
Mendengar ucapan itu, semua orang yang berada diruangan itu tercegang. Mereka semua menatap kearah Deandra dengan ekspresi berbeda. Mereka segera menghentikan apa yang sedang mereka lakukan, kecuali manajer departemen dan seorang karyawan yang berada disudut, yang terus bekerja menangkis serangan para hacker. Jeda itu dimanfaatkan para hacker untuk menembus lapisan pertahanan yang lain.
“Nyonya Besar, kami sedang melakukan sesuatu yang penting. Tolong jangan ganggu kami,” manajer itu menunjukkan tanda-tanda kekesalan, tetapi kata-katanya penuh dengan ketidaksabaran. Salah satu staf yang sudah berhenti bekerja berkata “Nyonya Besar, ini bukan seperti menggambar atau melukis. Tidak bisa melakukannya sesuka hati anda.”
Semua orang sudah tahu jika Deandra memang hobi melukis dan kadang lukisannya dipamerkan dan dijual di galeri, itu sebabnya semua orang berpikir jika Deandra punya latar belakang bidang seni.
Dengan wajah dingin Deandra mengabaikan perkataan orang itu dan terus memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh manajer tersebut. “Jika aku adalah kau, pertama-tama aku akan mencari celah dan kemudian memancing para hacker untuk menyerang. Begitu mereka mengekspos metode mereka, aku akan menggunakannya untuk melawan mereka dan meretas data mereka.” kata Deandra. “Ini adalah cara paling sederhana dan paling efisien, tetapi membutuhkan tingkat kemahiran tinggi dalam menggunakan teknologi dan kecepatan operasi.” Deandra berpikir sejenak dan berkata “Apakah kau keberatan jika aku mencobanya?”
Ketika manajer departemen mendengar ucapan Deandra, dia menatapnya dengan sangat terkejut. David dan Verrel yang berada disisi lain sepertinya menyadari sesuatu secara tiba-tiba “Itu benar Nyonya. Bagaimana anda bisa tahu? Tapi itu membutuhkan kecepatan tinggi dan ini bahkan diluar kemampuan kami.”
“Biarkan aku mencobanya, aku yakin kalau aku bisa menghajar para hacker itu.!” Deandra menatap Verrel dan meminta ijin darinya. Verrel menatap istrinya dengan emosi yang sulit diungkapkan sebelum akhirnya mengganggukkan kepalanya. Bahkan David mengganggap metode ini layak untuk dilakukan, tidak ada alasan bagi Verrel untuk mengabaikan istrinya dan memberinya kesempatan untuk mencoba. Deandra tersenyum, seolah tugas ini sangat mudah baginya. Deandra mengangkat pergelangan tangannya, lalu tiba-tiba berhenti. Ada banyak orang yang berada disini. Lebih baik tidak membuat mereka mengetahui siapa dirinya sebenarnya didunia IT karena selama ini dia selalu memakai inisial dan logo sendiri untuk menandai dirinya.
“Tolong beri aku waktu lima menit.” Deandra telah memperhatikan kecepatan serangan para hacker selama ini. Berdasarkan perhitungannya, lima menit seharusnya sudah cukup untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Manajer departemen IT memberikan kursinya kepada Deandra tetapi dia masih melihat kepada Deandra dan meragukan kemampuan wanita itu.
__ADS_1
Strategi Deandra juga terlintas dibenak manajer itu dan dia memiliki keterampilan untuk melakukannya tetapi masalahnya adalah manajer itu tidak bisa memenuhi kecepatan yang dibutuhkan. Deandra menarik kursi itu kedepan dan duduk menghadap kelayar komputer. Saat tangannya menyentuh keyboard, Deandra sepertinya berubah menjadi orang lain. Sudut bibirnya mengulas senyum berbahaya, ada kilatan nakal yang melintas dimatanya. Deandra jelas sangat bersemangat dengan hal ini. Tentu saja Deandra bisa bersenang-senang karena ada orang yang bisa menemaninya bermain-main, selama ini dia bosan dirumah karena tidak menemukan lawan seimbang untuk bermain, sudah lama dia tidak berperang dengan para hacker.
Dalam tiga puluh detik berikutnya, Deandra sudah berhasil memperbaiki celah pertahanan, kemudian dia mulai menjebak para hacker untuk menyerang sistem sebagai pancingan. Satu menit kemudian Deandra berhasil membalikkan keadaan dan menyerang mereka dengan cepat dan akurat. Mereka bukan tandingan Deandra sama sekali, ibu hamil itu sedang berada dalam mood yang bagus untuk berperang. Para hacker terus menyerang meskipun mereka telah mengalami kemunduran berulang kali, tetapi mereka terus dikalahkan lagi dan lagi.
Manajer itu hanya bisa mennatap layar dan sesekali mengarahkan pandangannya untuk menatap Deandra dengan hormat. “Metoda yang Nyonya gunakan untuk melawan para hacker mirip dengan yang digunakan oleh beberapa hacker tertentu.” gumam David pada dirinya sendiri. Mustahil untuk mengganggap Deandra dan orang itu adalah orang yang sama. David segera menpis pikiran itu dan kembali berkonsentrasi pada layar komputer. Seluruh departemen IT terdiam, semua gerakan terhenti saat mereka menatap layar dengan tatapan tak percaya.
“Kita telah berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan para hacker!” seseorang berseru dengan sangat gembira. Mereka semua memandang kearah kantor manajer dengan penuh kekaguman dan kegembiraan, tetapi yang mereka lihat hanyalah siluet sesosok wanita melalui kaca, siluet itu tak lain adalah istri CEO mereka. Mereka tidak paham bagaimana wanita itu mampu melakukan pekerjaan yang begitu mengangumkan banyak orang. Mereka merasakan malu yang menyapu wajah mereka. Mereka tidak menyangka bahwa istri sang CEO begitu terampil dalam hal ini, benar-benar di luar dugaan mereka.
Verrel sendiri tidak begitu mahir dalam bidang IT, tapi dia bisa melihat dari ekspresi semua orang disana bahwa Deandra telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik dan memuaskan. Dengan senyum puas, Deandra berkata “Masih ada satu hal lagi yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan sempurna.” Deandra memiliki kebiasaan meninggalkan tanda dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya agar musuh dapat mengenalinya dan tidak berani untuk bertindak macam-macam lagi dengannya.
“Nyonya Besar, mengapa anda tahu hal-hal semacam ini?”
Deandra tidak mengatakan apa-apa dan hanya memilih untuk mengangkat alisnya sambil tersenyum. Deandra menuliskan kode logo dan menekan tombol kirim. Begitu logo itu muncul dilayar, David dan manajer itu merasa lututnya lemas, bahkan kakinya hampir tersungkur ke lantai “D-Ail…..” David tergagap. D-Ail dengan tanda panah adalah logo hacker internasional yang ditakuti, singkatan dari nama Deandra Ailsie.
__ADS_1
“Anda sangat luar biasa! Nyonya Besar, anda benar-benar hebat!”
David memanggilnya D-Ail tetapi Deandra mengiriminya tatapan peringatan agar dia segera mengoreksi ucapannya. Deandra tersenyum dan berkata “Beri aku waktu tiga menit lagi dan aku akan segera menyelesaikan semuanya.”
Deandra melanjutkan pekerjaannya, Verrel mengeryitkan kening saat dia melihat sekretarisnya segera terdiam setelah Deandra menatapnya. Verrel bisa menebak dengan baik apa yang akan dikatakan oleh David tadi. Ternyata pelukis terkenal D-Ail dan hacker internasional D-Ail adalah orang yang sama dan orang itu tak lain adalah istrinya sendiri. Selama ini dia benar-benar tidak tahu apapun tentang istrinya, wanita yang sudah memberinya dua anak dan kini sedang mengandung lagi.
“Sayang, aku mau kau ceritakan semuanya padaku nanti. Aku butuh penjelasanmu.” kata Verrel yang hanya dibalas senyuman oleh Deandra.
“Nyonya Besar, apa yang sedang anda lakukan?” manajer itu memandang Deandra dan tidak mempercayai matanya saat wanita itu mulai mengotak-atik semua sistem di kompuetrnya. Deandra sebenarnya sedang meningkatkan sistem keamanan seperti yang pernah dilakukannya dulu.
“Aku sedang memeprkuat fungsi pertahananmu. Tidak ada hacker yang akan berhasil menyerang sistem keamanan dimasa depan, kecuali mereka adalah seseorang yang keahliannya melebihi kemampuanku.”
“Nyonya Besar, anda adalah yang terbaik dari yang terbaik. Saya tidak menyangka jika Nyonya benar-benar ahli dalam bidang IT.” Kekaguman manajer pada Deandra tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Manajer itu memandang Deandra seperti seorang penggemar yang sedang bertemu dengan idolanya. Manajer itu dengan berani berkata “Nyonya, bolehkah saya mengajukan beberapa pertanyaan pada anda dimasa depan jika saya mengalami kesulitan?”
__ADS_1
“Tentu saja, aku akan dengan senang hati menjawabnya,” Deandra sangat ramah pada orang-orang yang memiliki minat yang sama dengannya. Manajer itu bukannya tidak memiliki bakat, hanya saja dia belum tahu banyak tentang teknologi meretas.