TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 42. SANDIWARA ANDINI


__ADS_3

“Perempuan sialan siapa maksudmu?”tanya Amran tak mengerti.


“Calon istrinya Verrel! Gara-gara dia mama diseret sama pengawalnya.”


“Jadi kamu bisa masuk kerumah itu? Kamu bertemu dengannya?" Kata Amran hampir tak percaya. “Aku kan sudah melarang mama supaya tidak pergi, memangnya kalian bertengkar?” kata Amran. “Andini?”


“Papa...” wanita itu menjatuhkan dirinya ke lantai dan pura-pura menangis pilu. Amran langsung mendekati istri kesayangannya itu dan menggendongnya ke sofa.  Wanita ular yang sangat pandai bersandiwara itupun menceritakan kejadian dirumah Verrel dengan mengarang bebas cerita versi dirinya yang teraniaya.


“Coba papa bayangkan, perempuan itu sengaja mencelakaiku.  Lihat ini, Pa. Bajuku sampai kotor dan koyak begini,” ujarnya sembari menangis.  Padahal ia mengoyangkkan bajunya saat didalam mobil. “Perempuan itu bahkan mencaci makiku didepan semua pelayannya.”


“Kurang ajar!” rahang Amran mengeras, pria itu berubah menjadi bodoh karena cinta dan kenikmatan yang diberikan Andini, sudah lebih dua puluh dua tahun mereka bersama dan Amran selalu percaya pada wanita itu.


“Jadi...calon istri Verrel yang membuatmu seperti ini?” tanya Amran dengan penuh kelembuatn. Andini mengangguk dan merasa menang karena  aktingnya selalu dipercaya oleh sang suami.  Ia pun terus sesenggukkan persis seperti anak kecil yang minta es krim yang tidak diberikan oleh orang tuanya. “Dia sombong sekali, Pa.”


"Kita harus memberinya pelajaran, Pa. Perempuan itu menghinaku habis-habisan. Mama, merasa malu diperlakukan seperti itu."


“Papa harus beri pelajaran pada perempuan itu,” ucapnya memelas dengan wajah sedih.


“Aku akan bicara dengan Verrel tentang kejadian ini,” kata Amran. Ia mengelus lengan sang istri penuh cinta dan kelembutan. “Kamu tenang saja ya, aku akan menuntut perempuan yang sudah melukaimu itu.”


“Terimakasih, Pa.” jawab Andini manja dan tersenyum penuh kemenangan. “Papa memang yang terbaik dan selalu mengerti mama,” Andini sangat gembira karena aktingnya berhasil lagi. Aku yakin pasti perempuan itu akan mendapat pembalasan dari suamiku, gumamnya.


“Papa tidak akan biarkan siapapun menyakitimu,” kata Amran mengecup kening istrinya. ‘Darimana asal usul calon istri Verrel? Baru jadi calon istri sudah begitu kelakuannya, apalagi kalau sudah jadi istri, bisa-bisa dia akan menguasai semua orang.’


“Iya, Pa. Sakit sekali hati mama atas perlakuan calon istri Verrel.” memasang wajah cemberut dan sedih.


“Kamu tenang saja sayang. Papa akan bereskan itu. Aku akan selalu mengutamakan kebahagiaanmu dan Rico anak kita.” kata Amran menenangkan istrinya.


...**...

__ADS_1


Hari pernikahan yang dipercepat membuat Frans harus mengatur ulang semua jadwal kerja Verrel. Kedua sekretarisnya pun heran dengan perubahan semua jadwal mengingat perusahaan itu akan meluncurkan sebuah product baru, namun malah diundurkan tanpa mereka tahu alasannya.  Bahkan sang asistennya pun terkejut mendengar keputusan itu. Namun, Frans yang tahu alasannya.


“Untuk acara launching produk baru sudah tidak ada masalah kecuali—model yang kita pakai tidak menerima jadwal di hari minggu.” kata David salah seorang sekretaris Verrel. 


“Apa alasannya?”


“Dia memang tidak pernah menerima job di hari minggu, Tuan. Karena dia menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya.” jawab David.  Model yang dipakai oleh perusahaan itu adalah seorang model terkenal yang sudah menikah dan memiliki anak berusia satu tahun. Untuk hari minggu, dia tidak pernah mau menerima job.


“Berikan saja dia kompensasai. Gampang kan?” ucap Verrel yang mulai emosi.  “Bagaimana menurutmu Frans?”


“Maaf, Tuan. Sepertinya dia tidak bisa karena minggu ini acara ulang tahun anaknya,” jawab Frans yang sudah terlebih dahulu menghubungi model tersebut.


“Kalau begitu kau cari model lain!” bentak Verrel yang sudah kesal. “Jangan sampai ada kesalahan apapun pada hari sabtu nanti."


Frans mengganguk dan segera mengatur ulang semua jadwal yang sudah diganti oleh Verrel secara tiba-tiba. “Kalian boleh keluar!” kata verrel.


 Dia juga teringat reaksi Deandra pagi ini saat Verrel kembali mencumbunya. Wajahnya yang semakin cantik dan bersinar membuat sang ceo yang terkenal kejam dan sadis itupun tak sanggup menahan hasratnya.


Apalagi membayangkan geliat tubuh gadis itu ketika berada dalam puncak kenikmatan, dia seperti sedang berada dialam mimpi. Dan semalam adalah pertama kalinya Verrel bebas melakukan apapun untuk memuaskan hasratnya sampai pagi tanpa perlawanan dari Deandra yang tertidur pulas tak terusik sedikitpun dengan aktifitasnya.


 Memang ada perubahan pada Deandra akhir-akhir ini. Dia tidak banyak membantah Verrel, deandra juga selalu tidur lebih awal dan bangun telat, itu bukan kebiasaannya.


Saat ini Verrel ingin segera pulang kerumah dan memeluk wanitanya, hanya membayangkan sosok Deandra saja tubuhnya langsung bereaksi, wah membayangkan gadis itu di saat seperti ini bukan pilihan yang baik.  Verrel pun bangkit dan kembali ke meja kerjanya.


Dret….dret….dret


Ponselnya berbunyi ada panggilan masuk dari pengawalnya.


“Halo.”

__ADS_1


"Saya ingin melaporkan kejadian dirumah, Tuan.”


"Ada apa?"


Verrel mendengarkan dengan seksama laporan dari salah seorang pengawal yang bertugas hari ini di rumahnya.


“Apa yang wanita ****** itu lakukan pada gadis itu?”


“Nyonya besar menantang Nyonya Andini, Tuan” lalu pengawal itu menceritakan semua yang terjadi dan mengatakan pada Verrel bahwa dia sudah mengirimkan rekaman cctv kejadian dirumah kepada sang tuan besar.


Wajah Verrel berubah memerah dan rahangnya mengeras, deretan gigi didalam mulutnya menggeletak.  Kedua tangannya mengepal.


“Kalian tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya?” ujar Verrel.


“………...”


“Lakukan dengan bersih dan jangan sampai ada yang curiga. Ingat! Jangan sampai ada media yang tahu siapa Nyonya Verrel sebelum pernikahan itu berlangsung.”


“Baik, Tuan.”


Sambungan telepon terputus, Verrel yang mendengarkan laporan dari pengawalnya itupun menyeringai dengan tatapan yang mengerikan di wajahnya.


“Mau bermain-main denganku, hmmm.” Apa yang kau rencanakan wanita ******. Takkan kubiarkan kau melukai wanitaku.


Dalam marahnya, diapun tersenyum kembali mengingat Deandra. ‘Hmmm ternyata gadis itu sepertinya lawan seimbang dengan si wanita ****** itu. Pasti sekarang wanita ****** dan suaminya akan merencanakan sesuatu, baru kali ini ada yang melawan wanita ****** itu.’


‘Ah….Deandra’ tanpa sadar ia mendesahkan nama gadis itu. Saat pengawalnya menceritakan semua perkataan sang Nyonya Besar pada Andini, sebenarnya Verrel ingin tertawa membayangkan bagaimana tingkah gadis itu saat marah, yang menurutnya lucu dan menggemaskan.


Kau harus banyak belajar Nyonya Verrel jika kau menjadi pendampingku. Kau harus jadi wanita yang kuat agar tidak ada orang yang menyakitimu diluar sana. Aku yang akan mendidikmu, gumam Verrel sambil menatap foto deandra yang ada di ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2