
Amran, marah….pria paruh baya itu sangat marah dan merasa semakin dipermalukan. Jika bayi itu lahir maka tidak ada lagi yang tersisa untuknya, semua kekayaan keluarga Ceyhan didalam negri dan luar negri sepenuhnya milik Verrel dan anaknya. “Licik juga anak sialan itu. Gerak cepat, istrinya langsung hamil.” gerutunya.
“Kurang ajar!” geram Andini. “Rico, lihat bagaimana mereka sudah persiapkan semua. Huh, pasti perempuan itu sengaja menjebak Verrel dengan kehamilannya.”
“Sialan! Sialan! Arggg…..” rasa sakit itu kian menghunjam dan menyesakkan dadanya. ‘Kau bahkan tak pernah mengijinkanku untuk menciummu, sekarang kau hamil? Kau biarkan kak Verrel menyentuhmu sebelum menikahimu?
Kejutan berikutnya malah lebih menghebohkan lagi. MC mengumumkan hadiah pernikahan yang sudah dipersiapkan Verrel untuk istrinya. Hadiah pernikahan untuk istri tercinta dan calon anaknya.
Sebuah mobil mewah bugati veyron bernilai dua ratus milyar rupiah dan sebuah villa mewah senilai satu trilyun rupiah sebagai hadiah untuk istri tercintanya. Sedangkan Tuan Yahya Magani Ceyhan memberikan tiga puluh persen saham perusahaan miliknya di luar negeri sebagai hadiah pernikahan untuk cucu menantunya.
Ayu juga tak ketinggalan, sebagai ungkapan bahagia dia memberikan hadiah berupa satu set perhiasan berlian senilai milyaran dan satu perusahaan miliknya yang berada di Indonesia. Kaget dan bahagia itulah yang dirasakan oleh Deandra. Sementara ada seorang wanita ynag duduk bersama putranya tak berhenti mengumpat dan marah melihat semua kemewahan itu.
Sementara, wartawan mulai menanyakan hadiah apa yang diberikan Amran pada putra pertamanya dan menantunya itu. “Tuan Amran. Hadiah apa yang sudah dipersiapkan untuk putra dan menantu anda?”
Sontak wajahnya memerah, marah dan malu. Ya, malam ini dia merasa sungguh dipermalukan. Dia tak menanggapi pertanyaan wartawan, yang pastinya menjadi bahan berita gosip diluar sana. Sial! Kenapa Ayu semakin kaya raya? Bertahun-tahun tidak bertemu, sekarang dia jadi pengusaha sukses, gumam Amran dalam hati.
“Huh….sialan! Enak betul hidup perempuan murahan itu, hadiah pernikahan sampai sebanyak itu. Aku tidak akan biarkan mereka bahagia diatas penderitaanku dan anakku. Akan kubalas kalian semua.” gumamnya dalam hati.
“Sayang, kamu kenapa?” tanya Verrel langsung merengkuh pinggang istrinya yang terlihat pucat.
“Aku sedikit pusing dan mual.”
“Mau kuantar ke toilet?”
“Kau disini saja menyambut tamu, biar mama yang antar istrimu,” sahut Ayu sambil memegang lengan Deandra dan menuntunnya ke kamar mandi. Pengawal mengikuti mereka dari belakang. Rico yang melihat Deandra pergi keluar dari ballroom, melangkah mengikuti. Dia melihat ada pengawal dan dua pelayan yang mengikuti dibelakang Deandra. ‘Duh, bagaimana aku bisa mendekatimu sayang.’
Rico bersembunyi dibalik pilar besar tak jauh dari toilet, agar pengawal deandra tak melihatnya. ‘Kak Verrel benar-benar mengawal ketat Deandra. Aku tahu kalau dia membelimu sayang, aku akan menyelamatkanmu. Kau akan kembali padaku.’ mengacak-acak rambutnya dan mengeram.
Kedua pengawal terlihat asyik berbincang dan tak menyadari Rico berjalan kearah toilet, bertepatan Deandra juga keluar, dengan cepat tangan Rico menarik Deandra hingga tubuh gadis itu menempel ketubuh Rico. Saking terkejutnya dia hendak teriak tapi mulutnya dibekap oleh tangan kekar Rico. Dua pelayan yang baru keluar dari toilet pun terkejut melihat majikannya dipeluk seorang pria.
__ADS_1
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Pukulan bertubi-tubi menghantam wajah dan tubuh Rico setelah sebuah tangan kekar menarik Deandra dari pelukan laki-laki itu.
“Brengsek! Kurang ajar kau! Berani-beraninya kau sentuh istriku!” teriak Verrel penuh kemarahan. Dua pengawal pun ikut memukul Rico. Untung Frans segera mengamankan area toilet itu. Tak seorangpun diijinkan masuk kesana.
“Arrggg….” erang kesakitan Rico, hidung dan bibirnya berdarah.
“HENTIKAN!” teriak Amran tiba-tiba sudah berdiri disana. Verrel dan kedua pengawal mendorong tubuh Rico terjatuh ke lantai. Amran langsung membantu putra kesayangannya itu berdiri.
“Kenapa kau pukuli dia?” bentaknya pad Verrel.
“Tanyakan saja pada putramu itu. Dia mencoba mengulangi sejarah masa lalu!”
“Jawab Rico!” kata Verrel yang sangat marah.
“Jangan bilang, kalau kekasih yang kau maksud itu adalah istri Verrel.” kata Amran pada Rico yang babak belur. “Ibu dan anak sama saja! Sama-sama perebut milik orang!” kata Verrel mencemooh dan merangkul deandra pergi dari sana. Kalimat itu menohok Amran dan Rico. Kenyataannya memang begitu. “Jangan pernah kau dekati istriku!”
Ia berhenti sebentar dan menoleh pada papanya, “Didik anak kesayanganmu itu dengan benar. Apakah dia akan selamanya jadi perebut milik orang?” kata Verrel dengan nada dingin dan terdengar sangat menohok Amran.
“Sayang, apa kau terluka?” tanya Verrel cemas meskipun hatinya panas melihat istrinya dipeluk Rico. Karena tadi dia sempat melihat istrinya terpaku dipelukan Rico dan laki-laki itu ingin menciumnya. Jika dia tidak datang tepat waktu, entah apa yang akan terjadi. Dia tahu betul sifat Rico yang brengsek, hanya saja Deandra belum tahu siapa Rico sebenarnya.
Verrel memang terkenal suka gonta ganti wanita setiap malam tapi dia tak pernah punya kasus yang memalukan. Berbeda dengan Rico yang doyan gonta ganti wanita, pesta di kelab malam dan beberapa kali terlibat kasus hukum karena pesta **** di hotel, belum lagi kasusnya yang dilaporkan menghamili anak dibawah umur.
“Verrel….” kata Deandra lirih.
__ADS_1
“Ya. Apa kau butuh sesuatu?”
“Hmmmm….apa kau baik-baik saja?” tanya Deandra memindai wajah tampan suaminya.
Verrel hanya mengangguk, karena dia memang sedang tidak baik-baik saja. Yahya berusaha tenang dan menahan emosi. Ini pesta pernikahan cucunya, dia akan melindungi cucu dan cucu mantunya. Pria berusia tujuh puluh tiga tahun itu tak ingin melihat kekacauan lagi dikeluarganya seperti beberapa tahun lalu.
“Katakan padaku jika kau lelah. Aku akan menghentikan tamu yang sudah berdiri disana.” bisiknya pada deandra. Alih-alih menunggu jawaban sang istri, Verrel langsung mencium bibir istrinya dengan mesra membuat semua orang terkesima. Momen itu pun tak dilewatkan oleh fotographer dan wartawan.
“Selamat Tuan Verrel. Hentikan ciumanmu itu, kasihan diriku yang masih jomblo ini,” canda dokter romeo yang berdiri disana ingin menyalami kedua pengantin yang sedang bermesraan itu.
Verrel tak mengindahkan ucapan romeo, dia lebih menikmati ciuman istrinya.
“Semoga anak anda nanti lebih mirip ibunya, sepertinya lebih cocok begitu. Tuan es batu, belajarlah tersenyum agar Nyonya Verrel tidak bosan dan lebih memilih melihatku tersenyum,” Verrel yang dari tadi tak menanggapi langsung terpancing emosinya mendengar kalimat terakhir dokter romeo.
“Cepat pergi dari sini. Atau kutarik semua sahamku dirumah sakit milikmu.” ucapnya penuh penekanan. Romeo tidak peduli dia malah terkekeh dan menghampiri pengantin wanita.
“Halo Nyonya. Senang melihatmu sehat dan bahagia. Semoga betah dengan suamimu yang menyebalkan itu. Kalau dia memarahimu, kau masih ingat alamat rumahku, bukan?” ucap Romeo dengan sengaja agar Verrel berubah.
“Terimakasih, dokter. Aku hapal koq jalan kerumahmu,” jawab Deandra yang langsung dipeluk Verrel dengan erat. Dia belum lupa kalau dulu Romeo pernah menolong Deandra dan membawanya kerumahnya.
“Astaga! Kenapa wajahmu seperti kepiting rebus, sayang?” kata Deandra.
“Kau sudah berani mengatai suamimu, Nyonya Verrel?” balas Verrel.
Melihat sikap suaminya yang posesif, Deandra menahan napas dan tetap tersenyum pada para tamu yang memberikan ucapan selamat. Dia baru menyadari betapa posesifnya suaminya itu.
Acara demi acara berjalan dengan lancar, tak ada satupun tamu undangan yang tahu jika tadi sempat ada kericuhan disana. Pengamanan yang ketat membuat semuanya teratasi dengan cepat. Pesta pernikahan pun usai tepat jam sepuluh malam. Deandra yang sedang hamil muda lebih banyak duduk, sesekali dia berdiri menyalami tamu dan berfoto bersama.
...**...
__ADS_1