TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 222. OLIVIA LEE


__ADS_3

“Frans, apakah semua berjalan sesuai rencana?” tanya Verrel.


“Ya, Tuan. Orang-orang kita sedang mengurusnya. Wilson masih dalam keadaan koma di rumah sakit di Singapura, tapi sore ini dia akan dibawa pulang ke Jakarta.” jawab Frans.


“Bagus! Kirimkan pengawal untuk menjaganya selama di rumah sakit.” kata Verrel. "Kerahlan lebih banyak orang untuk menyelidiki kejadian itu."


“Baiklah. Apa ada lagi hal lain yang harus saya lakukan, Tuan?” tanya Frans.


“Tidak ada. Lanjutkan sesuai rencana sebelumnya.”


“Baik.”


Frans berjalan keluar ruang sambil menghubungi seseorang. Sementara Verrel terlihat memijit pelipisnya lalu menghela napas panjang. Dia meraih ponsel lalu menghubungi istrinya.


“Halo.”


“Bukankah kamu ada jadwal periksa kandungan hari ini?” tanya Verrel.


“Iya nanti siang jam 1. Apakah kau akan menemaniku?” tanya Deandra dengan suara manja.


“Bersiaplah, supir akan menjemputmu sekarang. Aku menunggumu dikantor untuk makan siang.” ujar Verrel.


“Baiklah. Sampai jumpa dikantor.” balas Deandra. Seusai dia berkemas, dia pun pergi ke kantor dengan diantar supir bersama pengawal pribadinya. 


Sementara itu di kantor Ceyhan Group seorang wanita berpenampilan elegan dan berwajah cantik menjadi perbincangan para staf di lobi sejak kedatangan wanita tersebut.


Tak lama, Frans masuk keruangan Verrel. “Tuan, Nona Olivia ada dibawah. Dia ingin bertemu dengan Tuan berhubung ayahnya yang menugaskan dia sebagai perwakilan untuk proyek kerjasama kita.  Apakah Tuan ingin menemuinya?” tanya Frans.


“Aku tidak punya banyak waktu sebentar lagi istriku sampai. Persilahkan saja dia masuk sebentar.” ujar Verrel tanpa mengalihkan perhatiannya dari dokumen didepannya.


Derap langkah kaki terdengar memasuki ruangan, Frans membawa Olivia menemui Verrel.


“Selamat siang Tuan Verrel. Senang bertemu dengan anda.” kata Olivia memandang Verrel yang masih acuh.


“Selamat siang juga. Silahkan duduk.” Verrel mengangkat wajahnya menatap Olivia tanpa ekspresi namun wajah Olivia merona melihat ketampanan pria itu, seperti yang sudah dibayangkannya bahwa seorang Verrel Aditya Ceyhan adalah seorang pria yang sangat tampan dan bertubuh kekar.  Dia pun berdeham kecil lalu menghembuskan napas perlahan.

__ADS_1


Olivia dan Frans duduk di sofa sementara Verrel masih betah duduk dikursi kerjanya. Lalu Verrel pun bangkit dan berjalan menuju sofa lalu duduk. Tak berselang lama, seorang staff masuk membawakan minuman.


Olivia memperhatikan semua gerak gerik Verrel dan berkata. “Saya ditugaskan papa sebagai penanggung jawab untuk proyek kerjasama perusahaan kita. Mohon bimbingannya karena saya masih baru disini.”


“Proyek itu adalah proyek besar pertama saya dengan ayahmu. Karena beliau menugaskanmu jadi saya minta anda untuk serius dalam bekerja mengingat anda masih baru. Jika mengalami kesulitan jangan sungkan bertanya langsung pada asisten saya Frans.”


“Baiklah. Terimakasih Tuan.” ucap Olivia cepat.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Deandra berjalan masuk sementara pengawalnya menunggu diluar ruangan. “Suamiku. Apakah kau masih sibuk?” tanya Deandra sesaat setelah masuk.


Olivia melihat kearah pintu dan menatap wanita hamil yang berjalan masuk, dia tidak mengenali Deandra sebelum ini.


“Kemarilah.” ujar Verrel mengangkat tangannya memanggil Deandra. “Perkenalkan ini istriku.” ujar Verrel memperkenalkan Deandra pada Olivia.


Olivia menjulurkan tangan untuk menyalami Deandra dan disambut baik oleh Deandra. “Perkenalkan saya Olivia. Senang bertemu dengan anda.”ucap Olivia sopan. 


Deandra hanya tersenyum lalu mengganggukkan kepala, dia melirik Olivia dan mencoba memperhatikan gerak gerik dan sikap wanita itu. Meskipun terlihat dia bersikap sopan dan elegan tapi Deandra merasa jika wanita itu tampak memiliki karakter yang sulit ditebak.


Verrel tersenyum lalu merangkul pundak istrinya saat Deandra sudah duduk disampingnya. “Maaf jika pertemuan hari ini kita sudahi sampai disini. Saya ada keperluan lain bersama istriku.” kata Verrel yang tak ingin berlama-lama disana bersama tamunya.


Setelah kepergian Olivia dan Frans dari ruangan itu, kini hanya tersisa sepasang suami istri itu disana, Deandra terlihat mengeryitkan keningnya, “Siapa wanita itu?”


“Dia rekan bisnis. Ayahnya megirimnya sebagai penanggung jawab untuk proyek baru perusahaan. Kenapa?”


“Tidak apa-apa, aku hanya bertanya saja. Hemm…..kita makan dulu ya aku lapar.”


“Mau makan dimana?” tanya Verrel smabil mengusap rambut panjang istrinya.


“Makan disini saja. Aku ada bawa makanan dari rumah, sebentar ya aku suruh Zizi membawakan makanan kesini.”


Deandra memanggil Zizi untuk membawakan makanan yang dia bawa dari rumah. Mereka makan berdua didalam ruangan, tak banyak yang mereka bicarakan. Setelah selesai makan mereka pun berangkat menuju kerumah sakit.


...***...


Olivia kembali ke apartemen mewahnya setelah bertemu dengan Verrel. Dia menghempaskan tubuhnya di sofa. “Ah ternyata itu istrinya? Cantik sih, tapi tidak ada yang istimewa. Penampilannya biasa saja dan tidak terlihat seperti wanita kaya apalagi dia adalah istri dari Verrel!” gumam Olivia pada dirinya sendiri menyesap kopinya yang sudah disiapkan pelayannya.

__ADS_1


“Apa yang membuat Verrel jatuh cinta pada wanita itu?” tangannya mulai sibuk mengetik sesuatu di Ipadnya, mencari informasi tentang Verrel dan istrinya.


Keluarga Ceyhan sangat terkenal maka tidak sulit mendapatkan informasi dan foto-foto mereka di internet. Olivia memandangi foto-foto keluarga Verrel di sosial medianya.


“Wah ternyata mereka sudah memiliki dua orang anak! Istrinya lagi hamil besar, berarti jarak antara anak mereka berdekatan. Wow….hebat sekali pria itu.” kekeh Olivia. Matanya tak berkedip memandang sebuah foto yang menampilkan Verrel berpakaian lengkap berjas. Jelas terlihat di foto itu Verrel sangat tampan dan gagah dengan tubuh kekar dan berotot.


“Hei apa yang sedang kau lihat?” sebuah tepukan dibahunya mengangetkan Olivia. Seorang wanita berambut pendek yang terlihat seumuran dengan Olivia.


“Ah! Sejak kapan kau ada disini?” tanya Olivia kaget melihat seseorang berdiri dibelakangnya sambil menundukkan tubuh ingin melihat apa yang sedang diperhatikan Olivia.


“Oh….siapa pria itu? Tampan sekali, sepertinya wajahnya familier.” ujar gadis bernama Ashya.


“Aku bertanya malah kau bertanya balik.”


“He he he….aku sudah datang sejak tadi. Pelayan bilang kalau kau sedang pergi keluar jadi aku menunggumu. Maaf ya tadi aku pakai kamarmu untuk istirahat sebentar.” ucap Ashya.


“Ya….tadi aku keluar sebentar untuk bertemu dengan Verrel.” sudut bibir Olivia terangkat mengingat pertemuannya dengan Verrel.


“Siapa Verrel? Wait….apakah orang yang kau maksud itu Verrel pemilik Ceyhan Group?”


“Iya dia. Ini orangnya.” ujar Olivia menunjukkan foto Verrel di Ipadnya.


“Wow! Tampan sekali!” decak kagum gadis itu saat melihat foto Verrel.


“Lebih tampan aslinya. Auranya sangat kuat dan dia memiliki tubuh kekar dan berotot.” kata Olivia.


“Benarkah? Dia terkenal sebagai pria yang luar biasa diatas ranjang.”


“Tahu darimana? Apa kau pernah naik keranjangnya?” ketus Olivia.


Nih Author bagiin ya visual Olivia Lee. Gimana menurut kalian ? 😊😊



Yang dibawah ini visualnya Ashya.....perannya akan ada di episode2 berikutnya ya.

__ADS_1



__ADS_2