TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 205. MEREKRUT BAYU


__ADS_3

“Iya benar juga. Makanya aku juga was-was setelah kehadiran Melissa apalagi mereka kerjasama untuk proyek baru itu, pasti sering ketemu,” kata Rosa.


“Makanya cari suami dar kalangan biasa saja kayak aku. Tidak ada yang mengincar,”


“Kau beda bayu…..kalau kau memang tidak laku,”


“Hahaha….hahahaha…..hahahaha…..” ketiganya tertawa terbahak-bahak.


“Nanti aku carikan untukmu ya, dikantor banyak yang masih single,”


“Beneran ya? Aku juga sudah pengen menikah. Iri juga melihat kalian sudah punya momongan,”


“Iya secepatnya aku kenalin,” janji Deandra pada sahabatnya itu. “Oh iya….kau mau tidak bekerja di kantor? Galery bisa diurus sama adikmu bukan? Kalau kau kerja kantoran bisa dapat uang bulanan dan uang dari galery bisa simpanan masa depan,” bujuk Deandra yang ingin Bayu bekerja di departemen IT.


“Kerja sebagai apa?”


“Bagian IT. Sesuai dengan keahlianmu, bukan? Aku kasih gaji besar jika kau mau. Kebetulan aku sedang cari orang yang bisa dipercaya karena baru-baru ini perusahaan suamiku diserang hacker yang mau mencuri data-data perusahaan.”


“Pasti kau yang turun tangan, iyakan?”


“Iyalah. Frans cerita soal itu. Katanya Dea hebat banget bisa selamatkan data-data perusahaan,”


“Aku sih mau saja tapi bagaimana dengan Tuan Verrel? Aku yakin dia tidak setuju,”


“Dia setuju, itu berarti kau mau ya? Besok kau bisa datang ke kantor, nanti aku suruh HRD buatkan kontrak kerjamu,”


“Baiklah, demi Deandra. Aku selalu siap membantu,”


“Kalau seandainya kau kukirim ke luar kota untuk sementara, kau keberatan tidak?”


“Memangnya kemana? Berapa lama?”


“Tidak lama. Aku mau kau pergi ke beberapa kantor cabang untuk mengecek.  Sepertinya selama setahun terakhir ini ada yang tidak beres diperusahaan. Tepatnya ada pengkhianat. Suamiku terlalu sibuk dan kurang memperhatikan. Opa Yahya, Opa Viktor dan papa akan bernagkat ke Amerika juga minggu depan, di kantor yang disana juga sedang ada masalah. Aku sedang hamil tidak bisa terlalu bebas bergerak. Kau mau bantu aku ya?”


“Siap Nyonya Besar...hihihihi…..Rosa bagaimana? Bukannya dia asistenmu?”


“Iya aku masih asistennya Dea. Cuti sementara pasca hamil dan melahirkan, tapi sekarang aku sudah siap mengabdi lagi pada Nyonya kita ini,”


“Isss…..kalian ini selalu mengejekku. Tapi aku senang sahabat-sahabatku kumpul dan kita bisa sering ketemu di kantor. Aku janji bakal carikan calon istri untuk Bayu,”

__ADS_1


“Jika kau masih membutuhkan orang yang bisa dipercaya untuk bekerja diperusahaanmu, kenapa kau tidak merekrut Henry sekalian?”


“Henry Wijaksono? Bukankah dia seorang publik akuntan?”


“Iya. Bukan cuma publik akuntan, dia juga buka jasa sebagai private detektif. Biasa dia disewa untuk menyelidiki beberapa perusahaan yang diduga ada kasus korupsi. Kau bisa minta dia untuk bekerjasama jika kau butuh orang yang tepat dan paham soal keuangan dan akuntan.”


“Bagus juga idemu. Bisakah kau hubungi dia dan memintanya untuk bertemu denganku besok?”


“Oke. Aku ajak saja dia bertemu denganmu besok pagi di kantor, bagaimana?”


“Setuju. Aku tunggu kalian besok pagi. Terimakasih ya Bayu, kau sudah banyak membantuku,”


“Kita sahabat sudah seharusnya saling membantu.”


...*...


“Papa kenapa? Apa ada masalah? Sejak kemarin Ayu lihat wajah papa muram.”


“Hem…..kemarin papa jumpa Amran di kebun binatang. Papa sudah tidak paham bagaimana jalan pikiran anak itu, sangat memalukan,”


“Memangnya kenapa, pa? Mas Amran tidak menyakiti papa, bukan?”


“Ayu tidak paham maksud papa. Buat malu bagaimana?”


“Pufff…..papa lihat dia berciuman dengan seorang wanita. Papa dekati mereka dan Amran mengaku kalau wanita itu perawatnya. Huh…..perawat kok mau digituin sama pasiennya di tempat umum pula,” dengus Yahya kesal.


“Apa itu wanita yang sama dengan yang pernah ketemu Deandra waktu di mall ya?”


“Deandra pernah melihat mereka di mall? Kapan? Kenapa tidak ada yang memberitahuku?”


“Dia cerita sama Ayu waktu itu dia lihat mas Amran dengan seorang wanita di mall saat Deandra bawa Nathan dan Naomi jalan-jalan ke mall. Ya begitu, mesra dan mencolok tingkah mereka katanya,”


“Benar-benar keterlaluan. Seharusnya dia masih dirawat di rumah sakit jiwa selamanya. Otaknya sudah benarr-benar rusak sejak memilih pelacur itu,”


“Sabar ya pa. Biarkan saja dia mau buat apa sepanjang tidak mempermalukan keluarga kita,”


“Besok pengacara papa datang, aku sudah tidak mau ada hubungan apapun dengan Amran. Meskipun dia anak kandungku tapi sangat mengecewakan. Dia juga bilang kalau dia sudah tidak peduli kalau tidak menyandang nama Ceyhan lagi. Papa hanya mengkhawatirkan keluarga ini jika Amran akan berulah dan menghancurkan semuanya.”


“Papa pikirkan baik-baik dulu.”

__ADS_1


“Sudah papa pikirkan Ayu. Ini semua demi kebaikan keluarga ini, sudah ada penerus keluarga Ceyhan, papa tidak khawatir lagi. Tugas papa hanya memastikan keluarga ini baik-baik saja, jika Papa memutuskan hubungan dengan Amran secara hukum kelak jika papa sudah tiada, Amran tidak akan bisa berbuat apa-apa dan tak bisa mengganggu keluarga ini.”


“Opa….” Deandra mendekati Ayu dan Yahya lalu duduk.


“Ada apa sayang?”


“Begini, aku merekrut sahabatku untuk kerja di kantor. Dia ahli di bidang IT dan yang satunya ahli akuntan. Apa Opa dan mama setuju? Mereka bisa membantu Verrel, setahun ini ada banyak kejanggalan di laporan dari dua departemen. Tempo hari aku sudah berhasil menemukan pengkhianat di departemen IT. Tapi aku kurang paham soal akuntan jadi temanku bisa membantuku,”


“Baiklah, Opa berikan ijin. Ingat ya untuk selalu mengawasi perusahaan meskipun kau tidak ke kantor. Verrel terlalu sibuk, pekerjaannya bertumpuk dan kadang dia tidak punya cukup waktu untuk meneliti semuanya,”


“Iya, Opa. Kak Arion juga sudah menemukan beberapa kejanggalan di kantor cabang. Jadi aku akan minta temanku untuk menyelidiki beberapa kantor cabang.”


“Bagus itu. Kalian semua cucu opa harus kerjasama untuk menjaga perusahaan keluarga ini.” Yahya tersenyum puas mengetahui cucu-cucunya bisa kompak dan bekerjasama mengurus perusahaan. Tinggal menunggu minggu depan dia dan Viktor juga Darma berangkat ke Amerika untuk membantu William mengurusi masalah perusahaan disana. Hanya satu penyesalannya, putranya Amran yang tak bisa dia didik untuk menjadi penerus keluarga, hingga semuanya jatuh ke tangan Verrel yang untungnya begitu bertanggung jawab.


“Dea, kalau boleh mama tahu, kenapa tiba-tiba kau begitu bersemangat sekali mengurusi perusahaan? Jangan terlalu lelah, sayang. Ingat kau sedang mengandung, mama tidak mau cucu mama kenapa-napa,”


“Dea baik-baik saja ma. Sejak kejadian tempo hari aku merasa ada orang yang ingin menghancurkan Verrel. Orang itu tahu jika Verrel sangat sibuk dan mungkin lengah, tapi untungnya aku bisa atasi masalahnya. Tapi entah kenapa aku merasa begitu banyak kejanggalan di beberapa laporan keuangan dan juga di laporan lapangan.”


“Ini bukan pertama kalinya perusahan kita diserang orang, persaingan bisnis apalagi sekarang perusahaan semakin berkembang pasti banyak yang iri dan ingin menjatuhkan Verrel. Kau harus hati-hati dan selalu bawa bodyguard kemanapun,”


“Iya ma. Aku akan bantu suamiku membongkar semua masalah ini secepatnya. Apa Opa mau bertemu dengan teman-temanku besok?”


“Baiklah. Besok kita pergi ke kantor sama-sama. Oh iya…..Viktor juga sudah menambah pengamanan untuk Nathan dan Naomi, jangan sampai ada orang yang melukai mereka.”


‘Aku tidak tahu kenapa ucapan Opa Yahya mengusikku, kenapa Opa Viktor harus menambah keamanan untuk kami? Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui? Tapi dari ucapan Opa barusan, sepertinya keluarga ini sedang menghadapi masalah besar.’ Pikir Deandra. 


“Opa…..bisakah aku ketemu pengacara keluarga besok setelah makan siang?”


“Tentu boleh. Memangnya kau ada keperluan apa hingga perlu pengacara?”


“Maaf ya Opa jika aku bersikap aneh. Aku ingin mengalih namakan semua aset atas nama anak-anak, entah kenapa beberapa hari ini perasaanku tidak enak,”


“Oh….kalau itu sudah Opa atur dengan pengacara. Mungkin dia juga sudah menyiapkan semua dokumennya. Semua harta keluarga Ceyhan akan dialih namakan atas namamu dan cicit-cicitku,”


“Opa? Kenapa atas namaku?”


“Opa hanya mengkhawatirkan Verrel. Dia pria sukses, kaya dan diincar banyak orang terutama para wanita. Opa tidak mau kalian bernasib seperti Ayu kelak. Hari ini mungkin Verrel masih suami yang baik, tapi banyak godaan diluar sana bisa saja dia khilaf. Kau harus bisa mempertahankan rumah tangga dan suamimu, menjadi istri seorang pengusaha sukses dan kaya raya seperti Verrel tidak mudah,”


“Iya Opa. Aku janji akan mengingat semua nasihat opa dan akan selalu menjaga rumah tanggaku. Akan kuhajar setiap perempuan yang akan menggoda suamiku...heheh,” ucap Deandra terkekeh membayangkan menghajar perempuan penggoda.

__ADS_1


__ADS_2