
Malam itu di kelab malam Sky Lounge, hingar bingar musik yang dimainkan DJ memenuhi ruangan kelab malam mewah yang luas itu. Malam itu semua kamar VIP juga penuh karena diboking oleh beberapa pengusaha kelas kakap. Seorang pria bertubuh tinggi dan bermata coklat almon baru saja memasuki kelab itu. Dia mengedarkan pandangan kesekeliling, lalu tersenyum dan melangkah ke bar. Malam itu bartender yang bertugas sama dengan malam sebelumnya.
“Good evening sir!” sapa bartender itu.
“Whiskey!” ujar pria itu pada bartender. Si bartender pun segera menyiapkan pesanannya dan kembali dengan segelas whiskey lalu meletakkannya didepan pria itu.
“Ini untukmu. Kau melakukan tugasmu dengan baik.” ujar pria itu menyodorkan sebuah amplop warna coklat pada si bartender yang dengan cepat mengambilnya sambil tersenyum.
“Apa semuanya aman, Tuan? Aku sudah mengirimkan rekaman videonya ke kamarmu tadi.”
“Ah ya. Aku sudah menerimanya. Terimakasih. Apa rekaman CCTV sudah aman?” tanya pria itu lagi.
“Semua sesuai dengan perintah anda, Tuan.”
“Bagus!” ujar pria itu kembali mengedarkan pandangannya namun tidak melihat apa yang dicarinya. Si bartender seolah tahu apa yang sedang dicari pria itupun lalu mendekat.
“Saya tidak melihatnya malam ini, Tuan.”
“Bantu aku. Cari tahu dimana dia tinggal dan nomor ponselnya. Ada bonus tambahan untukmu. Pastikan tidak ada yang tahu.” ujar pria itu lagi.
“Siap. Akan segera saya dapatkan. Apa ada yang lain, Tuan?”
“Kalau kau melihatnya datang kesini, segera hubungi aku.” lalu dia menyesap habis whiskey lalu berdiri dan melangkah keluar dari kelab malam itu. Sebelum pergi dia menoleh dan memberi kode pada bartender itu yang dijawab si bartender dengan anggukan. Si bartender berbincang sekejap dengan rekannya untuk minta ijin ke toilet sebentar lalu pergi keluar. Setelah memasuki sebuah ruangan dilantai atas kelab malam itu, dia menghubungi seseorang.
“Ada uang tambahan jika kau bisa melakukannya secepatnya.”
“Apa kau punya foto wanita itu?” tanya pria diseberang telepon.
“Akan kukirimkan padamu, ini perintah seseorang yang penting.” ujar si bartender.
“Ok ok aku paham! Segera aku dapatkan malam ini juga. Bagaimana obat kemarin? Manjur tidak?”
“Mantap. Sangat memuaskan! Kirimkan satu pack lagi segera!”
__ADS_1
“Baiklah. Anak buahku akan mengirimnya ke kelab.”
“Hem….lakukan cepat!” ujar si bartender mematikan teleponnya.
Di kamar hotel, seorang pria tampan berjalan kepintu saat suara bel berbunyi. Saat pintu terbuka tampak dua orang wanita cantik berpakaian seksi masuk kedalam. Setelah menutup pintu kamar, si pria langsung melepaskan bathrobe yang dikenakannya lalu berbaring diatas ranjang.
Diikuti kedua wanita yang beranjak kesisi sang pria itu. Tangan kedua wanita memberikan sentuhan menggoda dan memulai gerakan membangkitkan gairah. Saat permainan baru saja dimulai, tiba-tiba bunyi ponsel membuyarkan aktivitas panas yang sedang berlangsung.
SI pria mengapai ponselnya dari atas nakas, sedangkan kedua wanita melanjutkan permainan diatas tubuh pria itu. “Halo, ada apa kau meneleponku? Mengganggu saja.”
“Bos, wanita itu baru saja masuk.” ujar si bartender senang, bakalan dapat bonus lagi dia malam ini.
“Dia sendiri?”
“Iya. Dia berjalan ke arah bar. Biar saya ladeni dulu.”
“Hem….lakukan seperti kemarin.” perintah pria itu pada bartender.
“Selesaikan tugas kalian secepatnya!!”
“Tumben cepat. Biasanya lama sampai pagi!”
“Jangan banyak bicara! Kalian sudah kubayar untuk memuaskanku!”
Kegiatan panas didalam kamar itu pun berlanjut hingga suara notifikasi kembali terdengar dari ponsel pria itu. Begitu dia melihat pesan masuk dari si bartender, senyum sumringah muncul diwajahnya.
‘Dia sudah memesan minuman dan sudah saya masukkan obatnya seperti kemarin. Apa perlu saya yang akan antar dia ke kamar anda?’
‘Jangan. Aku yang akan menjemputnya. Kabari jika obatnya sudah bereaksi.’
Selesai meletakkan ponselnya dia mendorong wanita yang berada diatas tubuhnya hingga jatuh ke lantai. “Aduh! Kenapa?”
“Pergi! Kalian berdua keluar! Wanita ku sudah datang. Sana---cepat pergi.” ujar pria itu dengan tatapan tajam menghunus membuat kedua wanita itu ketakutan lalu bergegas mengenakan pakaian mereka kembali dan keluar dari kamar itu setelah si pria melemparkan sejumlah uang ke wajah keduanya.
__ADS_1
“Ha ha ha ha aku tahu kau pasti kembali Olivia! Kau pasti mencariku iyakan? Tunggu saja, aku akan menjemputmu disana.”
Dia bergegas masuk ke kamar mandi lalu membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi, dia mengambil pakaian bersih dan berkemas. Menyemprotkan parfum mahalnya dengan senyum menyeringai. “Permainan baru saja dimulai, aku tidak akan melepaskanmu sampai kau merasakan semua rasa sakit yang pernah kau berikan pada seseorang!”
Sementara itu di kelab malam Sky Lounge, Olivia menyesap minuman yang dipesannya. Wajahnya terlihat cerah dan berbinar, dia melemparkan senyum pada bartender yang meliriknya. Lalu dia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Malam ini juga ramai tapi tak seramai di akhir pekan, ini masih hari kerja sehingga orang-orang menghindari mabuk.
“Apakah Verrel akan datang lagi malam ini? Aku harap dia ada disini malam ini. Hufff istrinya kan baru keluar dari rumah sakit. Sudah pastilah pria seperti itu membutuhkan pelampiasan.” gumamnya didalam hati.
“Maaf nona. Apa anda mau menambah minumanmu lagi?” tanya bartender padanya.
“Ya! Satu lagi!” jawabnya.
“Baiklah. Saya bawakan segera.” ujar bartender itu langsung membuatkan minuman untuk Olivia, dia tersenyum saat melihat Olivia yang duduk sendirian. Lalu dia memasukkan dua tetes cairan kedalam minuman Olivia. “Dua tetes biar lebih mantap!”
“Silahkan Nona. Maaf jika saya bertanya, apa anda sedang menunggu seseorang?”
“Hem….” jawabnya dengan sikap angkuh, membuat si bartender tak lagi melanjutkan lalu pergi melanjutkan pekerjaannya. Tak menunggu lama, dia melihat Olivia sudah sempoyongan dan memijit pelipisnya. Sepertinya dia sudah mabuk, pengaruh obat akan terlihat sebentar lagi dia akan kembali berhalusinasi lebih parah karena si bartender menaruh obat dosis tinggi. Tak berapa lama, seorang pria tampak masuk kedalam kelab berjalan mendekati Olivia yang sedang diganggu dua orang pria.
“Permisi, dia pacar saya.” ucap pria itu dengan sorot mata tajam pada dua pria itu membuat keduanya takut. Pria itu terlihat bukan orang biasa dan tatapan matanya keji. Lalu tangannya merangkul pinggang Olivia.
“Kau baik-baik saja?” bisik pria itu ditelinga Olivia. Wanita itu seperti mendengar suara yang dirindukannya lalu mencoba mendongakkan wajah menatap pria yang sedari tadi ditunggunya.
“Oh Verrel…..kau disini?”
“Kau sudah mabuk, apa kau mau kuantar pulang?” tanya pria itu.
“Pulang? Ha ha ha aku tidak mau pulang! Bisakah kau menemaniku malam ini lagi, Verrel? Aku sangat merindukanmu. Kau sejak kapan disini?”
“Baru saja, kebetulan aku melihatmu disini sudah mabuk. Lebih baik kau ikut denganku saja.”
“Kemana? Apa kau akan membawaku ketempatmu?” tanya Olivia melingkarkan tangan dileher pria itu. Kepalanya disandarkannya di lengan pria itu, kesadarannya sudah mulai hilang dan dia tidak tahu apa yang terjadi di sekelilingnya.
__ADS_1