TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 239. DIA ITU CUCU VIKTOR!


__ADS_3

“Hei apa maksudmu bicara begitu?” perbincangan mereka terhenti sejenak saat keluar dari lift dan masuk kemobil meninggalkan gedung itu. “Tidakkah kau tahu berapa banyak perempuan yang rela menyerahkan diri untuk menyenangkan pria itu?”


“Dan kau salah satunya.” cibir sang asisten tapi dia tak pungkiri dalam hatinya jika dia pun suka pada Verrel meskipun tidak pernah terpikir untuk mendekati pria itu.


“Kau benar. Jika ada kesempatanpun, aku tidak akan menyia-yiakan kesempatan itu meski hanya sebentar bisa menyentuhnya.”  Wajah Olivia berbinar dengan pikirannya yang melayang entah kemana membayangkan jika dia bisa sedekat itu dengan Verrel apalagi jika bisa naik ke ranjangnya. Sudah lama Olivia terobsesi dengan Verrel yang sulit dijangkaunya.


“Mungkin kau punya kesempatan itu. Dia tidak akan cukup hanya punya satu istri, bukan?” ujar sang asisten lagi.


“Pria kaya selalu memiliki wanita-wanita disekeliling mereka. Begitupun Verrel, aku tidak yakin jika dia hanya memiliki satu wanita saja! Lagipula apa hebatnya wanita itu? Dia hanya wanita biasa yang kebetulan punya keberuntungan yang baik bisa dinikahi oleh pria kaya dan tampan.”


“Ehmm…..sebenarnya aku sudah menyelidiki istri Tuan Verrel dan dia tidak sesederhana itu. Apa kau tidak tahu kalau dia adalah cucu orang Indonesia terkaya di Eropa? Kalau tidak salah namanya Tuan Viktor. Ya, dia cucu satu-satunya dan pewaris tunggal!”


“Viktor? Aku pernah dengar nama itu dari papa, papaku sering membicarakan nama itu dan sepertinya juga papa sangat menghormatinya. Apa kau tidak salah? Viktor adalah kakeknya?”


“Iya! Kalau kau tidak percaya kau bisa cari di internet. Kalau tidak salah dia mengumumkan ke publik tentang ahli warisnya. Bayangkan betapa kayanya wanita itu mewarisi semua kekayaan Tuan Viktor! Saranku, sebaiknya kau lebih berhati-hati dalam bertindak. Tuan Viktor bukan orang yang bisa dengan mudah untuk diprovokasi. Dan istri Tuan Verrel adalah cucunya, dia akan melakukan apa saja untuk cucunya.”


Olivia mencari informasi di internet tentang Viktor dan Deandra, saat menemukannya matanya meloto dan dia merasakan tidak suka.


“Huh! Perempuan kaya!” celetuknya. “Hal biasa jika pria kaya menikahi wanita kaya juga untuk memperkuat bisnis mereka. Tapi aku tidak menyerah, akan tiba masanya Verrel akan memandangku sebagai wanita yang berbeda. Lihat saja!”


“Good luck! Tapi saranku lebih baik lupakan saja niatmu, kita tidak tahu wanita seperti apa istrinya. Mungkin dia tipe yang posesif yang akan menghancurkan semua wanita yang mencoba mendekati suaminya.”


“Diam! Jangan banyak bicara lagi, kau itu asistenku tapi bukannya mendukungku.” Mereka tiba di gedung kantor milik Olivia dan keduanya masuk kedalam. Olivia menghempaskan tubuhnya dikursi kerjanya sembari jari tangannya mengetuk-ngetuk meja.


“Jika sudah tidak ada lagi yang kau butuhkan, aku pergi sekarang.”

__ADS_1


“Ya, selesaikan pekerjaanmu. Besok kau ikut denganku meninjau proyek.”


...*****...


Sore harinya dimarkas besar, semua orang sudah berkumpul termasuk Verrel, Arion dan Julian juga ada disana. Waluyo juga bergabung bersama mereka setelah Verrel meminta anak buahnya membawanya keruangan itu.


“Baiklah, kalian semua sudah berkumpul disini. Apa masih ada yang belum bergabung?”


“Semua sudah berada disini,Tuan. Sisanya hanya penjaga yang berada diluar gedung ini dan beberapa orang yang bekerja di Tim IT.”


“Tidak masalah, kalian bisa koordinasikan ke mereka nanti semua informasi yang akan aku sampaikan. Aku sudah mendapatkan semua data informasi dari Jack. Dan memutuskan untuk membagi tugas sesuai keahlian kalian!” ucap Verrel.


“Apa kita akan segera menyerang mereka,Tuan?” tanya seorang pria.


“Kenapa, Tuan? Semua informasinya sudah kita dapatkan, bukan?” tanya Jack.


“Kali ini musuh kita bukan sembarangan. Siapapun mereka, harus kuakui mereka pintar dan sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Selain itu aku punya pertimbangan lain.”


Verrel memberikan kode pada Jack yang kemudian menyalakan layar proyektor, semua orang menatap ke layar itu. Terlihat denah sebuah lokasi yang mereka tidak tahu itu dimana.


“Baiklah. Aku akan menjelaskan.” ujar Jack yang mulai menjelaskan denah beberapa lokasi berbeda yang berada didalam kota maupun luar kota.


Semua orang mendengarkan dengan serius dan menatap layar besar tanpa berkedip seolah-olah mereka sedang menonton film yang menarik. Setelah Jack selesai menjelaskan semuanya, Verrel pun mengambil alih dan mulai merancang rencananya. Dia membagi-bagi menjadi beberapa group yang bertugas sesuai dengan keahlian mereka. Verrel juga membagi Tim IT menjadi beberapa group untuk mengerjakan beberapa tugas sesuai tingkat kesulitannya. Bara tetap bertanggung jawab dengan pengamanan rumah kediaman keluarga Ceyhan dan keluarganya. Sedangkan Jack yang akan memimpin langsung operasi khusus yang sudah diberikan Verrel padanya.


Untuk Arion, dia akan fokus menghandle semua perusahaan cabang dan Juan bertugas untuk memantau beberapa proyek diluar negeri. Juan yang menyukai kebebasan dan mengenal dunia malam dengan baik tapi tidak ada yang mengenalnya sebagai salah satu cucu Yahya Ceyhan, sehingga Verrel memilihnya untuk melakukan tugas khusus lainnya. Memiliki wajah tampan dan tubuh tinggi, kekar yang sama seperti Verrel sehingga selalu memikat hati para wanita.

__ADS_1


“Pak Waluyo! Karena anda mengetahui semua tentang perusahaan transportasi itu dan operasi mereka, sebaiknya bapak bergabung dengan Jack. Dia bertugas dilapangan jadi petunjuk dari bapak akan berguna bagi mereka.”


“Baiklah. Saya juga tinggal di Kalimantan jadi saya mungkin bisa membantu untuk proyek anda yang berada disana.”


“Baiklah. Saya rasa itu cukup efisien karena sampai sekarang tidak ada yang tahu kalau bapak ada di Jakarta dan punya hubungan dengan kami.”


“Percayakan pada saya! Orang tua ini akan membantu semampuku! Dan terimakasih karena memberiku kesempatan. Kapan aku harus kembali ke Kalimantan?” tanya Waluyo.


“Secepatnya! Setelah anda dan Jack beserta anak buahnya menyelesaikan tugas pertama ini dulu. Saya harap bapak bisa membantu Jack, besok ikutlah dengannya.” ujar Verrel lalu menyerahkan sebuah dokumen pada Waluyo.


“Apa ini?” tanya Waluyo membuka dokumen ditangannya.


“Identitas barumu! Besok Jack akan membawamu kesuatu tempat untuk menemui dokter yang akan membantumu.” ujar Verrel.


“Maksudnya?” tanya Waluyo bingung.


“Apakah anda mau berkeliaran dengan wajah itu? Seseorang akan membuatkan topeng wajah untukmu. Jadi tidak akan ada yang mengenalimu saat kau bepergian kemanapun. Apakah anda pikir mereka tidak akan mencarimu?” kata Verrel menjelaskan. “Jack! Sekalian bawa Wisnu bersama kalian, lakukan hal yang sama untuknya! Ini demi keamanannya dan sebarkan berita kematiannya.” lanjut Verrel lagi. Semua yang sudah direncanakannya untuk menyelamatkan orang-orangnya.


“Oh iya! Semua dokumennya sudah dipersiapkan rumah sakit! Kau mintalah dari sana! Pastikan semua aman dan tidak ada yang mengikutimu!” kata Verrel lagi.


“Baik, Tuan.”


“Aku percaya pada kalian semua! Jangan ada seorangpun yang mengecewakanku dan berkhianat!”


“Siap!” ucap semua orang serempak.

__ADS_1


__ADS_2