
Seluruh ruangan didekorasi dengan kombinasi putih dan pink. Mewah, itulah kesan yang dilihat orang. Di hotel mewah milik keluarga Ceyhan itu akan diadakan acara tujuh bulanan untuk Deandra. Seluruh keluarga juga sudah berada disana dengan memakai seragam putih. Berbagai hidangan pun sudah terhidang. Deandra duduk di kursi diatas podium ditemani Yahya dan Viktor. Deretan wartawan sudah diatur agar berada didepan podium saat acara kejutan nanti. Tamu undangan pun sudah hadir,
“Papamu sangat memanjakanmu, sayang. Lihatlah papa benar-benar mewujudkan keinginan mama membuat pesta dengan dekorasi seperti ini, kue-kuenya juga lucu-lucu.” gumam Deandra seraya mengusap perutnya yang buncit. Dia terhanyut oleh perasaan bahagia yang membuncah, kedua kakek yang duduk di kursi sebelahnya tersenyum melihat Deandra yang terlihat sangat bahagia.
*Visual gedung acara tujuh bulanan
Dua buah cake berukuran besar yang dipesan Viktor dan Yahya pun sudah diletak dimeja yang dihias cantik. Acara pun dimulai dengan kata sambutan dari Yahya dan Viktor. Para tamu yang hadir dikejutkan setelah Yahya mengucapkan kata penutup yang mengumumkan tentang Verrel yang selamat, seiring munculnya Verrel yang berjalan dari belakang podium dengan tampilan gagah mengenakan setelan jas putih. “Halo, semuanya. Terimakasih atas kehadirannya pada hari ini. Dan juga atas dukungan yang diberikan pada keluarga saya selama saya tidak ada.” ucap Verrel seraya menatap sinis pada Amran.
*Visual cake baby di acara tujuh bulanan. Karena bayinya kembar jadi cakenya ada dua
Acara tujuh bulanan yang berlangsung live disalah satu stasiun TV swasta itupun sontak mendapat reaksi dari masyarakat melihat sang CEO hadir disana. Berita tentang Verrel pun dilihat Rico di TV, dia sedang berada di ruangan tempat dimana para napi menonton tv bersama. Sontak wajahnya pucat, matanya terbelalak melihat Verrel yang menggandeng Deandra. ‘Sialan! Kak Verrel masih hidup? Tapi bukankah kemarin beritanya di---’ lidahnya mendadak kelu melihat Verrel masih hidup. ‘Kak Verrel pasti takkan membiarkanku hidup, bagaimana ini? Mama kemana, kenapa dia tak datang menemuiku bahkan saat sidang pun mama tak hadir?’
Acara ditandai proses siraman yang dilakukan oleh tujuh kerabat terdekat sembari membacakan doa untuk keselamatan bayi dan ibunya. Setelah itu rangkaian prosesi lainnya yang dipandu oleh suami dan keluarga terdekat. Terlihat Deandra mengenakan bandana yang terbuat dari bunga dan tubuhnya dibalut mantel putih dengan sepotong kain gendongan yang dilingkarkan disekitar tubuhnya. Setelah semua prosesi selesai dan berjalan lancar, terlihat Deandra yang sudah berganti pakaian duduk bersama Verrel layaknya sepasang pengantin.
Para undangan yang hadir tak henti-henti berdecak kagum bukan hanya karena pesta mewah dan makanan mewah tapi juga karena kehadiran Verrel disana. Setelah sekian lama banyak media yang memberitakan jika sang CEO yang dinyatakan hilang dan tak selamat namun kini hadir di acara itu.
Setiap tamu undangan juga mendapatkan hadiah ucapan terimakasih berupa satu kotak indah berisi beberapa perlengkapan perawatan tubuh mahal. Keluarga Ceyhan benar-benar menghamburkan uang banyak untuk menyambut kehadiran penerus keluarga itu. Tak cuma itu, acara itu juga dihadiri anak yatim piatu yang sengaja diundang oleh Deandra. Gedung itu pun dilengkapi dengan nursery agar anak-anak bisa bermain selama acara berlangsung.
__ADS_1
*Ini visual DIY Gift untuk para tamu undangan di acara tujuh bulanan....biar makin seru halu nya 😂😂😂
Namun ada seorang pria yang sedari tadi hanya diam sepanjang acara. Amran Ceyhan terpaksa hadir disana karena tak ingin malu dan dihujat oleh masyarakat. Pikirannya yang kacau karena sampai hari ini belum ada kabar dari Andini, ditambah lagi melihat Verrel dan istrinya yang terlihat sangat bahagia. Bisik-bisik dari tamu undangan yang terdengar ditelinganya pun membuatnya tak betah duduk berlama-lama. Amran merasa panas, tamu yang hadir seakan tak peduli pada lelaki paruh baya itu, bahkan sengaja mereka membicarakannya secara terang-terangan. Gosip panas yang menghujat Rico pun terdengar dibelakangnya.
“Apa kau baik-baik saja, sayang?” tanya Verrel memandang wajah istrinya.
“Iya. Aku sangat gembira semua berjalan dengan baik. Tak lama lagi aku lahiran.”
“Aku juga sudah tak sabar melihat anak kita, sayang. Semoga tidak suka merajuk seperti mamanya.” kata Verrel tersenyum. Seperti biasa Deandra pun cemberut, kalau sudah begitu maka Verrel yang akan sibuk merayu dan membujuknya.
...*...
“Sayang,” Verrel meraih tangan Deandra yang ingin beranjak dari posisinya. “Temani aku istirahat ya?” hidungnya mengendus-endus leher istrinya.
Masih tak merespon dan memalingkan wajah. “Sayang, kata dokter, calon mommy itu tidak boleh marah-marah apalgi merajuk, loh,” ucap Verrel pelan dan berhati-hati.
Mommy? Mendengar kata ‘Calon Mommy’ memberi getaran dihati Deandra namun dia masih enggan membalikkan badan. Verrel tak menyerah, ia tahu ini akan sulit tapi mau tak mau dia harus mengalah. “Ayo, sini. Biarkan daddy yang memanjakan anak kita.”
Daddy?
Kata itu ternyata berhasil membuat Deandra memutar tubuhnya dengan bibir mengerucut kesal.
Verrel tersenyum dan tangannya terbuka memeluk istri tercintanya. “Aku mau mandi,” ucap deandra, padahal dia malu karena langsung luluh, merajuknya tak tahan lama.
__ADS_1
“Mandi?”
“Iya, sayang. Rasanya gerah seharian di acara pesta tadi.” kata Deandra.
“Aku temani ya,.”
“Tidak usah,” tolak Deandra.
“Aku tidak butuh jawaban itu Nyonya Verrel. Kau tahu aku tidak suka penolakan.” Verrel pun langsung bergerak turun dan menggiring wanita hamil yang banyak alasan itu ke kamar mandi. Selesai aktivitas mandi yang memakan waktu cukup lama, keduanya tersenyum mesra. Sudah pasti, karena ada yang terjadi didalam sana sehingga wajah Deandra berseri-seri.
Mereka duduk diatas ranjang sambil mengeringkan rambut, tak lama pintu terbuka dan secercah senyuman dari kedua kakek diikuti pelayan pribadi yang membawa cemilan pesanan Deandra.
“Bagaimana keadaanmu dan bayimu, sayang? Apakah kau merasa letih? Opa akan suruh Yuna memanggil tukang pijat ya.” kata Yahya yang selalu memperhatikan Deandra.
“Baik, Opa. Aku sudah enakan setelah mandi dan tadi Verrel sudah memijat.” celotehnya.
“Melihatmu seperti ini, Opa jadi ingat saat Ayu mengandung Verrel. Dia juga suka merajuk dan sangat manja, maunya selalu dimanja.” kata Yahya lagi.
“Kau ingat Yahya saat kita mau liburan di villa jadi batal karena Ayu merajuk.” kedua orangtua itupun tertawa mengingat kenangan masa lalu.
“Tapi, asal kau tahu Verrel! Opa akan pastikan bahwa kau satu-satunya keturunan yang berhak menjadi pewaris kekayaan keluarga Ceyhan. Dengan begitu hanya kau dan anak-anakmu yang bisa melawan keangkuhan Amran.” kata Yahya menjelaskan dengan penuh penekanan.
Verrel mendengarkan tanpa bantahan. Yahya melanjutkan kalimatnya “Apakah kau masih ingat perkataanku waktu itu?” tanya Yahya dengan nada tegas dan datar.
Verrel menggangguk “Hanya putraku yang bisa melemahkan posisi laki-laki itu di perusahaan.”
“Jaga mereka baik-baik, Verrel.” pesan Yahya yang langsung mendapat respon baik dari Verrel. “Jika aku menemukan istrimu menangis gara-gara ulahmu, maka aku akan membawanya pergi dari sisimu dan takkan kuijinkan kau melihat anak-anakmu.”
“Opa tidak usah khawatir, dia adalah prioritas utama dan jika istriku tidak menurut, aku hanya akan membuatnya mendesah dikamar setiap hari.” Mendengar itu mata Deandra melotot membuat kedua kakek itupun tertawa. Mereka bisa melihat betapa sayangnya Verrel pada Deandra.
__ADS_1
*Hai para pembaca setia 👋👋 semoga kalian suka dengan alur ceritanya.....mohon bantu vote, like dan komen ya biar author tambah smangat. Terimakasih 🙏🙏😘😋