
Flashback on
“Ijinkan aku bertemu paman dan tantemu, setelah itu aku akan membawamu menemui papa dan mama. Bagaimana sayang?”tawar Rico dengan senyum diwajahnya.
“Maksudnya apa?” tanya Deandra.
“Aku ingin mengikatmu dengan pernikahan atau kita boleh tunangan dulu,” kata Rico menggenggam tangan Deandra.
“Me—menikah?” tanya deandra terbata-bata.
“Iya, kita menikah.” kata Rico bersemangat dengan raut wajah yang serius.
“Ta—tapi aku belum mau menikah,” kata Deandra susah payah menolak ajakan Rico. Aku masih muda, masih banyak hal yang ingin kuraih. Kenapa tiba-tiba Rico mengajak menikah?
“Kenapa? Bukankah kau mencintaiku?”
“Ehmm.....aku mau bekerja dan meniti karir dulu. Aku tidak mau bergantung pada orang lain. Selama ini aku bekerja keras untuk bisa kuliah, kalau aku menikah sekarang semua kerja kerasku akan sia-sia. Aku mau menikah tapi tidak sekarang,” kata Deandra menjelaskan. Rico pun akhirnya mengerti kemauan sang kekasih.
Flashback off
...***...
Kini, Rico harus menerima kenyataan pahit. Gadis pujaannya sudah menikah dengan kakaknya sendiri. “ARGGGG! SIAL! SIAL!”
Wajahnya berantakan lalu ia melemparkan ponsel ke lantai hingga pecah karena emosi yang memuncak. Apalagi hari ini dia melihat foto dan video yang lagi viral di sosmed membuatnya semakin marah. Deandra yang terlihat sangat cantik dalam balutan dress putih, selalu nempel didada suaminya dan tangannya melingkar dilengan kekar Verrel. Siapapun yang melihat kemesraan pasangan itu pasti iri. Apalagi Rico.
“Ya, Tuhan. Kenapa bisa jadi seperti ini? Kenapa ya Tuhan? Tidak adil. Tuhan kenapa aku? teriaknya putus asa sambil menangis. “Sialan!” teriaknya dalam hati. Elias dan Yoga memandang Rico dengan iba, mereka berusaha menenangkan Rico.
“Tenangkan dirimu. Jangan begini Rico, loe harus tenang. Tidak mungkin bisa berpikir tenang kalau loe diselimuti amarah,” ucap Elias menasehatinya.
“Dia sudah berjanji akan menikah denganku setelah dia bekerja, tapi dia malah menikah dengan orang lain. Pria itu adalah kakakku sendiri. Kenapa dia tega mengkhianatiku.” Bahunya bergetar karena menangis, menyesali takdir yang menyakitkan.
Yoga dan Elias menenangkan pria itu, sosok yang selama ini mereka kenal sebagai sosok kuat kini tak berdaya. “Rico, jangan membenci Deandra ataupun menuduhnya telah berkhianat. Lebih baik loe selidiki dulu alasannya dia menikah.”
...***...
“Mau cari siapa, tuan?” kata petugas keamanan dari intercom pintu gerbang rumah kediaman Verrel. Sejak Deandra tinggal dirumah itu, pengamanan semakin diperketat. Sulit untuk bisa masuk kerumah itu.
“Saya mau bertemu kak Verrel,” jawabnya singkat.
__ADS_1
“Maaf, Tuan Verrel dan Nyonya sedang tidak ada ditempat.”
“Kalau boleh tahu kemana ya pak?” tanya Rico penasaran, apa mereka belum kembali?
“Tuan dan Nyonya belum kembali. Tuan Besar menunda kepulangan atas permintaan Nyonya Besar yang masih ingin liburan,” kata petugas itu lagi. Kenapa kau lakukan itu sayang? Kenapa kau betah berlama-lama dengan si brengsek itu?
Rico kembali duduk dibelakang kemudi mobilnya. Memukul kemudi yang tak bersalah itu dengan tangannya. “ARRGGGG.” benda tak bergerak yang tak tahu menahu itu harus menerima kemarahan Rico.
“Awas kau brengsek! Kau pikir aku tidak bisa mengambil milikku kembali?” amarahnya semakin memuncak, namun dia tak bisa berbuat banyak. Ia bahkan tidak bisa memasuki rumah kakaknya karena pengamanan yang ketat dan hubungan mereka tidak seperti kakak adik pada umumnya.
Sial! Brengsek kau! Akan kuhancurkan kau brengsek!
Dia pun memutuskan untuk pulang dan akan kembali lagi kerumah itu sampai dia bisa bertemu dengan deandra. Dengan suasana hati yang kacau penuh amarah, Rico menyalakan mobil dan pulang. Setibanya dirumah mewah milik orangtuanya, langkahnya terhenti dengan suara yang tak asing ditelinganya.
“Rico! Sini kau. Kemana saja kau, ha?” tanya Andini yang sengaja menunggu putra kesayangannya itu. Dia penasaran karena sudah beberapa hari Rico menghilang dan ponselnya tidak bisa dihubungi. Andini menyilangkan tangan didadanya dan menatap Rico dengan tajam.
“Dari rumah teman, ma,” jawabnya singkat.
“Sudah dua hari tidak pulang?”
“Iya. Aku dirumah Elias.” kata Rico langsung berpamitan meninggalkan mamanya yang masih ingin menginterogasi putranya itu.
Rico mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang mengganggu. Tidur, itulah yang dibutuhkannya sekarang. Helaan napas berat terdengar, ia mendesah lelah karena sejak kepulangannya dari Hongkong dia belum beristirahat.
Dia meremas rambutnya dan mengacak-acaknya. Bayangan sang kekasih semakin nyata dan menusuk hatinya seperti anak panah yang tajam.
“Kenapa kau mengkhianatiku sayang? Kau tahu aku tidak bisa hidup tanpamu. Kau tahu seperti apa aku jika kau benar melakukannya?” Airmatanya menetes, belum pernah ia merasakan sakit seperti yang dirasakannya sekarang, belum pernah dia menangis tapi kini seorang wanita membuatnya menangis.
“Kau milikku sayang. Kau menikah karena terpaksa, kak Verrel yang memaksamu. Aku akan merebutmu kembali, sayang.” Lalu dia memandang foto-foto Deandra dan Verrel di sosmed, memutar video Deandra yang bermanja dan tertawa bahagia. “Ini semua bohong! Pasti ini ulah asistennya kak Verrel, ini video editan.” ujarnya.
Ia berusaha memungkiri kenyataan pahit bahwa sang kekasih sudah menikah dan sedang hamil. Rico menggoyang-goyangkan kepalanya dengan cepat, seolah dengan melakukan itu maka bayangan Deandra hilang. “Ini bukan deandra-ku. Yang menikah dengan kak Verrel itu bukan kekasihku, gadis itu mirip dengan deandra......arrggggg......dimana kau sayang?”
“Saat aku bertemu denganmu, aku akan bertanya langsung padamu, sayang. Jika kau tetap memilih si brengsek itu, maka aku akan tetap merebutmu kembali, sayang. Kau hanya milikku. Aku akan membunuh siapapun yang memisahkanmu dariku.”
“Aku akan membunuh si brengsek itu, sayang. Tidak ada yang bisa memisahkanmu dariku.” Rico berikrar. Ia akan melakukan apapun demi merebut Deandra.
...**...
“Halo,” Verrel menerima panggilan masuk dari pengawal dirumahnya.
__ADS_1
“Maaf, Tuan. Sudah dua kali Tuan Rico datang kerumah mencari Nyonya Besar, tapi saya bilang kalau Tuan dan Nyonya belum pulang,” kata petugas keamanan dirumahnya. Rahangnya tiba-tiba mengeras, mendadak dia merasa panas seperti bara api yang berkobar. ‘Dasar brengsek!’
“Perketat penjagaan!” perintah Verrel memutus panggilan. 'Kau tidak akan kubiarkan mendekati istriku, brengsek.'
...**...
“Kira-kira kapan acara pertunangan kita laksanakan?” tanya wanita bernama Winda.
“Bagaimana kalau langsung menikah saja. Mereka berdua sudah sama-sama dewasa dan sudah setuju.” kata Andini menoleh ke Rico dan Iva yang duduk bersebelahan.
Kedua wanita itu tampak antusias membahas tentang anak mereka. Sedangkan para pria hanya mendengarkan tanpa banyak bicara.
“Kita tanyakan pendapat suami kita,” kata Winda melirik kearah suaminya yang langsung mengiyakan.
“Sepertinya sudah tidak ada masalah. Jadi kita bisa mulai mempersiapkan semuanya,” kata andini antusias saat dia melihat Iva yang menunduk malu-malu dan sesekali melirik pada pria yang duduk disebelahnya dengan pandangan terpesona. Dıa memang menyukai Rico sejak lama.
‘Akhirnya ideku untuk menjodohkan mereka diterima juga. Setelah Rico menikahi gadis itu, kupastikan dia akan mengambil alih perusahaan Baratha. Dengan begitu anakku akan setara dengan Verrel. Ingin rasanya ia berteriak bahagia, karena berhasil dengan rencana perjodohan itu.
"Saya rasa untuk persiapan pernikahan bisa kita bahas lagi dipertemuan berikutnya." kata Winda.
"Bagaimana kalau besok siang kita makan siang bersama?" tanya Andini yang sudah tak sabar menikahkan Rico.
"Kalau besok saya dan suami ada meeting penting. Saya rasa lusa akan lebih baik. Jadwal saya tidak ada." kata Winda lagi.
"Baiklah. Kita bertemu lusa."
Tinggal selangkah lagi menuju kemenangan. Dasar gadis bodoh ternyata semudah itu masuk ke keluarga Baratha. Seringai licik tampak diwajahnya yang menatap Iva.
*Ini author bagi visual Rico Davion Ceyhan
*Visual Iva Adisthi Baratha
__ADS_1