TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 175.KEPULANGAN SURYA


__ADS_3

Seorang pria sedang berjalan keluar dari area kedatangan luar negeri bersama seorang wanita yang menggandeng tangannya mesra.  Mereka adalah Surya dan Diah yang memutuskan kembali ke tanah air. Saat mereka mendengar kabar tentang kelahiran bayi kembar Verrel dan Deandra, keduanya memutuskan untuk segera pulang.


“Ternyata dia menjadi wanita kesayangan laki-laki itu sekarang,” gumam Surya menatap Diah istrinya yang sedari tadi diam, sebenarnya Diah enggan untuk pulang.  Perasaannya tak enak serasa akan ada hal tak baik yang akan menimpa mereka. 


Selama dua bulan dia menikmati berkeliling Eropa dan menghamburkan uang sepuasnya sementara Surya sibuk main judi dari satu kasino ke kasino lainnya dan juga bersenang-senang dengan wanita penghibur saat Diah tak ada.  Kini kondisi keuangannya yang mulai menipis, terakhir kali Surya main judi di salah satu kasino di Macau dia kalah besar.  Diah marah karena mereka kehilangan uang yang banyak, alasan itulah yang membuat Surya memutuskan untuk kembali, setidaknya dia masih bisa jual rumah dan mengambil sertifikat rumah Deandra tanpa mengetahui berita terakhir bahwa ayah Deandra masih hidup dan sudah kembali.


“Pulang ke Indonesia memang pilihan yang paling tepat. Semua masalah ku akan teratasi dengan cepat asal aku bisa memanfaatkan wanita itu dan tak melepaskannya.”


“Apa yang kau bicarakan?” tanya Diah mendengus, dia benar-benar kesal karena harus kembali.


Surya hanya tersenyum tak menjawab, seolah mendapat jalan untuk meringanka pria itu segera menghentikan taksi dan menuntun Diah naik ke taksi.


“Kau tahu tidak kalau masalah kita akan segera teratasi dan kau tak perlu cemberut begitu, sayang. Kita masih punya uang, kita masih punya seratus lima puluh juta lagi, asal kau pandai mengaturnya. Tapi aku mau mendapatkan uang banyak secepatnya agar kita bisa pergi lagi ke luar negeri dan menetap disana.”


“Huh….memangnya kau mau dapat uang darimana lagi? Balik ke bisnis jual beli gadis-gadis muda? Aku malas dan capek, aku mau hidup tenang dan santai!”


“Sabar Diah! Semua akan jadi kenyataan tak lama lagi.” sahut Surya yang sudah membayangkan rencana apa yang akan dilakukannya. Ah….mereka sudah punya dua bayi kembar. Sumber uangku itu! Aku akan dapatkan lebih banyak uang lagi dibandingkan kemarin. Pikirnya.


“Sabar! Sabar! Kalau kau tak main judi dan main perempuan, uang kita takkan cepat habis. Aku sudah menyuruhmu berhenti berjudi tapi kau tak mau dengar, kau kalah besar.”


“Diamlah! Saat aku menang besar, apa kau tidak menikmati uangnya, hu?”


Akhirnya mereka sampai dirumah yang sudah mereka tinggalkan sekian lama. “Aih….kotor sekali rumah ini. Kita menginap di hotel saja hari ini, besok sewa orang untuk membersihkan rumah baru kita kembali,” sungut Diah kesal.

__ADS_1


“Baiklah. Terserah apa maumu saja.” kata Surya yang kemudian memanggil taksi dan mereka pergi ke hotel.  Saat baru menjejakkan kaki di lobi, kepala Diah tiba-tiba pusing dan kehilangan keseimbangan.Untung saja Surya langsung menangkap tubuh Diah kalau tidak, pasti ia sudah jatuh tersungkur.


“Kau kenapa lagi? Makanya jangan banyak marah-marah, tensimu naik lagi itu.” ujar Surya dengan nada dingin lalu menuntuk Diah masuk kedalam lift diikuti seorang petugas hotel yang membawakan barang-barang mereka.


Sesampainya di kamar hotel, Diah langsung berbaring.  “Aku sudah tidak mau lagi melakukan hal yang beresiko, Mas. Aku ingin hidup tenang dan tak ketakutan.”


Surya hanya diam dan menarik selimut dan menatap wajah Diah sesaat.


“Kenapa kau menatapku seperti itu, mas?” tanya Diah. Meskipun awalnya dia enggan diajak Surya untuk kembali namun dia tak punya pilihan lain menuruti kemauan suaminya itu. Diah memasang antisipasi saat melihat tatapan Surya yang tajam. Meskipun jika pria itu mendadak gila, toh Diah tak bisa kabur karena dia sangat lelah dan dia tahu Surya pasti akan menemukannya kemanapun dia pergi.


“Aku janji padamu Diah, setelah ini kita akan kaya dan takkan kesusahan lagi.” jawab Surya dengan seringai aneh yang sulit untuk di mengerti.


“Apa maksudmu, mas?”


“Aku sudah menemukan ide baru, aku punya tambang emas baru dan kali ini aku akan mendapatkan lebih banyak lagi dari sebelumnya. Setelah itu kita akan tinggal berdua jauh dari sini dan hidup nyaman tanpa ada orang lain.”


Jantung Diah mendadak berdetak kencang. “Si---siapa yang kau maksud, mas? Apakah itu---Deandra?” tebak wanita itu mengeryitkan dahi dan tubuhnya mulai bergetar.


Pria itu terkekeh dengan seringai yang menakutkan lalu mengecup kening Diah. “Benar sekali. Ternyata kau pintar dan peka juga Diah. Kau tahu jika mereka sudah punya dua bayi kembar sekarang, hu? Itu artinya lebih banyak uang yang akan kudapat.”


Mendengar ucapan suaminya sontak membuat Diah meneguk ludah kasar. “Mas Sur---Surya, kau nekat mau memanfaatkannya lagi? Kau tak baca berita bahwa Deandra sudah menemukan kakeknya? Kau----”


“Justru itu Diah! Aku dengar kakeknya seorang kaya raya. Itu berarti aku bisa dapatkan uang dari mereka….hahahaha…..laki-laki itu sudah tua renta bukan? Apa dayanya melawanku, hu?”

__ADS_1


“Ta—tapi kudengar….”


“Ssssttt…..sudah jangan banyak bicara. Kau tahu jika dia adalah menantu kesayangan di keluarga kaya itu. Aku cuma mau mengambil sedikit saja kekayaannya untuk mengganti biaya hidup yang aku berikan selama ini padanya. Sebagai balas budi, itu sudah biasa Diah.” ujar Surya tersenyum penuh keyakinan bahwa dia akan berhasil dan mendapat banyak uang.


“Tapi kau sudah mendapatkan banyak uang waktu itu. Apa kau pikir Tuan Verrel akan membiarkanmu menipunya lagi? Tolong pikirkan lagi baik-baik, aku sudah capek harus lari dan bersembunyi denganmu. Kali ini dengarkan aku ya mas. Kita jual saja rumah kita, uangnya juga lumayan dan kita bisa pakai untuk biaya hidup di luar negeri.”


“Apa katamu, cukup? Kau pikir murah biaya hidup kita selama ini, Diah? Kalau aku bisa dapatkan lebih banyak lagi maka hidup kita akan nyaman dan kau tak perlu bekerja lagi.”


Diah tak bisa lagi berkata-kata, ketakutannya semakin besar kali ini jika suaminya benar-benar nekat melakukannya, mulutnya hanya bisa terkunci tak mengatakan sepatah katapun. Diah menghela napas panjang lalu membaringkan tubuhnya di ranjang dan memejamkan kedua matanya, berusaha untuk tidur. Dia lelah, sangat lelah.


“Kau tenang saja, sayang. Aku akan memenuhi keinginanmu kali ini, tapi kau harus bersabar sampai aku bisa mendapatkan uang itu. Bagaimana?” tanya Surya membenarkan selimut di tubuh istrinya hingga menutup dada wanita itu. Mata wanita itu sudah terpejam dan dia hanya menggangguk sebagai jawaban.


...*...


Verrel masuk ke ruang kerjanya setelah puas bermain dengan si kembar dan menemani istri tercintanya makan dengan drama panjang kecemburuan Deandra setiap kali Verrel ingin keluar rumah. Akhirnya drama berakhir saat pria itu memutuskan tak jadi keluar bertemu Frans. Ada hal yang ingin dia bicarakan dengan asistennya itu yang tak mungkin dia bicarakan dirumah. Dia duduk di atas kursi kebesaranya meraih ponsel dari atas meja, menggerakkan jarinya menghubungi Frans.


“Halo, Tuan.”


“Apakah kau sudah tahu jika Surya dan Diah sudah kembali ke Indonesia?” tanya Verrel.


“Iya, Tuan. Tadi anak buah ku yang menyampaikannya setelah melihat mereka di bandara.”


“Frans! Kau tahu ini sangat berbahaya untuk istriku dan kedua anakku jika saja Surya menemuinya.”

__ADS_1


“Apakah Tuan Darma sudah tahu tentang kepulangan Surya?” tanya Frans yang teringat pada ayah Deandra yang juga berniat mencari Surya dan membalasnya.


“Belum. Aku belum memberitahunya, aku akan meneleponnya nanti tapi aku minta kau perintahkan anak buahmu untuk menangkap si brengsek itu!”


__ADS_2