
Wanita itu masih belum paham apa yang terjadi disana hingga matanya menangkap sosok yang tampak femailiar terbaring diatas brankar. Matanya terbelalak, dia mengerjapkan matanya untuk memastikan penglihatannya.
‘Tidak mungkin! Ini tidak mungkin!’ teriaknya dalam hati, perlahan mendekat ke jendela kaca itu agar bisa melihat dengan lebih jelas lagi. Airmatanya jatuh saat dia melihat bahwa orang yang berada didalam sana adalah seseorang yang sangat dikenalnya.
Tiba-tiba dia berteriak, “Papa! Papa!” kedua tangannya memukuli kaca tebal itu. Kedua pengawal langsung menghentikannya.
“Diam! Kau lihat pria itu? Perhatikan baik-baik!” ujar seorang pengawal. Seorang pria didalam ruangan itu mengangkat sesuatu ditangannya lalu menghadap kearah jendela dan menunjukkan benda ditangannya. Sontak mata Stefanie membesar, tubuhnya gemetar menahan amarah dan ketakutan.
“Apa yang kalian lakukan pada papaku!” teriaknya diiringi tangis.
“Kami hanya mengambil beberapa bagian tubuhnya sebelum kami melemparkan tubuh pria tak berguna itu ke laut jadi makanan ikan hiu!” jawab pengawal di sebelah kiri Stefanie. Wanita itu meronta sambil menangis histeris.
Dia berusaha melepaskan diri dari kedua pengawal tapi kedua tangan dan kakinya diikat rantai baja yang kuat. Dadanya terasa sesak dan sakit sekali. Melihat ayahnya yang menggenaskan diruangan didepannya.
Tampak bagian dada terbuka lebar yang berarti mereka sudah membelah dan mengambil organ didalamnya sedangkan kedua mata pria itu kosong karena kedua biji matanya sudah dicongkel keluar. Steafanie berusaha menutup matanya tak tahan lagi melihat pemandangan didepannya.
Mengerikan dan sangat mengenaskan. Manusia-manusia seperti apa yang selama ini dia kenal itu? Terlalu kejam dan sadis menyiksa ayahnya sedemikian rupa. Stefanie tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dirasakan ayahnya saat mereka menyayat tubuhnya karena dia yakin mereka tidak membiusnya.
“Heeuuuuuuu……..kenapa? Kenapa kalian lakukan itu?” bertanya sambil terisak-isak.
__ADS_1
“Kau masih berani bertanya? Apa kau lupa semua yang dilakukan oleh ayahmu dan juga kau? Itu akibatnya jika sudah berani untuk coba-coba menipu dan mempermainkan bos kami! Kau pikir siapa orang yang kau cuci uangnya diperusahaanmu, ha? Kau lupa siapa dia? Tindakanmu dan ayahmu sangat berani!”
“Aku sudah berjanji akan mengembalikan semuanya. Tapi kenapa kalian melakukan ini pada kami?”
“Itu peringatan buatmu dan pada siapa saja yang coba-coba untuk bermain-main! Lihatlah pria sombong itu kini sudah tak bernyawa! Kau tahu bagaimana tersiksanya dia menahan semua rasa sakit saat tubuhnya disayat-sayat dan mereka memotong organ-organ tubuhnya satu persatu?” kedua pengawal itu mencemooh Stefanie.
“Aku akan membalas kalian semua!” teriaknya melupakan ketakutannya dan situasinya sekarang.
“Hahahahah…..! Masih berani lancang kau ******? Memangnya kau bisa apa, ha? Lihatlah siapa yang ada disebelah ayahmu itu!” ujar seorang pengawal lalu memegang kepala Stefanie dan mengarahkannya pada sesosok tubuh pria yang terdiam kaku diatas brankar disebelah ayah Stefanie.
“Sandy! Sanddyyyyyyyy!” teriaknya memanggil nama adiknya.
Isak tangis Stefanie semakin menjadi-jadi. Dia bagaikan tersambar petir melihat adiknya Sandy-lah yang berada di brankar sebelah ayahnya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, airmatanya semakin mengucur deras dan dadanya naik turun menahan sesak.
“Tolong jangan sakiti adikku! Dia tidak bersalah, semua ini salahku kalian boleh menghukumku tapi lepaskan Sandy! Dia tidak melakukan apa-apa dan tidak ada hubungannya dengan semua ini!” ujar Steafanie berusaha membujuk pengawal itu agar melepaskan adiknya.
“Oh begitu? Kau yakin adikmu tidak terlibat dan tidak membuat satu kesalahanpun?” tanya pengawal.
Sementara didalam ruangan itu seorang pria memakai masker menutupi wajahnya memegang mesin gergaji kecil ditangannya siap memotong kaki Sandy.
__ADS_1
“Tidaaaaakkkkkkkkkkk!” teriak Stefanie seiring dengan suara dengung mesin gergaji yang sudah bergerak memotong bagian lutut Sandy.
Saat itu juga Stefanie sudah kehilangan tenaganya, tubuhnya mendadak lemas dan dia terjatuh ke lantai dengan dada naik turun dan air matanya yang semakin deras mengalir.
Tapi kedua pengawal itu tak peduli, tanpa rasa belas kasihan sedikitpun mereka menopang tubuh Stefanie untuk berdiri dan melihat apa yang sedang terjadi dibalik jendela kaca itu. Dia sudah tidak sanggup lagi melihatnya, dia menutup matanya. Hilang sudah harapannya, hilang sudah semua keberanian yang dimilikinya selama ini. Dua orang yang dijaga dan disayanginya selama ini telah disiksa dengan keji sampai mati.
Menyesal pun sudah tak ada gunanya, dulu dengan sangat percaya diri dan pongahnya dia dan ayahnya melakukan bisnis pencucian uang dengan menggunakan perusahaannya hingga mereka semakin sukses dan memiliki banyak perusahaan dimana-mana. Keluarga mereka yang sudah kaya sejak dulu semakin berjaya tapi semua kesuksesan itu membuat mereka semakin serakah.
Orang-orang yang berada dibalik kaca itu terus melanjutkan aktivitasnya sesuai perintah. Tubuh ayahnya Stefanie dimasukkan dalam plastik hitam lalu dililiti tali dan dibawa keluar dari ruangan itu. Stefanie tidak tahu kemana mereka membawa jenazah ayahnya.
Saat ini dia seperti orang yang sudah kehilangan hidup, sorot matanya tak lagi berbinar dan hanya menatap lurus tanpa berkedip sedikitpun. Saat beberapa orang didalam ruangan itu sudah selesai dengan pekerjaannya, tubuh Sandy pun dibawa keluar. Sedangkan Stefanie masih berdiri kaku seperti patung tak bergeming.
Kejadian didepan matanya yang baru dilihat Stefanie membuatnya syok! Kedua pengawal yang masih memeganginya kembali menyeretnya meninggalkan tempat itu. Dia pasrah dan tak ada lagi perlawanan, tungkai kakinya sangat lemas sehingga saat kedua pengawal itu menyeretnya, dia seperti karung goni yang tak bergerak bagai tak bernyawa.
Stefanie dan ayahnya mulai melakukan penipuan, semua uang-uang yang mereka cuci hanya dikembalikan sebagian saja dengan berbagai alasan yang mereka berikan. Sedangkan uang yang berjumlah besar yang mereka dapatkan dipakai untuk investasi dinegara lain dengan menggunakan identitas palsu agar tidak bisa dilacak. Sedangkan Sandy yang gila pesta pora dan bermain wanita pun memuaskan keinginan hidup hedonnya.
Sandy pun mulai hanyut semakin dalam dengan gaya hidup mewah yang selalu dipenuhi dengan pesta-pesta mewah bersama teman-teman wanitanya. Hingga suatu hari dia tak sengaja bertemu seorang gadis cantik disebuah pesta yang diadakan oleh temannya disebuah hotel mewah. Sandy yang menyukai wanita-wanita cantik pun terpesona pada gadis itu tanpa mengetahui siapa dan latar belakang gadis itu.
Kebiasaan Sandy yang buruk pun memberinya sebuah ide buruk, dia berkenalan dengan gadis itu. Setelah perkenalan pertama itu, mereka sempat bertemu tanpa sengaja dan saling menyapa.
__ADS_1
Sejak itulah Sandy mulai melancarkan aksinya mendekati sang gadis cantik berkulit putih berwajah oriental itu. Hingga suatu hari, saat mereka bertemu kembali disebuah pesta ulang tahun salah satu kenalan Sandy yang merupakan anak pengusaha kaya asal Inggris.
Sandy membius gadis itu, dia menawarkan minuman yang sudah dibubuhi obat bius hingga akhirnya terjadilah hal yang diinginkan Sandy. Tanpa dia ketahui jika gadis cantik itu adalah putri seorang yakuza. Mengetahui apa yang telah terjadi pada dirinya, gadis bernama Aina Akiara, putri dari salah satu orang kepercayaan Seiya San itu pun mengadu pada ayahnya. Hingga kabar itu sampai pada Seiya San atau Yamaguchi San dan Akihiro.