TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 217. PEMBALASAN


__ADS_3

Sudah dua hari sejak pernikahan ibunya, Verrel bekerja lebih sibuk dari biasa, masalah yang datang bertubi-tubi membuatnya harus lembur setiap hari dan hampir tidak punya waktu yang cukup untuk keluarganya.


Sementara Deandra hanya tinggal dirumah dan mengerjakan beberapa pekerjaan kantor yang ringan saja dari rumah. Sang ayah yang membantu Deandra menjalankan perusahaan miliknya selama dia cuti beberapa bulan hingga melahirkan nantinya. Rosa masih bekerja diperusahaan Deandra dan selalu melaporkan pekerjaan padanya.


Setelah pesta pernikahan, Ayu pindah ke rumah keluarga Sandjaya dan bersama suami barunya menjalani kehidupan baru mereka dan saat ini mereka sedang berlibur ke Eropa selama dua minggu bersama kedua anak tirinya.


Di kantor Ceyhan Group. Verrel yang sedang menunggu Jack yang ingin menyerahkan hasil kerja anak buahnya sudah kembali dari Singapura.  Pintu ruangan terbuka terlihat Frans masuk diikuti Jack dibelakangnya. Setelah keduanya duduk dihadapan Verrel, Jack menyerahkan dua flashdisc yang berisi data penting yang didapatkan anak buahnya setelah penyerangan di Singapura.


“Apakah kau sudah melihat isi flashdisk ini sebelum menyerahkannya padaku?” tanya Verrel.


“Sudah Tuan. Aku dan Frans sudah memeriksa isinya, semuanya sesuai dengan harapan Tuan.” jawab Jack. “Bahkan melebihi ekspektasi sebelumnya.”


“Bagus!” ujar Verrel singkat lalu dia mulai melihat isi flashdisk dan seringai muncul disudut bibirnya. “Aku kira musuhku kali ini jauh lebih lihai, ternyata dia sangat ceroboh.”


“Apa yang Tuan ingin aku lakukan padanya? Dia bukan tandingan Tuan, biarkan aku dan anak buahku yang membalasnya.” kata Jack penuh semangat, apalagi musuh bosnya itu sudah memanfaatkan Beni sepupunya.


“Kau tahu apa yang harus kau lakukan Jack! Lakukan seperti biasa, jangan sampai ada yang terlewatkan!” perintah Verrel. Lalu dia menatap Frans sambil memegang dagunya, “Segera akuisisi semua perusahaan dibawah SG Grup.”


“Apakah itu perlu dilakukan? Hanya dua anak perusahaannya yang bisa menguntungkan.” kata Frans.


“Di Asia memang hanya ada dua perusahaannya yang menguntungkan dan punya potensi besar. Tapi aku sudah memeriksa perusahaan SG Grup yang lainnya di luar negeri. Menurut papa mertuaku, perusahaan itu sedang menangani proyek besar di Amerika Utara dan Amerika Latin. Banyak yang tidak mengetahui karena pergerakan mereka rahasia dan proyek itu tidak mereka buat dengan menggunakan nama SG Grup.” kata Verrel menjelaskan.


“Kini aku mengerti. Ceyhan Grup akan mengakuisisi semua perusahaan SG Grup dan perusahaan yang masih berada dalam manajemen mereka.”


“Kali ini, aku tidak akan menggunakan nama Ceyhan Grup untuk mengakuisisi SG Grup.” kata Verrel lagi dengan tatapan tajam kearah monitor didepannya. Data-data yang terpampang disana menarik perhatiannya. Deretan nama perusahaan dan data proyek yang sedang berjalan beserta nilai investasi terpampang jelas disana.

__ADS_1


"Lalu perusahaan siapa yang akan kita pakai untuk mengakuisisi SG Group?" tanya Frans.


“Gunakan perusahaan istriku untuk mengakuisisi SG Grup. Semuanya harus atas nama istriku kelak, setelah kita mengakuisisi perusahaan itu aku akan menyerahkan semua proyek besar mereka pada William. Dia sudah menetap di Amerika dan akan memudahkan untuk penanganannya.” Verrel sudah menyusun rencana matang setiap membalas musuh-musuh yang menyerangnya.


Apalagi kali ini musuhnya bukanlah tandingannya jadi dia pikir dengan mengakuisisi perusahaan saingannya dengan menggunakan perusahaan milik Deandra akan membuat perusahaan istrinya semakin besar dan bernilai tinggi.


“Tuan, apakah ini caramu untuk membalas kebaikan Tuan Darma?” tanya Jack.


“Tepat sekali. Setelah apa yang dialaminya bertahun-tahun kini dia membantu mengurus perusahaan istriku. Dengan cara ini papa mertuaku akan mendapatkan kembali reputasi dan nama baiknya yang dulu telah dirusak. Jika perusahaan istriku semakin besar dan berkembang, semua orang akan memandang papa mertuaku dengan hormat sebagai pebisnis.”


"Satu lagi Jack. Pastikan keselamatan orang-orang kita yang berada di Singapura. Terutama orang yang aku tempatkan di perusahaan itu." kata Verrel.


“Baiklah. Kami sudah mengerti dan akan melaksanakannya.” kata Frans dan Jack. Setelah berbincang selama satu jam dimana Verrel menjelaskan semua rencananya pada kedua orang kepercayaannya, Frans dan Jack pun keluar dari ruangan itu untuk memulai aksi pembalasan.


Lalu Verrel pun menghubungi Darma untuk membicarakan rencananya dengan mertuanya itu, bagaimanapun dia akan membutuhkan bantuan Darma saat mengakuisisi perusahaan SG Grup.


"Pa, ini Verrel....semua sudah siap hanya menunggu kabar berikutnya."


"Kabari terus ya supaya papa segera bertindak. Jauhi dirimu dari masalah ini.Ingat Verrel! Keselamatan putriku dan cucuku adalah tanggung jawabmu. Kau tidak perlu menonjolkan diri."


"Aku mengerti, pa. Terimakasih sudah membantuku."


"Tidak masalah. Kita ini keluarga jadi harus ssling menjaga."


...***...

__ADS_1


Seorang pria dengan wajah yang panik dan gusar sedang berjalan mondar mandir sambil mengomel di unit apartemen mewah miliknya karena berulang kali dia mencoba menghubungi seseorang namun orang itu tidak  menjawab panggilan teleponya.


“Sial! Sial! Semuanya bisa hancur kalau begini. Kemana si brengsek sialan itu!”


Butiran keringat menetes di wajahnya meskipun pendingin ruangan sedang menyala. “Aarrggg…..benar-benar sial! Lebih baik aku mandi, kenapa cuaca hari ini panas sekali?” Laki-laki itupun bergegas masuk ke kamar mandi lalu berdiri dibawah shower dan membiarkan air yang dingin membasahi sekujur tubuhnya untuk menjernihkan pikiran.


Setengah jam kemudian pria itu sudah selesai membersihkan diri dan pikirannya lebih jernih. Ia masuk kedalam kamar untuk mengganti baju. Belum sampai tangannya meraih pakaiaan dilemari, ponselnya berdering kencang. Dengan cepat pria itu mengambil ponselnya dan menjawab telepon masuk yang sudah ia tunggu sejak tadi.


“Halo Olivia?”


“Ada apa kau menghubungiku dari tadi. Aku sudah bilang dari kemarin kalau hari ini aku sibuk!”


“Semua data penting perusahaanku sudah diambil orang. Orang-orangku banyak yang mati, sepertinya Verrel sudah mencurigai pergerakan yang dilakukan oleh anak buah kita.”


“Bagaimana bisa? Bukankah semua data penting tidak kau simpan di kantor utama?”


“Karena anak buah Verrel berhasil mendeteksi panggilan telepon terakhir dari anak buahmu. Dasar bodoh! Bagaimana bisa kau mempekerjakan orang bodoh seperti itu, ha!”


“Tenanglah! Kalau kau panik hanya akan membuatmu tambah kacau dan semua rencana kita akan berantakan! Aku sedang mengawasi perusahaan sekarang. Ada sesuatu yang sedang terjadi juga disini.”


“Apa kau bilang? Apa yang terjadi disana?”


“Beberapa proyek kita dihentikan tanpa alasan dan para pemegang saham marah besar dan berniat menarik sahamnya. Bukan itu saja, kita juga menerima banyak komplain tidak puas dari pelanggan dan mereka mengirimkan kembali barang yang sudah dibeli dan meminta pengembalian uang mereka.”


“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Aku tidak mau semua kerja kerasku hancur berantakan. Apa yang harus aku lakukan sekarang?”

__ADS_1


“Jalankan plan B bukankah hal ini sudah bisa kau prediksi sebelumnya? Ganti rugi yang harus kau tanggung pada konsumen sangat besar dan aku tidak mungkin meminta papaku membantumu dengan meminjamkan uang sebesar itu.”


__ADS_2