
Dikediaman Amran, sejak pesta pernikahan Verrel, suasana rumahnya kacau. Amran dan Andini yang sudah bersama selama dua puluh lima tahun semenjak kehadiran putra mereka, kini serasa dingin. Andini melipat kedua tangannya didepan dada tanpa mau melihat pada suaminya yang berada dibelakangnya.
“Sayang, jangan begini, kau tahu aku mengambil keputusan itu karena terpaksa. Coba bayangkan kalau aku tidak mengambil keputusan itu maka Rico akan dipecat dari kantor. Aku tidak mau itu terjadi, aku harus pastikan aku bisa mengambil alih perusahaan di Hongkong untuk Rico,” lanjut Amran tak menyerah.
‘Ayu semakin cantik dan kaya, sementara Andini taunya hanya menghamburkan uangku. Aku mencintai Andini, tapi cepat atau lambat semua uangku akan habis. Sekarang istri Verrel hamil, itu artinya aku tidak bisa mendapatkan apa-apa lagi untuk Rico.’ Pikirannya dipenuhi berbagai rencana dan pertimbangan.
“Ma, kau tahu bukan bagaimana sifat papaku yang tidak mau dibantah?” Kali ini Amran mendekati istrinya dan memeluknya, Andini hanya diam tak merespon pelukan suaminya. Andini harus mengakui bahwa apa yang dikatakan suaminya itu benar. Ia ingat pernah diberikan cek kosong untuk menggugurkan kandungannya.
“Baiklah. Tapi papa harus janji,” kata Andini dengan seringai licik.
“Iya papa janji akan mengambil semua lebih cepat.”
Andini membalikkan badannya dan melingkarkan tangan keleher suaminya. Sepasang suami istri paruh baya itu saling berpelukan, bibir mereka saling bertautan. Andini mencium kasar bibir suaminya sebagai pelampiasan kekesalan.
Andini emosi saat melihat senyum manis Ayu Prastita dipernikahan Verrel. Dia marah karena sampai sekarang hanya dianggap orang asing bukan anggota keluarga Ceyhan. Bahkan diluar sana ia pun tak bisa mengklaim statusnya yang tak jelas karena Amran belum menceraikan Ayu. Dua puluh lima tahun Andini bertahan hidup tanpa status, dan ia sanggup menjalani demi uang dan harapan suatu hari ia akan menikmati semua kekayaan keluarga Ceyhan.
Tapi kini, ia mulai merasa lelah apalagi setelah melihat perempuan yang menjadi istri Verrel dilimpahi dengan semua hadiah-hadiah mewah yang bernilai fantastis. Membuatnya meradang dan dendam. Dan perintah Tuan Yahya malam itu menegaskan jika dirinya hanyalah seorang pelakor murahan.
Andini tak pernah peduli pandangan orang diluar, dia hanya memanfaatkan ketertarikan Amran padanya masa itu untuk bisa hidup enak tanpa harus capek kerja. Pria paruh baya itu sadar jika ia sudah menyakiti hati istri tercintanya itu, ia berusaha menenangkannya sebelum bisa diajak bicara dengan kepala dingin.
...*...
__ADS_1
Deg!
Ada rasa sakit dan menyesakkan didadanya. Rico berusaha membuka mata perlahan. Rasa sakit dikepala menderanya. Sialan! Kenapa sakit sekali? Ia mengedarkan pandangannya, ini sebuah kamar tapi ini bukan kamarku dan sepertinya ini bukan kamar hotel. Jantungnya berdebar kencang saat menyadari disampingnya ada orang lain. Dan ada yang terasa berat menimpa perutnya.
Dia meneguk ludahnya, melihat dua tubuh polos terkapar disampingnya. Kedua wanita itu memeluknya. Rico mencoba berpikir apa yang sudah terjadi, tapi ia tak mengingat. Ia menoleh ingin melihat siapa yang berada disampingnya. Kedua mata Rico membulat dan ia segera bangkit membuat kedua wanita itu terjaga.
“Kenapa sih Rico? Bisa bangun pelan-pelan kan?” sungut wanita yang tak mengenakan sehelai benangpun. Dia turut bangun karena gerakan Rico mengusiknya. Rico menoleh kembali kearah wanita satunya lagi yang masih enggan untuk bangkit. Rico menyibak rambut yang menutupi wajah wanita itu. Betapa terkejutnya dia melihat siapa wanita itu.
“Bangun!” kata Rico menggoyangkan bahu wanita yang masih tidur itu.
“Ck. Bisa pelankan suaramu sedikit, sayang?” sahut wanita itu seraya bangkit dan tampak tubuhnya pun polos. Tanpa rasa malu kedua wanita itu tersenyum menggoda pria didepannya. Ia mendekati Rico dan menautkan bibir, mencumbunya dengan liar. Ah, bodoh…..bagaimana mungkin aku menyia-yiakan wanita menggoda ini? Begitu pemikiran Rico.
“Aku senang bisa bertemu denganmu lagi Rico,” kata kedua wanita itu. Salah satu wanita itu adalah Karina. Dan satunya lagi bernama Meisha. Rahang Rico mengeras melihat keelokan tubuh dua wanita didepannya yang sedang menggodanya dengan sentuhan dan cumbuan.
“Dimana Elias dan Yoga?” tersadar bahwa tadi malam mereka mabuk di kelab dan akhirnya pesta dirumah Elias.
“Ada didepan, mau lihat?” tanya Meisha yang menciumi wajah Rico. Rico menggeser tubuh Karina ke samping lalu bangkit dengan tubuh polos menuju pintu kamar. Setelah pintu terbuka, ia mendengar suara-suara erotis dari ruang tamu. Ia melangkahkan kaki dan ia disuguhkan pemandangan erotis dari tiga sahabatnya bersama wanita diikuti dengan ******* dan erangan dari enam orang yang berada disofa.
Rico kembali masuk ke kamar dan melanjutkan aktifitas panasnya dengan kedua wanita tadi. Kedua matanya memejam sempurna, ia membiarkan kedua wanita itu memuaskannya. Rico membayangkan wajah deandra dan tergiang kembali ucapan Surya
“Yang menyewa deandra adalah seorang CEO. Tuan Verrel Aditya Ceyhan.” Surya bahkan tidak tahu jika surat transaksi yang awalnya tertulis “menyewa” telah diubah menjadi “diperistri” setelah Surya menandatangani surat perjanjian itu.
__ADS_1
Kepalanya sakit karena dia hampir mencapai ******* dan juga karena memikirkan Deandra. Bagaimana bisa jadi seperti ini? Kenapa bisa kebetulan sekali? Apa kak Verrel memang sudah merencanakannya untuk menghancurkanku?
“Arrggggg!” ia mengerang seiring dengan pelepasannya. Ingatannya kembali ke lima tahun lalu membuatnya membuka mata. Kejadian itu berputar-putar seperti kaset kusut. Ia ingat bagaimana Verrel memukulnya sampai babak belur melampiaskan amarah. Dan kali ini seperti de javu, tapi dalam keadaan terbalik.
Mungkinkah deandra baik-baik saja ditangan kak verrel? Bagaimana aku berhadapan dengannya jika berniat mengambil apa yang menjadi miliknya?
“Bagaimana keadaan ini berbalik padaku, Tuhan?” desis Rico frustasi. Ia tak sanggup menerima jika ini adalah KARMA. Karena kejadian lima tahun lalu bukan sepenuhnya salahnya namun ia yang harus menanggung semuanya. Rico masih belum menyadari jika semua adalah kesalahannya.
Tangannya mencengkeram pinggang Meisha yang kini bergerak diatas tubuhnya. Karina sudah terkapar disamping Rico setelah mendapatkan pelepasannya. Untuk melepaskan kemarahannya, ia mencumbu meisha dengan kasar dan buas. Meluapkan semua kekesalan dan kecewa. ‘Seharusnya aku tidak pergi keluar negeri dan meninggalkan deandra.’
Aku terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga jarang meneleponnya, kini ia menyesali semuanya.
Kegilaan Rico kembali, dia memang seperti Verrel, suka gonta ganti wanita bahkan menyukai pesta **** dan bertukar pasangan bersama teman-temannya, sangat berbeda dengan Verrel yang tidak menyukai hal seperti itu. Namun sejak berpacaran dengan Deandra memang Rico mulai jarang melakukannya kecuali saat ia ingin atau karena Deandra tidak juga mau disentuhnya meskipun hanya mencium bibir saja.
“Kau bahkan belum pernah kucium, Dea! Tapi…...kau melakukannya dengan kak verrel. Malah kau menatap pria itu dengan mata berbinar.”
Meisha yang tahu kegundahan Rico pun tersenyum, kini dia punya peluang untuk mendapatkan pria itu. ‘Sepertinya nasib baik sedang berpihak padaku. Tak perlu lagi capek dan buang waktu untuk menyingkirkan Deandra, Gumamnya dalam hati. Tidak mungkin Rico akan merebut wanita yang sudah jadi istri orang itu. Terimakasih Deandra, kuharap kau tidak akan kembali lagi pada Rico gumamnya dalam hati sembari mempercepat gerakannya diatas tubuh Rico.
*Hai gaes....ini visual Rico Davion Ceyhan. Gimana menurut kalian?
__ADS_1