TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 257. SERANGAN OLIVIA


__ADS_3

BRUKKK!!


“Maaf...maaf saya tidak sengaja.” ucap seorang pemuda yang menabrak Verrel dipintu restoran saat Verrel keluar dari restoran bersama anaknya.


Verrel tidak menjawab, dia memeriksa Naomi yang ada digendongannya karena pria tadi menabrak sebelah kiri Verrel dimana dia menggendong Naomi.


“Hati-hati lain kali! Untung anakku tidak apa-apa!” ujar Verrel.


Pengawal Verrel mendorong pria itu menjauh, lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu. Pemuda itu menatap kepergian Verrel dengan mengeryitkan dahi. ‘Sombong banget! Padahal aku sudah minta maaf, huh!” umpatnya lalu berjalan menuju kearah Olivia.


“Kenapa wajahmu seperti itu?”


“Tidak apa-apa. Tadi aku tidak sengaja nabrak orang. Pengawalnya malah mendorongku kasar.”


“Siapa?”


“Aku tidak kenal! Pria yang menggendong anak perempuan!”


“Oh, Verrel namanya.” ucap Olivia.


“Verrel? Kau kenal?” tanya pria itu yang tak mengenal Verrel karena baru dua hari tiba ditanah air.


“Ya. Verrel itu CEO Ceyhan Group. Dia orang yang kuceritakan padamu.”


“Wow! Sangat menarik! Ini bakal jadi berita heboh, kau tahu betapa populernya kau nanti?”


“Makanlah dulu, setelah itu baru kita bicara.” ujar Olivia.


“Ya. Aku sering mendengar nama Verrel tapi baru tadi melihat langsung orangnya.”


“Cepat makan, jangan banyak bicara!”


“Iya….iya.” ucap pria itu melahap makanannya tanpa bicara lagi.


“Aku sudah selesai.” ucap pria itu setelah menghabiskan makanannya. “Apa yang kau inginkan dariku? Kau tahu kalau aku hanya bekerja sesuai bayaran.”

__ADS_1


“Jangan kahwatir soal uang. Aku hanya memintamu melakukan sesuatu hal kecil untukku.”


“Apa itu?” pria itu mengeryitkan dahinya.


“Ini.” Olivia menyerahkan sebuah amplop coklat. “Semuanya ada didalam amplop ini, setelah melihatnya kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan.”


Pria itu membuka amplop coklat dan menemukan sebuah flashdisk dan beberapa lembar foto. “Ap---apakah ini kau?” tanya pria itu setelah melihat foto-foto yang memperlihatkan wajah Olivia namun wajah pria di foto itu tidak tampak. Foto itu diambil dari samping dan pria di foto itu sedang melihat karah lain sehingga wajahnya tidak terlihat jelas.


“Kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan?”


“Ya. Tapi….apa kau yakin? Disini wajahmu terlihat jelas.”


“Memang itu pointnya! Kau bisa kaburkan wajahku, bukan? Intinya adalah aku memiliki hubungan dengan Verrel! Hubungan kami sudah jauh.”


“Apakah ini dia? Wajahnya tidak terlihat jelas, tapi tubuhnya persis sama seperti pria yang kutabrak dipintu depan tadi.” ucap pria itu.


“Kau benar! Itu memang dia. Kau paham sekarang?”


“Gila! Kau benar-benar gila Olivia. Apakah papa-mu tahu soal ini?”


“Jadi kau ingin membalas dendam?” tanya pria itu lagi.


“Kenapa kau banyak tanya? Ini uangmu! Sisanya aku transfer setelah pekerjaanmu selesai.”


“Kau tahu peraturan kerjaku, Olivia? Aku hanya menerima pembayaran penuh dimuka, jika kedepannya ada masalah maka aku tidak terlibat.” ujar pria itu mengingatkan.


“Apa kau sekarang begitu perhitungan denganku? Apa kau lupa siapa yang membantu keluargamu keluar dari masalah yang membuat perusahaan ayahmu hampir bangkrut?”


“Aku tidak akan pernah lupa semua kebaikanmu. Tapi ini adalah aturanku! Pekerjaan ini terlalu beresiko dan akan berdampak buruk padaku dan keluargaku.”


Pria itu tergiur dengan uang yang ditawarkan Olivia tapi dia juga tidak bodoh, resiko pekerjaan itu sangat besar dan bisa membuat hidupnya hancur. Dia tidak akan mau rugi, dan harus untung! Toh Olivia sangat membutuhkannya dan hanya bisa mengandalkannya sekarang? Pikiran licik pria itu pun mengingatkannya untuk menyakinkan Olivia melakukan pembayaran penuh didepan. Setidaknya dengan begitu dia bisa menghilang seandainya masalah muncul.


“Ambil kembali uangmu Olivia! Soal pekerjaan, aku tidak membuat pengecualian pada siapapun. Aku hanya menerima pembayaran penuh didepan.’ pria itu mengingatkan Olivia lagi.


“Fine! Fine!” ucap Olivia kesal lalu mengeluarkan buku cek dari dalam tasnya dan menuliskan sejumlah uang pada cek itu dan menyodorkannya pada pria dihadapannya.

__ADS_1


“Ini uangmu. Lakukan dengan baik!”


“Jangan khawatir! Kau tahu kalau aku selalu mengutamakan pekerjaanku dan tidak ada seorangpun yang merasa kecewa padaku.” lalu dia berdiri. “Kau tunggu dan lihat saja bagaimana hasilnya.” lalu dia berjalan meninggalkan Olivia yang menatapnya tajam hingga pria itu hilang dibalik pintu restoran.


“Verrel! Kau mendorongku sampai ke titik ini! Andai kau tidak membuangku dipinggir jalan seperti binatang, aku tidak akan melakukan ini untuk membalas dendam.!


Setelah membayar bill-nya, Olivia pun pergi meninggalkan tempat itu. “Kita mau kemana Nona?” tanya supir melirik Olivia dari kaca spion. “Kerumah keluarga Ceyhan!”


ucapan Olivia sontak membuat kaget supirnya.


“Ba—baiklah Nona.” ucap sang supir melajukan mobil menuju kediaman Ceyhan. Tiga pluh lima menit kemudian mereka sudah tiba didepan pintu gerbang namun pengawal tidak mengijinkan mobil Olivia masuk karena tidak mengenalinya.


“Maaf Nona, ada keperluan apa? Mau bertemu dengan siapa?” tanya penjaga melalui pintu kaca di pos.


“Saya mau bertemu dengan Verrel. Cepat buka gerbangnya.”


“Tuan Besar tidak ada dirumah! Sebaiknya anda menemui di kantor. Keluarga ini tidak menerima tamu kecuali dari pihak keluarga atau sudah membuat janji terlebih dahulu dengan Tuan.”


“Heh! Kau tidak tahu siapa aku? Cepat buka gerbangnya dan katakan pada Tuan-mu kalau aku datang.”


Penjaga menutup jendela kaca pos-nya dan kembali menatap layar Ipadnya tanpa mengindahkan Olivia. Wanita itu semakin kesal dengan sikap penjaga lalu berjalan menghampir lalu mengedor jendela kaca dengan kuat.


Penjaga itu hanya melirik sebentar lalu melanjutkan menonton di Ipadnya. Kaca itu tebal terbuat dari bahan anti peluru. Sekuat apapun Olivia mengedornya hanya menimbulkan suara ketukan kecil didalam. Penjaga yang tidak mengenal Olivia pun acuh, mereka sudah biasa menghadapi orang tak tahu malu seperti Olivia jadi mereka berpikir mungkin wanita itu juga adalah penggemar Verrel yang datang untuk mengganggu saja.


“Dasar brengsek! Hanya penjaga saja sombongnya minta ampun! Awas kalian ya kalau aku sudah jadi nyonya dirumah ini bakal ku pecat kalian semua.” teriak Olivia didepan gerbang utama.


Seorang penjaga yang kebetulan sedang membuka gerbang karena mobil hendak keluar, pun menyahut sahutan Olivia. “Nona! Kami sudah punya Nyonya! Tidak butuh Nyonya baru apalagi seperti anda! Saya orang pertama yang bakal menendang anda dari rumah ini!”


Penjaga itu meludah menghina Olivia, dia sudah muak melihat pemandangan seperti itu dulu wanita-wanita sering bersikap seperti itu mengejar cinta Verrel. “Pergi! Pergi sana!”


Sebuah mobil keluar dari gerbang utama lalu penjaga itu buru-buru menutup kembali saat melihat Olivia hendak menerjang masuk. Sebelum dia melangkahkan satu kakinya melewati gerbang yang hampir tertutup, penjaga itu langsung mendorong Olivia dengan keras sehingga jatuh ke tanah.


Yuna yang berada didalam mobil langsung menurunkan jendela mobil lalu berkata, “Lebih baik anda tidak kembali kesini jika tidak mau dihajar oleh pengawal-pengawal itu.”


“Siapa kau?” teriak Olivia berdiri lalu menepuk-nepuk pakaiannya yang kotor. “Aku mau bertemu dengan Verrel! Aku menuntut tanggung jawabnya.”

__ADS_1


“Maaf, Tuan tidak ada dirumah. Jika ingin bertemu datang saja ke kantor karena kami tidak menerima tamu dirumah ini.” ujar Yuna lalu menaikkan jendela kaca mobil dan meminta supir segera membawanya pergi dari sana. “Dasar wanita gila! Untung tidak bertemu Nyonya, bisa habis dia!”


__ADS_2