TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 288. EZHA PUNYA BUKTI


__ADS_3

Itulah alasannya kenapa mereka mengincar Sandy selama ini. Setelah itu Sandy malah membuat masalah dengan Verrel, tanpa dia ketahui jika Verrel mengenal Seiya San dan orang-orang kepercayaannya. Setelah pertemuan Verrel dengan Akihiro disebuah acara makan malam rekan bisnisnya ternyata mereka sudah membuat kesepakatan bahwa Verrel akan mendapatkan kasino dan beberapa bisnis yang didanai oleh Seiya San yang saat itu dikuasai oleh SG Group.


Pada akhrinya Wisnu berhasil merebut kembali proyek-proyek yang dilelang tanpa uang sepeserpun. Setelah dia dinyatakan menang pada saat lelang ternyata Wisnu mengancam Stefanie dan melakukan sesuatu hingga melibatkan pihak berwajib melakukan investigasi pada semua perusahaan milik SG Group.


Dengan begitu mudahnya, Verrel menyusun rencana dan berhasil merebut semuanya dengan mudah dan dalam waktu singkat. Lalu dia mengembalikan semuanya pada pemilik sah.


Sebagai balasan dan ucapan terimakasihnya, Seiya San menyerahkan gedung perkantoran mewah SG Group pada Verrel dengan cuma-cuma, kini gedung itu dikelola oleh Wisnu. Verrel mempercayakan DA Group milik istrinya agar dikelola oleh Wisnu sebagai balas budi atas pengorbanan pria itu. Setelah hampir kehilangan nyawanya, Verrel dan Deandra memutuskan untuk mempercayakan DA Group pada Wisnu untuk dikelola.


Wisnu berasal dari keluarga tidak mampu yang tumbuh di desa dengan kondisi ekonomi keluarga yang sulit. Pada saat itu, ayahnya Wisnu bekerja di perkebunan teh milik Yahya dan ada kalanya Wisnu kecil beserta adik-adiknya membantu ayahnya dengan bekerja disana.


Karena saat itu Wisnu dan adik-adiknya masih kecil, Orang kepercayaan Yahya yang mengurus perkebunan hanya memberikan mereka pekerjaan ringan seperti membersihkan rumput, membantu membersihkan istal kuda.


Hingga suatu hari Yahya dan Verrel berkunjung kesana untuk berlibur akhir pekan dan menunggang kuda. Mereka bertemu dengan Wisnu yang berbeda usia lima tahun. Yahya merasa kasihan dan prihatin melihat keadaan keluarga Wisnu dan memutuskan membiayai sekolahnya.


Saat wisnu masuk SMA di kota, dia tinggal disalah satu rumah milik keluarga Ceyhan. Disana Wisnu bertugas untuk mengurus rumah itu dan menerima gaji. Hingga akhirnya dia menyelesaikan perguruan tinggi dan mulai bekerja pada Verrel.


Sedangkan adik Wisnu menggantikan tugasnya setelah Wisnu bekerja di perusahaan Verrel. Dia seorang pemuda yang ulet dan pekerja keras juga jujur. Selama bertahun-tahun ikut dengan keluarga Ceyhan, Wisnu tumbuh menjadi sosok yang diharapkan Yahya menjadi salah satu orang kepercayaan Verrel. Dan benar saja, sering kali Verrel menyerahkan pekerjaan penting pada Wisnu. Dan terakhir adalah tugas di Singapura yang hampir merenggut nyawanya.


Malam semakin larut, jalan-jalan mulai sepi dari lalu lalang kendaraan. Meskipun malam itu langit dipenuhi oleh bintang, tetapi orang-orang sepertinya enggan untuk menghabiskan waktunya diluar rumah. Mereka lebih memilih untuk melewati malam itu dengan orang-orang terkasih sambil ditemani secangkir coklat panas atau film favorit keluarga.


Disebuah villa yang megah diatas bukit kecil, jauh dari keramaian terlihat Olivia sedang menikmati pesta bersama beberapa orang pria. Bunyi hentakan musik membahana ke seluruh ruangan. Asa rokok mengepul dan aroma alkohol menguar diudara. Disebuah sofa disudut ruangan tampak Olivia terlihat sedang asyik menggoyangkan badannya mengikuti irama musik.


“Selamat Nona Olivia. Rencana yang anda susun berjalan sukses,” puji seorang pria bernama Edo seraya mengacungkan gelasnya kepada Olivia. Olivia menyilangkan jarinya diatas bibir dengan sorot mata memberi isyarat. Edo terkesiap, spontan menepuk keningnya.

__ADS_1


“Maaf Nona, saya lupa.” sesal pria itu.


“Selamat Nona Susan. Rencana yang anda susun sukses besar,”kata Edo mengulangi kalimatnya. Dia mengangkat gelasnya yang disambut Olivia dengan gelasnya. Mereka bersulang dengan penuh sukacita.


“Saat ini Verrel dan Luke pasti seperti orang gila mengurus anak buahnya. Pabrik milik Verrel terbakar dan Kelab malam milik Luke juga terbakar dan rata dengan tanah.”


“Biar tahu rasa dia!” sungut Olivia. “Siapa suruh memperlakukanku seperti sampah. Mereka pikir mereka itu siapa? Hanya karena kaya raya dan berkuasa bisa seenaknya begitu?”


“Kau harus mulai bersiap untuk langkah selanjutnya Pak Edo. Jangan beri dia celah untuk bangkit.” kata Olivia.


“Tenang saja Nona. Saya sudah persiapkan semuanya. Dua hari lagi kami akan melancarkan serangan berikutnya. Saya akan menggoyang saham kedua perusahaan itu. Kita buat mereka panik sehingga mengalami kerugian besar.” jawab Edo penuh percaya diri.


“Tunggu sampai mereka kalah dan menyerah, baru anda muncul sebagai pahlawan, memberikan mereka bantuan kucuran dana dan penawaran bisnis,” ujar Dirga menimpali. “Tinggal menunggu hari saja nona akan kembali menguasai perusahaan milik ayahmu. Merebut semua yang diambil Luke darimu dan setelah itu Nona bisa kembali menjadi Nona Muda yang kaya raya.”


“Untuk kehancuran Verrel dan Luke!” sambung Edo dan Dirga serempak.


“Oh ya bagaimana dengan pemuda itu? Apakah dia tidak akan menjadi ancaman bagi kita dikemudian hari?” tanya Edo yang mengkhawatirkan sosok Ezha yang mengetahui semua rahasia mereka.


“Ck! Tidak perlu khawatir, aku sendiri tidak yakin kalau dia masih hidup. Dia benar-benar sekarat karena dipukuli anak buahnya Luke.” jawab Olivia.


“Lalu anak buah Verrel dan yang itu?”


“Apalagi dia! Menurutmu siapa yang bisa bertahan dengan lima belas tusukan dibadannya?” sahut Olivia dengan sinis.

__ADS_1


Edo dan Dirga bertepuk tangan mengakui kecerdasan dan keberanian Olivia.


“Sudahlah tidak usah lagi dipikirkan mereka, lebih baik kita bersenang-senang saja. Biarlah stress dan putus asa itu menjadi temannya si Verrel dan Luke!” kata Olivia seraya tertawa terbahak-bahak.


Disaat Olivia sedang merayakan pesta kemenangannya, Verrel berada diruang perawatan Seno anak buah Luke. Berhubung Luke tiba-tiba berangkat ke Singapura karena ada hal penting sehingga Verrel memerintahkan penjagaan untuk Seno. Tiba-tiba dia mendengar suara teriakan Jack memanggil Bram. Rasa penasaran mendorong Verrel segera menyusul ke kamar sebelah tempat Ezha dirawat.


“Ada apa Bram?” tanya Verrel saat melihat Bram dan Jack bicara dengan serius.


“Pria itu sudah sadar Tuan. Dia minta untuk bertemu dengan Tuan. Katanya ingin bicara secara pribadi.” lapor Jack,


“Oh ya? Bagus!” seru Verel seraya berjalan menuju keruang perawatan Ezha. Seperti yang dikatakan Jack dan Bram memang benar kalau Ezha sudah sadar tetapi kondisinya sangat lemah.


Seperti yang dikatakan oleh Jack dan Bram kalau Ezha sudah sadar tetapi kondisinya masih sangat emah. Pukulan Seno mengakibatkan dia gegar oktak. Ituah sebabnya dia tak sadarkan diri cukup lama.


“Kau ingin menemuiku?” tanya Verrel tanpa basa basi saat masuk ke kamar itu.


Ezha menggerakkan matanya sebagai ganti anggukan. Penyangga lehernya tidak memungkinkan dirinya untuk mengangguk.


“Apa yang ingin kau katakan?” tanya Verrel lagi.


“Saya ingin membuat kesepakatan dengan Tuan.” jawab Ezha lemah.


Bibir Verrel membentuk senyuman sinis, “Kesepakatan? Apa untungnya buatku bekerjasama denganmu. Sebentar lagi kau akan ku kirim ke penjara,” sahut Verrel.

__ADS_1


 


__ADS_2