
Jangan pernah merebut milik orang lain karena pelakunya pasti merasa tidak tenang. Apalagi jika merebut milik orang dengan cara yang licik, bisa dipastikan pelakunya akan gelisah. Bisakah dibayangkan bagaimana rasanya jika merebut milik orang lain apalagi kita merebutnya dari orang yang dekat dengan kita?
Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh dan sepandai-pandainya menyimpan bangkai, pada akhirnya pasti akan tercium baunya. Hal itu kini dialami seorang pria bernama Verrel Ceyhan, sejak mendengar kabar kepulangan Rico kekasih Deandra ke tanah air, ia merasa gelisah. Meskipun wanita yang membuatnya gelisah sedang bermanja-manja dalam pelukannya saat ini dan sedang mengandung anaknya, namun ia merasa tak tenang.
Ya, dia merebut Deandra dari Rico adik tirinya, namun yang tidak dia ketahui bahwa Deandra memang incaran para pria diluar sana, sudah banyak yang ingin merebut Deandra tapi kalah cepat dengan Verrel. Dulu Rico pun merebut Deandra dari seseorang yang mulai dekat dengan Deandra. Sebut saja nama pria itu Gio, seorang pengusaha muda.
Dengan licik Rico merebut Deandra dari Gio, saat itu Deandra masih dibangku kuliah dan baru menjalin hubungan dua bulan dengan Gio, pengusaha showroom mobil tempatnya bekerja part time. Rico membuat Gio bangkrut dan menjebaknya hingga pengusaha muda itu harus mendekam di penjara. Saat itu Rico hadir bak dewa penolong untuk menyembuhkan luka hati akibat ditinggal sang kekasih yang pergi tanpa kabar. Hilang begitu saja tanpa kabar bak ditelan bumi. Deandra tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan kini, kakak tirinya yang merebut Deandra dari sisinya.
“Ahh” Verrel terbangun dari mimpi buruk, napasnya terengah-engah kala rasa kehilangan itu menyeruak, rasa yang belum mengering hingga kini. “Kenapa Rico dan ibunya mengejekku dengan tatapan menjijikkan itu?” desis Verrel dengan penuh amarah. Ia menarik napas perlahan dan menghembuskannya, menenangkan emosinya yang mudha tersulut.
Sentuhan jemari lembut didadanya yang polos membuat pria itu mengalihkan padangan kesamping, Deandra yang tertidur pulas dengan menempelkan kepalanya kedada Verrel dan jemarinya menekan lembut dada bidang itu. Dia mendekapnya dan kembali memejamkan mata.
“Kau hanya milikku selamanya Deandra Ailsie, selamanya kau akan berada disisiku. Tak akan aku biarkan siapapun membawamu pergi, termasuk pria brengsek itu.” ikrar Verrel dalam hati. Verrel bersumpah akan mempertahankan gadis itu meskipun banyak rintangan yang akan dihadapinya nanti, bahkan tindakannya kali ini harus membuka luka lama di keluarga Ceyhan.
...*...
Dirumah kediaman Amran terlihat mereka sedang duduk diruang keluarga. Rico duduk disamping mamanya, dia memang anak mami yang selalu menuruti kata wanita itu.
“Bagaimana hasil pekerjaanmu disana?” tanya Amran tanpa mengalihkan pandangan dari laptop dipangkuannya.
“Semua berjalan lancar, Pa. Bahkan ada peningkatan pesat di kantor cabang disana,” Rico menjelaskan semua dengan rinci.
“Hmmmm…..sudah kuduga.”
“Maksudnya Pa?” tanya Rico yang bingung dengan ucapan Amran.
__ADS_1
“Klien yang kau temui disana adalah rekan bisnis lama keluarga Ceyhan, jadi mudah untuk memintanya berinvestasi. Lagipula kenaikan omset dicabang Hongkong memang lebih banyak karena konsumen cenderung memilih produk dari sana.”
“Kau tahu? Papa ingin kau mengambil alih kepemimpinan disana.” ucap Amran dengan penuh percaya diri. “Apalagi kata mamamu kalau kau ingin menetap disana kalau sudah menikah. Kau harus berjuang untuk mendapatkan perusahaan disana, kita berjuang sama-sama.”
“Apa?” Rico terbelalak mendengar ucapan papanya.
“Keputusan papa sudah tepat, mama mendukung,” ucap Andini berbinar. Setidaknya putraku harus memiliki salah satu perusahaan milik keluarga Ceyhan, dengan begitu akan mudah bagiku membujuk Rico untuk merebut harta keluarga Ceyhan secara perlahan. Seringai licik muncul diwajahnya.
“Ta-tapi bagaimana kak Verrel?”
“Tak perlu kau pikirkan dia terus-terusan Rico! Sekarang pikirkan bagaimana caranya supaya kau bisa mendapatkan posisimu di Ceyhan Group, ingat kau juga punya hak karena kau juga cucu keluarga itu.” Andini bicara dengan ketusnya. Amran yang tahu benar sifat istrinya meraih tangan wanita itu untuk menenangkannya. “Sabar, Ma.”
“Bagaimana aku bisa sabar, Pa? Dia selalu memancing emosku,” keluhnya. Andini kesal karena Rico memikirkan Verrel. Apa Rico tidak pernah sadar posisinya? Apa Rico idak sadar jika posisi Verrel di perusahaan sudah paling tinggi dan Verrel adalah pewaris tunggal keluarga Ceyhan? Andini tak terima itu, karena ia merasa anaknya juga punya hak yang sama seperti Verrel.
“Ingat ya! Mama tidak mau tahu. Kau harus bisa memiliki salah satu perusahaan itu. Kau juga cucu keluarga Ceyhan. Apa kau mau semua kekayaan itu tidak kau cicipi?” kata Andini dengan nada suara penuh kemarahan yang membuat Rico menganggukkan kepala. Dia selalu menuruti kemauan mamanya dan tak pernah menolak permintaan wanita itu.
...*...
Tak ada siapapun disana, pagar rumah terkunci. “Kau ada dimana sayang?” desahnya dengan kedua tangan terkepal. Ia bingung mau mencari Deandra kemana, ponselnya tidak bisa dihubungi. Dia berjalan perlahan kerumah sebelah, rumah bu Ningsih yang tempo hari dihubungi Rico saat ia berada di Hongkong.
“Eh, nak Rico? Mau cari Deandra ya?” tanya Bu Ningsih yang melihat Rico berdiri didepan rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Deandra. Spontan ia mengangguk.
“Ibu tahu tidak kemana kira-kira Deandra pergi?” namun harapannya luntur melihat bu ningsih menggeleng. “Seperti yang ibu ceritakan tempo hari, ibu tidak tahu nalk,” jawabnya.
Seorang gadis belia keluar dari rumah dan mendekati ibunya yang sedang berbincang dengan Rico didepan rumah. “Cari kak dea ya?” tanyanya yang dijawab Rico dengan anggukan.
__ADS_1
“Aku ingat, ada mobil mewah datang kerumah itu, aku sempat dengar kak dea bertengkar dengan pak surya.”
“Bertengkar?”
“Iya. Aku dengar kak dea teriak dan menangis karena kudengar pak surya bilang kalau dia sudah menjual kak dea ke pak broto....iya pria tua begitu yang kudengar.” kata gadis belia yang kebetulan saat kejadian itu ia sedang membersihkan halaman depan rumahnya dan ia mendengar semuanya.
Dijual?
Ya, ampun. Dadanya sesak mendengar kabar itu dari tetangga Deandra. Kemudian dia pamit pada ibu dan anak gadisnya itu. Dia masih termenung didalam mobilnya. “Kenapa tega sekali pamannya menjual Deandra?” gumamnya tak percaya.
Rico meneguk ludahnya, pikiran buruk memenuhi kepalanya, dia merasa semakin ketakutan yang membuatnya tak nyaman. Akhirnya ia melajukan mobilnya menuju suatu tempat.
...*...
“Hai, tumben kesini?” celetuk pria bertubuh tinggi berbadan kurus itu.
“Aku sedang butuh bantuanmu,” ucapnya tanpa basa basi.
Rico menceritakan semua tentang Deandra. “Kau harus membantuku.” ucapnya pada pria bernama Yoga. “Ok. Kirimkan foto gadis itu dan alamatnya padaku,”
Dengan cepat Rico mengirimkan semuanya ke ponsel Yoga teman masa sekolah dulu lalu pamit dari sana.
...*...
“Frans siapkan semuanya sekarang,” perintah Verrel pada asistennya. Aku tidak bisa menunggu hingga sabtu, harus sekarang ya sekarang. Aku harus lakukan sekarang jangan sampai aku kecolongan. Akan kuikat kau disisiku selamanya Deandra, gumamnya.
__ADS_1
Kegelisahan masih menyelimut dirinya dan rasa takut kehilangan itu menyesakkan pria yang dikenal kejam dan sadis itu. Meskipun saat ini Deandra sedang mengandung anaknya, tapi pria itu merasa takut akan kehilangan wanitanya.
Sang asisten yang mendapat perintah dari tuannya pun segera mempersiapkan semuanya. Dia menghubungi kepala pelayan dirumah utama dan menyampaikan pesan dari Verrel. Deandra yang sedang berendam dan menikmati pijatan pelayannya, terkejut saat Yuna datang menyampaikan pesan dari sang tuan besar padanya. Ibu dan kakeknya pun terkejut saat Frans memberitahu kalau pernikahan dilakukan sekarang. Aneh, itu yang dikatakan Yahya tentang cucu kesayangannya it