TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 223. PENGACAU


__ADS_3

Keesokan pagi sebuah mobil sport tiba didepan gedung mewah Ceyhan Group. Rentetan pegawai sudah berjajar menyambut pimpinan perusahaan itu dengan tubuh membungkuk. Seolah ada alarm yang memberitahukan jika pimpinan mereka datang, hingga langsung berbaris rapi disepanjang lobi perusahaan.


Begitulah situasi di kantor itu setiap pagi, para bodyguard bertubuh gagah pun berada disana dilengkapi dengan alat komunikasi canggih serta senjata.


Verrel turun dari mobil, pintu dibukakan oleh salah satu pengawal setia.  Verrel mengancingkan jas hitamnya dan berjalan sambil menggangguk membalas sapaan hormat para pegawai. Verrel menyusuri perusahaan dan masuk kedalam lift khusus. Frans mengikuti dibelakanganya bersama pengawal yang selalu menemani kemanapun dia pergi.


Tidak berlebihan mengingat banyaknya musuh yang mengincar Verrel diluar sana. Baik itu orang-orang yang dihancurkan perusahaannya dan diambil alih karena melawan atau bertindak curang. Juga orang-orang yang iri tanpa alasan jelas sengaja menyewa pembunuh bayaran untuk melenyapkan nyawa Verrel.


Karena alasan itulah, setiap kali dia berada diluar bertemu klien mapun rekan bisnisnya maka setiap makanan dan minumannya harus dicoba terlebih dahulu. Bahkan tempat yang dikunjunginya akan diperiksa secara rinci oleh pengawalnya.


“Maaf Tuan. Ada orang yang mencari Tuan dan tidak mau pergi meskipun sudah diusir.” kata seorang pegawai wanita menundukkan kepala tidak berani memandang. wanita itu bekerja sebagai asisten Ferdy salah satu sekretaris Verrel.


“Mana Ferdy? Apa kau lupa kalau aku tidak menemui orang tanpa janji? Kau sudah bosan hidup ya? Berani sekali kau melanggar peraturan perusahaan!” tegas Verrel.


“Ma—maafkan saya, Tuan. Berulang kali saya sudah mengusirnya bahkan resepsionis tadi juga mengusirnya tapi dia berhasil naik kesini dan tidak mau pergi sebelum bertemu Tuan lebih dahulu.” kata wanita itu menjelaskan sambil ketakutan.


“Frans, urus orang itu. Aku tidak ingin menemui siapapun yang tidak membuat janji terlebih dahulu. Jangan ijinkan siapapun masuk tanpa ijinku! Katakan pada sekuriti untuk bekerja dengan baik kalau tidak ingin dipecat!”


“Baik, Tuan.” Frans bergegas menemui staff wanita itu untuk menanyakan perihal pria yang ingin menemui Verrel.


 "Panggil Ferdy! Suruh dia segera menghadap Tuan Verrel!" perintah Frans pada asistennya Ferdy.


***

__ADS_1


“Lepaskan aku, bajingan!” teriak seorang pria yang berada disalah satu ruangan yang dijaga oleh empat orang pengawal Verrel. Sejak dia masuk kegedung itu dan membuat keonaran, terpaksa dia ditahan didalam ruangan dalam keadaan terikat dikursi. Tak lama Frans masuk keruangan tersebut.


“Kau! Panggil Verrel kesini….dia harus bertanggung jawab atas kerugian yang kualami!” bentak pria itu.


“Dia sibuk dan tidak punya waktu untuk orang sepertimu.” ujar Frans ketus.


“Cuih…...dasar kau asisten bodoh! Aku akan menuntut kalian semua. Camkan itu! Lepaskan aku sekarang!”


“Kenapa kau tidak ke kantor polisi saja dan menuntut kami sejak awal? Kenapa kau malah datang kesini dan membuat keributan. Apa masalahmu, ha?”


“Verrel sudah membuat perusahaanku bangkrut, aku tidak melakukan kesalahan apapun padanya. Aku ingin bertemu dan bicara dengannya tapi kalian malah memperlakukan aku seperti ini.”


“Jika kau datang secara baik-baik maka kami pun akan menyambutmu dengan baik. Bicara soal kesalahan, biar aku mengingatkanmu ya…...bukankah kau yang bekerjasama dengan SG group memfitnah perusahaan kami? Apa kau lupa soal itu? Jangan salahkan orang lain jika kau merasakan akibat dari perbuatanmu sendiri.” kata Frans menatap sinis.


“Apa kau sudah selesai bicara? Aku hanya menyampaikan pesan dari Tuan Verrel. Jika kau masih ingin melanjutkan hidupmu maka kau harus pergi jauh dan jangan pernah datang kesini lagi. Tapi jika kau menolak dan masih membuat keributan maka kami akan menyerahkanmu pada polisi.” ujar Frans menatap tajam pria itu. “Tuan Verrel masih berbaik hati melepaskanmu mengingat kau sudah lama menjadi klien kami tapi kau sungguh licik lebih memilih berkhianat.”


“Aku tidak berkhianat! Tuan Sandi mengancamku dan tidak memberiku pilihan selain mengikuti rencananya. Biarkan aku bicara dengan Tuan Verrel. Aku sudah tidak punya apa-apa lagi sekarang, seluruh asetku dibekukan dan hotelku ditutup.” pria itu masih berusaha mencari celah untuk menyelamatkan dirinya.


“Itu semua karena ulahmu. Hotelmu ditutup tidak ada hubungannya dengan Tuan Verrel, bukankah manajemen hotelmu yang pertama sekali memfitnah Ceyhan Paper memproduksi barang tidak berkualitas? Kau terbukti bekerjasama dengan Tuan Sandi untuk menghancurkan Tuan Verrel. Aku beri kau pilihan, pergi dari sini secara baik-baik dan tidak pernah membuat masalah dengan pihak kami lagi atau kau kami usir paksa?”


“Kau tidak bisa mengusirku! Aku hanya akan pergi jika Tuan Verrel yang mengusirku!” geramnya dengan wajah memerah.


“Baiklah jika itu pilihanmu. Bawa dia keluar!” perintah Frans.

__ADS_1


Karena pria itu bising dan terus berteriak, pengawal pun menyumbat mulutnya dengan sapu tangan lalu menyeretnya keluar dari ruangan itu memasuki lift yang berada dibagian belakang untuk menghindari kecurigaan dari para staff.


Ke empat pengawal menyeret pria itu setelah sampai dilantai bawah dan mendorongnya masuk kedalam minivan hitam. “Semua sudah diurus, Tuan.” ucap Frans melapor. “Saya sudah perintahkan mereka untuk membuangnya jauh.”


“Jangan ada bekas apapun dan jangan sampai ada bukti yang mengarah ke kita. Lakukan dengan bersih seperti biasa.”


“Sudah dilaksanakan Tuan. Anda tidak perlu khawatir, pria itu tidak akan berani menggacau lagi.”


“Lalu bagaimana dengan SG Group? Apakah sudah bisa melacak keberadaan Sandy?”


“Jack masih melacaknya, Tuan. Dia sudah melarikan diri menggunakan paspor palsu dan dia tidak terlihat memasuki pesawat yang keluar negeri.”


“Apa ada kabar terbaru dari Singapura? Bagaimana keadaan Wisnu?”


“Oh...maaf Tuan, saya lupa menyampaikan kalau Wisnu sudah sadarkan diri. Pengamanan sudah saya perketat. Ada satu hal lagi, saya menemukan bukti jika orang yang menganiaya Wisnu diapartemennya malam itu adalah beberapa pria dan seorang wanita cantik.”


“Siapa mereka? Apa informasimu akurat?” tanya Verrel.


“Ada saksi yang melihat beberapa pria dan seorang wanita cantik mendatangi apartemen Wisnu. Orang itu tinggal di lantai yang sama dengan Wisnu dan unitnya berada tepat berhadapan dengan apartemen Wisnu, dia melihat orang-orang itu dari CCTV yang terpasang didepan pintu apartemennya. CCTV itu dia pasang sendiri dan tidak terhubung dengan CCTV gedung, itu adalah satu-satunya barang bukti yang kita punya karena seluruh CCTV gedung sudah dirusak.”


"Amankan saksi itu dan jamin kenyamanannya. Dia sangat berguna untuk kita dan tidak aman baginya untuk tetap tinggal disana. Kau pilihkan tempat tinggal teraman baginya sampai kita bisa menemukan pelakunya."


"Baik, saya akan kirim orang-orang kita untuk segera membawa saksi itu pergi." ucap Frans.

__ADS_1


"Oh satu lagi Frans! Kirimkan informasi saksi itu secepatnya!"


__ADS_2