TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 92. ROSA DAN FRANS BERTEMU


__ADS_3

"Bangun, sayang....ayo bangun." ucap Verrel menggelitik telinga istrinya yang enggan bergerak.


"Eugghhhh...jangan usil. Aku masih mengantuk,"


“Apakah kau lupa kalau kau punya perusahaan untuk diurus nyonya verrel?” ucap Verrel mengingatkan istrinya bahwa dia harus ke kantor sesekali. Mereka berbaring saling berpelukan.


“Oh...iya aku lupa. Ya ampun. Aku bilang ke Rosa supaya datang ketemu aku dikantor hari ini,” ucap Deandra yang lupa akan tanggung jawabnya.


"Mau bangun tidak? Kalau kau malas ke kantor biar mama saja yang pergi. Kau suruh Rosa ketemu mama."


"Tidak!Tidak! aku mau ke kantor. Ada yang mau kukerjakan bersama Rosa."


“Ehm….jangan paksakan diri. Aku bisa minta orang kepercayaanku mengurusnya. Aku tidak mau kau lelah, kau dan anak kita harus sehat, sayang.” ucapnya mengelus perut istrinya.


“Tapi aku juga mau bekerja, bosan selalu dirumah saja,” ujar Deandra.


“Yakin mau ke kantor? Bagaimana kalau kau bekerja dari kantorku saja.” tanya Verrel tersenyum. Dia tak rela kalau istrinya berada jauh darinya, apalagi kalau bertemu klien pria.


“Verrel! Aku tahu apa yang kau pikirkan!” kata Deandra dengan wajah cemberut membuat suaminya tertawa terbahak-bahak.


“Ha..ha...ha...ha. Sejak kapan kau jadi cenayang, sayang? Memangnya apa yang kupikirkan?”


“Dasar suami mesum. Kalau dikantor ya bekerja Verrel bukan yang lain,”


Ketukan dipintu menyadarkan mereka yang masih dalam keadaan polos. “Ya, sebentar.” jawab Deandra. Ayu yang paham kenakalan putranya hanya bisa tersenyum didepan pintu. “Mama tunggu diruang keluarga ya! Ada William juga.” seru Ayu lalu melangkah pergi. “Dea, kalau kamu tidak jadi ke kantor, biar mama saja yang pergi."


"Dea ke kantor, Ma. Tunggu sebentar ya." sahutnya sambil mengeluarkan kepala dari balik pintu.


"Ya, sudah. Mama tunggu dibawah ya sayang. Tapi ijin dulu sama suamimu." Ayu menuruni tangga menuju ruang keluarga.

__ADS_1


“Tunggu sebentar. Mereka akan turun sebentar lagi,” ucap Ayu pada William yang sedang berbincang dengan Yahya diruang keluarga.


Limabelas menit kemudian terlihat Verrel dan Deandra menuruni tangga sembari bergandengan tangan. Ayu dan Yahya yang melihatpun tersenyum. ‘Semoga kau menjaga istrimu dengan baik, anak nakal, gumam Yahya dalam hati.


“Sayang, kenalkan ini William adiknya Arion,” ucap Verrel memperkenalkan keduanya. William memang tidak hadir saat pernikahan mereka. Ini pertama kalinya dia bertemu langsung dengan Deandra.


“Halo kakak ipar. Apa kabar? Ternyata istrimu cantik sekali, kak.” puji William yang membuat Verrel melotot padanya. William hanya terkekeh melihat sikap pria itu. ‘Akhirnya kak Verrel bisa kembali normal seperti itu. Istrinya sangat cantik, pantas saja dia sangat posesif, pikirnya.


"Salam kenal. Saya Deandra." ucapnya sopan.


“Sebaiknya kita berbincang diruang kerjaku sebelum ke kantor. Ada hal penting yang harus kita bicarakan,’ kata Yahya. Kedua cucunya hanya menggangguk dan mengikuti langkah sang kakek.


“Aku tinggal dulu, sayang. Kamu sama mama ya,” ucap Verrel mengecup kening istrinya lalu menyusul William dan Yahya.


Ayu dan Deandra berangkat kekantor diantar Pak Danu supir pribadinya diikuti pengawal dari belakang. Sesampainya mereka didepan gedung perkantoran Wijaya Properti, Tbk. Sudah ada Rosa yang menunggu di lobi


"Hai, Rosa. Kenalkan ini mama," kata Deandra mengenalkan sahabatnya yang akan bekerja dikantor miliknya.


Para karyawan menyapa kedua nyonya besar dan membungkukkan badan tanda hormat. Ayu yang memberikan perusahaan miliknya sebagai hadiah perkawinan pada Deandra. Perusahaan itu bergerak dibidang properti dan design interior, sesuai dengan bakat Deandra.


"Oh iya hari ini asisten suamiku akan datang. Dia yang akan mentrainingmu." kata Deandra saat mereka sudah berada diruangan direktur, ruang kerja Deandra.


"Kalian bincang-bincang dulu ya. Mama mau mengecek persiapan pameran untuk minggu depan." kata ayu yang dijawab Deandra dengan anggukan.


"Dea...asisten Tuan Verrel itu galak tidak? Kenapa bukan yang lain saja yang training gue?" tanya Rosa.


"Ini perintah suamiku. Mana bisa kutolak. Lagipula gue juga masih belajar belum paham cara menjalankan perusahaan."


Terdengar ketukan dipintu, setelah suara dari dalam mempersilahkan masuk tampak seorang pria membuka pintu dan masuk. Kedua anak manusia itu terkejut dan serempak "KAU?"

__ADS_1


"Eh...om om mesum kenapa disini?"


Frans yang juga kaget melihat sicewek jutek ada disana pun terpaku, apalagi gadis itu terlihat duduk disebelah nyonya besar


"Koq loe manggil Tuan Frans om mesum?" tanya Deandra heran lalu dia teringat cerita Rosa waktu itu yang ketemu om mesum.


"Apakah om mesum yang loe maksud...?"


"Iya, itu orangnya. Buat apa dia kesini. Apa dia karyawan disini ya."


"Ha...ha...ha...ha. Dia ini Frans asisten pribadi suamiku, dia yang akan mentrainingmu."


"What? No no no. Loe jangan becanda." teriak Rosa tak percaya. Ya, Tuhan siksaan apalagi ini. Frans hanya tersenyum menahan tawa 'Sepertinya bakal menarik, aku bisa kerjain gadis jutek ini setiap hari.' gumam Frans dalam hati.


...*...


Saat rumah tangga Deandra dan Verrel bahagia, mereka asyik memadu kasih dan bercanda dengan romantis.  Disetiap saat dimanapun mereka berada selalu mengumbar kemesraan, apalagi Deandra sedang hamil membuatnya semakin manja dan tak ingin jauh-jauh dari suaminya.


Terkadang dia tiba-tiba datang ke kantor Verrel hanya karena rindu pada suaminya itu. Namun Verrel tak pernah mempermasalahkan, malah dia merasa tingkah Deandra sangat lucu dan menggemaskan.  Mungkin bawaan janin seperti kata mama, begitulah selalu yang diingat Verrel setiap kali istrinya bertingkah aneh.


Berbeda dengan pasangan suami istri muda yang sampai saat ini belum pernah merasakan hangatnya ranjang mereka dan saling berbagi keringat.  Rico dan Iva yang kini tinggal di sebuah apartemen mewah dipusat kota, terlihat pria itu menggertakkan rahang saat ia tak kunjung bisa menemui Deandra.  Pengamanan ketat yang diberikan Verrel dan Tuan Yahya untuk menjaga cucu mantu dan calon cicitnya membuat Rico marah. Sudah beberapa kali dia mengikuti Deandra untuk mencuri-curi kesempatan untuk bertemu dan bicara, namun tak pernah bisa.


“Kalian semua sengaja melakukan ini semua padaku. Kalian menantangku,” desis pria itu. “Jangan salahkan aku jika aku akan merebut semuanya dan kupastikan kau hancur kak. Akan kuambil paksa Deandra darimu.” Rico berjalan mondar mandir seperti setrikaan, mengacak-acak rambutnya kasar.  Dia benar-benar marah, saat tadi dia melihat Deandra ke kantor dan dia ingin menyapa namun beberapa pengawal yang mengikuti Deandra membuat Rico mengurungkan niatnya.


Tak ada sedikitpun rasa takut dan keraguan saat ia mengucapkan itu.  Hanya ada keinginan dan tekad seolah-oleh dia bisa melakukan itu dengan baik. Lupa bahwa ada anggota keluarga Ceyhan yang lain yang siap melindungi keluarganya.


“Kita akan bersama kembali Deandra sayang. Sabar sedikit lagi, aku akan membawamu kepelukanku,” ucap Rico berjanji dengan tekad dan tak main-main.  Seorang wanita yang tak sengaja masuk ke kamar dan mendengar kata-kata Rico, menelan kepahitan saat suami yang diicntainya menyebutkan nama perempuan lain.


“Sampai kapan kau mengacuhkanku kak? Aku sangat mencintaimu tapi kau malah memikirkan wanita lain,” ucap Iva lirih. Apakah ini salahku menerima perjodohan ini? Siapa wanita yang selalu disebutkan kak Rico?

__ADS_1


Perlahan Iva menutup pintu kamar dan mengusap pipinya yang basah oleh airmata.  Dia melangkah menuju dapur dan duduk termenung dimeja makan.


...*...


__ADS_2