TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 156.RINDU SENTUHAN VERREL


__ADS_3

Racauan tentang keinginan batin itu terus menggema memenuhi ruangan remang-remang yang dulu tak Deandra sukai.  Namun. Karena perasaannya yang kacau, ia tak merasa keberatan dan malah menyukai situas saat ini.  Sedangkan dibawah sana Verrel menyugar rambutnya kasar, ia frustasi menghadapi sikap istrinya yang selalu merajuk dan sulit dibujuk. “Kenapa aku harus lepas kendali pada istriku, hah!” Verrel mengerang kesal “Harusnya kau menahan diri Verrel. Tak seharusnya kau meneriakinya, pasti istriku sekarang marah sekali padaku.”


Tak ada pilihan lain selain menyusul wanita hamil itu ke kamar.  Jangan sampai hal ini diketahui oleh Viktor dan Yahya yang akan memberinya ceramah tanpa henti.  Saat ia membuka pintu kamar, hatinya mencelos melihat pundak istrinya yang bergetar akibat menangis.  Verrel mengambil posisi dibelakang tubuh sang istri.  Deandra tak terkejut, karena ia sudah hafal bagaimana tabiat suaminya itu. Dan tak sekalipun pria yang telah menikahinya itu mengabaikannya saat ia merajuk dan marah.


“Sayang. Maafkan aku ya.” Verrel berbisik pelan didekat telinga Deandra.  Tak seperti biasanya yang langsung meminta wanita itu berbalik, kali ini Verrel membiarkan saja istrinya dalam posisi mereka seperti itu.  Ada denyut kesakitan di hati Verrel mendengar Deandra menangis apalgi penyebabnya adalah karena Verrel.  Ingin sekali pria itu mengutuk mulutnya sendiri agar tak bicara dengan nada tinggi kepada sang istri.


“Aku tidak bermaksud apa-apa.  Aku hanya ingin kau istirahat agar tak letih, sayang. Kasihan baby kalau kau letih.” ucap Verrel membujuk istrinya yang selama hamil jadi gampang merajuk.


Deandra bergerak mengusap perut buncitnya seolah menyalurkan kasih sayang pada janin dalam kandungannya. Tangannya terus mengelys perutnya yang besar, tak lama lagi dia akan melahirkan penerus keluarga Ceyhan.


“Sayang, maukan memaafkan ku? Kau tahu jika sesuatu terjadi pada kalian, maka Opa tidak akan memaafkanku dan tak membiarkanku hidup, Opa pasti akan menjauhkan kita.”


Deandra masih tak bergeming dan terus terisak-isak. 


“Aku menyayangi kalian, sayang. Aku tidak mau itu terjadi, kalian adalah penyemangat hidupku.  Aku bertahan hidup karena kau dan baby. Tanpa kalian aku akan jatuh dan mati perlahan.”

__ADS_1


Mendengar kata “mati” yang keluar dari mulut Verrrel, tubuh Deandra menegang.  Ia masih ingat betul bagaimana ia kehilangan semangat hidupnya saat mengetahui pesawat suaminya yang meledak dan Verrel hilang tanpa jejak.


“Aku sudah pernah merasakan kehilangan kasih sayang seorang papa dan aku tak mau anak kita merasakan hal yang sama seperti yang kualami dulu.” ucap Verrel dengan lembut sambil mengusap rambut panjang istrinya. “Jangan menangis lagi, hm.” Verrel mengusap pipi tembem Deandra dengan ibu jarinya.


Saat wanita hamil itu masih tak mau berhenti menangis, Verrel mendekatkan bibirnya dan memberikan *******-******* hangat agar sang istri kembali tenang. Lama Verrel ******* bibir yang sudah jadi candunya itu hingga mendapat balasan dari Deandra.  Dan pada saat wanita itu semakin merapat untuk meminta lebih, ia memeluk tubuh istrinya erat. Namun Deandra justru mendorong tubuh Verrel agar menjauh. Tampak jelas raut kecewa diwajah cantik Deandra yang masih basah oleh airmata.  “Kenapa, sayang?” tanya Verrel yang tak peka dengan keadaan.  Pertanyaan itu justru meyulut amarah sang istri yang sempat ditahannya.


“Kenapa? Kau bertanya kenapa?” Deandra mengorong Verrel hingga pria itu hampir jatuh, namun Deandra tak peduli dan tak merasa bersalah.


“Kenapa kau mendorongku, sayang? Apa kau--” ucapannya terputus karena Deandra memukul dada bidang suaminya.


Mendengar racauan itu rahang Verrel mengeras, ia menahan tangan istrinya agar tak lagi bisa bergerak dan Deandra berhenti. “Kau jahat Verrel. Aku hanya merindukan sentuhanmu.” ucap Deandra meraung pilu.


‘Apa aku tadi tidak salah dengar? Wanita yang sedang menangis ini hanya menginginkan sentuhan? Sentuhan yang--’ Verrel meneguk ludahnya. Kenapa dia tidak bilang dari tadi kalau dia mau sentuhanku? Kalau cuma rindu sentuhanku sudah dari tadi kuberikan. Ah….wanita hamil memang sulit dipahami kemauannya, pikir Verrel. 


Akhirnya pria itu meraih istrinya kedalam pelukannya.  Tak ada lagi penolakan dari tadi Deandra namun tangisan Deandra cukup membuatnya tersayat.  Verrel memejamkan mata dan menghela napas dalam-dalam. “Sayang, kenapa tidak bilang dari tadi? Tak perlu menangis seperti ini. Kau tahu kalau aku akan memberikan appaun yang kau mau, hm?”

__ADS_1


Verrel kembali ******* bibir istrinya yang membalasnya, perlahan tangisan itupun berhenti saat pria itu perlahan melepaskan pakaian istrinya. “Kalau cuma rindu sentuhanku, kau tinggal bilang sayang. Secapek apapun aku pasti akan berikan padamu. Aku sangat mencintaimu, sayang.”


Dia membaringkan tubuh istrinya tanpa melepaskan bibirnya, Deandra mulai melenguh lirih merasakan sentuhan hangat suaminya yang selalu memuaskannya. Perlahan Verrel memenuhi keinginan istrinya yang mulai mendesah menyebut namanya.


“Verrel,” desahnya lirih.


“Ya, sayang. Katakan kalau kau menikmainya.”


Deandra sudah tak mampu berkata-kata, dia menikmati perlakukan suami tercintanya yang sejak dua hari ini tak peka jika dia merindukan penyatuan mereka. Tak ada suara hanya deru napas yang semakin lama semakin menggebu.  Atmosfer perasaan itu kini berubah dengan cepat menjadi lautan hasrat yang semakin memuncak untuk mendapatkan pelepasan. Rintihan dan ******* dari bibir ranum itu membuat hasrat Verrel melonjak, ia merespon setiap geliat Deandra.


Verrel tersenyum tanpa disadari oleh Deandra, tangannya meraba-raba dimana-mana. “Verrel...oh...” ******* Deandra diiringi dengan tubuhnya yang menggeliat membuat Verrel semakin cepat menghunjam, ia menambah kecepatan godaannya agar jeritan panjang wanita itu mengalun.  Dan benar saja, tak berselang lama ia menghunjam dengan intens saat Deandra mendapatkan pelepasannya.  Ledakan dasyat itu menghantam Deandra membuat tubuh wanita itu bergetar hebat.  Tak terkecuali Verrel ayng merasakan pijatan hangat didalam sana.


AH, rasanya masih saja sama, meskipun kini istrinya sedang hamil besar dan setiap kali mereka bercinta, tak pernah ada yang terasa berbeda. Senyum kepuasan tersungging, Verrel merasa bangga dan percaya diri melihat reaksi istrinya saat ini. Dia begitu mencintai istrinya dan tujuannya hanya menyenangkan hati istri yang suka merajuk itu.  Hanya gara-gara rindu sentuhan Verrel, ia bisa menangis meraung-raung seperti tadi. Verrel mencium bibir istrinya yang kini terlelap, mengusap keringat di dahi wanita cantik itu. “Verrel, jangan tinggalkan aku.” ucapnya lirih.  Verrel berbaring disamping istrinya dan memelu tubuh polos itu “Ssstt…..tidurlah. Aku takkan pernah meninggalkanmu, sayang. Sekarang istirahat ya.” ucapnya dengan lembut dan perlahan dia mendengar dengkuran lembut istrinya yang sudah pulas.


*Halo semuanya 👋👋....Terimakasih masih setia dengan novel ini. Mohon like, vote, komen dan sarannya ya biar author tambah semangat 🙏🙏😘😘

__ADS_1


Author doain semoga para pembaca dilimpahi kesehatan, rejeki, sukses dan bahagia 👍👍💕💕


__ADS_2