TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 129. JEBAKAN FRANS


__ADS_3

“Aku harus melakukan sesuatu,”


Andini mondar mandir seperti setrikaan sejak tadi.  Hidupnya berubah sejak anaknya tersandung kasus.  “Kemarin menantuku mengabari tentang kehamilannya, sudah tentu aku senang.  Dengan begitu jika bayi itu lahir, keluarganya masih akan tetap berhubungan dengan keluarga Baratha. Tapi bagaimana jika Baratha benar-benar mengurus perceraian mereka? Ya, ampun kenapa otakku rasanya buntu untuk berpikir?”


“Iva tidak boleh menggugurkan kandungannya. Aku harus memastikan jika dia mempertahankannya, apapun yang terjadi. Aku harus melakukan sesuatu. Tidak...tidak….tidak akan kubiarkan semua rencanaku berantakan. Aku adalah Andini! Aku selalu mendapatkan apapun yang kuinginkan!”


“Bagaimana jika Rico mendekam dalam waktu yang lama? Pasti Iva tidak akan mau menunggunya. Ah….ayo Andini pikir….pikir….kau pintar! Jangan kalah kali ini.” Tiba-tiba dia berhenti dan menjentikkan jarinya.  “AHA! Aku tahu caranya.” ucapnya tersenyum lalu berjalan masuk ke kamarnya mengambil tas dan kunci mobil.  Tak lama dia melajukan kendaraannya meninggalkan rumah, menembus jalanan ibukota yang padat siang itu.


...*...


“Selamat siang, Tuan Frans,” Rosa memasuki ruang kerja Direktur yang kini dihuni oleh Frans sang asisten.  Terlihat dia sedang sibuk dihadapan laptop milik sang tuan.


“Ya, selamat siang. Ada keperluan apa kesini?” tanya Frans ketus. Hari ini mood nya benar-benar jelek. Dia mendapat kabar dari Tobi yang membuatnya sangat marah.  Melihat Frans yang tampaknya sedang tak baik, Rosa mencoba menggodanya.


*Visual Frans 😁😁




*Visual Rosa jutek 😁😁


“Ehem….Anda terlihat sangat tampan hari ini.  Tidak seperti om mesum,”


“Apa? Apa kau bilang barusan? Coba ulangi, yang lebih jelas,” ucap Frans, meskipun lagi jengkel tapi mendengar kata-kata Rosa, dia pun terpikir untuk menggoda dan membuat gadis itu marah.  Lumayan buat pelampiasan, pikirnya.

__ADS_1


“Kalau kau tak mau mengulang ya sudah pergi saja, Oh iya….karena kau tidak menurut perintahku maka gajimu aku potong,”


“What? Ehh….tidak. Jangan begitu, aku sudah mengerjakan semua perintahmu. Lantas perintah yang mana belum kujalankan?” tanya Rosa bingung.


“Perintah yang barusan! Coba ulangi kata-katamu tadi.”


Meskipun dengan berat hati dan rasa malu yang tebalnya berlipat-lipat, akhirnya Rosa mengulangi kembali kata-katanya. Dia memejamkan mata agar tak melihat reaksi Frans saat dia mengucapkan kembali kata-katanya.


“Anda terlihat sangat tampan hari ini. Sama sekali tidak terlihat seperti om mesum,” ucapnya dengan lancar.


“Oh begitu ya. Cup!” Frans yang sedari tadi sudah berdiri didepan Rosa saat dia melihat gadis itu memejamkan mata langsung menciumnya.  Rosa yang tak siap dengan serangan mendadak itu hampir terjatuh ke belakang saking terkejutnya.  Untungnya tangan kekar sang asisten Frans dengan cepat menariknya dan membawa tubuh Rosa dalam pelukannya.


*Author bagiin visual Frans dan Rosa...biar makin halu 🤭🤭😁



Saat berujar, mulutnya terbuka sehingga Frans dengan mudahnya menyelusup masuk dalam mulut Rosa.  Rasa manis dari mulut Frans justru membuat Rosa melayang, gadis yang tak pernah tahu rasa alkohol itupun mabuk tanpa harus meminumnya.  Perlahan dia malah membalas ciuman Frans dengan kaku, wajahnya merona dan panas. ‘Kenapa tubuhku jadi panas begini? Manis sekali bibirnya…..rasa apa ini? Kenapa bibir si om mesum bisa semanis ini? Oh….tidak kepalaku pusing. Rosa mulai merasa pusing dan melayang. 


Frans mengurai ciumannya lalu menatap wajah Rosa yang merona dengan mata terpejam.  Seringai nakal muncul diwajah si om mesum alias sang asisten. ‘Rasain kau gadis jutek. Kau bahkan mabok kucium...he….he….he….polos sekali gadis ini. Wait….jangan-jangan dia mabuk, kenapa wajahnya seperti kepiting rebus? Masa bodoh….Frans, mumpung ada kesempatan sekalian saja beri sedikit pelajaran biar si jutek ini tunduk.’ monolog dalam hatinya.


Frans menggendong tubuh Rosa ala bridal dan mendudukkannya diatas sofa.  Tanpa melepas pelukannya, Frans kembali mencium bibir tipis gadis polos itu. Akibat mabok tanpa minum alkohol, Rosa melayang ke langit ketujuh. Frans sebelas duabelas dengan sang casanova kalau soal menaklukkan perempuan.  Bedanya, Frans jarang bercinta dengan perempuan, berbeda dengan Verrel yang jam terbangnya tinggi dan selalu menghabiskan malamnya dengan wanita-wanita berbeda. Frans pun baru satu kali pacaran, dia ditinggal sang pacar yang menikah dengan orang lain karena pria itu lebih kaya daripada Frans.


Saking asyiknya berciuman dengan Rosa, sentuhan-sentuhan Frans menghanyutkan gadis yang belum pernah disentuh oleh pria manapun membuat Frans semakin tergoda untuk mengerjain Rosa. ‘Kita lihat gadis jutek, setelah ini kau tidak bisa apa-apa lagi.’ Dengan iseng Frans malah menarik ****** ***** Rosa hingga robek.  Frans menahan tawa dengan kembali ******* bibir gadis yang sudah pasrah itu.  Dia benar-benar mabuk karena mencium sisa wine yang ada dimulut Frans. Namanya juga laki-laki, tangannya mulai meraba dan menyentuh bagian sensitif Rosa membuat tubuhnya menggeliat.


“Frans...” desahnya tanpa sadar membuat Frans tersenyum.  Dia memang menyukai gadis itu. Tak ada hari tanpa berdebat dengan gadis si motor butut. Sepertinya mereka memang menyenangi perdebatan tanpa sadar, mereka merasa ada yang hilang saat salah satu dari mereka tidak memulai perdebatan. Ciuman Frans makin buas dan liar, dia tak menyia-yiakan kesempatan. Rosa yang sudah kehabisan napas berusaha mendorong dada Frans untuk menghirup udara.  Frans melepaskan ciumannya dan menatap wajah Rosa yang perlahan membuka matanya. Gadis itu terengah-engah tapi ada suatu kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

__ADS_1


Satu tangan Frans yang sengaja diletakkan dipaha Rosa. Gadis itu merasakan ada kehangatan dipahanya lalu menundukkan kepala dan terbelalak. Mendapati rok nya tersingkap dan ****** ******** robek tergeletak di lantai.


“A---apa yang kau lakukan?” bertanya dengan kaget.


“Kita sudah melakukannya sayang,” ujar Frans tersenyum.


“Maksudmu? Huaaaa…….” tangis Rosa pecah. Untung saja ruangan itu kedap suara sehingga tidak terdengar keluar. Frans ******* bibir Rosa untuk membungkamnya.


“Ssstttt….jangan panik. Aku akan bertanggung jawab. Okay?” ucapnya menenangkan Rosa.


“Tega kau! Kenapa kau lakukan?” rasa malu dan tak tahu harus berbuat apa, dia ingin lari dari sana tapi bagaimana caranya? Pakaian dalamnya sudah robek. Ya, Tuhan…..kenapa ini terjadi padaku diruangan direktur pula, ucapnya. Tunggu dulu….tapi kenapa aku tidak merasakan apapun? Pikirnya. 


Seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Rosa yang masih berada dalam pelukan Frans. “Tidak semua yang pertama itu harus berdarah. Aku melakukannya dengan lembut dan kasih sayang jadi tidak sakit, sayang.” ucap Frans menahan tawa. Wah….ternyata mudah sekali memanipulatif gadis ini pikirnya. Padahal aku tidak melakukan apapun, hanya menciumnya. Frans tersenyum penuh kemenangan. Aduh, Frans kenapa kau dan Verrel sama saja sih? Kalian menjebak seorang gadis untuk memilikinya.


BRAK! Pintu ruang direktur tiba-tiba terbuka. Keduanya terkejut apalagi melihat siapa yang sedang berdiri disana dengan tatapan yang sama terkejutnya dengan mereka.


“ROSA! FRANS! Apa yang kalian lakukan? Oh Tuhan….” teriaknya. Dia melihat pakaian dalam perempuan tergeletak dilantai, robek. Mendadak dia tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya yang buncit. “Maaf...aku mengganggu kalian. Lanjutkan saja. Aku permisi.” kata Deandra melangkah pergi sambil berkata “Kutunggu undangannya, atau aku akan menghukum kalian!”


* Hai para readers terkasih....like, comment ya disetiap bab 🤗🤗


*Bantu vote, bagi hadiah juga boleh biar author tambah semangat lagi


Terimakasih....Luv you all! 😘😘😘


 

__ADS_1


__ADS_2