
Hot News di tanah air kembali dihebohkan dengan foto kemesraan sang CEO dan istrinya yang sedang berbulan madu. Verrel yang sengaja meminta Frans untuk melakukan itu semua, tersenyum puas.
Apalagi foto dan video yang diunggah di akun sosmed sang istri mendadak viral dan dishare jutaan orang. ‘Salahkah aku jika ingin membalas dendam? Dengan cara ini mereka akan merasakan sakit yang menyiksa secara perlahan, pikirnya.
Pasalnya di video itu terlihat Deandra yang nempel terus dengan suaminya. Dan sikap romantis Verrel yang baru kali ini dilihat orang lain, sontak membuat para wanita haredang. Ternyata sang CEO kejam dan sadis itu sangat romantis pada istrinya.
Verrel memberikan kejutan romantis pada Deandra di atas yacht yang membawa mereka mengelilingi selat Bosphorus. Drama cinta di selat Bosphorus, Keduanya berdiri sambil berpelukan di anjungan yacht, memandang birunya air.
“Seni seviyorum, kocam (Aku mencintaimu suamiku).” kata Deandra mengecup bibir pria yang menatapnya insten. “Tetaplah disisiku, sayang,” ujar Verrel. Ikrar cinta yang terucap ditengah selat Bosphorus.
Deandra mengenakan baju terusan berwarna putih dan jaket tebal warna senada. Sepatu bot warna hitam membuatnya terlihat sangat cantik seperti dewi Aphrodite dari Yunani. Verrel terkesima melihat istrinya yang semakin cantik karena bawaan si jabang bayi, tak melepas tatapan matanya dari wajah deandra.
...**...
“Papa! Coba lihat ini. Anak sialan itu memanjakan istrinya. Lihat, Pa.” kata Andini menyodorkan ponselnya pada suami.
“Memangnya dia buat apalagi?”
“Keterlaluan, menghamburkan uang segitu banyak untuk perempuan itu. Lihat video ini, Pa. Pamer kemesraan, pasti sengaja biar viral. Huh!” Andini yang emosi melihat foto-foto dan video yang diunggah Frans ke media membuatnya semakin membenci anak pertama suaminya itu. ‘Dia enak-enakan sama istrinya, hidupnya mewah sementara putraku hidupnya menderita.’
“Pas pesta pernikahan saja dia memberi hadiah mewah pada istrinya, eh, sekarang dia membelikan banyak perhiasan lagi buat perempuan itu.”
“Ehmmm....” hanya itu yang keluar dari mulut Amran. ‘Mau bilang apalagi, toh semua kekayaan keluarga Ceyhan ada ditangan Verrel. Dan kedudukan perempuan itu setara dengan Verrel karena dia istrinya, gumamnya.’
“Kenapa jawabnya cuma begitu, pa?” tanya Andini kesal karena tatapan suaminya fokus pada ponsel ditangannya. Amran sedang membaca artikel tentang Ayu Prastita, wanita pengusaha sukses dan kaya raya. Andini yang melihat dilayar ponsel suaminya terpampang foto seorang wanita yang dibencinya langsung merampas ponsel itu. “Sıni.”
“Jadi papa tidak fokus bicara sama mama karena ini?”
“Bukan begitu. Papa cuma lagi baca artikel terbaru soal kesuksesan Ayu,” ucapnya.
“Ehmmm.....memangnya sekaya apa istri pertamamu itu sekarang?”
“Kekayaannya berlipat-lipat. Sepertinya setelah dia sembuh, dia fokus membangun perusahaan peninggalan orangtuanya.” kata Amran menjelaskan. Hal itu membuat Andini menyeringai licik.
“Pa, boleh mama tanya sesuatu?”
“Iya,”
“Apakah papa pernah punya niat mau kembali pada Ayu?”
“Kenapa bertanya seperti itu?”
“Begini. Papa tidak dapat warisan dari keluarga Ceyhan. Bagaimana kalau papa pura-pura rujuk sama Ayu. Dengan begitu papa bisa kuras hartanya Ayu pelan-pelan.” saran Andini yang licik dan mata duitan. Kedua tangannya melingkar di leher suaminya, seperti biasa berakting manja merayu Amran. Tak ada jawaban dari suaminya, pria itu terdiam.
"Bagaimana, Pa?"
__ADS_1
“Mama cuma memikirkan masa depan Rico. Kalau ada apa-apa dengan kita, bagaimana dengan Rico? Dia tidak punya kekayaan seperti Verrel. Harta papa juga tidak seberapa.”
Setelah diam cukup lama akhirnya Amran menatap istrinya dan tersenyum. 'Ide bagus. Sekalian aku bisa dekat sama Ayu. Dia makin cantik sekarang, gumamnya dalam hati.
“Benar juga. Tapi apa mama tidak cemburu? Kemarin di pesta saja mama sudah marah.”
“Cemburu. Tapi demi masa depan Rico, mama akan lakukan apapun.” Kalau sekali mendayung dua tiga pulau terlewati. Menghancurkan Ayu sekalian menguras hartanya. Kali ini harus kupastikan kalau dia bakal mati.
“Nanti papa pikirkan. Sepertinya Ayu masih mencintai papa,” ucapnya tersenyum. “Sayang, kamu memang istri terbaik dan pintar!”
“Ada lagi, Pa. Ini soal perjodohan Rico dan Iva putrinya Pak Baratha. Kemarin mama ketemu Iva dan mamanya. Mama sempat singgung soal perjodohan anak kita. Kalau Rico menikahi Iva, pasti Pak Baratha menyerahkan perusahaannya pada Rico. Dengan begitu, masa depan Rico lebih terjamin, akan mudah menghancurkan Verrel.”
“Soal perjodohan, papa setuju. Biar Rico bisa melupakan perempuan itu. Lihat Rico sekarang kacau kerjanya mabuk tiap hari.” kata Amran yang merasa kasihan pada putra kesayangannya itu. ‘Bagus juga kalau aku dekat sama Ayu. Sekalian aku bisa cari tahu tentang menantunya itu.’
...**...
Verrel sedang bertemu dengan rekan bisnisnya disalah satu restoran yang berada di selat Bosphorus. Sementara Deandra dan kedua pelayannya, dan empat orang pengawal mengawasinya. Mereka berjalan-jalan menyusuri tepian selat Bosphorus sembari menikmati semilir angin. Udara kota Istanbul hari ini dingin karena bulan Oktober memasuki musim gugur (Autumn). Jam sudah menunjukkan pukul tiga siang.
“Ahhhh....” teriak Deandra kencang mengangetkan kedua pelayannya. Dia jatuh terduduk kesakitan, karena tiba-tiba ada seseorang berpakaian olahraga menabraknya. Setelah menabraknya orang itu langsung pergi.
“Nyonya!” teriak Tami dan Alya serempak dan terlihat ketakutan. Dua orang pengawal langsung mengejar orang yang menabrak sang nyonya besar.
“Perutku. Sakit sekali” rintih Deandra
“Kita kerumah sakit saja, nyonya. Biar saya hubungi Tuan Besar.” kata seorang pengawal. Verrel yang tak mendengar ada panggilan masuk karena ponselnya di silent pun tak menjawab. Akhirnya Deandra dibawa ke rumah sakit terdekat.
...**...
“Halo, bos. Tidak berhasil!” kata seorang pria yang sedang menelepon bos nya.
“BODOH! Mengurus satu perempuan saja kau tidak bisa!”
“Maaf, bos. Waktu saya mau mencelakai wanita itu, bodyguardnya langsung datang. Untung saya bisa lolos. Tapi saya sempat lihat wanita itu terjatuh dan menjerit kesakitan setelah saya dorong.”
“Saya tidak mau tahu! Kau selesaikan tugasmu! Kalau perlu bunuh wanita itu dan bayinya!”
“Ta---tapi, bos.” jawab pria yang tadi mendorong deandra.
“Kau sudah kubayar. Lakukan tugasmu,” kata orang itu memutuskan pembicaraan.
Tampak seorang wanita berwajah kusut, mengumpat kesal dan melemparkan barang-barang disekelilingnya. “Sial! Sial! Kenapa kau selalu bernasib baik.”
“Kebetulan kau ada dinegara ini. Sangat kebetulan, akhirnya aku bisa melihat wajahmu.”
__ADS_1
Sementara pria tadi juga bersungut-sungut sendiri “Cantik sekali wanita tadi. Ada masalah apa si bos dengannya? Hampir saja aku tertangkap.”
“Dia pakai pengawal berarti wanita itu bukan orang sembarangan. Siapa dia?” tanyanya.
...**...
Selesai meeting, Verrel panik setelah dapat kabar dari pengawal istrinya. Dengan tergesa-gesa dia menuju rumah sakit. Saat masuk keruangan, dia melihat deandra sedang berbincang dengan seorang dokter wanita.
“Maaf, dokter. Bagaimana keadaan istri saya,” tanya Verrel cemas.
“Istri anda baik. Hanya syok saja. Sudah saya berikan obat juga. Sekarang sudah bisa pulang.” kata dokter itu.
“Terimakasih dokter.”
“Isss....kenapa lama datangnya? Tadi ada yang mendorongku.” kata Deandra kesal.
“Iya, aku sudah perintahkan untuk mencari orang itu.” kata Verrel membelai perut istrinya.
“Maafkan aku. Harusnya aku di hotel saja menunggumu,” suaranya lirih. Tadi dia ketakutan kalau sampai terjadi sesuatu karena perutnya sakit sekali.
“Sssstt......sudah jangan sedih. Kau dan anakku baik-baik saja,”
Verrel langsung menggendong Deandra ala bridal dan pulang ke hotel.
...*...
"Frans, bagaimana perkembangan disana?" tanya Verrel yang sedang video call dengan asistennya itu.
"Masih aman, Tuan. Belum ada tanda-tanda pergerakan dari mereka. Apa semua baik-baik saja disana Tuan?" melihat raut wajah bosnya dia tahu ada sesuatu.
"Tadi istriku jatuh."
"Bagaimana keadaan Nyonya?"
"Dia baik-baik saja. Sepertinya ada yang sengaja ingin mencelakainya."
"Saya akan perintahkan orang-orang kita disana untuk mencari tahu, Tuan."
*Hai gaess ini visual Deandra Ailsie dengan style pakaiannya dikawal sama bodyguard
*Nah, ini gaya casualnya Verrel Aditya Ceyhan. Gimana, keren kan?
__ADS_1