TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 224. NAOMI MENGGIGIT OLIVIA


__ADS_3

“Kirimkan juga rekamannya ke emailku. Aku ingin lihat siapa orang-orang itu. Simpan baik-baik rekaman CCTV itu, kirimkan juga pada Jack agar dia bisa mulai melacak orang-orang itu.”


“Baik, segera saya laksanakan. Kalau tidak ada hal lain, saya permisi.” ujar Frans pergi keluar ruangan dan segera mengirimkan rekaman CCTV ke email Verrel.


Tak lama Verrel menerima rekaman cctv di emailnya. Dia pun membuka link itu dan memperhatikan isi rekaman cctv. Didalam rekaman terlihat seorang wanita bertubuh langsing dan tinggi bersama beberapa pria mendatangi apartemen Wisnu. Tapi wajah mereka tidak terlihat jelas, sepertinya mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.


Wanita itu membelakangi cctv dan memakai masker serta kacamata hitam. Tapi dilihat dari penampilannya bisa dikatakan jika wanita itu berasal dari kalangan atas. Sementara semua pria itu memakai topi dan masker sehingga sulit melihat wajah asli mereka.


Verrel tidak kehabisan akal, dia segera menghubungi Bayu yang kini bekerja di tim IT untuk memeriksa rekaman cctv itu. Mengingat Bayu adalah seorang hacker yang handal tidak akan sulit baginya untuk menyelidiki rekaman cctv itu.


***


Cuaca hari ini cukup agak sedikit panas tetapi angin kencang bertiup, itu adalah hari yang menyenangkan untuk jalan-jalan. Deandra mengerutkan bibirnya didepan cermin sebelum memakai lipstik.


Naomi yang duduk disamping Deandra memperhatikan gerak gerik ibunya, merasa tertarik dengan apa yang dilakukan ibunya dia pun menunjuk kearah ibunya, “Mama….lipstik. Naomi mau mau lipstik.” ucapnya dengan suara mungil yang cadel khas anak-anak.


Deandra tersenyum dan membawa Naomi ke pangkuannya, dengan penuh sabar dia berkata, “Ini lipbalm supaya bibir tidak pecah.”


Naomi setengah mengerti dan menggangukkan kepala. “Naomi mau ipbam.”


Deandra mengeluarkan lipbalm untuk anak-anak dan mengoleskannya dengan lembut pada bibir Naomi. Lalu dia menganyam rambut Naomi menjadi kepang kecil. Ada beberapa pita yang menjuntai dari rambut naomi sehingga terlihat sangat lucu.


Saat Deandra ingin menggendong Naomi, bocah cilik itu merosot dari pangkuan ibunya lalu berdiri sambil menggoyangkan tubuh. “Naomi cantik…..mama cantik…...nathan cantik….”


Deandra dan babysitter tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Naomi yang baru bisa bicara dan kosa katanya masih sedikit.


“Nathan ganteng bukan cantik, sayang.” ucap Deamdra mencubit gemas pipi putrinya yang tembem dan menggemaskan.


“Uhhh...atit mama.” Naomi mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Deandra merasa geli melihat tingkah putrinya yang lucu, Naomi yang ceria sangat berbeda dengan Nathan yang pendiam dan lebih terlihat sama seperti Verrel. Nathan tidak banyak bicara, sikapnya dingin dan tatapannya tajam. Nathan adalah Verrel versi kecil, malah Nathan terlihat lebih galak dibandingkan Verrel.


Pintu kamar terbuka, Nathan bersama babysitternya masuk.  Nathan menatap tajam Naomi yang bertingkah centil sambil menari-nari. “Nathan, Naomi ayo kita jalan-jalan ke taman.”


“Ayo”


Kedua anak itu digendong pengasuhnya berjalan keluar rumah. Yuna yang melihat mereka keluar dari pintu utama langsung berlari menyusul.”Nyonya! Nyonya dan anak-anak mau kemana?”


“Oh Bibi Yuna. Aku hanya membawa anak-anak berjalan-jalan disekitar sini. Aku bosan dirumah terus.”


“Baiklah. Hati-hati nyonya.” ujar Yuna lalu memberikan perintah pada babysitter dan pengawal untuk mengikuti mereka.


“Nyonya ingin pergi kemana hari ini?” tanya Zizi. “Lebih baik kita naik mobil saja supaya nyonya tidak capek.”


Deandra menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. “Tidak perlu. Mari kita lihat kemana kedua anak itu ingin pergi. Lagipula aku tidak punya tempat khusus yang ingin aku kunjungi.” tatapannya mengarah pada kedua anaknya yang berjalan tertatih ditemani babysitternya.


Nathan sangat pintar, dia mengerti kata-kata ibunya lalu berkata, “Es krim...es krim.” Saat Naomi mendengar ucapan Nathan, dia pun langsung ingin makan es krim juga. Akhirnya Deandra memutuskan memanggil supir dan mengantar mereka ke mal terdekat. Saat tiba di mal, rombongan itu berjalan perlahan menuju cafe yang menjual es krim.


Dikantor sesaat Verrel menerima notifikasi dan melihat foto serta video kiriman pengawal langsung tersenyum. Dia bergegas merapikan semua dokumen dimeja kerjanya dan menyusul ke mall.


Saat Verrel tiba di cafe, dia melihat wajah kedua anaknya yang belepotan es krim sementara Deandra lahap memakan es krim.  “Apa es krimnya enak sekali ya?”


“Ah…..suamiku kenapa kau datang kesini? Apa kau tidak sibuk dikantor?”


“Mana mungkin aku melewatkan waktu bersama kalian. Lagian aku sedang tidak sibuk.”


Verrel duduk disebelah Naomi, tiba-tiba Naomi menarik lengan baju ayahnya dan saat Verrel menoleh Naomi mengoleskan es krim diwajahnya.


"Ha....ha...ha...ha...."

__ADS_1


Naomi juga mengoleskan es krim ke pakaian Verrel lalu tertawa. Verrel yang merasa gemas melihat tingkah putrinya langsung mencubit pipi tembem Naomi.


“Bersihkan mereka dan tukar pakaiannya.” Ucap Verrel pada pengasuh. “Kalian ikuti mereka dan jangan lengah.” lanjut Verrel pada dua pengawal pria. Dua pengasuh dan dua pengawal membawa Naomi dan Nathan pergi ke toilet. Sementara Zizi dan Kim serta dua pengawal lainnya duduk dimeja yang tak jauh dari mereka.


“Jangan terlalu banyak makan es krim, kau harus jaga calon anak kita baik-baik.”


“Aaaaa…...cobalah ini enak sekali.” Deandra mengacuhkan ucapan Verrel malah menyuapinya.


Zizi menatap pasangan suami istri itu tak berkedip, baginya ini adalah pemandangan yang tak lazim dilihatnya dari seorang Verrel.  Dari arah pintu masuk cafe, seorang wanita cantik diikuti pengawal dibelakangnya memasuki cafe. Tatapannya terpaku saat melihat kearah meja Verrel yang sedang menikmati suapan istrinya.


“Hei Verrel! Tak disangka kita bertemu lagi disini.” ucap Olivia. “Halo Nyonya, bertemu lagi.”


“Hemm…..” Verrel hanya menganggukkan kepala, sementara Deandra hanya tersenyum.


Tiba-tiba suara tawa anak kecil memecah kecanggungan dimeja itu. Olivia melihat dua anak yang tampan dan cantik, dia bisa mengenali mereka pasti anak-anak Verrel.


Verrel mengambil Naomi dan Nathan lalu memangku kedua anaknya. “Mereka pasti anak-anakmu ya? Tampan dan cantik, mereka lucu sekali.” ujar Olivia mengulurkan tangan hendak menyentuh pipi Naomi tapi sial sebelum tangannya menyentuh pipi Naomi malah menggigit tangan Olivia.


“Aahhhhh...” jerit Olivia terkejut. Meskipun Naomi baru memiliki dua gigi tapi gigitannya sangat kuat sehingga membuat Olivia kesakitan.


“Maaf putriku tidak sengaja. Dia tidak terlalu akrab dengan orang asing.” ujar Verrel dingin.


“Nona Olivia. Biarkan pelayanku mengobati tanganmu.” tambah Deandra tak enak hati. Sementara para pengasuh menahan tawa melihat ulah Naomi, ini pertama kalinya Naomi menggigit seseorang. Mungkin gadis kecil itu tidak menyukai Olivia sehingga menggigitnya.


*Author bagiin nih visual dua pengawal cantik yaitu Kim dan Zizi


Visualnya KIM....gimana menurut kalian?


__ADS_1


Kalau yang dibawah ini visual Zizi....



__ADS_2