TERJERAT GAIRAH SANG CEO

TERJERAT GAIRAH SANG CEO
BAB 265. SIAPA YANG MENCURI


__ADS_3

Stefanie merasa panik karena kehilangan kunci emas yang merupakan kunci dari sesuatu yang paling berharga yang dia simpan di Swiss. Wanita itu sibuk memeriksa rekaman cctv sebelum dan sesudah dia pergi hingga rekaman cctv terakhir sebelum dia kembali namun tak berhasil menemukan apapun yang mencurigakan. Bahwa keterangan para penjaga di villa itu tak memberikan clue apa-apa yang bisa mengarahkannya.


Akhirnya, setelah menghabiskan beberapa saat untuk berpikir dia memutuskan untuk menghubungi tempat penyewaan brankas di Swiss dimana kunci emas itu berasal. Namun jawaban yang diterimnya membuat jantungnya seolah berhenti berdetak sekejap. Sudah ada seseorang yang datang kesana dan membuka brankas itu beberapa hari yang lalu.


‘Kurang ajar! Sial! Sial!…….bagaimana bisa? Arggggg…..Stefanie mengamuk mengetahui kebenaran kalau seseorang sudah mengambil barang berharganya di brankas.


“Argggg……..PRANNNGGGG!” Stefanie menghancurkan barang-barang di villa nya. Mengamuk melampiaskan kemarahannya. Semua orang yang bekerja disana ketakutan melihat amukan Stefanie.


“Kalian semua akan ku hukum! Seseorang sudah masuk kesini dan mencuri barangku!”


“Ti---tidak ada Nona!”


“Masih berani kau bicara? Aku baru saja menghubungi pihak bank di Swiss dan seseorang menggunakan kunci emasku dan mengambil barang berhargaku disana! Masih bisa kalian bilang tidak ada yang masuk kesini, ha?”


PRAAANNNNNNGGGGG


Kembali wanita itu melemparkan guci dan vas bunga dan barang-barang yang ada didekatnya. Satu-satunya barang yang bisa menyelamatkan hidupnya dan perusahaan ayahnya kini hilang dan berada ditangan orang lain yang tidak dia kenal. ‘Argggggg……...kenapa aku bodoh! Bisa lupa membawanya sebelum pergi ke Singapura? Agggg…….apa yang harus kulakukan sekarang?’


Stefanie berjalan mondar mandir berusaha memikirkan langkah apa yang harus dilakukannya. Tekanan dari pihak dunia bawah yang menuntut uang mereka dikembalikan membuat kepala wanita itu berdenyut-denyut. Uang berjumlah jutaan dollar itu tak mungkin bisa dikembalikannya meskipun menjual semua harta mereka, belum lagi hutang perusahaan yang masih banyak untuk dilunasi.


Sedangkan pihak bank enggan memberikan pinjaman padanya karena kabar kolapsny SG Group sudah menyebar. “Pergi kalian semua! Aku akan membuat perhitungan pada kalian akibat lalai!” teriaknya marah sambil mengarahkan jari telunjuknya pada para pelayan dan penjaga villanya.


Kini hanya Stefanie yang berada diruangan itu, dia meraih ponsel dari dalam tas nya lalu menghubungi seseorang.


“Halo, Stef!”


“Aku kehilangan kunci emas itu!”

__ADS_1


“Apa? Bagaimana bisa?”


“Aku tidak tahu siapa yang mencurinya di villa! Aku sudah mengecek cctv tapi tidak menemukan ada orang lain yang masuk kesini!”


“Mungkin salah satu pelayan disana.”


“Dari rekaman cctv tidak ada seorangpun yang masuk ke kamarku. Tapi berdasarkan keterangan seorang pelayanku, sepertinya ada yang mencurigakan.”


“Pasti pelayanmu yang mencurinya!”


“Aku tidak yakin! Karena tidak ada yang tahu aku menyimpannya dimana. Tapi----bisakah kau membantuku? Keadaanku terdesak sekarang! Mereka menuntut uang harus kukembalikan!”


“Apa yang bisa kubantu?”


“Tolong kau retas rekaman cctv di villa! Sepertinya ada yang terlewatkan! Aku menonton ulang rekaman itu dan ada yang aneh direkaman saat aku berangkat ke Singapura.”


“Oke! Aku tunggu.”


Lalu Stefanie menghela napas panjang setelah pembicaraan ditelepon terputus. ‘Siapa yang mengambilnya? Orang di Swiss bilang seorang lelaki datang dengan kunci emas. Tapi wajahnya seperti rang bule? Sepertinya aku tidak punya musuh orang bule!’ pikirnya.


“Sial! Kenapa hidupku jadi berantakan seperti ini? Satu persatu hancur begitu saja dalam sekejap! Bermula dari kejadian yang menimpa Sandy! Apa semua ini ada hubungannya dengan Verrel? Tapi---tunggu dulu! Apa dia yang mengambil kunci emas itu dariku? ****!”


Wanita itu mengusap wajahnya dengan gusar, ‘Kalau benar Verrel sudah tahu aku yang mengambil miliknya beberapa tahun lalu! Ini bahaya! Arggggg…….tapi mana mungkin dia?’


Stefanie masih berusaha memikirkan berbagai kemungkinan, menyatukan satu persatu puzzle mencoba mendapatkan gambaran jelas tentang semua yang terjadi akhir-akhir ini yang menimpa perusahaan keluarga yang dikelola adiknya Sandy dan rentetan kejadian yang menimpanya disaat bersamaan.


“Tidak mungkin kan Verrel mengetahui semuanya? Itu terjadi beberapa tahun yang lalu dan selama ini dia tidak perna tahu siapa yang mencuri barang berharga miliknya.”

__ADS_1


Beberapa menit kemudian seorang pelayan masuk bersama seorang pria, “Permisi Nona.”


Stefanie mendongakkan wajahnya dan menatap pria yang baru saja tiba. “Syukurlah kau datang!”


“Aku ngebut dan menerobos lampu merah untuk segera sampai disini! Mana yang mau kuperiksa?”


“Ayo ikut denganku!” ujar Stefanie berdiri lalu melangkah diikuti pria itu. “Aku hampir gila gara-gara kejadian ini! Aku harus mendapatkan kembali barang berharga itu!”


“Kenapa kau bisa seceroboh ini Stef?”


“Saat itu aku kalut dan berangkat ke Singapura. Tapi aku sudah memeriksa semuanya sebelum aku berangkat. Kunci emas itu masih ada di brankas terakhir kali aku memeriksa, rencananya mau aku bawa tapi aku kelupaan! Sial benar! Argggg…...”


“Bagaimana situasi perusahaan keluargamu sekarang?”


“Menurutmu?”


Mereka sudah sampai diruang CCTV dan seorang pengawal mulai menyalakan rekaman cctv seperti yang diperintahkan Stefanie lalu pengawal itu keluar dari sana. Tinggal Stefanie dan pria temannya itu yang berada diruangan. Dengan cepat pria itu berusaha memulihkan rekaman cctv yang hilang atau mungkin diretas seseorang. Satu persatu rekaman cctv diperiksa, hingga di hari kejadian.


*********


Verrel memegang dua flashdisc ditangannya, senyum puas terpancar diwajahnya. “Sekian lama aku mencari ini dan akhirnya aku mendapatkan kembali milikku! Aku tidak menyangka wanita licik itu yang mencurinya! Kini kehancuranmu sudah didepan mata Stefanie!” Verrel mencolokkan flashdisc itu ke komputernya dan mulai memeriksa isi benda itu. “Aha! Ternyata disini kau menyimpan semua hasil curianmu! Dasar keluarga penjahat! Sepertinya sudah saatnya orang-orang seperti kalian harus lenyap!”


Didalam flashdisc pertama itu ternyata berisi data penting dimana keluarga Singgih menyembunyikan semua harta dan uang hasil rampokan mereka yang didapat dari hasil pencucian uang dan penipuan berkedok bisnis investasi.


Verrel tidak menyangka akan menemukan itu, awalnya dia hanya ingin mendapatkan kembali sistem pemograman satelit yang dirancangnya beberapa tahun lalu yang dicuri seseorang tak disangka dia juga mendapatkan satu flahsdic lainnya.


“Aku akan mengambil semua harta mereka dan mengembalikan pada pemiliknya! Untung saja disini ada daftar orang-orang yang sudah mereka tipu hingga bangkrut!”

__ADS_1


“Stefanie! Akan kukirim kau ke penjara! Ah….sepertinya sedikit permainan akan lebih menyenangkan agar jadi pelajaran, jangan pernah bermain-main denganku Verrel Aditya Ceyhan! Bukankah wanita itu berurusan dengan orang-orang dunia bawah? Pantas saja dia bisa mencuri milikku! Ini akan semakin menarik! Biarkan mereka yang akan mengurus wanita itu dengan cara yang keji! Aku tidak perlu mengotori tanganku mengurus seorang wanita! Sebaiknya aku mengcopy semua data-data ini dan menyimpannya dibeberapa tempat!”


__ADS_2