalikan emosinya saat melihat putri semata wayangnya masuk dengan kondisi tangan terikat dan mulut dilakban. Sorot mata gadis belia itu terlihat ketakutan.
__ADS_1
“Apa yang kau lakukan? Lepaskan putriku!” perintah Saguna panik. ‘Sial! Ternyata benar apa yang orang-orang katakan tentang Verrel! Dia kejam dan licin seperti ular! Sialan kau Olivia! Aku jadi terjebak disini.’ kutuknya didalam hati.
Verrel berdiri lalu berjalan dengan kedua tangannya didalam sakunya. “Anda tahu Pak Saguna? Kita hidup didunia yang bersisian. Ada kalanya kita memberi, ada juga kalanya menerima. Anda menyekap istri dan anakku maka sekarang putri anda juga saya sekap. Dan satu hal lagi, anak buahku ada dirumah sakit dimana istri ada sedang dirawat! Mereka hanya menunggu perintahku saja.”
Verrel menghela napas lalu berkata lagi, “Anda menjual istri dan anakku maka aku juga bisa menjual putrimu. Setidaknya saya juga tidak rugi-rugi amat.”
“Ehm...kalau diobral meski paling tinggi hanya dapat satu milyar tetapi lumayan daripada zonk!” nada bicara Verrel terdengar menghina. “Para pria hidung belang pasti menyukai putrimu!”
“Kurang ajar! Katakan apa mau mu Verrel!’ teriak Saguna marah.
“Simpel saja! Lepaskan istri dan anakku maka aku juga akan melepaskan putri dan istrimu.”
“Tapi---Olivia sudah mengancamku karena dia sudah membayar biaya pengobatan istriku.”
“Katakan berapa yang sudah dia bayarkan? Aku akan membayarkan untukmu tapi dengan satu syarat. Kau harus pergi jauh dari kota dan selamanya dan jangan pernah mengusik keluargaku lagi.”
“Seratus lima puluh juta.” jawabnya.
“Hanya seratus lima puluh juta?” tanya Verrel kaget. “Kau membuatku ingin tertawa Pak Saguna.”
“Apa anda mau tunai atau cek?” tanya Verrel lalu mengeluarkan cek dari sakunya lalu menuliskan sejumlah angka diatas kertas itu.
“Ini lima ratus juta. Aku lebihkan sebagai permintaan maaf karena sudah melibatkan putrimu. Anda bisa menggunakan uang itu untuk mengembalikan uang Olivia dan sisanya bisa dipakai untuk memulai hidup baru di tempat lain.” ujar Verrel seraya meletakkan cek itu diatas meja.
“Oke, deal!” Saguna mengulurkan tangan untuk mengambil cek tapi Verrel menahannya.
“Dengan satu syarat lagi.”
“Apa itu?”
“Semua yang terjadi diruangan ini, terbatas hanya pada dinding diruangan ini. Aku tidak ingin mendengar satu aktapun keluar dari mulut-mulut yang ada disini. Anda mengenal saya kan Pak Saguna? Tidak ada kata ampun dalam kamusku.” ancam Verrel dengan tatapan tajam.
“Jangan khawatir, saya pastikan semua mulut mereka dijahit dengan rapat,” janji Saguna mantap.
__ADS_1
“Bagus. Sekarang tunjukkan padaku dimana istri dan anakku.”