TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 286. DERITA STEFANIE


__ADS_3

“Lalu bagaimana dengan pelakunya? Apa kalian melihatnya?”


“Olivia! Yang menusuk Seno itu adalah Olivia. Tapi dia sempat melarikan diri tapi saya sudah meminta semua anak buahku mengejarnya. Dia pasti lari menggunakan mobil pria itu.”


“Olivia? Kau tidak salah lihat? Bukankah Olivia ada dipenjara sekarang?”


“Saya juga terkejut dan syok Tuan. Tapi saya akan menyelidiki lebih lanjut, sepertinya mereka itu mempunyai komplotan. Bagaimana mungkin ada dua Olivia?”


“Hmmm….sekarang fokus pada pengobatan Seno! Kau laporkan juga semuanya pada Luke. Jaga pria itu dengan baik karena aku mau mengorek informasi dari mulutnya.” perintah Verrel.


Sambungan telepon terputus.


“Ada yang aneh,” kata Verrel pada dirinya. “Kalau memang pelaku penusukan adalah Olivia lalu siapa yang ada didalam penjara itu? Apa Olivia punya saudara kembar?”


Lalu Verrel mengambil ponsel dari atas meja dan menghubungi Sersan Fahrezi. Setelah dia mengkonfirmasi kembali pada Sersan Fahrezi bahwa Olivia masih berada didalam penjara dan Verrel pun menyampaikan informasi yang diterimanya dari Jack. Mungkin pihak berwajib bisa membantunya menggali informasi lebih dalam dari Olivia yang sekarang berada ditahanan.


Verrel merapikan berkas-berkas yang ada diatas meja kerjanya lalu memberitahukan pada Frans untuk mengatur ulang jadwalnya hari ini. Membatalkan beberapa janji temu bersama klien dan menyerahkan pekerjaannya pada Frans karena dia ingin segera pulang. Tapi sebelum pulang dia ingin singgah di kantor polisi terlebih dulu untuk melihat dan memastikan bahwa benar Olivia yang ada didalam tahanan.


Verrel meninggalkan ruang kerjanya dan turun ke lobi. Supirnya sudah menunggu didepan lobi, saat melihat Verrel datang dia langsung membukakan pintu mobil.


“Kita mau kemana Tuan?” tanya sang supir setelah mereka berada didalam mobil.


“Ke kantor polisi dulu baru pulang kerumah.”

__ADS_1


“Baik,Tuan.”


...*******...


Nun jauh disana, di salah satu bangunan berarsitektur tradisional Jepang. Didalam sebuah ruang dibawah tanah yang terlihat seperti ruang medis yang dipenuhi dengan berbagai fasilitas lengkap layaknya seperti rumah sakit. Di atas brankar terbujur dua buah tubuh yang dalam kondisi tidak sadarkan diri.  Beberapa orang yang terlihat seperti dokter dan perawat sedang sibuk dengan aktifitas mereka, sedangkan diluar pintu dijaga ketat oleh pengawal.


Sedangkan diruangan lain yang berada diruang bawah tanah yang berada dibangunan terpisah tampak seorang wanita berdiri telentang dengan kedua tangan dan kaki dirantai baja. Kedua tangan dan kakinya terantang, rambutnya acak-acakan dan bajunya robek dimana-mana. Kondisinya sangat menggenaskan, tak ada lagi kulit putih mulus dan wajah berbinar yang dulu selalu menjadi kebanggaan sang pemilik.


Ruangan itu tampak kelam dengan penerangan minim dan dipenuhi berbagai macam alat penyiksaan. Suasananya mencekam dan membuat siapapun yang masuk kedalam akan bergidik ngeri menatap ruangan itu yang entah sudah berapa banyak orang disiksa disana. Ruag bawah tanah itu juga dilengkapi dengan beberapa ruangan kecil dengan jeruji besi persis mirip seperti penjara.


Lorong panjang dan berliku dengan penerangan minim membuat suasana bangunan bawah tanah itu semakin menakutkan. Ada beberapa orang yang terlihat meringkuk didalam ruang berjeruji itu. Entah apa kesalahan mereka hingga berakhir disana, sedangkan diluar bangunan bawah tanah itu tepatnya di sebelah barat bangunan diperuntukkan sebagai tempat para geisha.


Mereka bukan sembarang geisha seperti diluaran sana, para geisha yang berada dibangunan itu adalah para geisha terpilih dan dilatih khusus oleh Yakuza untuk melakukan pekerjaan penting lainnya. Bangunan itu juga memiliki desain tradisional Jepang tapi lebih bagus dan asri dengan dikelilingi taman dan danau kecil dengan pepohonan yang membuat suasana sejuk dimata.


“Bagaimana keadaan wanita itu?” tanya Seiya San pada Akihiro. Seiya San lebih dikenal dengan panggilan Yamaguchi San, seorang pimpinan Yakuza yang terkenal paling ditakuti dan sudah memimpin di usia muda setelah ayahnya meninggal dunia.


“Kedua orang itu?”


“Yang satu akan dioperasi sebentar lagi. Sedangkan yang satunya lagi menunggu perintah dari Tuan.”


“Bawa perempuan itu kesana, agar dia bisa melihat sendiri apa yang terjadi pada orang yang mempermainkan kita dan berkhianat!” ujar Seiya San.


“Baik, Tuan!” jawab Akihiro.

__ADS_1


“Laporkan padaku setelah semuanya selesai. Bisnis kasino itu?” tanya Seiya San kembali.


“Serah terima sudah dilakukan dengan lancar Tuan. Saya sudah mengirimkan pembayaran beserta sejumlah uang sebagai ucapan terima kasih pada Tuan Verrel. Saya juga sudah mengirimkan beberapa hadiah untuk istri dan anak-anaknya sebagai hadiah dari Tuan.”


“Bagus! Aku tidak mau bersinggungan dengan keluarga Tuan Viktor! Kau tahu kan siapa istri Tuan Verrel itu?” tanya Seiya San yang dijawab Akihiro dengan gelengan kepala.


“Dia adalah cucu perempuan Tuan Viktor, cucu satu-satunya dan pewaris Tuan Viktor. Aku tidak mau bisnisku di Eropa terancam jika kita menyinggung keluarga itu. Karena kekuatan kita di Eropa tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki Tuan Viktor. Orang tua itu punya koneksi yang kuat di pemerintahan disana. Dan semua teman-temannya adalah orang-orang yang loyal!” ujar Seiya San menjelaskan pada Akihiro.


“Jadi anda mengenal baik Tuan Viktor?” tanya Akihiro lagi.


“Tidak juga. Tapi aku pernah bertemu dengannya saat ayahku membawaku bersamanya ke Eropa untuk urusan bisnis dengan Tuan Viktor. Ayahku mengenalnya dengan baik dan sangat menghormati beliau. Makanya aku juga harus menghormatinya seperti yang dilakukan ayahku.”


“Baik, Tuan. Saya mengerti sekarang.”


“Pergilah! Urus perempuan itu. Laporkan padaku jika semuanya sudah selesai.”


“Baik, Tuan.” Akihiro membungkukkan badan memberi hormat pada Seiya San lalu mundur dan keluar dari ruangan itu, dia bergegas pergi menuju bangunan lain dimana ruang bawah tanah berada,


Penjaga yang berada didepan pintu membungkuk memberi hormat pada Akihiro lalu membukakan pintu untuknya. Tampak didalam ruangan itu dua orang pengawal sedang melepaskan Steafani dari ikatan rantainya. Setelah menurunkan tubuh wanita itu, mereka kembali memasangkan rantai dikedua tangan dan kaki Stefanie, kali ini rantai dikakinya agak longgar sehingga memudahkannya untuk berjalan. Kedua pengawal itu melihat kedatangan Akihiro lalu membungkuk hormat.


“Bawa dia ke ruang operasi!”


Mendengar ucapan Akihiro yang mengatakan ruang operasi, sontak membuat Stefanie membelalakkan matanya terkejut, ‘Apa yang mau mereka lakukan padaku? Kenapa ingin membawaku keruang operasi? Oh tidak! Apa mereka akan memotong tubuhku dan mengambil organ vitalku?’ gumamnya didalam hati sambil bergidik ngeri.

__ADS_1


Dia tak pernah menyangka akhir hidupnya yang gemerlap penuh kemewahan akan berakhir seperti ini. Didalam hatinya dia terus menerus menyalahkan Sandy adiknya. Semuanya bermula dari Sandy yang membuat masalah dengan Verrel hingga rentetan peristiwa terjadi padanya dan keluarganya yang membuat mereka kehilangan segalanya hanya dalam waktu singkat. Semuanya seperti mimpi.


Mereka menyeret Stefanie menuju bagian lain bangunan itu hingga mereka tiba didepan pintu, setelah membuka pintu mereka kembali menyeret Stefanie masuk. Didepan mereka kini tampak sebuah jendela bsesar seperti kaca yang tertutup tirai. Entah apa yang ada dibalik tirai itu, mereka hanya berdiri disana untuk beberapa saat sebelum akhirnya tirai pun bergeser terbuka.


__ADS_2