
“Tidak apa-apa. Aku hanya terkejut saja lagian gigitannya juga tidak sakit.” Olivia bersikap tenang, lagipula yang menggigit tangannya adalah putri Verrel, mana mungkin dia berani marah.
“Sekali lagi maafkan kelakuan anakku. Maklumlah anak kecil, dia hanya bercanda.” ujar Deandra tak enak hati akan ulah putrinya.
“Saya mengerti nyonya. Kalau begitu saya permisi dulu maaf jika kehadiran saya mengganggu kalian.” ucap Olivia lembut sambil melemparkan senyum lalu melangkah pergi.
Awalnya dia memang hanya ingin menyapa Verrel saja saat dia melewati cafe dan melihatnya. Tapi tak disangka dia malah ketiban sial digigit oleh Naomi. Olivia bergegas meninggalkan mall, didalam mobil dia mengoleskan saleb ke tangannya yang sakit.
“Apakah nona baik-baik saja?” tanya supir merangkap pengawalnya melirik dari kaca spion.
“Ya. Tidak kusangka anak kecil itu kejam juga langsung menggigit tanganku.” ujarnya.
“Mungkin dia tidak mengenal nona. Biasa anak kecil bersikap seperti itu pada orang yang tidak dikenalnya.”
“Apa semua anak kecil akan menggigit orang?” ketus Olivia kesal memandang tangannya.
“Tidak juga sih. Tapi putra Tuan Verrel sangat mirip dengannya, tatapan matanya tajam sekali.”
“Oh ternyata kau pun memperhatikan juga tadi?”
“Kedua anak itu menggemaskan, siapapun yang melihat pasti menyukai mereka. Anak laki-laki itu pasti kelak jadi seorang pria yang sangat tampan dan berkharisma seperti Tuan Verrel.”
“Hemmm...ya mereka mirip sekali.” ujar Olivia. “Kita langsung pulang saja.”
****
“Apa? Naomi menggigit tangan seorang wanita?” tanya Yuna tak percaya mendengar ucapan babysitter Naomi. Tawa Yuna pecah membayangkan nona muda menggigit seseorang.
“Iya Bu Yuna. Tadi kejadiannya di cafe, padahal biasanya Naomi ramah pada semua orang. Kasihan sekali wanita itu sampai kesakitan.” tawa mereka pun pecah.
“Mungkin Naomi tidak menyukai wanita itu. Dia sangat cantik dan sepertinya dia tertarik pada Tuan Besar.” sahut babysitter lainnya.
“Sudah...sudah….berhenti bergosip! Tidak baik membicarakan majikan kalian.” ucap Yuna.
“Maaf Bu Yuna. Kami tidak bermaksud, tapi saya kok tidak suka ya melihat wanita tadi.”
“Sebaiknya kalian bekerja dengan baik. Jangan mencampuri urusan keluarga ini! Jika kalian pergi keluar bersama nyonya dan anak-anak harap kalian menjaga mereka dengan baik. Jangan biarkan orang lain mendekati kedua anak itu.”
__ADS_1
“Baiklah.” sahut pengasuh serempak.
Didalam ruang kerja, Deandra duduk sambil tangannya sibuk mengetik di laptop. “Apa kau menemukan sesuatu?” tanya Verrel.
“Ya sedikit lagi. Bayu sudah mengirimkan hasil rekaman cctv, aku hanya perlu memperjelas hasil rekaman saja. Apa rencanamu selanjutnya?” tanya Deandra.
“Akan kuperintahkan anak buahku menyelesaikan masalah ini. Kuharap kau jangan sering keluar rumah, sebentar lagi kau akan melahirkan.”
“Ehmmm….aku tahu. Jangan khawatir aku dan mereka akan baik-baik saja.” jawab Deandra sambil terus menyibukkan diri. “Bingo! Berhasil! Coba kau lihat ini.”
Verrel mencondongkan tubuhnya menatap kelayar komputer, sebelah tangannya membelai rambut panjang sang istri. Keningnya mengeryit saat melihat rekaman cctv yang sudah diedit oleh Deandra sehingga gambar terlihat lebih jelas memperlihatkan wajah-wajah pelaku.
“Brengsek!” geram Verrel. “Kirimkan rekaman itu padaku.”
“Apa perlu kukirimkan juga pada anak buahmu?”
“Ya kirimkan sekalian melalui emailku. Masalah ini harus diselesaikan secepatnya. Aku takut jika mereka akan menargetkan Wisnu lagi.”
“Dimana dia sekarang? Apakah keadaan sudah membaik?” tanya Deandra.
“Dia berada ditempat yang aman dan masih dalam proses perawatan. Besok akan kubawa kau mengunjunginya.”
“Istirahatlah. Kau cukup letih hari ini bersama anak-anak.”
“Hemmm...bolehkah aku bertanya?”
“Tentu. Ada apa?”
“Apakah menurutmu Nona Olivia marah karena digigit Naomi? Jujur aku terkejut tadi, baru kali ini Naomi menggigit seseorang.”
“Mana mungkin dia marah, Naomi juga tidak sengaja menggigitnya, bukan?” ucap Verrel. “Sudahlah tak perlu kau risaukan. Ayo kita istirahat.” Verrel menggandeng tangan istrinya menuju kamar mereka.
****
“Apakah kau sudah memeriksa gedung itu? Jangan sampai melewatkan apapun, aku tidak mau ada jejak yang akan membahayakan kita.”
“Tenang saja bos! Semua bersih dan tidak ada saksi mata yang melihat kejadian itu.” ujar seorang pria bertubuh besar dan kekar.
__ADS_1
“Apa kalian sudah menemukan dimana mereka menyembunyikan Wisnu?” tanya wanita itu lagi. "Kenapa kalian lamban sekali!"
“Sampai saat ini kami masih belum bisa menemukan. Tapi kami akan terus mencarinya, aku sudah menempatkan anak buahku untuk mengikuti Tuan Verrel dan asistennya. Mereka pasti tahu dimana keberadaan Wisnu.”
“Bagus! Jangan sampai kalian lengah dan tetap waspada. Begitu kalian menemukan keberadaan pria itu langsung habisi saja!”
“Baik boss. Perintah kami laksanakan.”
“Pergilah! Laporkan semua yang kalian temukan.”
Setelah para anak buahnya pergi, wanita itu menghembuskan asap rokok sambil melemparkan pandangan keluar jendela.
‘Satu-satunya penghalang untuk melancarkan bisnisku disini adalah Ceyhan Group. Harus secepatnya kubereskan, mereka sudah berani memasuki wilayahku dan mencuri semua dokumen penting, aku tidak bisa tunggu lebih lama lagi.
Ahhhh…..wanita itu menghela napas panjang. Jika sampai Verrel menyerahkan semua dokumen itu ke pihak berwajib maka keluargaku hancur. Sial! Ini semua gara-gara Sandy yang tak becus mengurus semuanya! Semua jadi kacau gara-gara ulahnya, jika saja sejak awal dia tidak mencoba mengusik Verrel maka semuanya tidak akan kacau seperti ini.'
Wanita itu berjalan menuju sebuah ruangan, membuka brankas dan mengambil sebuah benda pipih. Dia menggenggam erat benda itu. Ini satu-satunya yang bisa kupakai untuk menghancurkan Ceyhan Group.
Sementara itu, Frans yang sudah tiba di rumah sakit, melangkah menuju bangsal tempat dimana Wisnu dirawat. Empat orang pengawal berada diluar ruangan itu, langsung memberi hormat pada Frans. “Apakah semuanya aman terkendali?” tanya Frans.
“Sejauh ini aman Tuan Frans. Beberapa rekan kami berjaga-jaga dipintu masuk dan pintu belakang dilantai dasar. Ada juga rekan kami yang bertugas menyamar sebagai petugas keamanan disini.”
“Bagus. Tetap waspada, jangan sampai kecolongan jika ada yang mencurigakan langsung hubungi saya atau Jack.”
“Baik.”
Seorang cleaning service dirumah sakit memasuki lift dan sesampainya di lantai bawah dia mendorong peralatan kebersihan ke gudang lalu mengunci pintu.
"Halo bos! Aku sudah menemukan keberadaan Wisnu."
"Bagus sekali! Kirimkan lokasinya segera! Apa ada penjaga disana?"
"Iya bos! Diluar bangsal ada empat pengawal saja. Mereka bergantian shift,tidak akan sulit untuk melumpuhkan mereka.:
"Apa kau yakin? Periksa baik-baik dan pastikan ada berapa orang anak buah mereka dirumah sakit itu!"
"Diluar ruang rawat Wisnu hanya ada empat. Ruang rawatnya berada di lantai lima khusus vip dan hanya beberapa kamar saja disana. Ruangan Wisnu ada di paling ujung dan hanya satu-satunya ruang rawat dibagian itu. Tidak jauh dari situ ada lift, sangat mudah bagi orang untuk keluar masuk."
__ADS_1
"Aku mau kau pelajari denah rumah sakit dan pastikan penjagaan disana. Jangan sampai mencurigakan siapapun, kau harus bekerja lebih cepat!"
"Baik bos!"