
Dikediaman Lee, sedang terjadi perdebatan sengit. Olivia sedang memarahi Celia, ibunya sendiri yang menasehatinya tentang semua kelakuannya selama ini. Pria yang menjebak Olivia mengirimkan video yang terjadi di hotel pada malam Olivia mabuk hingga dia dibawa ke villa diluar kota. Semua khayalan dan mimpinya hancur seketika saat wajah pria itu muncul di video yang asli. Ternyata pria itu bukan Verrel tetapi seorang bajingan yang dibayar oleh seorang pria untuk membius dan menidurinya.
Sedangkan video di villa memperlihatkan Olivia bersama beberapa orang pria berada didalam sebuah kamar sedang enak-enak hingga pagi hari saat dia tersadar. Pria yang menjadi dalang dibalik semua masalah yang menimpa Olivia dan keluarganya mengirimkan video tanpa wajah yang mengancam dan mengingatkan Olivia pada kejadian beberapa tahun lalu.
“Jadi perempuan rendahan itu belum mati? Dia masih hidup dan mengincarku selama ini? Dimana alamatnya biar aku beri pelajaran!”
“Jaga emosimu Olivia. Wanita itu sudah meninggal beberapa tahun lalu, dan kau yang membunuhnya! Sudah cukup selama ini kau menyalahkan dia, apa belum cukup kau memisahkannya dari pria yang mencintainya? Kau malah mengambil satu-satunya harta yang ia miliki? Mama tidak mengerti darimana kau dapatkan kekejaman itu Olivia!”
“Kau itu seperti manusia tanpa hati nurani! Kau membunuh wanita itu dan bayinya!”
“Bagaimana orang mati bisa membalaskan dendam?” ujar Olivia.
“Bukan wanita itu tapi pria itu yang membalaskan dendamnya bukan hanya padamu tapi juga pada keluarga kita! Apa kau terlalu sibuk dengan hayalanmu dan melupakan kenyataan?”
“Maksud mama?”
“Orang yang menjebakmu bukan pria yang bernama Verrel yang selalu kau sebut-sebut namanya! Tapi pria itu adalah Luke! Apa kau masih belum mengerti semua setelah kau melihat video itu? Kau sadar siapa pria yang menidurimu? Ya ampun Olivia! Apa yang sudah kau lakukan? Kau tidak tahu malu dan kejam!” teriak Celia.
Olivia menganga menerima kenyataan, tersadar bahwa dia sudah dipermainkan oleh seseorang. Bukan Verrel yang menidurinya di hotel dan villa tapi orang lain. Dalang dari semuanya adalah seseorang dari masa lalunya.
“Mama bilang aku kejam? Huh….apa ngak kebalik? Justru perempuan gatal itu yang telah berbuat kejam padaku. Dia menggoda Luke dengan tubuhnya sehingga Luke tega memutuskan pertunangan kami. Apa mama lupa kalau dia juga sedang mengandung anak Luke tapi dia lebih memilih wanita sundal itu!” pekik Olivia.
“Tidak sayang. Jangan memutarbalikkan cerita. Sejak awal Luke memang hanya mencintai Eva. Yang terjadi padamu adalah kesalahanmu sendiri. Kau membuat Luke mabuk sehingga dia mengira dirimu adalah Eva. Sadarlah nak. Akui saja kesalahanmu. Luke sekarang membalaskan dendamnya dengan menghancurkan keluarga kita.”
__ADS_1
“Tidak! Mama salah. Dari dulu mama memang tidak pernah menyayangiku. Mama selalu saja membela Eva dihadapanku, aku jadi ragu sebenarnya yang anak mama itu siapa? Aku atau Eva?” teriak Olivia.
“Wanita itu mengandung anak Luke dan aku tidak mau dia mengikat pria itu dengan bayinya. Dia tak pantas mendapatkan pria sebaik Luke! Aku menyingkirkannya untuk melepaskan Luke dari perempuan jahat itu! Seharusnya kalian semua berterimakasih padaku!”
“Jaga bicaramu Olivia! Aku adalah orang yang melahirkanmu. Tidak sepantasnya kau berkata seperti itu.” Celia tersulut emosi. Dia masih mengingat kejadian beberapa tahun lalu saat Olivia mencelakai Eva yang sedang mengandung sehingga merenggut nyawa wanita dan calon bayinya yang akan melangsungkan pernikahannya dengan Luke.
Sekian lama Luke berusaha mencari siapa dalang dibalik kematian calon istrinya hingga akhirnya dia mendapatkan bukti keterlibatan Olivia yang dulunya adalah mantan tunangannya. Luke pun mencari informasi tentang Olivia dan lika liku kehidupannya hingga hari dimana tanpa sengaja dia melihat Olivia keluar dari gedung kantor Ceyhan Group.
Sejak hari itu Luke membayar orang untuk mengikuti Olivia. Memanfaatkan ketertarikan Olivia pada Verrel membuat Luke mencari seorang pria yang berperawakan mirip dengan Verrel untuk menjebak Olivia.
“Sudahlah! Tidak ada gunanya berdebat dengan mama. Sekarang berikan alamat Luke padaku, mama pasti tahu kan?”
“Mama tidak punya alamatnya! Kau harus pikirkan keadaan keluarga kita sekarang akibat ulahmu! Perusahaan papamu hancur karena Luke! Kini dia mengambil semuanya, mengambil kembali apa yang dulu kau ambil darinya Olivia!” tanpa sadar Celia membentak anaknya. “Papamu bahkan melarikan diri dan meninggalkan mama! Kau dan papamu benar-benar kejam!”
Celia menundukkan wajah menangis tersedu-sedu. Suami dan anaknya yang punya sifat yang sama-sama keras kepala menghancurkan keluarga mereka sendiri dan meninggalkan Celia sendirian tanpa pegangan apapun. Wanita paruh baya itu memegang dadanya yang sakit.
***********
Luke memandangi bingkai foto seorang wanita cantik yang tersenyum. Wanita berwajah oriental yang cantik yang hampir menjadi istrinya itu telah lama pergi. Eva meninggal bersama bayi dalam kandungannya saat dalam perjalanan menuju gedung tempat mereka akan menikah.
Sejak pertemuan tak sengaja dengan Olivia di suatu sore, saat itu dia sedang mengendarai mobilnya melewati gedung kantor Ceyhan Group dan tak sengaja melihat Olivia dan Verrel yang saat itu sedang berjalan keluar.
Sudah lama dia mencari keberadaan wanita itu sejak dia mengetahui bahwa Olivia lah dalang dibalik kecelakaan yang menewaskan wanita yang sangat dicintainya. Olivia yang tinggal diluar negeri dan selalu menghabiskan waktunya dengan bersenang-senang dan berpindah negara membuatnya sulit dilacak keberadaannya.
__ADS_1
Tapi keberuntungan berpihak pada Luke hari itu. Keputusannya untuk datang ke Jakarta ternyata tepat! Sejak hari itu dia mulai merencanakan semuanya. Membalas kematian Eva dan menghancurkan keluarga William Lee.
Sekarang yang bisa Luke lakukan hanya secepatnya membalaskan dendamnya agar dia bisa hidup tenang. Dia berharap setelah semuanya berakhir dia masih ada kesempatan untuk hidup damai sebagai pria normal meskipun itu tidak mungkin terwujud dalam waktu dekat ini.
Dia baru akan bisa tenang setelah Olivia hancur, setiap malam-malamnya selalu dibayangi oleh wajah Eva. Seolah arwah wanita itu memintanya membalas orang yang membunuhnya.
Selama beberapa tahun setelah kematian Eva, pria itu masih belum menjalani hubungan dengan wanita lain. Sampai detik ini dihatinya satu-satunya wanita yang dicintainya hanya Eva. Untuk mengurangi bayang-bayang Eva, pria itu selalu menenggelamkan diri dalam pekerjaannya. Mencoba mengobati luka dan rasa sakit kehilangan calon istri dan anaknya.
**********
Padatnya jadwal dan kesibukan mengurus perusahaan membuat Verrel larut dalam pekerjaan setelah kembali dari Swiss. Sudah beberapa hari ini dia menjalani kehidupan dan aktifitasnya dengan tenang seolah orang-orang yang membuat masalah dengannya tiba-tiba hilang bak ditelan bumu. Belum ada pergerakan apapun baik dari Olivia maupun Stefanie dan musuh-musuhnya jadi dia bisa dengan tenang mengerjakan beberapa proyek barunya.
Bukan berarti Verrel tidak waspada pada sekelilingnya, dia tahu kapanpun para musuhnya bisa saja menyerangnya. Sore itu ada sebuah firasat yang tiba-tiba mengaduk-aduk perasaannya dengan kuat. Bayang-bayang wajah Deandra menari-nari dengan bebas dimatanya. Entah mengapa dia tiba-tiba sangat merindukan istri tercintanya. Dia meraih ponsel diatas meja dan hendak menelepon Deandra tapi----
Frans tiba-tiba masuk keruangannya dengan wajah tegang.
“Ada masalah, Tuan.” lapornya.
“Masalah apa?” tanya Verrel.
“I—itu….tentang Nyonya. Dia dan Naomi menghilang!”
“Apa? Menghilang? Apa maksudmu? Kapan?” tanya Verrel panik.
__ADS_1
“Informasi dari pengawalnya mengatakan tadi Nyonya dan Baby N pergi kerumah sakit untuk periksa luka bekas operasinya karena hari ini jadwalnya sekalian membawa si kembar untuk imunisasi. Setelah selesai jumpa dokter mereka mau pulang tapi Nyonya mendadak mau ke toilet karena sakit perut.