
Pagi itu sebuah mobil polisi berhenti didepan rumah mewah milik Amran. Empat orang anggota polisi memasuki rumah setelah petugas keamanan membukakan gerbang.
“Selamat pagi, bapak, ibu.”
Kedatanga polisi kerumahnya membuat Amran dan Andini syok. ‘Ada apa lagi ini? Kenapa pagi-pagi polisi datang kesini? Pikir mereka dalam hati masing-maing.
“Selamat pagi,” sahut Amran. “Ada keperluan apa bapak-bapak ini datang kerumah saya?”
“Kami mendapat perintah penangkapan saudara Rico Davion. Ini surat perintah penangkapannya pak. Silahkan bapak dan ibu baca. Mohon kerjasamanya.”
“Memangnya anak saya salah apa? Dia sudah menikah dan tidak pernah lagi buat keonaran diluar sana,” kata Andini membela anak kesayangannya.
“Tuan Rico ditangkap atas tuduhan percobaan pemerkosaan pada Nyonya Verrel.”
“APA?” teriak keduanya terkejut.
“Tidak mungkin! Itu fitnah. Mana mungkin dia mau memperkosa kakak iparnya sendiri.”
“Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan bapak dan ibu langsung ke kantor polisi. Kami hanya menjalankan perintah. Maaf,” ucapnya sambil memberi isyarat pada anak buahnya untuk mencari keberadaan Rico dirumah itu.
Andini yang panik menarik lengan polisi-polisi itu bergantian agar berhenti. Dia tak rela jika anaknya difitnah apalagi akan dijebloskan dalam penjara. “Papa, tolong tahan mereka. Jangan biarkan mereka membawa Rico, Pa!” teriaknya meraung-raung.
Sementara Rico dan Iva yang sedang berada dalam kamar tidak mengetahui kejadian diluar. Tiba-tiba pintu kamar itu didobrak keras dan nampak empat orang anggota polisi memasuki kamarnya.
Rico dan Iva sama-sama terkejut melihat kedatangan polisi. “Tangkap dia!” teriak pria yang memimpin penangkapan Rico. Pria yang sedang berbaring saat polisi measuki kamar pun terkejut lalu berusaha lari menuju pintu balkon.
Namun dia langsung ditangkap oleh dua orang polisi. “Saudara Rico, anda ditangkap atas tuduhan percobaan pemerkosaan atas Nyonya Deandr.”
__ADS_1
“Tidak benar! Itu bohong, mereka memfitnahku! Saya punya hak untuk bicara dan menjelaskan cerita sebenarnya.”
“Anda bisa jelaskan nanti di kantor,” jawab polisi bertubuh tinggi dan besar.Pri itu menatap Rico sini dan jijik. Dulu dia juga pernah menangkap Rico atas tuduhan mencabuli gadis dibawah umur. Kasus yang mencoreng namakeluarga Ceyhan waktu itu, hingga Yahya terpaksa turun tangan memberikan pernyataan bahwa Rico adalah bukan cucunya. Dari dulupun Yahya tak pernah mengakui Rico karena dia merasa jika Rico bukan cucunya. Apalgi Rico selalu saja membuat banyak kesalahan dan berbuat seenaknya diluar sana.
“Lepaskan saya! Kalian tidak bisa menangkap saya seenaknya.” namun teriakan rico tak mendapat tanggapan dari para polisi.
Rico digiring masuk kedalam mobil polisi diiringi dengan raungan dan tangis Andini. Iva pun merasakan kesedihan melihat suami yang ida cintai akan menginap di penjara. Iva mendekati mama mertuanya dan berusaha menenangkannya. “Ma, sabar ya. Kak Rico pasti baik-baik saja.”
“Apanya yang baik Iva? Kau lihat mereka membawa suamimu,”
Iva tidak tahu harus berkata apa, disatu sisi dia merasa senang jika Rico ditangkap mungkin dengan cara itu dia baru bisa berubah namun hatinya juga sakit. Apa yang akan dikatakannya pada kedua orangtuanya nanti.
“Papa, lakukan sesuatu. Tolong anak kita, pa. Jangan biarkan dia dipenjara,’ kata andini yang terus menangis. “Mereka pasti sengaja memfitnah Rico untuk balas dendam”
“Mama tenangkan diri. Papa akan menyusul Rico ke kantor polisi sekarang,’ucap Amram yang merasakan bibirnya terasa kelu. Dia meraih kunci mobil dari atas meja, lalu masuk kemobilnya lala mengemudikan mobilnya ?
...*...
“Bagus. Berikan semua bukti-bukti yang ada pada polisi. Jangan lupa hubungi orang-orang kita untuk terus mengawasi mereka.”
“Baiklah,Tuan. Perintah saya laksanakan.”
...*...
Berita penangkapan Rico Davion pun tersebar dengan cepat. Para pengejar berita memenuhi halaman kantor polisi ingin mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut. Medsos dan media eletronik pun tak kalah hebohnya membahas kasus penangkapan Rico, putra bungsu Amran Ceyhan. Kasus itupun menyeret nama keluarga Baratha dan Ceyhan.
*Tvisland : Rico Davion Ceyhan yang merupakan Putra bungsu dari Tuan Amran Ceyhan dikabarkan ditangkap polisi atas tuduhan pemerkosaan. Saat ini beliau sudah dibawa ke kantor polisi pusat untuk dimintai keterangan.
__ADS_1
*Breaking News: Tidak disangka, putra bungsu Amran Ceyhan kembali terlibat kasus. Menurut kabar yang beredar pria bernama Rico Davion sudah ditangkap dirumahnya pagi tadi, atas tuduhan percobaan pemerkosaan.
Banyak komentar negatif yang dilemparkan para netizen pada Rico, mengingat reputasinya dimasa lalu juga buruk.
*JambeGomak : dikirain bakal tobat setelah nikah, ternyata makin parah. Laki macam itu buang aja jadi santapan buaya. Kalau sudah bejat ya tetap bejat!
#Wargamilenunu! : Bajingan tengik! Masa perempuan hamil mau diperkosa, dasar sinting!
#Nnulalit : mampos kau Rico, dulu kau perkosa gadis bawah umur, sekarang anak siapa lagi yang kau rusak? Bajingan kau! Penjahat kelamin macam kau harus dihukum berat.
#EmakEmakRempong : Syukurin lo masuk bui! Biar lo mampus dipenjara sampe mati. Laki gak punya otak, sudah punya istri tapi bejat. Amit-amit punya laki macam dia. Menjijikkan!!!
#RV2001 : Eh….itu si Rico Davion ketangkep? Dia kan anak pelakor ya? Emaknya aja pelakor pantas anaknya juga bejat kayak emaknya. Sebelas duabelas. Emaknya gak sekalian masuk bui ya. Cuihhh….emak sama anak bejat!!!
Begitulah sebagian sindiran-sindiran pedas yang dilemparkan para netizen. Bayangkan orangtua mana yang tahan membaca komentar pedas tentang anak mereka. Apalagi Iva yang merasakan sakit dan perih, suaminya dituduh memperkosa. Apakah dia akan tetap bertahan atau menyerah?
Pasangan suami istri Baratha tak kalah paniknya mendengar berita itu. Bergegas mereka mendatangi kantor polisi karena ponsel Amran tak bisa dihubungi. Berita penangkapan Rico sang menantu akan berakibat buruk pada perusahaannya, mengingat Rico adalah pimpinan di Baratha Grup setelah ia menikahi Iva.
Sudah ada Iva yang menunggu dilobi, Rico sedang dimintai keterangan oleh pihak berwajib. Tampak Iva meneteskan airmata dan menundukkan kepala. Disampingnya ada Andini yang memeluk menantunya itu. “Sabar, sayang. Mama akan mengatasi masalah ini.” ucap Andini mencoba menenangkan diri mereka.
“Iva….Iva….” teriak kedua orangtuanya dari kejauhan saat melihat putri semata wayangnyaduduk lesu.
“Papa, Mama?” serunya lalu ke pelukan ibunya. “Maafin, Iva ya.”
“Kamu tidak salah, sayang. Suamimu yang bersalah. Papa dan mama akan menunggumu dirumah kapanpun kau mau pulang.”
"Maafin Iva karena dari awal Iva yang menginginkan perjodohan itu. Padahal Kak Rico tidak pernah mencintaiku tapi aku tak peduli...hikg....hihg...." terisak-isak berusaha menyelesaikan kalimatnya.
__ADS_1
"Amran! Kami akan bawa pulang putriku. Segera akan kuminta pengacaraku untuk mengurus perceraian mereka!" kata Andi Baratha dengan napas tersengal akibat dipenuhi emosi.
"Tidak bisa! Apa-apaan kalian bawa seenaknya. Kalian harus minta ijin ada Rico. Begitu ada masalah kalian lari, padahal dulu kalian yang paling mendesakkan untuk men99njofohkan anak kita"