TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 78. RENCANA BUSUK


__ADS_3

“Kira-kira kapan acara pertunangan akan kita laksanakan?” tanya wanita bernama Winda pada Andini. Siang ini kedua keluarga bertemu disebuah restoran di hotel berbintang lima.


“Bagaimana kalau langsung menikah saja. Mereka berdua sudah sama-sama dewasa dan sudah setuju.” kata Andini menoleh ke Rico dan Iva yang duduk bersebelahan. Raut wajah Rico terlihat lesu dan tanpa ekspresi, dia bahkan tak merespon gadis yang duduk disebelahnya.


Kedua wanita itu tampak antusias membahas tentang perjodohan anak mereka.  Sedangkan para pria hanya mendengarkan tanpa banyak bicara. Bukankah para istri yang lebih paham tentang persiapan pernikahan.


“Kita tanyakan pendapat suami kita,” kata Winda melirik kearah suaminya yang langsung mengiyakan. Baratha tak banyak bicara, dia setuju putri semata wayangnya dijodohkan dengan Rico karena dia tahu jika putrinya menyukai pria itu.


“Sepertinya sudah tidak ada masalah. Jadi kita bisa mulai mempersiapkan semuanya,” kata Andini antusias saat dia melihat Iva yang menunduk malu-malu dan sesekali melirik pada pria yang duduk disebelahnya dengan pandangan terpesona.  Dıa memang menyukai Rico sejak lama. Kini impiannya menjadi istri Rico akan tercapai tanpa sadar jika ia masuk dalam perangkap mereka.


‘Akhirnya ideku untuk menjodohkan mereka diterima juga. Setelah Rico menikahi gadis itu, kupastikan dia akan mengambil alih perusahaan Baratha.  Dengan begitu anakku akan setara dengan Verrel.  Ingin rasanya ia berteriak bahagia, karena berhasil dengan rencana perjodohan itu.


“Baiklah. Nanti hubungi aku saja jika kau sudah tidak sibuk, jadi kita bisa mulai persiapkan semuanya.” kata Andini bersemangat agar semua bisa cepat terlaksana.


Acara makan bersama itu berjalan dengan lancar, hanya kedua wanita itu yang berbicara dan sesekali terdengar tawa mereka.  Sementara Rico dan Iva saling membisu, meskipun Iva yang berdandan cantik dan duduk disebelah Rico namun tak sedikitpun Rico menoleh ataupun berbincang dengannya, pikirannya masih kacau.  Iva yang selalu melirik melihat wajah tampan rico yang sangat menarik perhatiannya.


Rico hanya diam tanpa memberi penolakan, ia tidak fokus apa yang sedang berlaku disekelilingnya dan kenapa dia ada disana.  Akhirnya pertemuan itupun selesai.  Kedua wanita itupun menyusun agenda untuk tanggal pernikahan dan lainnya.


Senang? Tentu saja Andini senang dan senyum tak pernah lepas dari wajahnya.  Segala rencananya semakin mulus untuk dekat dan masuk ke keluarga Baratha.  Namun setelah mereka sampai dirumah, Rico tersadar bahwa ia telah dijodohkan dan pernikahan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.


“Ma, aku tidak mau menikah dengan Iva. Aku sudah bilang berulang kali kalau aku hanya akan menikahi kekasihku!” kata Rico dengan nada ketus.


“Apa? Kau masih berani melawan mama? Apa diotakmu hanya ada kekasihmu yang murahan itu? Kalau dia memang kekasihmu, kenapa dia berkhianat, dia cuma mengejar harta anak sialan itu!”


“Cukup, Ma! Seharusnya mama mendukungku, bukan malah menentang dan menjodohkan aku dengan perempuan yang tidak aku cintai.”

__ADS_1


“CINTA? Cinta kau bilang? Apa yang bisa kau dapat dari cinta ha?” emosi Andini semakin memuncak, biasanya putra kesayangannya itu selalu menurut semua kemauannya tapi sekarang Rico selalu membantahnya.


“Jadi kau akan tetap memilih wanita murahan itu daripada mama, iya?” seru Andini dengan nada tinggi.  Wajahnya memerah karena emosi mulai menguasainya. “Apa ini yang diajarkan wanita murahan itu padamu? Melawan mama, iya?”


Amran yang baru masuk rumah dan mendengar suara ribut-ribut langsung mendekati istrinya.


“Kenapa marah-marah, ma?” tanya Amran penuh kelembutan.  Ia langsung memeluk istri kesayangannya yang sedang terisak.


“Rico. Dia menentang mama,” ujarnya sambil memijit kedua pelipisnya.


Amran langsung mengalihkan pandangan pada putranya “Rico?”


Rico akan kalah setiap kali papanya memanggilnya dengan suara lembutnya.


“RICO!” teriak andini marah.


“Maafkan aku ma, aku hanya bisa menikah dengan wanita yang kucintai.  Seperti mama yang rela berjuang untuk merebut papa dari Mama Ayu, Rico akan lakukan hal yang sama, demi orang yang kucintai.  Jadi tolong jangan memaksaku.”


Andini merasa ditohok dengan ucapan putranya. Wajahnya semakin merona merah, tidak pernah anaknya itu menentangnya selama ini tapi gara-gara wanita yang bahkan sudah jadi istrinya Verrel itu, memicu pertengkaran hebat dan mengacaukan keluarganya.


“Aku tidak pernah meminta apapun pada mama dan papa. Kali ini Rico minta agar kalian berdua mendukungku.  Biarkan aku bersamanya, dukung aku untuk merebutnya kembali,” balas rico yang membuat kedua suami istri itu tercegang.


Amran memijit dahinya, dia benar-benar pusing dengan semua kejadian yang mengusik keluarganya akhir-akhir ini.  Dia berada di posisi yang serba salah tetapi sebagai seorang kepala keluarga, dia ingin menjadi penengah dan menyelamatkan keluarganya. Bagaimana ini bisa terjadi lagi, kedua putranya berseteru karena seorang wanita.


“Dengarkan papa. Kau tidak bisa bertindak gegabah.  Kalau kau ingin merebutnya, maka kau harus hancurkan Verrel terlebih dahulu.”

__ADS_1


“Maksud papa?” tanya Rico.


“Kalau Verrel hancur dan sudah tidak memiliki apapun, kau bisa rebut perempuan itu tapi jika dia masih punya kekuasaan, bagaimana kau mau merebutnya? Apa kau punya uang dan kuasa?”


“Lalu, apa yang harus aku lakukan, Pa?” tanyanya pada Amran.


“Kau nikahi Iva.  Begitu kau sah jadi suaminya maka Tuan Baratha akan menyerahkan perusahaannya padamu.  Setelah kau punya kekuasaan maka kau bisa menghancurkan Verrel lewat bisnisnya.  Papa, yakin perempuan itu akan meninggalkan Verrel jika dia sudah bangkrut.”


Rico terdiam sejenak dan berpikir.  ‘Menikahi Iva? Dia berjalan mondar mandir sambil memikirkan ide papanya.  Andini tersenyum licik mendengar ide suaminya yang cemerlang. Rico mengeryitkan dahi, kemudian memandang kearah papanya.


“Sepertinya ide papa bagus juga. Tapi itu berarti Deandra akan jadi istri keduaku? Aku tidak mau seperti itu, Pa?”


“Dasar anak bodoh!” kata Andini sembari jari telunjuknya mengarah ke Rico. “Kau tidak perlu pikirkan soal itu. Pasti dia mau jadi istri kedua daripada bertahan saat suaminya sudah bangkrut. Iyakan?”


“Lagipula, kau bisa singkirkan Iva kalau semua harta kekayaan Baratha sudah kau kuasai.  Gampang, bukan? “


Ketiga orang itu sibuk menyusun strategi untuk memuluskan rencana mereka. Andini yang sudah tidak sabar ingin menikmati kekayaan Baratha dan melihat kehancuran keluarga Ceyhan, terlihat menggebu-gebu memberi arahan dan rencananya. Dalam hatinya dia sama sekali tidak mau deandra akan menjadi menantunya, tapi demi melancarkan rencananya, terpaksa dia menyetujui Rico.  ‘Aku akan singkirkan perempuan itu nanti, kalau semua sudah ada ditanganku, gumamnya dalam hati.’


Rico dengan wajah kusut dan berantakan mendorong pintu kamarnya dan menutupnya.  Langkah kakinya terasa berat mendekati tempat tidurnya lalu merebahkan tubuhnya. Menatap ke langit-langit kamar seraya memikirkan semua perkataan papa dan mamanya.  Rico diam dan membeku menerima rencana perjodohan yang akan dilaksanakan dalam waktu seminggu.


'Bagaimana mungkin aku menikah secepat itu. Seminggu? Apa reaksi Deandra nanti jika aku menikah? Apakah dia akan mau menerimaku kembali nanti?


'Arrggg.....aku tidak peduli. Apa yang dikatakan papa dan mama benar. Aku bisa ceraikan Iva nanti dan Deandra satu-satunya wanita dihidupku. Kalau dia menolakku, aku akan memaksanya apapun akan kulakukan, kalau perlu aku akan lakukan sesuatu yang membuatnya tak bisa lari dariku.


Lelah dengan pikirannya dan kurang tidur karena berpesta dengan teman-temannya, akhirnya dia tertidur pulas membawa semua impian dan rencananya ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2