
Mereka saling memandang cukup lama. Verrel tak sanggup mengabaikan keindahan istrinya yang sangat cantik hari ini. Ia memeluk erat istri tercintanya yang baru beberapa menit lalu menyatakan sebuah pengakuan cinta dan cemburu.
“Kau sangat cantik, sayang,” puji Verrel. “Aku ingin kau tahu. Aku juga mencintaimu istriku.”
Ucapan itu sama mengangetkannya. “Benarkah?”
“Ya, benar. Aku jatuh cinta padamu saat pertama kali melihatmu.” seiring dengan waktu rasa itu semakin kuat dan mampu membuatnya emosi hanya dengan melihat pria lain memandang gadis itu.
"Kau ingat saat aku mencuri ciuman pertamamu?" tanya Verrel yang teringat kejadian waktu itu. Dia mencuri ciuman pertama Deandra didalam lift yang membuat gadis itu marah dan semakin membencinya.
“Hmmm….” Deandra ingat kejadian itu. Sampai-sampai dia tidak bisa tidur bahkan selalu terbayang. Padahal saat itu dia sangat marah dan membencinya.
“Kau mau tanya kenapa aku membelimu?” tanyanya seakan tahu apa yang dipikirkan istrinya.
“Ah...kenapa kau selalu tahu apa isi kepalaku? Kau dukun ya?” kata deandra menyerucutkan mulutnya, membuatnya semakin menggemaskan.
“Ha...ha….ha…..ha. Jangan menggodaku dengan wajah imutmu, Nyonya Verrel,”
Oh tidak, pria ini eh...salah dia suamiku, pasti mikir mesum lagi.
“Aku membelimu dengan harga mahal karena aku ingin memilikimu. Jika aku memintamu baik-baik, pasti kau menolakku karena kau membenciku. Pamanmu pun tidak akan melepaskanmu jika dia tidak mendapatkan uang, jadi aku memutuskan membelimu.”
“Ihhh kau jahat!”
“Pria jahat ini adalah suamimu, Nyonya.” seringai nakal muncul diwajahnya.
"Terimakasih sayang." kata Deandra lembut.
"Kenapa berterimakasih?" tanya Verrel. Tangannya bergerilya ditubuh istrinya.
__ADS_1
"Karena kau menyelamatkanku. Entah seperti apa nasibku sekarang jika kau tidak membeliku. Mungkin paman sudah menjualku ke tua bangka itu." mendadak ia merinding membayangkan itu. Dia memilih Verrel ketimbang memilih pak broto. Meskipun dia tahu Verrel sangat liar dan buas, tapi pilihannya memang tepat. Kini hidupnya berubah menjadi Nyonya Verrel.
“Aku mencintaimu. Sungguh mencintaimu Deandra istriku,” saat mengucapkan itu, dia mencium lembut bibir yang sudah jadi candunya itu. Deandra membalas sentuhan suaminya membuat Verrel semakin liar.
"Sayang, kau manis sekali. Aku senang." kata Deandra sesaat Verrel mengurai ciumannya.
"Aku milikmu suamiku,"
"Aku juga milikmu istriku."
Bayangkan, gemuruh didalam dada gadis itu, dia pernah bersumpah akan membuat Verrel mencintainya, ternyata pria itu sudah mencintainya sejak pertama bertemu. Ah…..deandra betapa bodohnya dirimu, berusaha membuatnya jatuh cinta padamu tapi nyatanya dia memang sudah mencintaimu.
“Kau jangan takut, tidak ada wanita lain hanya kau satu-satunya. Aku sudah tidak mencari wanita sewaan sejak bersamamu. Kau membuatku gila, sayang.”
“Bukankah kau memang gila?”
“Hmmm…..kau mengejekku? Apa kau mau ku hukum?” godanya saat melihat wajah istrinya merona. Pasti kau menginginkannya, istriku. Aku tahu itu, wajahmu tak bisa berbohong.
“Baiklah. Kau dengarkan baik-baik. Aku tidak pernah meniduri wanita lain sejak bersamamu. Setiap kali aku bersama wanita lain, bayang wajahmu sedang menangis selalu muncul. Sejak pertama kali aku menyentuh tubuhmu, aku tidak punya gairah lagi dengan wanita lain."
Verrel menarik napas panjang dan mengelus pipi mulus istrinya.
"Kau tahu betapa tersiksanya aku? Kau membuatku tak berdaya, sayang. Bahkan saat pria lain menatapmu sudah membuatku marah. Aku menginginkanmu karena kau wanita pertama yang mengacaukanku. Kau mengacaukan hidupku, hatiku, otakku. Kau berbeda, sayang."
“Berjanjilah Verrel.”
“Aku berjanji, sayang. Aku akan mencintaimu, menjagamu dan membahagiakanmu selamanya. Aku berjanji akan menjadi suami yang setia.” ucap Verrel memeluk erat istrinya. Bibirnya menyentuh bibir ranum itu dengan lembut. Ya, sekarang dia akan memperlakukannya sebagai istrinya. Keduanya melepaskan diri setelah merasa sesak dan butuh menghirup oksigen.
“Aku juga mau berjanji.” kata Deandra.
__ADS_1
“Oh ya? Mau berjanji apa, sayang?”
“Aku janji akan mencintaimu, membahagiakanmu, menjadi istri kebanggaanmu dan menjaga anak kita dengan baik. Aku berjanji akan setia padamu selamanya.”
“JANJI!” ucap mereka serentak. Bahagia? Ya, itu yang mereka rasakan sekarang BAHAGIA.
Setelah mengucapkan kata-kata itu, keduanya melampiaskan keinginan yang sejak tadi mereka tahan. “Ini malam pertama kita, sayang. Sebagai suami istri.” bisiknya ditelinga Deandra. Dia ******* bibir atas dan bawah dengan gerakan lembut, deandra mengerang tangannya mencengkeram tuksedo yang membalut tubuh kekar suaminya. Dengan sadar dia membalas, lidahnya menjulur bergerak membelit lidah Verrel membuat pria itu mengerang.
Ah, deandra kini semakin mahir dan punya kebiasaan baru yang membuat suaminya mendesah sama sepertinya. Keadaan berbeda, dulu Deandra yang selalu kalah dengan sentuhannya, kini ia kalah dengan godaan dan sentuhan gadis itu.
Deandra adalah wanita pertama yang berhasil mengacaukannya dan menghancurkan egonya bahkan meluluhlantakkannya hancur berkeping-keping. Hanya dengan suara lembutnya mampu mereda emosi Verrel. Sudah seharusnya dia berterimakasih pada Arion sepupunya, bukan tak sengaja Arion mempekerjakan Deandra di kantornya.
“Aku tidak tahan, sayang,” bisik Verrel dengan suara parau.
“Bantu aku melepas gaun ini, sayang.” dengan cepat dia melepas semua. Membaringkan tubuh istrinya diatas ranjang yang dipenuhi kelopak mawar merah.
Verrel tidak pernah berpikir jika akan ada seorang wanita yang akan membuatnya menjadi candu. Tidak, karena selama lebih sepuluh tahun ia hanya melampiaskannya pada wanita pilihannya dengan kasar. Dia bahkan tak pernah peduli dengan wanita-wanita itu yang hanya mengincar uang dan kepuasan. Meskipun kadang wanita yang dikencaninya berasal dari keluarga kaya bahkan anak rekan bisnisnya yang menyodorkan diri hanya demi kepuasan dan uang. Banyak wanita-wanita kaya mengincarnya dan rela menyerahkan tubuhnya hanya untuk status dan harta.
Deandra, dia bukan mereka. Dia berbeda….dia menolak semua yang ditawarkan olehnya meskipun akhirnya Verrel berhasil mendapatkan tubuhnya. Deandra adalah wanita pertama yang menolaknya. Wanita pertama yang menguji kesabarannya, bahkan Verrel harus memohon untuk mendapatkannya. Dia hanya menginginkan Deandra dan kini memilikinya seutuhnya.
“Verrel,” ******* yang mendayu manja.
“Apa yang kau inginkan, sayang? Aku akan berikan.” Deandra hanya menggeleng.
“Katakan, sayang.” semakin mempercepat gerakannya.
“A—aku….” lidahnya kelu saat tubuhnya bergetar hebat saat keduanya melakukan pelepasan bersamaan diiringi erangan panjang dan saling memeluk erat.
Malam pertama mereka yang terasa manis dan begitu romantis bagi pengantin baru, meskipun ini bukan yang pertama kalinya bagi mereka. Tapi malam ini berbeda, mereka melakukannya dengan penuh cinta setelah ikrar suci dan setelah mengucapkan janji bersama untuk setia selamanya. Kini, deandra terjerat semakin dalam dari sebuah takdir yang awalnya hanya sebuah permainan dari suatu perjanjian. Dia bukan lagi terjerat sebagai pemuas nafsu liar sang CEO tampan itu, tapi dia semakin terjerat dalam ikatan cinta yang kuat.
__ADS_1
Malam ini Verrel tersenyum. Senyum yang tak pernah ia perlihatkan pada siapapun termasuk kakek dan ibunya sendiri. Deandra mampu membuat Verrel tersenyum kembali.
...*...