TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 191. PERGI KE MALL


__ADS_3

Jam sepuluh pagi, Deandra dan kedua anaknya sudah siap-siap.  Deandra berjanji pada Rosa akan menemaninya belanja dan jalan-jalan ke mall. Kesibukan sebagai istri dan ibu anak kembar membuat Deandra jarang keluar rumah dan bertemu Rosa meskipun sering teleponan. Alya dan Tami pelayan pribadi Deandra akan ikut bersama dengan pengasuh sikembar dan pengawal pribadi.  Verrel memang sangat protektif, dia sudah menyiapkan pengawal khusus untuk istri dan kedua anaknya.


Deandra dan kedua anaknya beserta kedua pelayan pribadinya berada dimobil SUV hitam, sedangkan pengasuh dan pengawal berada di dua mobil lainnya yang mengikuti mereka menuju sebuah mall mewah yang merupakan milik keluarga Ceyhan. Tampak Rosa sudah menunggu didepan pintu masuk utama dan menyambut kedatangan Deandra yang turun dari mobil SUV mewahnya.


“Hai…..kangen banget tau. Sudah lama kita tidak jalan bareng. Aissss…..ada si kembar.” Rosa mencium kedua anak kembar yang tertawa karena Rosa menciumi pipi mereka dengan gemas.


“Kau naik apa kesini? Jangan bilang naik motor bututmu itu ya.”


“Tenang saja. Tuan suami suruh supir antar aku kesini.”


“Cieee…..cieeee…..tuan suami. Apa tidak ada panggilan lebih mesra lagi ya?” ledek Deandra.


“Ada sih, tapi khusus kalau lagi berduaan saja.”


“Dasar mesum. Pasti panggilanmu aneh, iyakan.”


“Hahahaha….pokoknya panggilan mesra,” kata Rosa tersenyum.


“Eh….kita mau belanja dulu atau makan?”


“Ini masih jam sepuluh, mendingan kita belanja dulu.” kata Rosa.


“Ya, udah. Kita ke butik pakaian bayi saja.”


Kedatangan Deandra ke mall itu menarik perhatian para pengunjung apalagi si kembar yang menggemaskan. Para wanita yang menatapnya dengan pandangan iri, terdengar bisik-bisik setiap kali Deandra berjalan melewati wanita-wanita pengunjung mall.


“Itu kan istrinya Tuan Besar yang tampan itu, iyakan? Wah cantik ya, pantas saja dinikahi. Beruntung sekali ya sudah punya anak lagi. Cakep anaknya tuh.”


“Aku mau kalau dijadikan istri simpanan si Tuan Besar, dengar-dengar dia penguasa ranjang. Beruntung sekali wanita yang jadi istrinya pasti puas tiap malam diatas ranjangnya.


“Iyalah, lihat tuh mereka sudah ada anak kembar. Aku juga mau jadi penghangat ranjangnya.”

__ADS_1


Deandra mendengus dan menatap tajam setiap wanita yang berbicara tentang suaminya. Kesal dan cemburu mulai menguasai hatinya. ‘Huh! Menyebalkan sekali, masa mau jadi simpanan suamiku? Harus aku selidiki Verrel jangan sampai dia main perempuan diluar sana sementara aku sibuk dirumah mengurus anak-anak.’


Mereka kini berada di butik yang menjual pakaian dan perlengkapan bayi.  Mengingat Rosa yang tak lama lagi akan melahirkan, dia sibuk memilih pakaian bayi untuk putrinya. Kemarin mereka sudah melakukan USG dan mengetahui bahwa calon anak mereka adalah perempuan.  Rosa sangat senang karena dia bisa mendandani anaknya meskipun dia sendiri tidak tahu berdandan.


“Ros….kau mau ngak pakaiaan bekas Naomi? Banyak tuh dirumah masih bagus-bagus, daripada tidak terpakai lagi.”


“Mau….mau…..besok aku kerumahmu ya. Kalau begitu aku tidak usah beli banyak, baju-baju Naomi banyak banget kan. Uangnya bisa aku pakai belanja yang lain.” kata Rosa riang.


“Dasar emak-emak irit. Punya suami kaya dan banyak uang tapi masih menghemat terus. Eh….gimana kalau besok kita ke spa? Besok ada mama dirumah jadi ada yang mengawasi anak-anak dirumah.”


“Ide bagus. Aku juga pengen ke spa, Frans sibuk mulu tidak bisa temani aku ke spa.”


“Iyalah, kalau suamiku sibuk, sudah pasti Frans sibuk. Lusa mereka mau ke Singapura jadi kau menginap dirumahku saja, daripada begong sendiri di apartemen.”


“Baiklah. Bosan juga sendirian di apartemen. Aku pengen kerja lagi tapi Frans tidak ijinkan karena aku lagi hamil. Moga setelah melahirkan nanti aku bisa kerja lagi.”


“Sama. Aku juga bosan dirumah apalagi sekarang aku hamil lagi. Tapi rasanya bosan tidak ada kegiatan apa-apa selain urusin anak. Asyik juga kalau bisa kerja seperti dulu tapi Verrel juga tidak ijinkan aku kerja. “


“Usaha kecil-kecilan apa? Aku punya perusahaan tapi diurusin sama mama sekarang. Kalau aku mau buka bisnis baru pasti Verrel marah.”


“Bagaimana kalau kita buka butik atau bakery atau restoran gitu?” tanya Rosa. “Kau suka melukis, masak juga pintar.”


“Kalau bisnis restoran kan keluarga suamiku sudah punya beberapa restoran.”


“Iya tahu. Tapi itu restoran mahal, khusus orang kaya yang mampu makan disana. Bagaimana kalau kita buka restoran murah meriah merakyat gitu.” saran Rosa bersemangat. Frans pun tidak mengijinkannya bekerja lagi sejak Rosa hamil.


“Boleh juga. Opa Viktor punya beberapa ruko di lokasi strategis, nanti aku bisa tanya opa soal rukonya apa sudah disewakan atau belum.” kata Deandra bersemangat, sepertinya ide buka restoran merakyat dengan rasa bintang lima adalah ide bagus. Karena selama ini dia selalu makan di restoran mewah milik suaminya yang pengunjungnya adalah kalangan atas. Deandra berpikir akan sangat menarik kalau dia bisa buka restoran bintang lima dengan harga kaki lima.


“Tapi aku diskusikan dulu sama suamiku, soalnya ini bisnis restoran. Jangan sampai nanti jadi masalah kedepannya.” kata Deandra lagi.


“Iya….iya. Soal menu kan kita bisa buat berbeda, ibu bisa bagi resep rahasia keluarga untuk menu kita nanti.”

__ADS_1


Tak terasa mereka sudah berdiri didepan kasir dengan barang-barang yang mereka beli. Saat mereka menunggu kasir menghitung jumlah belanjaan, Deandra mengarahkan pandangan keluar dari butik dan melihat seorang pria yang dikenalinya. “Papa?”


Seakan tak percaya apa yang dilihatnya, Deandra melangkah mendekat ke pintu masuk butik dan memperhatikan pria paruh baya yang sedang berjalan bersama seorang wanita.


“Papa!” teriak Deandra memanggil pria itu.


Pria paruh bayak itu berhenti dan memperhatikan Deandra yang sedang menggendong Nathan sedangkan Naomi ada di troli bayi yang didorong oleh pengasuhnya.


“Ya. Sedang apa kalian disini?”


“Ini, sedang bawa anak-anak belanja, pa. Sekalian mau makan siang diluar, sudah lama tidak keluar jalan-jalan. Papa mau kemana?” tanya Deandra memperhatikan wanita yang berdiri disamping pria itu. Tatapan menyelidik Deandra membuat wanita itu gelisah.


“Papa juga mau makan siang disini sekalian jalan-jalan.” melihat tatapan tak suka dari Deandra. “Ini Risna, perawat papa.” ujar pria itu yang tak lain adalah Amran yang sedang mengajak Risna ke mall untuk belanja.


“Oh begitu.”


“Risna…..ini menantu saya dan itu kedua anaknya kembar.” kata Amran memperkenalkan. Risna pun mengulurkan tangan menyalami Deandra yang disambutnya dengan ramah.


“Saya Risna, Nyonya.” matanya takjub melihat kecantikan wajah Deandra. ‘Ternyata menantunya secantik ini, beruntung sekali jadi istri orang terkaya.’ gumamnya dalam hati.


“Senang bertemu mbak. Tolong jaga papa mertua saya dengan baik, ya.” ujar Deandra sopan tanpa merasa curiga sedikitpun karena sikap Risna yang memang terlihat menjaga jarak dengan Amran meskipun cara Amran menatapnya berbeda.


Amran mendekati kedua cucunya dan mencium mereka. “Cucu kakek sudah besar ya.” ucapnya berbasa basi. Dia bahkan tak pernah peduli dan mengunjungi kedua cucunya.


“Iya, pa. Sebentar lagi mereka akan punya adik lagi.”


“Ha? Kau hamil lagi?” tanya Amran terkejut.


“Iya, pa bahkan kehamilan kali inipun kembar lagi,” ucap deandra gembira.


“Jaga baik-baik. Kami pergi dulu, papa sudah lapar.” kata Amran lalu melangkah pergi. Ada rasa tak suka melihat bagaimana sempurna dan bahagianya kehidupan Verrel dan Deandra bersama anak-anaknya. Apalagi Amran melihat pengawal-pengawal yang berdiri disana seolah melindungi Deandra.

__ADS_1


__ADS_2