TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 123. CINTA AKAN SELALU MENANG


__ADS_3

“Sayang….berapa lama lagi anak kita lahir? Aku sudah tak sabar ingin memeluknya.” kata Verrel.


“Ehm….sekitar tiga bulanan lagi. Sabar ya, tidak lama lagi.” jawab Deandra memeluk suaminya.


“Aku akan menjadi seorang ayah. Aku tidak bisa membayangkan punya dua bayi mungil,” wajahnya berbinar membayangkan seperti apa wajah anaknya nanti.  Verrel mengeratkan pelukannya. Deandra menengadahkan wajah menatap suaminya.  Dia merenggut bibir Verrel yang selalu memujanya.


Verrel membalas ciuman istrinya dengan lembut. Dia sangat merindukan momen seperti itu, bibir yang sudah jadi candu baginya dilahapnya dengan liar.  Ciuman itu berubah makin panas dan menggairahkan membuat Deandra terbuai dan membuka mulutnya.  Verrel bertindak sesuka hati ******* bibir ranum istrinya. Karena kondisinya yang tak memungkinkan, Verrel pasrah untuk menahan karena aktivitas itu tidak akan berakhir dengan penyatuan seperti dulu.


Pria yang memiliki jam terbang tinggi itu, selalu mampu membuat istrinya mendapatkan kepuasan berkali-kali.


Wajah merona dengan rambut kusut dan tampilan yang berantakan adalah perbuatan Verrel untuk memenuhi kebutuhan batin istrinya.  Melihat senyum puas dibibir ranum istrinya membuat Verrel melupakan semuanya dan selalu mengingat bagaimana ******* yang keluar dari bibir istrinya. “Sudah puas?” tanya Verrrel sekedar basa-basi, Deandra masih terengah-engah setelah mendapatkan pelepasan berkali-kali.  Dia tak menjawab, malah membenamkan wajah kedada suaminya. “Terimakasih,” ucapnya lirih.  “Kau selalu memberikan apa yang kuinginkan.”


“Sudah pasti. Kau istriku dan ibu dari anak-anakku. Aku harus memenuhi semua keinginanmu.”


Deandra senang mendengar ucapan suaminya. Dia turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.  Tanpa melepaskan pandangannya, Verrel mengikuti langkah istrinya dengan tatapannya hingga pintu kamar mandi tertutup.


“Kau adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan dalam hidupku, sayang.” gumam Verrel dengan airmata yang menetes. Dia merasakan cinta dan kasih sayang Deandra padanya yang dengan sabar mengurusnya.  Dia semakin bersemangat ingin segera sembuh dan berjalan kembali.


...*...


Suara derit pintu terbuka, sesosok wanita yang membawa baskom kecil berisi air hangat dan sebuah handuk. “Ma.” kata Iva menyapa mertuanya.  Andini segera bangkit dan memberikan tempat pada sang menantu.


“Kau harus cepat sembuh Rico.  Kasihan Iva lelah mengurusmu, dia juga kurang tidur,” ucap Andini melembutkan suarany.


“Dia tak perlu merawatku.  Jika dia mau pergi dan tak mau tinggal bersamaku, dia bisa pergi kapanpun,” sahut Rico ketus.


“Rico! Kau--”


“Sudahlah Ma.  Iva tidak keberatan merawat Kak Rico.  Tolong mama mengerti, kak Rico butuh istirahat,” pinta Iva dengan tatapan memohon pada mertuanya.


Andini menggangguk demi menghargai menantu kesayangannya itu. “Untung saja Iva cinta mati sama Rico, kalau tidak dia pasti sudah pergi dan semua yang sudah didepan mata akan hilang begitu saja.’


Tanpa berniat untuk memperkeruh suasan, Andini memilih keluar dari sana dengan wajah memerah menahan emosi.  “Aku tidak bisa hanya berdiam diri.  Kalau Rico bertindak nekat lagi, maka semua rencana akan berantakan. Dia tidak boleh menyia-yiakan istrinya.  Kalau Iva bisa hamil maka semua akan menjadi lebih mudah lagi.”  Dengan sigap andini mengambil ponsel dari dalam tasnya dan menghubungi seseorang.  “Selidiki semua yang terjadi. Apakah sudah ada kabar tentang anak pertama suamiku? Laporkan segera padaku.”


"Baik, nyonya. Tapi jangan lupa transferannya."


"Huh! Belum kerja sudah minta uang."

__ADS_1


"Harus ada DP dulu nyonya baru bisa kerja."


"Iya...Iya...nanti saya transfer."


"Sip! Kami akan kerjakan setelah transferan masuk." kata lelaki itu langsung memutuskan sambungan telepon.


"Uang...uang...uang...takut banget tidak dibayar!" ketus Andini.


...*...


Viktor dan Yahya berada di kamar yang dihuni Verrel. Kini dia ditemani Deandra setiap malam. Hari ini jadwal terapinya terlihat dua orang dokter dan tiga orang perawat membantunya selama terapi.


"Kau harus semangat anak nakal biar cepat sembuh. Apa kau tidak kasihan melihat istrimu?"


"Iya, Opa. Aku ingin cepat sembuh agar bisa menghajar si brengsek itu!" ucap Verrel dengan nada dingin.


"Sebentar lagi dia akan meringkuk di penjara." kata Yahya penuh kebencian. Ada buahnya yang mengawasi rumah kediaman Amran melaporkan pada Yahya semua yang terjadi dirumah itu. Apalagi ada kamera tersembunyi yang sempat terpasang disana, memudahkan mereka mengawasi setiap kejadian didalam rumah.


"Tuan, fisioterapi akan kita mulai. Mungkin terasa sakit pada awalnya, jika tuan merasa tidak nyaman tolong beritahukan kami." kata Dokter menjelaskan. Verrel menjawab dengan anggukan.


"Kamu jangan kemana-mana."


"Istrimu tidak akan kemana-mana kalau kau sembuh. Tapi kalau kau masih nakal, biar istri dan anakmu dibawa Viktor ke Belanda." kata Yahya memancing Verrel.


"Tidak lagi, opa. Aku mencintai istriku."


"Bagus kalau begitu. Cepatlah sembuh, siapa yang akan jaga mereka nanti."


Terapi pertama pagi itu berlangsung selama tiga puluh menit. Beberapa kali Verrel meringis karena munculnya rasa sakit.


...*...


"Besok akan diadakan konferensi pers."


"Untuk apa Opa Viktor?" tanya Verrel dan Deandra serempak lalu saling melirik.


"Opa mau mengumumkan pada dunia bahwa kau adalah cucuku. Kau berhak untuk mendapatkan itu, nak." kata Viktor.

__ADS_1


"Ya. Kami berdua sudah mempersiapkan semuanya."


"Lalu bagaimana dengan suamiku?" tanya Deandra.


"Nah, itu dia yang ingin kami bicarakan denganmu. Besok bersikaplah seperti istri yang berduka, kalau perlu kau nangis. Biarkan semua orang berpikir bahwa Verrel masih hilang. Opa, mau lihat seperti apa reaksi para pemegang saham. Dengan cara ini kita bisa lihat siapa pengkhianat didalam perusahaan." kata Yahya menjelaskan.


"Opa, akan perkenalkanmu sebagai cucu sah. Dan juga sebagai pewaris opa."


"Ha? Pewaris opa?"


"Iya, sayang. Kamu cucu opa satu-satunya. Jadi semua milik opa akan jadi milikmu. Di konferensi pers besok pengacara opa akan menjelaskan semuanya."


'Jalan hidup memang penuh rahasia. Jika kemarin susah bisa dalam sekejap berubah kaya dan begitu juga sebaliknya.' Deandra benar-benar bersyukur atas hidupnya yang sekarang. Suaminya yang dulu kasar dan selalu menyakitinya kini berubah penyayang dan memujanya.


Apa yang terjadi jika besok aku semua orang akan tahu kalau aku adalah cucu opa viktor? Pengusaha Indonesia paling sukses di Eropa.


Siang itu, Viktor, Yahya dan Deandra pergi ke makam orangtuanya. Pengawalan ketat mengiringi perjalanan mereka. Sengaja mereka memakai kendaraan yang berbeda agar tak ada yang mengenali. Setelah mencari bertahun-tahun, kini Viktor menemukan putrinya yang hilang meski batu nisan saja. Tak mengurangi rasa haru dan bahagia, karena dia punya cucu yang mirip sekali dengan putrinya itu. Rasa rindupun terobati.


...*...


"Hei! Mau kemana kau?" tanya Rico kasar pada istrinya.


"Mau makan, kak. Iva belum makan seharian ini karena sibuk mengurusin kakak."


"Kalau kau keberatan mengurusku, kau boleh pergi! Siapa juga yang minta kau ada disini."


"Iva ijin kedapur ya kak. Tidak lama, iva langsung balik kesini lagi."


"Tidak kesini juga apa-apa. Aku jijik melihatmu. Kau jangan berharap lagi kusentuh, aku tidak minat! Aku hanya bisa disentuh oleh kekasihku. Kau paham! Kalau kau tak suka, silahkan angkat kaki." bentak Rico memandang istrinya penuh kebencian.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2