TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 212. MENYUSUN STRATEGI


__ADS_3

Tinggal dua hari lagi menjelang pernikahan Ayu dan Peter Sanjaya, terlihat kesibukan di ballroom hotel milik keluarga Sanjaya. WO yang dipilih untuk merancang acara pernikahan tampak melakukan sentuhan akhir pada ballroom yang bernuansa biru. Sementara dirumah utama keluarga Ceyhan juga tampak para pelayan yang sibuk mempersiapkan semua kebutuhan majikannya. Disalah satu kamar dilantai dua tampak Deandra duduk diatas sofa menghela napas panjang. Wajah cantiknya terlihat letih sedangkan kedua anaknya sedang fitting baju seragam.


“Nyonya, bagaimana menurut anda. Apakah ada yang kurang diseragam tuan muda dan nona muda?” tanya seorang wanita cantik yang merupakan petugas dari butik yang baru saja memakaikan pakaian seragam untuk Nathan dan Naomi.


Wajah lelah Deandra sontak sumringah melihat wajah si kembar yang terlihat lucu dan menggemaskan dibalut pakaian seragam.


“Wow! Lucu sekali!” teriaknya dengan menganga dan kedua tangan menangkup kedua pipinya. Naomi yang centil bergoyang-goyang dengan gaun biru laut yang dipakainya sedangkan Nathan hanya diam dengan wajah datar. Bocah laki-laki yang berwajah dingin tanpa ekspresi persis seperti ayahnya.


“Tuan muda ganteng sekali!” seru Yuna.


“Nomi…..nomi…..atikkk! (Naomi….naomi….cantik)” kata Naomi dengan suara cadel khas anak-anak, memuji dirinya sendiri sambil berdiri didepan cermin.


“Iya sayang….naomi cantik, paling cantik princessnya mommy sama daddy.” Kata Deandra tersenyum melihat kecentilan putrinya didepan cermin.


“Mbak, semua sudah sesuai ya ngak perlu diubah lagi. Oh..iya….untuk jas suami saya tolong diletakkan disana saja ya.” Deandra menunjukkan kearah sudut walk in cabinet yang terbuka.


Sedangkan diruang tamu tampak tiga orang pekerja butik sedang membagikan pakaian seragam pada para pelayan dan pekerja yang bertugas dirumah utama. Wajah-wajah sumringah para pelayan menerima seragam yang akan mereka pakai diacara pernikahan majikan mereka. Keluarga Ceyhan tak membeda-bedakan, semua pelayan pun diperlakukan sama layaknya keluarga. Mereka akan diberikan cuti untuk menghadiri acara pernikahan majikannya.


Hari ini semua orang dirumah itu sibuk fitting pakaian untuk acara pernikahan. Yahya dan Viktor duduk diruang keluarga diikuti Darma setelah selesai fitting pakaian. “Kita akan segera berangkat ke Amerika setelah pernikahan selesai.” Kata Yahya.


“Apa papa yakin mau berangkat? Aku bisa berangkat sendiri dan membantu William disana.” Sahut Darma.


“Ya aku yakin. Kau bantu putrimu Deandra mengurus perusahaan miliknya biarkan kami berdua yang berangkat. Masalah disana bukan masalah besar, William hanya menghadapi masalah kecil saja.” jawab Yahya.


“Baiklah kalau itu keputusan papa. Jika butuh bantuanku segera hubungi aku nanti.”

__ADS_1


“Jangan khawatirkan kami. Selama kami pergi, keluarga ini jadi tanggung jawabmu nanti. Cucuku Verrel sedang banyak masalah dikantor, Deandra sudah tidak kuijinkan lagi ke kantor.”


Dikediaman keluarga Sanjaya juga kesibukan yang sama terlihat. Rumah yang sengaja diubah interiornya itu tampak berbeda, terlihat jika pemiliknya sangat ingin menyenangkan hati calon istrinya.


“Maaf Tuan, Apakah semua pakaian itu dipindahkan kekamar utama?” tanya kepala pelayan. Tuan Peter membeli pakaian dan perhiasan baru untuk Ayu sebagai kejutan. Semua barang-barang bermerek terkenal dengan harga fantastis sengaja dia pesan khusus.


“Ya, kalian susun semua dikamar utama. Perhiasan-perhiasan itu letakkan diatas meja rias.” Perintah Peter Sanjaya.


Liam yang baru tiba dirumah langsung duduk disebelah ayahnya. “Ini semua laporan yang papa minta. Aku dan Verrel akan bertemu sore ini, masalah proyek resort itu sedang diselidiki oleh anak buah Verrel.”


“Pastikan semua aman, papa tidak mau ada masalah lagi. Tambah pengamanan di hotel pas acara nanti, kerahkan anak buah kita untuk membantu Verrel. Kasihan dia menghadapi masalah bertubi-tubi seperti ini. Ingat Liam, papa percayakan semua padamu dan Verrel.”


“Iya, pa. Jangan khawatir. Aku akan mengurus semuanya, siapapun orang yang berada dibalik kekacauan ini akan kuberi kuhancurkan!”


Peter menghela napas dan menatap putranya dengan bangga. Liam Sanjaya yang berprofesi sebagai dokter, mengambil alih tanggung jawab perusahaan. Dengan banyaknya proyek kerjasama antara Ceyhan Group dan Sanjaya Group membuat Liam harus membantu Verrel yang kini sedang menghadapi banyak serangan. Karena masalah-masalah tersebut berkaitan dengan proyek kerjasama mereka.


Beberapa karyawan juga terlihat keluar masuk dari gudang tersebut. Area sekitar area gudang itu tampak terbengkalai atau mungkin sengaja terbengkalai untuk menghindari kecurigaan pihak tertentu.


“Sebaiknya kita pergi sekarang sebelum ada orang lain yang melihat kita disini. Nanti malam kita menyusup kedalam.” Ucap seorang pria kurus jangkung pada pria disebelahnya.


“Apa temanmu itu bisa dipercaya, ha? Pastikan dia akan membuka pintu belakang gudang untuk kita.”


“Tenang saja! Aku sudah membayarnya, kalau sampai dia berkhianat kupastikan dia mati ditanganku!”


“Bagus! Jangan mengecewakan Tuan Besar! Ayo pergi!”

__ADS_1


Kedua pria itupun meninggalkan lokasi pengintaian dan berjalan agak jauh ke gedung terbengkalai lainnya dimana mereka memarkirkan mobilnya lalu pergi.


Ring….ring….ring.


“Ada apa Jack!” jawab Verrel yang menerima panggikan masuk dari Jack orang kepercayaannya di lapangan.


“Tuan, anak buahku sudah siap untuk serangan malam ini. Apa perlu kami libatkan polisi langsung untuk menangkap mereka?” tanya Jack.


“Semua sudah kuatur dengan pihak berwajib! Mereka akan tiba dilokasi setelah tugas kalian selesai, ingat Jack jangan ada korban!”


“Baik Tuan.”


Setelah berbincang sesaat dan memberikan intruksi lainnya pada Jack, lalu Verrel mengakhiri panggilan sambil bernapas lega. Satu masalah akan terselesaikan malam ini, untuk masalah lainnya akan ditangani setelah acara pernikahan ibunya selesai.


“Permisi Tuan, diluar ada Tuan Liam.” Kata Frans memberitahukan.


“Suruh langsung masuk.”


Liam yang berwajah tampan dan ramah berjalan masuk dan duduk di sofa berhadapan dengan Verrel.


“Bagaimana hasilnya?” tanya Verrel.


“Anak buahku sudah mengecek langsung ke lapangan dan ternyata semen yang dipakai sudah diganti dengan merek lain yang kualitasnya rendah. Bangunan itu ambruk karena tidak kokoh. Tapi kami belum berhasil menemukan siapa dalang dibalik semua ini!” geram Liam.


Bangunan resort yang sedang dibangun dan merupakan proyek kerjasama Ceyhan Group dan Sanjaya Group menjadi sorotan karena bangunan itu ambruk dan menelan korban jiwa sebanyak lima orang pekerja meninggal dunia dan puluhan orang terluka. Tuntutan ganti rugi dari berbagai pihak dan juga rusaknya reputasi perusahaan akibat kasus tersebut.

__ADS_1


“Bagaimana bisa ambruk? Bahan bangunan yang kita pakai kualitas premium dan produksi pabrik sendiri!” ucap Verrel.


__ADS_2