TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 271. PERTENGKARAN IBU & ANAK


__ADS_3

Kepulangan Verrel bersama Deandra dan Naomi disambut haru oleh semua anggota keluarga Ceyhan dan para pelayan yang menitikkan airmata bahagia.


“Sayang, apa kamu baik-baik saja?” tanya Yahya dan Viktor yang mengkhawatirkan cucunya itu.


“Aku baik saja Opa. Aku minta maaf karena sudah membuat semua orang cemas.”


“Sudah, jangan dipikirkan lagi yang penting kalian selamat dan kembali ke rumah.” ujar Viktor memeluk cucu kesayangannya.


‘Ah…..akhirnya kami berkumpul lagi dan semuanya berjalan lancar seperti yang ku harapkan. Satu persatu masalahnya akan selesai. Hanya karena pengacaunya dua-duanya perempuan membuatku mikir panjang untuk tidak terlalu kejam tapi Olivia malah berani membayar orang untuk menculik istri dan anakku. Kali ini aku bisa menyelamatkan mereka tapi tidak ada yang kedua kalinya. Aku harus menyelesaikan Olivia secepatnya.’ bisik hati Verrel.


...*********...


Bella marah dan kesal karena semua aset keluarganya telah disita dan dia tidak bisa kembali ke Singapura sedangkan ayahnya yang lari ke China pun tak diketahui keberadaannya dimana William Lee bersembunyi. Ibunya yang asli Indonesia terpaksa kembali tanpa memiliki apa-apa dan mengharapkan Olivia menerimanya. Tapi malang nasibnya, bahkan putrinya sendiri pun acuh padanya. Ibunya mengetahui jika Olivia menyuruh seseorang menculik istri dan anaknya, setelah tanpa sengaja dia membaca pesan di ponsel Olivia yang tertinggal dirumah.


Dengan langkah kesal Bella mendatangi rumah ibunya, rumah itu adalah peninggalan keluarga ibunya. Olivia tidak punya pilihan lain dengan terpaksa harus menumpang sementara dirumah ibunya karena Luke dan Verrel sedang mengejarnya dan dia tak mungkin kembali kerumahnya sendiri. Ibunya menyambut kedatangannya dengan berkacak pinggang.


Plaaak!


Ibunya melayangkan sebuah tamparan keras diwajah Olivia. “Dasar anak tidak berguna! Apa yang sudah kau lakukan pada keluarga Verrel hah?”


Olivia mengusap pipinya yang terasa panas. “Aku membenci mereka! Verrel memutuskan kontrak kerja dengan perusahaan papa sehingga papa kehilangan banyak uang! Verrel juga menghinaku!”


“Bodoh! Benar-benar bodoh! Kau telah menyandera istri dan anaknya! Kau pikir kau bisa lolos darinya Olivia? Sudah cukup kita tidak bisa tinggal di Singapura lagi, jangan gara-gara ulahmu kita pun terusir dari sini! Kita sudah tidak punya apa-apa lagi!”


“Ini semua salah papa yang ngak becus! Kalau papa tidak berbuat salah ngak mungkin perusahaan bisa bangkrut begitu saja! Mama juga sama saja, tahunya cuma mengeluh! Selama ini mama hanya numpang hidup dan menikmati harta papa! Harusnya mama itu mikir bagaimana mendapatkan semua kekayaan kita kembali!”

__ADS_1


Plaaakkk!


Tangan Celia kembali melayang ke pipi Olivia. “Berhenti bicara! Papamu lari membawa uang banyak tanpa mempedulikan kita! Kau itu harusnya memikirkan masa depanmu bukannya bikin ulah terus! Sia-sia aku mengirimmu ke luar negeri untuk sekolah tinggi-tinggi tapi kau sama sekali tidak berguna! Harusnya kau itu membangun karir bukannya senang-senang dan mengejar suami orang!”


“Loh, kenapa malah menyalahkan aku? Aku senang-senang itukan urusanku, mama ngak punya hak melarangku. Lagipula aku juga membantu perusahaan papa.”


“Membantu katamu? Kalau bukan karena ulahmu, Verrel tidak akan membatalkan kerjasama, Luke tidak akan mengincar keluarga kita! Dan lihatlah apa yang kau lakukan, ha? Kau menyuruh orang menyebar foto dan video mesummu dan menuduh Verrel sebagai pria yang menidurimu! Kau benar-benar tak tahu malu Olivia! Sampai-sampai kau menculik istri dan anaknya.”


“Memangnya kenapa? Itu urusanku bukan urusan mama! Kalau aku bisa memiliki Verrel maka aku bisa menikmati semua kekayaannya, iyakan?”


“Dasar perempuan ******! Kau membuat malu keluarga!” maki Celia kalap, “Masih untung mereka tidak membunuhmu! Jika aku jadi dia, sudah sejak awal kau kulenyapkan!”


“Mama kejam! Sampai hati mama menyebutku ******, aku ini anakmu sendiri!” pekik Olivia marah.


“Apalagi sebutan yang pantas untuk perempuan sepertimu ha? Pemuas nafsu dan perempuan penggoda! Dulu kau menggoda Luke dan membunuh calon istrinya! Sekarang kau mau mengulangi lagi perbuatan yang sama? Kau bukan anakku lagi Olivia! Aku muak melihatmu! Pergi kau dari sini dan jangan pernah datang lagi! Terserah kau mau tinggal dimana.”


“Huh! Kau pikir aku peduli papa mu masuk penjara? Apa dia ingat mama, he? Dia melarikan diri dengan membawa uang tanpa memberitahumnnnjkan mama. Dan kau juga membuat masalah, seenaknya kau minta aku menolongmu? Kalian berdua ayah dan anak tak punya malu!”


“Mama harus menolongku, apa mama pikir papa akan membiarkan dirinya masuk penjara sendirian? Luke punya bukti transaksi papa, mama juga menerima transferan dalam jumlah besar selama menikah dengan papa, iyakan?”


Olivia tersenyum puas membuat ibunya ketakutan bakal ikut terjerat kasus suaminya.


“Bagaimana mungkin mama terlibat! Mama hanya ibu rumah tangga!”


“Pikirkan saja sendiri! Kalau sampai aku terjerat hukum, aku pastikan akan menyeret mama bersamaku!” ancam Olivia pada ibunya. “Malam ini aku tidur disini, aku akan pergi kapanpun aku mau jangan pernah coba-coba mengusirku!”

__ADS_1


************                


Malam telah larut, sayup-sayup terdengar suara ribut diluar kamar. Bentakan dan makian silih berganti menyambar telinga hingga panas. Olivia yang baru saja hendak memejamkan mata akhirnya bangun kembali, dengan kesal dia pergi ke tempat asal suara. Niat hati pulang kerumah ibunya untuk bersembunyi dengan tenang justru disambut dengan kegaduhan.


“Pergilah dari sini! Jangan ganggu hidupku. Aku sudah tidak punya hubungan lagi dengan William Lee! Kami sudah banyak mengalami masalah, jangan ditambah lagi.”


“Tapi suamimu masih punya hutang dan kau harus membayarnya!”


“Apa? Aku tidak punya apa-apa! Cari saja suamiku ke China sana, minta padanya untuk membayar hutangnya, aku tidak ada urusan dengannya.” teriak Celia kalap.


“Kau tidak punya uang? Tapi kau masih punya sesuatu yang berharga bisa jadi jaminan, mungkin bisa dijadikan pembayaran, anggap saja aku sedang berbaik hati.” ujar pria itu pada Celia.


“Apa maksudmu?”


“Putrimu Olivia! Dia bisa jadi alat pembayaran, kalian tidak punya uang lagi bukan? Anggap saja kau membayarnya dengan putrimu itu!”


“Dasar biadab! Kami tidak ada hubungannya dengan William Lee! Pergi sana, jangan mengancam kami atau aku akan melaporkanmu!”


“Ha ha ha ha…..melaporkanku? Atas tuduhan apa? Apa kau punya bukti? Tapi aku punya bukti kuat suamimu berhutang padaku! Silahkan lapor!”


Pria itu menatap Celia sinis dan mencibir, “Rumah ini, bukankah ini milikmu? Rumah ini bisa dijadikan jaminan juga tapi aku lebih tertarik menjadikan putrimu seebagai jaminan!”


Olivia yang mendengar semuanya pun merasa marah! Dia marah pada ayahnya yang sudah membuat hidupnya kacau ditambah lagi dengan kedatangan seorang pria yang menagih hutang ayahnya. Dan kini dia malah menginginkan Olivia sebagai jaminan. “Apa-apaan ini? Seenaknya saja bicara!”


“Ha…..ini dia orang yang aku cari akhirnya datang juga.” ujar pria itu.

__ADS_1


“Apa maumu datang kesini bikin ribut malam-malam!” ujar Olivia sinis. Dia mengenali pria itu, dia pernah melihatnya sekali di kantor ayahnya.


__ADS_2