TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 283. MENYUSUN RENCANA


__ADS_3

Awan hitam bergelayut manja dilangit pagi hari itu, disaat orang menikmato sepiring menu sarapan hangat, Olivia dan Ezha baru saja menikmati sarapan pagi yang berbeda. Diatas ranjang polos tanpa busana dengan keringat yang masih mengucur dari pori-pori, mereka bersenda gurau dengan mesra.


Sikap Ezha kembali seperti semula sejak Olivia meminta maaf waktu itu. Olivia pun tidak lagi menunjukkan sikap memberontak secara terang-terangan. Dia bermain cantik dengan tetap mengikuti permintaan Ezha sementara menunggu waktu yang tepat saat pemuda itu lengah barulah Olivia akan menyingkirkannya.


Ezha membuka laci meja kecil disamping ranjang dan mengambil sebuah amplop besar berwarna coklat lalu menyerahkannya pada Olivia.


“Apa ini?” tanya Olivia sambil membuka amplop itu. Dia melihat ada beberapa foto didalamnya.


“Itu adalah orang yang akan menjalankan rencana kita berikutnya,” jawab Ezha.


Mendengar itu sepasang mata Olivia pun langsung berbinar. Dia tersenyum puas setelah mengetahui rencana yang sudah disusun oleh Ezha untuknya.


“Kau sudah dapat orangnya? Ketemu dimana?” tanya Olivia antusias.


“Tidak penting aku dapat orang itu dari mana, yang terpenting adalah tidak lama lagi kau akan segera mendapatkan kabar baik,” jawab Ezha.


“Ohh…...kau memang yang terbaik, sayang,” puji Ollivia seraya mengecup bibir Ezha.


“Lihatkan? Semua permintaanmu tidak ada satupun yang kuabaikan. Sekarang giliranmu menepati janji saat itu,” kata Ezha lagi.


“Baiklah! Aku tidak akan setengah hati lagi sekarang. Aku jamin mereka akan ketagihan permainanku,” jawab Olivia.


“Bagus. Kalau begitu bersiaplah. Dua jam lagi tamu pertamamu datang, dia sedang dalam perjalan ke hotel sekarang. Dia seorang pejabat didaerah, jadi dia tidak tahu apa-apa tentangmu yang penting dia bayar mahal untuk servis yang kau berikan nanti.” kata Ezha yang selalu mengatur jadwal untuk Olivia.


Dia yang mencarikan pria-pria yang mau menyewa Olivia untuk kepuasan, dia memanfaatkan keadaan wanita itu untuk mendapatkan keuntungan baginya.


“Oke!” sahut Olivia riang, “Kau tidak bergabung?” tanya Olivia dengan kerlingan nakal.


“Threesome? No way Olivia. Kita sepakat kau tidak akan melakukan hal itu lagi,” tolak Ezha.


“Kalau bersamamu aku mau,” balas Olivia sambil menepuk bokongnya dengan gerakan seksi.

__ADS_1


Ezha tertawa, “Kalau begitu kau harus mendapatkan servis terbaik dulu dariku,” balasnya lalu menggendong Olivia dan membawanya ke kamar mandi.


Sementara itu dikediaman Ceyhan, semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan kecuali ketiga bayi serta Nathan dan Naomi. “Mana anak-anak?” tanya Verrel.


“Masih dikamar, Tuan.” jawab Yuna.


Tak berapa lama, babysitter membawa Nathan dan mendudukkannya dikursi bayi. Tapi Naomi dan babysitternya belum kelihatan.


“Naomi mana?” giliran Viktor yang bertanya.


“Oh, itu Tuan Besar. Naomi masih diatas saya tinggal sedang bermain. Hari ini babysitternya tidak masuk kerja karena kurang sehat.” jawab babysitter Nathan. "Sebentar saya bawa dia turun."


“Kan ada dua orang yang mengurus Naomi?” tanya Yahya mengeryitkan dahinya.


“Iya, Tuan Besar. Tapi dia jadwal shift malam, makanya saya yang mengurus mereka berdua.”


“Ya, sudah. Bawa Naomi kisini jangan ditinggal dikamar sendirian.”


“Baik, Tuan.” jawab babysitter itu. Saat dia hendak beranjak meninggalkan ruang makan. Tapi---


Saat mata semua orang melihat kearah pelayan yang berdiri didekat pintu, mereka melihat sesosok kecil mengenakan gaun pink dengan wajah belepotan makeup.


“Ah…..Naomi? Ya ampun,” pekik semua orang terkejut dan tak lama berubah menjadi tawa. Mereka tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Naomi.


“Suster, begini jadinya kalau dia ditinggal sendirian!” ujar Verrel tersenyum saat melihat sosok kecil itu berjalan mendekatinya.


“Papa! Cantik……?” Naomi memiringkan kepalanya menatap Verrel.


Verrel tak bisa menahan rasa terkejut sekaligus tawanya melihat wajah Naomi yang entah seperti apa. Dia mengukir alisnya hitam tak beraturan, lipstik merah menyala yang serasi dengan pipi yang juga merah, eyeshadow yang bercampur aduk warnanya sambil membawa tas kecil yang baru dibelikan Verrel kemarin.


“Sini sayang…..” Verrel berdiri lalu menyambut Naomi yang berjalan mendekat. Didalam pikiran anak kecil itu mungkin ayahnya merasa takjub dengan penampilannya yang cantik seperti ondel-ondel. “Darimana  dia dapat makeup-nya?” tanya Verrel heran.

__ADS_1


Tak ada seorangpun yang tahu, saat semua orang berkumpul dibawah, Naomi masuk ke kamar utama dan mengambil alat makeup Deandra yang baru dibeli dan belum sempat dia simpan dimeja riasnya.


Paperbag berisi kosmetik dan skincarenya masih dia letakkan diatas sofa sejak kemarin malam saat Verrel memberikan padanya. Melihat makeup dengan warna-warna yang menarik, Naomi pun merias wajahnya sendiri dikamar.


Verrel mengambil tissue basah yang diberikan Yuna, sambil memangku anaknya, dia membersihkan wajah Naomi sambil menggelengkan kepala. “Siapa yang mengajarinya pakai makeup?”


“Mana ada yang mengajarinya, paling dia pernah lihat aku merias wajah.” jawab Deandra.


“Ah….anak ini masih kecil sudah banyak tahu!”


“Namanya juga anak-anak! Rasa ingin tahu mereka itu besar, apa yang dilihat dari orang dewasa, semuanya mau ditiru.” ujar Deandra.


Semua orang tertawa dan melanjutkan makan, Yahya dan Viktor tak henti menggoda Naomi yang selalu menempel pada ayahnya.


“Apakah Olivia masih belum tertangkap?” tanya Deandra mengalihkan topik pembicaraan karena dia tiba-tiba teringat tentang wanita itu.


“Belum,” jawab Verrel seraya menyantap makanannya. “Polisi masih mencarinya, anak buahku dan anak buah Luke juga sudah disebar untuk mencarinya.”


“Apa mungkin dia melarikan diri ke luar negeri?”


“Kurasa tidak mungkin, mengingat statusnya yang buron, tidak mungkin dia bisa bepergian jauh.”


“Aneh juga ya. Dimana ya dia bersembunyi?”


“Aku yakin ada seseorang yang membantunya bersembunyi,. Tidak mungkin dia bisa membuat berita viral waktu itu dan juga melakukan pembunuhan yang begitu rapi di apartemen. Sayangnya pria yang bersama Olivia yang tertangkap kamera CCTV menggunanak hoodie dan masker jadi sulit dikenali. Saat ini pasti Olivia bersama orang itu.”


“Apa perlu Opa kerahkan orang-orang suruhanku untuk ikut mencarinya? Yang kita khawatirkan,dia tiba-tiba muncul dan berbuat jahat lagi.” ujar Yahya.


“Untuk saat ini, itu bukan ide buruk Opa. Mungkin semakin banyak orang yang mencarinya kemungkinan untuk ditemukan semakin besar.” ujar Verrel.


“Baiklah. Aku dan Viktor akan mengerahkan orang-orang kami untuk menelusuri keberadaan wanita itu. Lalu bagaimana urusan dengan SG Group? Sudah kelar masalahnya?”

__ADS_1


“Tuan Akihiro sudah menangkap Stefanie, aku tidak peduli apa yang mau dia lakukan pada wanita itu. Yang penting aku dan Akihiro sudah punya kesepakatan. Lusa dia akan bertemu Wisnu untuk penyerahan proyek kasino dan resor itu. Itu milik mereka karena dananya dari mereka, aku hanya membantu mengambil kembali dari SG Group!”


 


__ADS_2