TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 174. GODAAN SANG ISTRI


__ADS_3

Genap dua bulan usia baby twin.  Keduanya tumbuh sehat dan menggemaskan.  Verrel baru saja masuk kedalam kamar setelah menidurkan kedua anaknya dikamar sebelah.  Jam menunjukkan pukul sembilan malam. Suasana kamar remang, Verrel menutup pintu lalu menguncinya. Akan tetapi dia tertegun ditempatnya berdiri saat seorang wanita terbalut lingeri tipis mendekatinya.  Wanita itu adalah istri tercintanya.  Saat dia melihat suaminya menidurkan kedua anak mereka di kamar sebelah, Deandra memutuskan masuk ke kamar dan menyiapkan kejutan untuk suaminya yang sudah rela berkorban untuknya.


“Deandra, sayang.” panggil Verrel dengan suara yang parau. Wanita itu berniat menyiksa dan menggoda suaminya, dia memperlambat langkah kakinya.  Bergerak maju hingga berdiri tepat di hadapan sang suami tercinta.  Masih dengan posisi menggoda yang sudah dia rencanakan, wanita itu melepas pakaian tipisnya dengan gerakan pelan dan membuangnya asal.


Verrel bukan hanya terkejut tapi tercekat hingga tenggorokannya sakit.  Pria mana yang akan tahan jika disuguhkan pemandangan seperti itu? Jawabannya pasti tidak ada, apalagi kini tubuh istrinya terlihat lebih berisi dan bagian dada yang montok karena sedang menyusui membuat Verrel menelan ludahnya.  Kini wanita didepannya itu meliukkan tubuhnya yang polos, Verrel semakin tergila-gila. ‘Apa-apaan istriku ini? Apakah dia sengaja mempersiapkan ini setelah sekian lama?’


Kewarasan Verrel kini dipertaruhkan, ada dorongan dalam dirinya agar menggendong tubuh itu dan melemparkan keatas ranjang. Manik hitam pekat itu berputar acak, setelah sekian lama menahan, maka malam ini dia akan meluapkan semua rasa yang ditahannya.


“Verrel, sayang.” suara manja mendayu nan sensual itu mengalun, jari telunjuk Deandra masuk kedalam mulutnya dan mengulum, menggoda suaminya. Verrel terjerat dalam pusaran ******* wanita itu yang memikat dan penuh pesona, Deandra wanita satu-satunya yang mampu menaklukkan sang penguasa ranjang.


Menghela napas, Verrel mencoba mengingatkan dirinya untuk tidak bersikap liar. Namun, sikap wanita polos didepannya itu sungguh membuatnya gila.


“Mengapa sayang? Kau tak ingin menyentuhku?” tanya Deandra seraya meremas gundukan lembut miliknya sendiri dengan sensual. “Bukankah kau sangat menyukai ini, sayang?”


Melihat itu jakun Verrel naik turun, napasnya menderu dan jantungnya berdetak makin cepat.

__ADS_1


“Jangan menggodaku Nyonya Verrel jika kau tak bisa memberikannya.” kata Verrel dengan suara parau menahan gejolak.


“Sudah waktunya, sayang. Hari ini aku berikan hadiah terindah untukmu sebagai terimakasihku.  Kemarilah suamiku.” kata Deandra menggerakkan tangannya meminta suaminya mendekat. 


“Atau kau mau ini?” tanpa basa basi tangan deandra turun ke bawah kearea feminimnya. Kali ini pertahanan Verrel runtuh seketika.  ‘Ada apa dengan istriku? Kenapa tiba-tiba dia begitu menggodaku seperti ini? Dia tak pernah seliar ini,’ pikirnya. Tanpa menjawab, tangan kekar itu menarik pinggang Deandra hingga mereka menempel.


Napas keduanya menderu dan detak jantung semakin kencang. Verrel memulai serangan bibirnya yang selalu mampu melambungkan Deandra. Pria itu mencium bibir Deandra seolah sudah sangat lama tak merasakan rasa manis dari bibir ranum itu. Dan kehangatan bagian bawah istrinya yang sudah sekian lama tak disentuhnya setelah melahirkan si kembar. Ciuman panas Verrel mendapat balasan yang tak kalah panas dari istrinya yang telah menyiapkan diri, dia mengimbangi permainan liar Verrel yang selalu mampu membuatnya tak berdaya.


Entah kapan Verrel sudah membaringkan tubuh istrinya diatas ranjang.  Tubuh kekar itu menindihnya tanpa meninggalkan jarak diantara mereka.  Deandra melenguh, mendesah syahdu menyebut nama Verrel, pria yang dicintainya membuat Verrel semakin menggila.  Akhrinya Verrel menurunkan bibirnya, mengecup daerah leher dengan gerakan sensual yang menimbulkan ******* menggema silih berganti.  “Verrr---reeelllll….euhhhh.” suara wanita itu tersendat karena isapan kuat yang sengaja Verrel lakukan.  Leher jenjang itu penuh dengan stempel kepemilikan.  Setelah puas bermain-main di leher mulus itu yang penuh dengan tanda merah, Verrel bergerak turun, membuka lebar mulutnya dan memasukkan salah satu puncak Deandra.


“Verreeeeellll….jangan kuat-kuat.”


“Verrel. A---aku….” Deandra sudah tak mampu meneruskan kalimatnya saat Verrel dengan bengisnya mengisap layaknya bayi mereka yang sedang menyusu. Bukan hanya puncaknya yang masuk tapi gundukan lembut yang ukurannya lebih montok dan padat dari sebelumnya.  Verrel kehilangan akalnya, dia seolah tak mendengarkan lenguhan istrinya yang berulang kali menyebut namanya.  Nikmat….ini benar-benar nikmat. Sangat berbeda dengan sebelumnya, gumam Verrel dalam hati.


Verrel mengeram saat rintihan Deandra diikuti geliat kedua kakinya dibawah sana berubah menjadi lebih liar. Tak ingin melewatkan sedikitpun bagian tak tersentuh itu, Verrel lebih memberikan perhatian secara bergilir pada bagian yang kini sudah dikuasai oleh kedua bayi kembarnya. Sering kali Verrel menelan ludah saat melihat istrinya menyusui kedua anak mereka.

__ADS_1


Deandra semakin tak kuasa menahan diri untuk tidak menekan kepala suaminya agar lebih memuja bagian itu lebih dalam lagi.


Verrel senang, diapun semakin mengisap kuat, ia rela melakukan apapun yang diminta istri tercintanya.  Semakin dalam dan semakin terlena, kegiatan itu harus terhenti karena tangisan kencang kedua bayi dari kamar sebelah. Seiring ketukan dipintu kamar pertanda kedua anaknya terbangun karena haus atau lapar. Verrel mengacak rambutnya kasar….Deandra cemberut karena terpaksa berhenti dan memakai pakaiannya.  “Maaf, sayang.” ucapnya sambil mengecup bibir suaminya, lalu dia pergi ke kamar bayi.


“Arggg…..sial! Baru pertama kali istriku begitu menggoda, baby mengganggu saja.” gerutunya. Bagaimanapun dia sudah tanggung, kepalanya berdenyut sakit.  Dengan cepat dia berlari ke kamar mandi dan menuntaskan secepatnya.


“Alya kenapa kau menggangguku malam-malam begini?” tanya Deandra kesal karena akivitasnya jadi terganggu karena ketukan dipintu kamarnya.


“Ma—maaf Nyonya. Itu Tuan muda dan nona muda nangis, pengasuhnya sudah memberikan susu tapi mereka tidak mau, malah nangis.”


“Ya, sudah biar aku lihat anakku. Huff….menyebalkan. Sudah digaji besar jadi pengasuh, mengurus anak dua saja tidak becus.” gerutunya kesal. Deandra masuk kedalam kamar anaknya, seolah mengetahui kehadiran sang ibu, sontak kedua bayi itu berhenti menangis.


“Kenapa sayang? Kalian haus ya?” Deandra membelai pipi kedua anaknya dengan penuh kasih sayang. Wanita itu menghela napas panjang, uhhhh…..susah sekali punya waktu bermesraan dengan Verrel sekarang. Tiap kali mau berduaan dengannya si kembar menangis, sepertinya mereka tak suka ya.


Tak lama Verrel pun menyusul istrinya ke kamar si kembar. Dia melihat Deandra sedang menyusui Nathan putranya. Verrel terpaksa menelan ludah melihat pemandangan indah didepannya. Hmmm…..enak sekali anakku bermanja-manja seperti itu. Sedangkan aku sudah lama tidak isi absen. Tangannya mengusar rambutnya dengan kasar.

__ADS_1


“Ada apa sayang? Kenapa marah?” tanya Deandra heran melihat sikap suaminya yang terlihat kesal.


“Hemm…..tidak apa-apa. Nathan belum selesai? Masih lama ya?” tanya Verrel asal, jakunnya naik turun melihat anaknya yang menatapnya sambil menyusu. Sabar…..sabar…...tahan ya Verrel nanti kamu juga bakal dapat giliran, tangannya mengusap-usap dadanya. Deandra tertawa melihat tingkah suaminya, dia paham apa yang sedang dipikirkan pria itu.


__ADS_2