TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 255. MEMENANGKAN PROYEK


__ADS_3

Mata wanita itu terpana sejenak melihat seorang pria tampan yang mewakili DA Group, sebuah perusahaan baru yang cukup besar dan memiliki kemampuan finansial yang sangat bagus. Stefanie sudah menerima laporan tentang para investor yang ikut lelang hari ini dan rasa penasarannya muncul setelah melihat pria itu.


“Siapa pria yang duduk dibarisan kedua itu?” Stefanie bertanya pada asistennya yang langsung mengarahkan pandangannya pada Wisnu.


“Oh itu dari DA Group. Dia adalah CEO perusahaan itu namanya Dewa Argantara.”


“Proyek mana yang diincar perusahaan itu?” tanya Stefanie lagi. “Berapa penawaran mereka?”


“Proyek tower, ini dokumen penawaran DA Group.” asisten itu menyodorkan dokumen. “Awalnya mereka hanya menawarkan 3% lebih tinggi dari penawar lainnya. Tapi tadi pagi DA Group mengirimkan penawaran baru yang nilanya jauh melampui perusahaan lain.” Stefani membaca informasi yang diberikan asistennya.


“Menarik! Perusahaan baru hem….apa kau sudah mengecek detailnya?”


“Sudah Nona. Semua datanya valid dan perusahaan ini memiliki kekuatan finansial yang stabil meskipun masih baru.” ujar asisten itu memberikan dokumen berisi detail DA Group. Perusahaan itu baru berjalan satu setengah tahun tapi sudah memiliki reputasi yang cukup bagus. Setelah membaca informasi tentang DA Group dan tidak ada satupun yang mencurigakan, Stefanie merasa puas.


Sementara Wisnu yang berganti nama menjadi Dewa Argantara sesekali melirik Stefanie untuk melihat reaksi wanita itu. Verrel sudah mempersiapkan semua data untuk DA Group milik istrinya yang diberikan Verrel sebagai hadiah setelah melahirkan Baby N, disana tercantum nama Dewa Argantara sebagai CEO diperusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi itu. Masing-masing perusahaan mulai melakukan penawaran saat lelang proyek dimulai. Dewa memberikan isyarat pada asistennya untuk menaikkan 2% dari setiap penawaran.


Ruangan itu mulai riuh akibat ulah Dewa dan tim-nya saat proyek Resort dan Kasino mulai dibuka untuk penawaran. Sesuai perintah Verrel, untuk fokus mendapatkan proyek Resort dan Kasino serta proyek tower telekomunikasi. Asisten Dewa memberikan penawaran sangat tinggi, dua kali lipat dari harga yang ditawarkan oleh Dave & Son’s. Perusahaan besar asal Inggris itu tidak menyangka sebuah perusahaan baru seperti DA Group akan memiliki uang sebanyak itu.


“Apa-apaan ini? Harga yang kalian tawarkan sangat tidak masuk akal!” ujar asisten CEO Dave & Son’s


“Apanya yang tidak masuk akal?” ujar asisten Dewa.


“Lelang ini bukan tempat bermain. Apa perusahaan kecil seperti DA Group memiliki uang sebanyak itu? Saya harap pihak SG Group mempertimbangkan segi finansial dari penawar dengan baik.”

__ADS_1


“Semuanya mohon tenang, siapapun boleh memberikan penawaran untuk setiap proyek yang dilelang. Sesuai dengan peraturan lelang, bagi pemenangnya harus melunasi pembayaran paling lambat 3x24 jam dan jika gagal memenuhi kewajibannya maka penawar tertinggi kedua yang akan mendapatkan proyek itu.” ujar asisten Stefanie menimpali. “Silahkan dilanjutkan.”


Dewa Argantara langsung menanggapi, “Maaf, kami tidak pernah menganggap acara ini sebagai arena permainan karena kehadiran kami disini murni untuk bisnis. Kami berani menawarkan harga yang lebih tinggi sesuai dengan kemampuan perusahaan kami. Meskipun DA Group adalah perusahaan baru tapi anda bisa mengecek kestabilan perusahaan kami dan kapital yang kami miliki.”


“Sombong sekali orang itu, perusahaan kecil tapi punya uang banyak? Cih!” cibir seorang peserta.


“Aku juga belum pernah mendengar tentang CEO muda itu!” ujar peserta lainnya.


“Kalau memang dari awal mereka ingin membeli semua proyek buat apa melakukan pelelangan seperti ini? Buang-buang waktu kita saja! Berikan saja pada DA Group!” teriak seseorang.


“Mohon semuanya diharap tenang. Kepada DA Group diharapkan kerjasamanya, sesuai peraturan setiap perusahaan hanya bisa melakukan penawaran maksimal tiga proyek..” ujar asisten Stefanie.


Wisnu atau Dewa Argantara memicingkan mata mendengar ucapan asisten Stefanie, ‘Sejak kapan ada lelang proyek dengan aturan seperti itu?’ bisik hatinya.


“DA Group sudah mengirimkan penawaran untuk proyek resort dan kasino beserta proyek tower. Tapi bukan berarti kami tidak tertarik pada proyek lain, bukan?” ujar Wisnu.


“Sebagai seorang CEO, saya juga memperhatikan peluang untuk memenangkan proyek lainnya seandainya kedua proyek itu gagal kami dapatkan.” tambahnya lagi seraya tersenyum melirik Stefani. Wisnu mengenal wanita itu dengan baik dan mengetahui semua sisi kekuatan dan kelemahannya. Wanita mana yang akan menolak pesona seorang pria muda yang tampan, kaya raya dan pemilik perusahaan. Inilah yang ditawarkan oleh Wisnu pada Stefanie secara tidak langsung.


Meskipun wanita itu dikenal dingin dan tak berperasaan tapi Wisnu mengetahui, seberapa kerasnya seorang perempuan pasti bisa ditaklukkan. Misi Wisnu bukan hanya untuk memenangkan proyek tapi juga memenangkan Stefanie agar memudahkan Wisnu untuk menghancurkan wanita itu sebagai pembalasan dendamnya atas perlakuan Stefanie yang menyiksanya dan hampir membunuhnya.


Para peserta lelang proyek pun bersaing ketat untuk mendapatkan proyek-proyek incaran mereka. SG Group yang sedang dalam masalah besar terpaksa melelang beberapa proyek besar dengan harga rendah untuk mendapatkan dana. Setelah persaingan sengit akhirnya Wisnu dan tim-nya memenangkan dua proyek incaran yaitu Resort dan Kasino serta proyek Tower.


“Proyek resort dan kasino serta proyek tower dimenangkan oleh DA Group. Kami akan segera menyelesaikan semua dokumen serah terima proyek…...” belum sempat asisten Stefanie menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh Wisnu.

__ADS_1


“Bisakah kita menandatangani dokumen penyerahan setelah ini? Kami akan menyelesaikan pembayaran karena saya masih ada beberapa proyek lain yang harus diselesaikan.”


“Baiklah Tuan Dewa! Staf legal kami akan segera menyerahkan dokumen untuk ditandatangani.”


Masing-masing perusahaan yang berhasil memenangkan proyek yang dilelang, diarahkan keruangan lain untuk penandatanganan dokumen dan penyelesaian pembayaran.


“Maaf Tuan. CEO kami ingin bertemu langsung dengan Tuan.”


“Ada apa ya?” tanya Wisnu alias Dewa mengeryitkan dahi.


“Begini, kedua proyek yang Tuan menangkan adalah proyek utama perusahaan kami. Jadi Nona Stefanie mengundang anda ke ruangannya untuk penyerahan dokumen.”


“Hem….begitu? Baiklah.”


Wisnu dan asistennya serta pengacara mengikuti asisten Stefani, sedangkan pengawal dan beberapa orang lainnya menunggu diruangan lain. Saat mereka memasuki ruang CEO tampak Stefani sedang berkutat dengan beberapa dokumen pun langsung menengadahkan kepala lalu berdiri.


“Silahkan duduk Tuan. Senang bertemu anda. Perkenalkan saya Stefanie Singgih.”


“Senang bertemu CEO perusahaan ini.” Wisnu menjabat tangan wanita itu.


Asisten Stefanie masuk membawakan beberapa dokumen pengalihan proyek yang sudah dipersiapkan. Mereka terlibat perbincangan mengenai proyek, meskipun Wisnu sudah mengetahui semua tentang proyek itu tapi dia berpura-pura tidak tahu apa-apa. Sikap dingin dan mendominasinya disatu sisi menarik dimata Stefanie. Sesekali dia melirik pria berwajah tampan itu dan memindai tubuh kekar berotot milik Wisnu. Dia sama sekali tidak mengenali Wisnu yang sudah mengubah penampilan.


Proses penandatangan selesai dan asisten Wisnu menyerahkan selembar cek pada Stefani.

__ADS_1


“Selamat Tuan Dewa! Semoga proyek ini membawa keuntungan dan kesuksesan pada perusahaan anda kedepannya.” ucap Stefani mengakhiri pertemuan itu.


__ADS_2